RSS

Panentheisme (Di dalam Tuhan) menurut Bhagawadgita

Agama sebagai jalan untuk menuju suatu kesadaran akan kebahagiaan, maka tentu saja dapat dianalisa dengan berbagai pandangan tersendiri. Tidak ada yang mutlak benar dan pasti salah, karena pada dasarnya Tuhan Yang Esa adalah sebagai Acintya, yang tidak akan mampu dipikirkan. Logika, Akal, Pikiran, Rasa, Jiwa, semua tunduk pada sebuah kesadaran, Kesadaran yang hanya akan dicapai oleh sebuah tingkat yang memiliki perbedaan pula. Kesadaran yang membawa pada sebuah kebahagiaan tentunya untuk disebarkan kepada yang lain. Ketika diri sendiri tidak berbahagia dan menyadari akan sebuah kesadaran yang Hakiki, apa yang layak disebarkan??

images (4)

Tuhan dalam hal ini brahman atau dalam sebutan lain di agama apa pun, memiliki beberapa pandangan yang bisa dirasai oleh sadar itu sendiri.

Monotheisme adalah bagaimana IA tuhan adalah satu sahaja,tidak ada yang lainnya, yang maha besar, maha agung, maha kuasa, maha tahu dan sebagaiNYA, dunia diciptakan olehNya, berakhir di dia semata. 

Monisme dan pantheisme adalah konsep dimana seluruhNya adalah Tuhan, artinya dimana-mana IA berada, dimana-mana IA merasuk ke dalam apa pun, dan dengan itu maka tidak ada mungkin suatu kesemena-menaan akan ciptaanNYA, karena itu juga adalah IA semata. Dalam bhgwadgita secara sekilas disebutkan.. “Aku berada di seluruh mahluk sebagai ruh yang Utama, mereka yang sadar akan itu dan mengimani itu, namun tidak merosot ia karena itu, adalah seseorang yang berjalan pada jalan kerohanian.”

Panentheisme adalah konsep dimana IA Tuhan adalah maha Besar, dan manusia, kita berada pada kesadaranNya, bahwa kita berada di dalamNya. Kita hanya bagian kecil dariNYA, kita hanya bagian sangat-sangat kecil dan menjadikan sebagai sebuah atom diantara semestaNYA, kita hanya merupakan bagian dari Wajah,telinga, tubuh, tangan, kaki, jari, atau selnya, dari semesta kita hanya setitik kecil dari lautan samudra kesadaranNYA. Karena itu, sebenarnya kita hidup atau mati hanya berada pada kesadaran kecilNYA, satu kali brahman bangun hidup dan kembali terdiam, adalah satu kali pralaya itu mengada, dan kita hnya bagian dari itu saja. Betapa kecil kita sebenarnya.

Dan namun tentu saja itu adalah bagian kesadaran kita semata, kita lupa dan tidak berbahagia ketika kesadaran tentangNYA tidak didapatkan, kita telah dan selalu akan berada di dalamNYA, Namun karena ketidak sadaran dari ATMAN Brahman Aikyam, maka atman dan citta terbungkus oleh ahamkara (ego) yang menggelapkan manah dan budhhi itu sendiri sebagai bagian saudara dan lapisan atman itu sendiri.

Sebagai ingatan selubung atman adalah berturut-turut Atman, Citta (intuisi memori), Buddhi (akal wiweka), Manah (pikiran penguasa inderawi), Ahamkara atau ego. Maka selubung itu yang tidak menyadarkan manusia untuk mengetahui diri sebagai Hyang Agung itu sendiri. Dalam konsep Buana Agung Buana Alit, maka manusia adalah menyadari akan dirinya sebagai buana alit dan juga bagian dari buana agung itu sendiri. Di mana kedua hal itu tidak dapat terpisahkan..

Maka ketika sebuah kesadaran entitas diri, sebagai yg selalu terhubung pada keilahian dan kebenaran yang berbahagia, maka begitu pula diri akan selalu merasa berada di dalamNYA.. Dalam berbagai kitab hindu, banyak tersirat dari konsep kemahaBesaran hyang kuasa, serta keagunganNYA, yang siap ditemui pada tingkat kesadaran tertinggi serta kebahagiaan yang benar hakiki..

Bhgwadgita IX-6 ..

Yathakasha-sthito nityam watuh sarwatra-go mahan,  tatha sarwani bhutani mat-sthanity upadharaya..

Artinya :seperti udara yang perkasa yg bergerak dimana-mana, senantiasa berada di ruang angkasa(akasa)..ketahuilah bahwa dengan cara yang sama seluruh keberadaan ini berada di dalamKU..

Bhagawadgita IX-7

Sarwa bhutani kaunteya prakerthim yanti mamikam, kaloa ksaye punas tani kalpadau wisrjamy aham..

Artinya : seluruh mahluk, wahai putra kunti , masuk ke dalam sifat alam (prkrt)-Ku, pada setiap akhir siklus(kalpa) oada awal siklus (kalpa)berikutNYA Aku kembalikan lagi mereka itu…

Dalan kedua sloka bhgwdgita diatas, maka dpat disimpulkan bahkan udara berada di dalamNYA tuhan yg maha besar, serta seluruh mahluk terliputi terkuasai oleh alam prkerti hyang Kuasa, walaupun mereka  menyangkalnya, tetap saja mereka berada di dalam sifati prkerti hyang maha besar itu..

Kemudian di bhgwadgita IX-13.,

Mahatmanas tu mam partha daiwim prkertim asritah, bhajanty ananya-manaso jnatwa bhutadim awyayam.,

Artinya : Roh roh agung, wahai partha, yg memiliki sifat2 ilahi(daiwi prkrthim), yang mengetahui AKU sebagai sumber abadi segala mahluk, memujaKu dengan pikiran yang mantap..

Bhwagawadgita, IX-4

Maya tatam idam sarwan jagad awyakta-murtina, Mat-sthani sarwa-bhutani na caham tesw awasthitah..

Artinya ., seluruh alam semesta inu terselimuti olehKU melalui wujudKU, yg tak termanifestasikan..Semua mahluk ada padaKU, tetapi Aku tak ada pada mereka..

Dalam sloka di atas, maka maya prkerti atau sifati ilahi yaitu satwik rajasik tamasik, ada dalam daiwik prkrtim di roh2 agung yg mngerti bahwa IA yang kuasa berada di sifati daiwi yg satwika dan rajasikam,..Kemudian bahwa seluruh mahluk yang berada di dalamNYA, tidak akan bisa lepas dari prkrtiNYA, apakah daiwi prkrthim, atau mohini prkrtim (keakuan palsu) dan keagunganNYA, menyebutkan bhwa IA yang KUAsa, tiada terpengaruh oleh kedua itu, namun kedua itu selalu berada di dalamNYA…

Kemudian apa yg menjadi daiwi prkrtih dan mohini prkrtih yg berada di dalamNYA, dapat disebutkan pada sloka berikut :

Bhgwdgita X-4

Buddhir jnanam assamohah ksama satyam damah samah,sukham duhkham bhwavo, bhayam cabhayam evacha..

Artinya ..pemahaman, pengethuan, bebas dari kebingungan,kesabaran, kebenaran,pengendalian diri dan ketenangan, kesenangan dan dukha,keberadaan, dan ketidak adaan, ketakutan dan keberanian…

Bhgwdgita X-5

Ahimsa samata tuatis tapo danam yaso yasah, bhwanti,bhawa bhutanam, matta eva prthag-widhah..

Artinya,, tanpa kekerasan,keseimbangan pikiran, kepuasan, kesederhanaan, amal sedekah, kemasyuran dan kehinaan, semuanya ini adalah keadaan daru mahluk2 yang hanya berasal dari AKU saja.,,

Dalam sloka kedua diatas, dapat diambil pemahaman bhwa semua sifati dunia ilahi, atau dri sifati mohini berasal dari IA yang Maha KUAsa, dan berada pada prakertiNYA, tentunya kesadaran yg berada di dalamNYA..kemudian bhwa yang mencariNYA dalam kesadaranNYA yg menuju kebahagiaan sejati…walaupun sangkalan dan pengethuan yg mnjauh dariNYA, tetap saja itu berada di dalam IA semata, karena mahkukNYA sesungguhnya hnya dpat memilih, mnjadi yg sadar atau berada di ketidaksadaran…krna semua berada di dalamNYA(panentheism)..semakin menyangkal, maka tidak berguna, krna sudah selalu berada di kesadaranNYA..

Salam gwar  Agust 2014

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Agustus 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , ,

Aktualitas Sila Pertama Pancasila..(membungkam intoleransi)..

Sahadja pancasila jaya negara samastha..amin

20131028-234625.jpg

Seperti diketahui bahwa Pancasila adalah bukan sekedar ideologi tanpa makna..Tapi merupakan kendaraan atau wahana untuk mencapai suatu kedaulatan tertinggi berdasarkan moralitas harkat dan martabat manusia sebagai mahluk Tuhan…

Tuhan menciptakan menusia dengan keniscayaan serta keadaan yang pelangi,yang berbeda yang bermacam – macam warna apa pun itu..Lalu bagaiman itu berjalan dengan seimbang damai dan berkelanjutan sebagai dasar pemahaman spiritualitas yang kuasa, maka itu perlu menjadi sugestifitas kelayakan hidup sebagai manusia yang bertuhan baik secara etika secara filsafati dan keluhuran berkehidupan.

Maka sebuah keberharusan namun menuju kebijaksanaan hati bahwa privasi hubungan antara tuhan dan umatnya adalah keniscayaan dan daulat dari tuhan serta semesta juga. Hal itu sudah terdapat secara sahih fakta dan diamanatkan oleh pancasila sendiri, melalui butir-butirnya. Ini adalah sebuah keharusan ketika malah penjajahan dari ideologi itu sprti sebuah garis kehidupan yang suram pula dan menutup mata hati batin para pemegang jabatan pemerintahan. DOsa-dosa itu masih diingat dan tak akan pernah lenyap. Karena ketika itu tidak menjadi suatu bahasan filsafati dan prilaku yg baik pancasilais, maka mereka adalah sebenarnya benalu penjajah kekuatan bangsa indonesia sendiri..

Untuk penjajah yang menjajah sila pertama adalah ini:

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/09/17/edisi-terjajah-episode-pertama-_-i-m/

 

1.KETUHANAN YANG MAHA ESA

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepercayaan atas Pancasila dan Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah mutlak. Namun taqwa artinya adalah disesuaikan dengan apa yang dipercayai. Taqwa atas etika atas ritualitas adalah berbeda. Karena Sakralitas dan profanitas dari setiap agama berbeda.DI satu sisi sajadah adalah sakral, di satu sisi dupa adalah baik dibutuhkan , namun ketika sakralitas itu direndahkan dengan mencemooh apa pun sesuai pemahaman dari kitab2, maka kitab adalah sebuah sakarilats di tempat agama A tetapi tidak di agama B. Maka jangan ketika itu berbeda membuat keyakinan menjadi berkurang dan malah lenyap atau menuju ketidak beradaban. Ketika seni dan budaya adalah soal rasa, maka tidak ada lebih bermakna bagi rasa dari seni budaya menuju kepada rasa yang cinta akan tuhan itu sendiri. Bukankah rasa itu lahir dari cinta atas sifat kedamaian akan Tuhan? itu aktualitas makna kebersamaandan memperbesar bangsa secara sekaligus.

  • Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

Butir ini adalah yang terpenting, kepercayaan dan taqwa itu sudah seharusnya, namun didasari oleh kemanusiaan yang adil dan beradab (sila kedua). Maka ketika ini adalah sebuah hambatan akan keberadaban, maka biadab adalah aktualitas manusia penjajah. Mereka tutup mata akan itu, ketika seni sebagai keberadaban dan adil akan kebebasan beritual, tanpa merendahkan sakralitas agama lainnya, maka DURkheim pun mengiyakan surga damai itu sendiri.

  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  • Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Maka setelah bisa menjalankan itu, dilanjutkan dengan sikap-sikap toleransi antar pemeluk dan penganut kepercayaan yang berbeda2 tersebut hingga terjalin suatu kerukunan yang menjadi modal untuk membangun sebuah negeri indah yang diimpikan. Pelangi di Indonesia lebih baik dari pada Merah saja atau kuning saja yang bisa bikin eneg serta mual berkepanjangan. Sangat mudah, ketika memberi selamat memberi kebebasan sebagai saudara sebangsa setanah air dengan ilmu filsafati, haqiqat, cinta kasih tuhan, ilmu syariat dan minggu kebaktian dengan waisak, atau tarekat serta japa, dan pula moksah mahrifat, maka ketika itu berkembang dengan sakralitas yg dijaga, apakah manusia indonesia nusantara akan terjadi kekerasan agama??

  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
    menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Dan pada suatu kepercayaan serta keyakinan, maka hubungan itu termasuk suatu kebebasan tersendiri dan dilindungi oleh negara. Maka aktualisasi itu adalah privasi, dan apakah itu menjadi kenyataan, maka kebijaksaaan dari yg melakukan ritualitas yg beretika berfilsafati tinggi serta menghormati adalah sebuah sikap mulia yg dibalikkan dengan rasa hormat yg lebih tinggi..

  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing

Yang ini no need to explain. Fakta yang ada, bahwa kebebasan menjalankan ibadah tidak digubris oleh beberapa pihak. Sekehendaknya diliat, ditelaah, dibijaksanai. Sebuah buku yang berbeda mungkin menambah pengetahuan bagi yang sudah baca buku yang berbeda. Atau buku dengan sampul sama, mungkin pula ada perbedaan. Tapi manusia itu berbeda kodratnya kan.

  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Sikap fundamentalis serta menghanguskan atau menganggap rendah yang lainnya adalah bagian yg dikembalikan dengan sikap yang sama pada akhrinya..Ketika aktualisasi itu sngatlah mudah, memberi selamat saat hari raya, maka mengurangi ego keagamisan yg bengis, menjadi sikap hormat menghormati serta meniadakan kebodohan yang membelenggu dari kualitas manusia yang bertuhan.. Tidak ada tuhan pada manusia yang mengmban misi penghancuran. Secara logis dan mudah adalah, manusia akan mendapat apa yang dia tanam, tidak ada menanam nanas tumbuh rambutan, tidak ada yang menanam benci tumbuh kedamaian kecintaan kesukaan, tidak ada yg menanam dukha lalu mendapatkan cita suka ria, itu tidak logis dalam agama apa pun..Ketika ada yg menghancurkan kedamaian, maka ada beberapa kesimpulan.

1. Apakah mereka menghabiskan WAKTU untuk mmpelajari kedalaman keramahan kedamaian kitab sendiri, atau cuma belajar menebar kebencian, dan prasangka, lalu berharap surga….itu parah dan gila yang telah medogmatis mereka, ajaran agama tidak cukup dipejari dengan satu kali kehidupan dan lalu dengan mudah mendapat surga serta meninggalkan jejak kehancuran di yang ditinggalkan…itu bukan agama…itu setan…

2. Lalu evolusi keagamaan, bukan saja dari ritualitas, tapi dari etika moralitas akhlak (islam) susila (hindu) buddhi(kjawen) manusia nusantara juga, dan ritualitas – syariat (islam), yadnya (hindu) kebaktian (nasrani), serta dari filsafati itu sndiri tattwa (hindu), haqiqat( islam), dan menuju kebersatuan illah dan manusia ..mahrifat(islam) moksartham (hindu) manunggal kawula gusti (kjawen)..Itu adalah evolusi yg saya rasa universal dan spirit..Itu tidak hanya menjadi senjata akan mentalitas moral yg tinggi dan melihat setiap manusia sebagai saudara sedarah seperjuangan..

3. Kemudian dari pihak pemerintah yang cenderung mnjadikan pembiaran karena apa??apa karena takut, atau karena kedangkalan dari pemahaman mereka tentang moral itu sendiri.. FIlsafat moral adalah harus diterapkan dimengerti dari para pemimin jabatan.. Ketika agama sebagai moralitas tertinggi, tentunya adalah kebobrokan mental dan evolusi yang rendah atas pemahaman spirituaitas mereka.. Dan sangat terbukti dari kasus2 korup dari para petinggi agama.. Itu memalukan bangsa, memalukan negara memalukan umat, dan memalukanrakyat dan Tuhan itu sendiri.. Maka Keadilan tuhan bisa jadi mnjadi keadilan rakyat dan bahkan bisa dipaksakan.. Bukankah revolusi sudah sering dan pernah terjadi??namun mental yang direvolusi dengan cermin serta kontemplasi akan membawa kesadaran serta keniscayaan.. TIADA ADA YANG BISA MELAWAN KETETAPAN DAN KEADILAN TUHAN ESA

 

DAn Itu adalah kemutlakan serta keniscayaan indah damai di masa depan, Aktualisasi yang paling hakiki adalah menerapkan hukum pancasila sebagai media kontemplasi dan bercermin UNTUK MENCARI KEBENARAN BERKEBANGSAAN. Lalu ketika itu telah dilaksanakan, maka KETETAPAN TUHAN LAINNYA adalah disesuaikan dengan agama dan keyakinan masing-masing..TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR, DAN TUHAN PASTI ADALAH KEADILAN..

Maka selayaknya kedamaian itu hadri, dari “DIRI” yang laksana Illah, dan kemudian menuju KETERWUJUDAN Lingkungan ILLAH di keluarga, masyarakat, dan Bangsa bernegara..

 

SALAM

TAPI “AKU” TAK PERNAH MATI

TAK AKAN BERHENTI

 

“Kami tidak TAKUT”..

gwar juni 2014

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Juni 2014 in filosofi, pancasila

 

Tag: , , , , , , , ,

Psikologi tentang Tiga sifati Kuasa (Illah-Tri Guna) pada Manusia sebagai Kekuatan Maya..

Om tyambakam jayamahe..

Snthi sahajahtra ning eling…

Mahajaya devantara jagat …

Rahayu raharja saktya amartha Sanjihwani…

Jahya om..

 

Maya dari ilhaiah adalah sesuatu yang sangat mendasar. Sehingga dengan mengenalnya, maka dikatakan dalam Upanishad bahwa akan mendapati dirinya keberpahaman untuk mengelola Maya itu menjadi sarana pembebasan, penyadaran tentang “diri”.

Diri adalah suatu kondisi yang berada pada keseimbangan atau berisikan suatu ketidakseimbangan, sesuai dengan wicara,fikir, serta laksana.. Maka ketika itu menjadi suatu perwujudan atmanikam (pancer), Citta, Buddhi, Ahamkar (sedulur papat). Maka itu sebagai bagian Atman yang meliputi dirinya dengan bhakt, kebaktian, bhakta serta kejayaan akan mengenal Diri sebagai buana Alit, Buana Agung yang menyatu bagai atman brahman aikyam..

Maka Maya, seprti dalam bhgawadgita menyabdakan adalah Tuhan menciptakan Tri GUna sifati alamiah dunia, namun Tuhan tiada ada di sana dan Itu tiada ada di Tuhan. Seperti itu sampai mereka semua memahamiNya, sesampai mereka menyadarinya, dan hidup dalam ketersadaran ilahiah.. Namun ketika mereka menyadari, maka itu membuka pintu karma pahala, entah itu baik atau buruk. Dan itu sebagai bagian penyucian lahirian dn batiniah, atau penghancuran karma yang buruk..

Maya sendiri terdiri dari tiga..Yaitu Sattiwka, Rajahsika, Tamasikah…

***Sattwika sendiri adalah sifat kebijaksanaan, kebaikan, kebajikan.. sehingga ketika badaniah yang mengikuti suksmaning rahsa sajadha akan membawa mereka pada keluhuran buddhi, dan membuka citta menjadi memori yang mengindah dari kekuasaan Atmaning Jahya Manikam, dimana sedari dulu tanpa pernah pergi berasal dari brahman.. Maka mereka yang memiliki sifati sattwika dibagi sebagai berikut :

Sattwika Prakerti

1.Sattwika Brahma : Kepribadian manusia yang suci, cinta kebenaran, tulus dalam berbagai usaha, rajin sembahyang memuja Tuhan, ramah tamah terhadap tamu, senang giat belajar untuk menambah ilmu.

2. Sattwika Mahendra : Yang memiliki kepribadian yang masyur dan berani, sabar, setia kepada pelajaran veda, bersikap baik terhadap para sahabat atau pun kepada lawan.

3. Sattwika Varuna : Menyukai dingin, toleran, warna rambut kurang hitam, dan suka berbicara. Maka mereka menyerap “guna” baik dari alam buana agung sehingga mengubah pencirian mereka.

4. Sattwika Kaubera : Senang jadi perantara, toleran, kaya, mempunyai kemampuan untuk berdagang (menyalurkan barang).

5. Sattwika Gandharwa : Menyenangi wewangian, gemar musik seni dan tari, suka berpindah tempat kerja dan memberikan suasana keindahan di tempat yg telah ditinggalinya.

6. Sattwika Yama : taat melakukan yadnya ibadah, kuat dalam beraktivitas, tidak kenal takut, ingatan dan kesucian kuat, bebas dari keterikatan dan ketakutan.

7. Sattwika Arsa : Taat menjalankan upacara keagamaan, membujang, tidak kawin, mengetahui spiritualitas, dan materialnya tinggi.

 

**Rajasikam Prakerti adalah sifat yang dengan prilaku keras, agresif, agak rakus, energik, dan mendahulukan kemenangan tanpa pikiran dan kebijaksanaan.. Maka rajasikam ini ketika tanpa dibarengai sattwam, akan membawa dan menjauhi kedamaian itu sendiri. Mengapa??karena pada dalam dirinya akan menyebarkan ketakutan dari pada alam..Ketika mereka menyuarakan itu tanpa kebenaran adalah menjadi sesuatu yang membibitkan kehancuran dan ketidakdamaian..Namun dengan sattwikam, maka ini bisa menjadi sesuatu bekal dan perisai bagi kebenaran itu sendiri..

1. Rajasikam Ashura : sifat berani, kejam, iri hati, menakutkan, menyendiri senang, senang mengisi perut..

2. Rjaikam Sarpa : seprti ular, bermulut tajam, suka memperdayai orang, tetapi penakut, cerdas, senang bergerak dan makan..

3. Rajasikam Sakuna : seperit burung, suka seks, sering makan, pemarah, dan tidak stabil..

4. Rajasikam raksasa : berpikri individualitis, pemarah, iri hati, tidak gemar religiusitas, gemar memuji diri sendiri..

5. Rajasikam Paisaca : SUka mencuri makanan, senang dengan keberanian sehingga puas akan kemenangan tapi tidak kebenaran, cinta pada wanita, tetapi pemalu..

6. Rajasikam Praita : tidak suka membagi kesenangan, agak pemalas, watak sedih, pencemburu, tamak, kurang suka beramal

Menyadari itu akan membawa mereka yang rajasikam menuju neraka, baik di dunia maupun nanti di tempat lain (tegal penangsaran, titi ugalagil, dsb. Namun ketika itu kepribadian membiasakan diri berlaku dharma dan sattwikam, maka secara otomatis akan membalikan kepridian diri menjadi tameng kebenaran,, Dan karma akan dibersikan dan disucikan sesuai dengan apa yg telah dilakukan digariskan..

** Tamasikam Prakerti ..adalah tipe cuek bebek dan pemalu, pencemburu, agak kurang cerdas..

1. Pasava : seperti binatang tidak beradab, dan biadab.. kurang cerdas melempem, gemar berseksualitas, tidak taat pada aturan..

2.Matsya : seperti ikan, mental kurang stabil, tidak bijak, pengecur, gemar merusak milik orang lain..

3. Vanapatya : seperti tanaman, tinggal di satu tempat saja, gemar hanya mengambil makanan tapi tidak suka memberi , (beryadnya)..kurang paham akan catur purusha artha (dharma) artha kama moksah..

Maka ketika itu menjadi kepribadian karena daya guna mereka sendiri, bhgawadgita bersabda… Maka Diri Yang telah mengenaliNyA akan tiada berpikir bahwa mereka melakukan sesuatunya secara sadar, karena sebenarnya adalah AKU (ruh utama) serta pengaruh dari Maya yang melakukannya.. Mereka yang berpikir telah melakukan kegiatan karena dia sendiri yang melakukannya, sebenarnya telah merosot, kecuali mereka tahu bahwa maya adlaha yang membuat mereka bergerak.. Dan AKU(kepribadian Yang Maha KuASA ESA), yang menghubungkannya itu sebagai pemahaman yang mutlak..

 

Salam gwar…
image

 
 

Tag: , , , , ,

Tri sadhaka(wedha) dalam Korelasi dengan Catur Wa(r)hana..

image

Sebuah konsep ini yg dileburkan oleh batin yang pinihin suhci maka,

Tri sadhaka terdiri dari pinihandita saiwa sidhanta yg menyomyakan swah sajian menuju alam hyang utama shiwa lokya kamoksan ning suhci..

Pinihanditya yg menyomyakan bhuwah ke swah adalah pinihandita buddha buddhi saktya sahadaning sahadja..

Pinihandita bhujangga waisnawa bahruna IKa adalah pinihandita yang menyomyakan bhur ke bwah, makaningka satu IA mereka dan ketika tiada satu maka merosotlah itu kesucian dirhgayusa rahayu raharja…

Kemudia catur wahana adalah
Sudhraha, sahdra sahudara…adalah sidhaning karya…ten wnten ina ika rahga suci, maka itu mereka tiada karya yang sidha…

Waisnawasya shri jagat rambut sadhana….adalah ketika mereka tiada melaksana, maka kesusahan pada bahan2 yg menuju kesucian artha

Mereka membawa ksucian bhwana bhujngga waisnwaning dwijati..

Kstria buddhi lan pinihandita brhman brhmana laku saktya adalah satu namun berdua adalah kesatuan yg mutlak ada…
Maka kstrhya ning mahotamma di pandu oleh bhasma bhismaning dharma…menuju widhara widura widhari…tanpa mata bhatin maka hanha mnjadi dasarksyatha…sepulu ketidak bijaksanaan..

Maka buddhining raga mnjadi ia pinihandita buddha…untuk membudikam hati batin kshtrya hyang agung…untuk tidak buta dan mengrluarkan bijak bajik mereka..itu ritual yg agung…

Maka mahadev shaivaning pinihandita ksrtya,,,adlaah perpaduan antara itu berdua tapi satu ika…esa dan mereka satu tapi dua namun tiga makna tri kona…maka hnya dngan ksucian hyang dinikmati turun menurun hrus mereka jaga…krna mereka ada di kepala brhamning waisnawa prjapatya…dan hati ning manunggal rind dewata nawa sangha adalah ida pinihandiya saiwa sidhanta..

Smoga ada berguna wibhuti ini..

Slam gwar
raditya langkir juni 2014

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juni 2014 in agama, budaya

 

Tag: , ,

Tafsir Bhagawadgita Bab II dengan Sudut Pandang “Mahya-Atmaning-Khalam”

Om saba ta a i Nama SIwaya..Khalam ning Rahsya Samastha, Bhagawanta Rahga Mahdy Ning Laku, Suhci Ning Buddhi, Sahadja Ning Wiracharita…Aum hring hreh hrang..Jagaditha Mokhsartham Hyang Kalky Wiguna DHarma…Wahyudiatmikam Sahdu Shalom Shanti ..Rahayu Raharja Ilang Kali ning Bhumi…

…Hare Kalkya Kalkya Hare Hare…

Evolusi Ruhani

 

Atma…Ketika Kau Mengenal NYA, maka Engkau mengenalKU sebagai Sang AKU… Ketika Kau mengenal KU, maka Engkau mengenal NYA, seperti kamu mengenal diriKU yang berada pada di seluruh semesta.. Namun ketika ITU (maya) menyelubungi ke-AKU-an MU wahai putra para dharma..Maka sesungguhnya PengetahuanMU akan IA Hyang MAHA KUASA telah menemaniMU sepanjang MASA…sampai AKhir Kali ini menjadi Satya Yuga ini berakhir dengan Pralaya..

Maka Kepribadian Tuhan bersabda, Bahwa AKU Yang turun sebagai AKU diberbagai agama, keyakinan, kepercayaan, kedigjayaan, kewaskitaan, kebijaksaan, kekayaan, bahkan kehinaan, kefitnahan, kehancuran, kelahiran, kematian, kehidupan, kecintaan, kedamaian, peperangan, dan Pembunuhan Yang tak ADIL, maka ucapkanlah doa MU….Maya hadir di situ sebagaimana kamu mencintai benih dunia, Maya hadir di sana sebagai penolong ketika kamu di tidak berikan ampunan, Maya akan muncul di setiap MU sesuai dengan apa yang kau persembahkan Kepada TUHAN….

Lalu tuhan Bertanya…Apakah Kamu menanam benih adharma dan berharap kebaikan TUHAN?? maka Kamu berada di LawanKU…

Dahulu perang bharata,Maka AKU hadir sebagai Khrisna yang berperang dengan menuju kematian, Dahulu Perang Diri dan dimenangi Oleh Buddha maka Aku hadir sebagai pemenanganNYA…Lalu sebagai keghaiban dan penguasa MAYA, maka AKU HADIR sebagai sekaligus Pemelihara Kaum Dharma dan Buddhi serta Sattwika, Dan sekaligus sebagai Maha pralaya penghancur adharma..Serta Aku sebagai Penghancur kelekatan Pada Diri sebagai pencerahan (buddhi)… Maka Ketika Kamu mengingkari Waisnawa Shaiva Sidhhanta Buddhi…Maka Kamu tidak akan menikmati berkat NYA semua manifestasi Tuhan di sini dan di sana nanti…Lalu siapa yang tidak kamu yakini sebagai kebenaran dan bukan sebagai pembenaran atas Kamu Yang LALAI???

Bhagavad-gita 2.1

2.1 Sanjaya berkata; setelah melihat Arjuna tergugah rasa kasih sayang dan murung, matanya penuh air mata, Madhusudana, krisna, bersabda sebagai berikut.

Bhagavad-gita 2.2

2.2 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Arjuna yang baik hati, bagaimana sampai hal-hal yang kotor ini menghinggapi dirimu? Hal-hal ini sama sekali tidak pantas bagi orang yang mengetahui nilai hidup. Hal-hal seperti itu tidak membawa seseorang ke planet-planet yang lebih tinggi. Melainkan menjerumuskan dirinya kedalam penghinaan.

**Nilai hidup adalah dharma adalah kebenaran adalah buddhi..Maka Manusia dilahirkan memiiki pikiran, Namun tanpa Akal ketika mereka tidak mengetahui benar dan salah bijak dan bajik, Maka apa yang kamu ingini hanyalah kehancuran dan penghinaan ketika buddi dan akalmu dipengaruhi pikiran-pikiran yang Aku ciptakan dari MAYA itu…

Bhagavad-gita 2.3

2.3 Wahai putera prtha, jangan menyerah pada kelemahan yang hina ini. Itu tidak pantas bagimu. Tinggalkanlah kelemahan hati yang remeh itu dan bangunlah. Wahai yang menghukum musuh.

**Maka apakah mereka yang membela keyakinanNya sendiri adalah suatu Kelemahan?? Iya benar karena mereka melihat AKU dalam bentuk yang lain, namun mereka mengatakan berbeda dan Mereka Pun menghancurkan Tuhan Mereka sendiri, Lalu siapakah mereka yang tidak Bertuhan itu akan menuju??

Bhagavad-gita 2.4

2.4 Arjuna berkata; O Pembunuh musuh, o Pembunuh Madhu, bagaimana saya dapat membalas serangan orang seperti Bhisma dan Drona dengan panah pada medan perang, padahal seharusnya saya menyembah mereka?

**Maka apa yang engkau takutkan wahai para pejuang dharma, para pejuang buddhi, para pejuang kebenaran?? Ketika mereka menghina balas dengan hina namun jangan memfitnah terlebih dahulu, Ketika mereka memukul menhancurkan terlebih dahulu..Ada dua jawaban yang baik bijak, kamu bersabar dan kamu melawan…Ketika kamu melawan, sadarilah mereka yang telah memikirkan kebusukan tuhan dalam manifestasi apa pun,sebenarnya telah kalah sebelum mereka berperang, Mereka telah tunduk pada MAYAKU, apakah kita tidak percaya akan karma dan pahala??..Dan sudah Ku-Katakan dengan jelas, dharma buddhi yang mengenal kebenaran akan dilindungi, oleh bahkan dari ketidakbenaran yang berhasil membisiki mereka..Bhuta adalah Aku dan berada mereka di seluruh nafas ilahi, siapa yang menyepelekan bisikan dan tidak mereka mau mengikuti kebenaran…Apakah bukannya mereka yang akan dimakan oleh Kala dan iblis itu??..Lalu dharma akan dilindungi dan dekat dengan dharma lainnya, baik secara gaib secara batin secara akal buddhi, Apakah Kamu tidak percaya kalau iblis, bhuta raksasa hanya buah pikir adharma yang hanya ingin membawa mereka pada kehancuran yang kekal??dunia ini maya dan mereka para “Tangan KIRI KU, menunggu untuk makanan mereka dan pecutan mereka dan kolam kenistaan” APakah Aku (tuhan) pernah berbohong…Dan Kamu sebagai ” tangan kananku, adalah Satria PInandita…Dan kamu baiknya menikmati segala BerkatMU dan Keindahan damai dunia, dan di saat Nanti Kamu akan mendapatkan sepuluh ribu lebih banyak dari INI..Dan apakah Aku seorang yang pandai berbohong???

Bhagavad-gita 2.5

2.5 Lebih baik saya hidup di dunia ini dengan cara mengemis daripada hidup sesudah mencabut nyawa roh-roh mulia seperti itu, yaitu guru-guru saya. Kendatipun mereka menginginkan keuntungan duniawi, mereka tetap atasan. Kalau mereka terbunuh, segala sesuatu yang kita nikmati akan ternoda dengan darah.

***Ketika KAmu memiliki tempat asal tempat untuk tidur makan dan mendapat kebahagiaan, Lalu katakanlah.. Apa kamu tidak merasa bahwa pertiwi adalah Shakti NYA TUHAN?? Lalu dan mereka menumpahkan darah di IBU,dan mereka mencopet merampok di Negeri INI,Apakah kamu berdiam dan kamu di kalangan yang Ingkar pada Nikmat Pertiwi??

Bhagavad-gita 2.6

2.6 Kita juga tidak mengetahui mana yang lebih baik-mengalahkan mereka atau dikalahkan oleh mereka. Kalau Kita membunuh para putera Dhrtarastra, kita tidak mau hidup. Namun mereka sekarang berdiri di hadapan kita di medan perang.

Bhagavad-gita 2.7

2.7 Sekarang hamba kebingungan tentang kewajiban hamba dan sudah kehilangan segala ketenangan karena kelemahan yang picik. Dalam keadaan ini, hamba mohon agar Anda memberi tahukan dengan pasti apa yang paling baik untuk hamba. Sekarang hamba menjadi murid Anda, dan roh yang sudah menyerahkan diri kepada Anda. Mohon memberi pelajaran kepada hamba.

***Lalu dijaman yang penuh berkah atas SUCI Saraswati dengan pengetahuan sebagai SAKTIKU Dari Brahma Hyang AGUNG manifestasiKU, apakah sungguh kurang bagi manusia menikmati Hari2 dengan sebagai Bhakta yang MelayaniKU,ketahuilah AKU Hanya BHAKTa yang melayaniMU sebagai curahan Kasih Sayangku Padamu yang Aku berikan seluruh TubuhKU sebagai makananmu seluruh darahku sebagai minumanmu seluruh ALAMku untuk melayaniMU wahai kekasih bhaktaKU hyang agung…Lalu mereka sebagai Karmin yang mengiklaskan KALANYA demi BerkatKU Hyang SRI,maka apakah kamu sudah akan dan selalu mendapatkan Berkat Waisnawam namaKU, bagi kamu anak cucumu sampai sebelum2NYA…maka Siapa yang tidak AKU cintai wahai para Buddhi Hyang Agung..

Bhagavad-gita 2.8

2.8 Hamba tidak dapat menemukan cara untuk menghilangkan rasa sedih ini yang menyebabkan indria-indria hamba menjadi kering. Hamba tidak akan dapat menghilangkan rasa itu, meskipun hamba memenangkan kerajaan yang makmur yang tiada taranya di bumi ini dengan kedaulatan seperti para dewa di surga.

***Harta tahta dan apapun di dunia yang secara otomatis MAYA sampaikan secara baik benar sesuai KehendaKU yang berada di diriMU, tidaklah akan menjadi sebuah kesalahan…Karena MAYA akan terus hidup sampai akhir pralaya dan menyimpan Rahasia atas Kamu yang terpisahkan oleh agama, tempat berada, kelahiran, sifat,kepribadian Yang Aku tiupkan PadaMU secara Ghaib dan pranayamMU adalah guru terbaik…Apakah kamu menyayangi leluhurmu yang mencintai Kamu dengan sembah sujudNYA? lalu apakah sekarang kamu tidak berada di tempat para Dewata??Pikirkanlah ini…KALA adalah sebuah hal relatif..Ketika aku sebagai Brahman Hyang Agung membuka mata lalu menutup mata, MAKA AKU adalah menjadi sthiti utpeti pralina duniaMU…Maka apakah kamu merasakan pranaKU sebagai suatu berkat dan daya hidup??

Bhagavad-gita 2.9

2.9 Sanjaya berkata; Setelah berkata demikian, Arjuna, perebut musuh, menyatakan kepada krsna,’’Govinda,hamba tidak akan bertempur,’’lalu diam.

Bhagavad-gita 2.10

2.10 Wahai putera keluarga Bharata, pada waktu itu, krsna, yang tersenyum di tengah-tengah antara tentara-tentara kedua belah pihak, bersabda kepada Arjuna yang sedang tergugah oleh rasa sedih.

Bhagavad-gita 2.11

2.11 Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Sambil berbicara dengan cara yang pandai engkau menyesalkan sesuatu yang tidak patut disesalkan. Orang bijaksana tidak pernah menyesal, baik untuk yang masih hidup maupun untuk yang sudah meninggal.

**Maka apakah kebijaksanaanKU lekang oleh waktu??apakah Kekekalan Dharma sebagai Buddhi Yang Agung adalah sebuah Kebohongan??Maka turunkan pedangmu, berikan dirimu pada MAYA, dan sujudkan dirimu pada Buddhi di hatiMU, Apakah kamu tidak merasakan bahagiamu tidak memudar dalam HAtIMU??

Bhagavad-gita 2.12

2.12 Pada masa lampau tidak pernah ada suatu saat pun Aku, engkau maupun semua raja ini tidak ada; dan pada masa yang akan datang tidak satupun di antara kita semua akan lenyap.

***Dan Apakah perlu sebuah tabiat HIMSA itu perlu di masa wibhuti marga (pencerahan) ini?? Maka gunakan akal, sebagai pikiran yang bijak, dan IA yang menggunakan pikir kata dan prilaku yang gelap (tamas) adalah menutup buddhi sebagai bahan bakar akal untuk menuju kebaikan kebenaran kebajikan dan kemenangan sampai akhir…

Bhagavad-gita 2.13

2.13 Seperti halnya sang roh terkurung di dalam badan terus menerus mengalami perpindahan, di dalam badan ini, dari masa kanak-kanak sampai masa remaja sampai usia tua, begitu juga sang roh masuk ke dalam badan lain pada waktu meninggal. Orang yang tenang tidak bingung karena penggantian itu.

**Sebuah evolusi dari Roh yang bergantung pada ego Ahamkar serta buddhi yang wiweka, Maka Apakah jaman tidak berevolusi??Jaman Kali adalah jaman dimana ARTHA adalah sebuah MAYA yang sangat sulit dihentikan…Maka Karmin karma marga adalah hanya sebuah jalan yang mampu menghancurukan IKATAN MAYA artha yang diselubungi pula oleh tamasikam..Apakah Kamu mencari itu tanpa DHarma??Lalu kamu berada di mana nanti setelah mati??

Bhagavad-gita 2.14

2.14 Wahai putera kunti, suka dan duka muncul untuk sementara dan hilang sesudah beberapa waktu, bagaikan mulai dan berakhirnya musim dingin dan musim panas. Hal-hal itu timbul dari penglihatan indria, dan seseorang harus belajar cara mentolerir hal-hal itu tanpa goyah, Wahai putera keluarga Bharata.

***SUka duka hanya hal kecil dari kehidupan,Yang sangatlah tidak benar ketika SUKA itu adalah berasal dari kepuasan melakukan ADHARMA, adakah jalan keluar dari itu kecuali Hukuman dan pahala yang buruk di tiga dunia??

Bhagavad-gita 2.15

2.15 Wahai manusia yang paling baik (Arjuna), orang yang tidak goyah karena suka ataupun duka dan mantap dalam kedua keadaan itu pasti memenuhi syarat untuk mencapai pembebasan.

***Dan pembebasan yang paling baik benar namun tidak mudah adalah Mengenal KU di Batin dan di kesucianMU… atma widya…dan kamu yang telah meng ESAKAN diriMU (sebagai citta), Apakah kamu masih menilai suka duka di kehidupan??

Bhagavad-gita 2.16

2.16 Orang yang melihat kebenaran sudah menarik kesimpulan bahwa apa yang tidak ada (badan jasmani) tidak tahan lama dan yang kekal (sang roh ) tidak berubah. Inilah kesimpulan mereka setelah mempelajari sifat kedua-duanya.

*** Maka Sang roh yang utama akan menuju keabadian dan Aku sebagai pencipta MAYA akan tetap tinggal dan rahasia ITU di setiap prana MU..

Bhagavad-gita 2.17

2.17 Hendaknya engkau mengetahui bahwa apa yang ada dalam seluruh badan tidak dapat dimusnahkan. Tidak seorang pun dapat membinasakan sang roh yang tidak dapat dimusnahka itu.

***Roh tidak dapat dimusnahkan, maka mengapa engkau menghianati suka sebagai kepuasan atas adharma, dan duka sebagai kegagalan akan kenikmatan melihat roh lain menderita??

Bhagavad-gita 2.18

2.18 Mahluk hidup yang tidak dapat dimusnahkan atau diukur dan bersifat kekal, memiliki badan jasmani yang pasti akan berakhir. Karena itu, bertempurlah, Wahai putera keluarga Bharata.

***Maka Badan Jasmani dan badan Kasar tidak lah berguna, namun bukan berarti kamu harus tidak merawatnya??dengan Buddhi dengan yadnya, dengan sujud dengan tapa…

Bhagavad-gita 2.19

2.19 Orang yang menganggap bahwa makhluk hidup membunuh ataupun makhluk hidup dibunuh tidak memiliki pengetahuan, sebab sang diri tidak membunuh dan tidak dapat dibunuh.

***Maka siapakah mereka yang membunuh batinMU tetapi tidak ATmaning Khalam Itu??itu hanya sebagai cermin dari apa yang telah kamu lakukan..

Bhagavad-gita 2.20

2.20 Tidak ada kelahiran maupun kematian bagi sang roh pada saat manapun. Dia tidak diciptakan pada masa lampau, ia tidak diciptakan pada masa sekarang, dan dia tidak akan diciptakan pada masa yang akan datang. Dia tidak dilahirkan, berada untuk selamanya dan bersifat abadi. Dia tidak terbunuh apabila badan dibunuh.

****Dan betapakah kamu tersenyum dari semua yang telah ada di dunia fhana ini, lalu kau berpikir bahwa aku akan mati, namun semua itu hanya akan berganti badan kasar dan dunia akam menjadi tempat yang hampa ketika pralaya datang…Apakah ada ketidak indahan Ku sebagaai pencipta dan peleburan menjadi cipta yang baru?

Bhagavad-gita 2.21

2.21 Wahai Partha, bagaimana mungkin orang yang mengetahui bahwa sang roh tidak dapat dimusnahkan, bersifat kekal, tidak dilahirkan dan tidak pernah berubah dapat membunuh seseorang atau menyebabkan seseorang membunuh?

Bhagavad-gita 2.22

2.22 Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dan membuka pakaian lama, begitu pula sang roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tidak berguna.

Bhagavad-gita 2.23

2.23 Sang roh tidak pernah dapat dipotong menjadi bagian-bagian oleh senjata manapun, dibakar oleh api, dibasahi oleh air, atau dikeringkan oleh angin.

Bhagavad-gita 2.24

2.24 Roh yang individual ini tidak dapat dipatahkan dan tidak dapat dilarutkan, dibakar ataupun dikeringkan. Ia hidup untuk selamanya, berada di mana-mana, tidak dapat diubah, tidak dapat dipindahkan dan tetap sama untuk selamanya.

Bhagavad-gita 2.25

2.25 Dikatakan bahwa sang roh itu tidak dapat dilihat, tidak dapat dipahami dan tidak dapat diubah. Mengingat kenyataan itu, hendaknya engkau jangan menyesal karena badan.

Bhagavad-gita 2.26

2.26 Akan tetapi, kalau engkau berpikir bahwa sang roh (atau gejala-gejala hidup) senantiasa dilahirkan dan selalu mati, toh engkau masih tidak mempunyai alasan untuk menyesal, wahai Arjuna yang berlengan perkasa.

*** seperti atman yg terbagi sebagai badan bahagia antah karana sariramaka citta budhi ahamkar sebagai suksma sarira serta badan kasar sebagai stula sarira, maka bgitu ia berada pada kebahagiaan maka IA mengenali Aku secara aikyam brahman atman…

Bhagavad-gita 2.27

2.27 Orang yang sudah dilahirkan pasti akan meninggal, dan sesudah kematian, seseorang pasti akan dilahirkan lagi. Karena itu, dalam melaksanakan tugas kewajibanmu yang tidak dapat dihindari, hendaknya engkau jangan menyesal.

***Maka reinkarnasi samsara…adalah suatu keberlahiran yang berkali-kali. Dimana keberlahiran itu akan pula menjadi suatu kelayakan yang pasti sesuai dengan Karma..Dan kedua itu akhirnya menjadi sesuatu yang tiada terpisahkan.. Namun tri guna Mahya, akan selalu menjadi keterjadian dan  Yama di Khalam, Berkat di Khalam, Pahala dosha dari Khalam…Apakah yang tidak menjadi Nyata dan apakah karma sanggup Berbohong??

Bhagavad-gita 2.28

2.28 Semua makhluk yang diciptakan tidak terwujud pada awalnya, terwujud pada pertengahan, dan sekali lagi tidak terwujud pada waktu dileburkan. Jadi apa yang perlu disesalkan?

***Maka atmaning khalam yang terdapat pada sanubari batin dan badan halus akan menjadi bagian Brahmaning Satya, Lalu maka dipertengahan ditiupkan itu oleh Sang Hyang Khalikan Brahman..

Bhagavad-gita 2.29

2.29 Beberapa orang memandang bahwa sang roh sebagai sesuatu yang mengherankan, beberapa orang menguraikan dia sebagai sesuatu yang mengherankan, dan beberapa orang mendengar tentang dia sebagai sesuatu yang mengherankan juga, sedangkan orang lain tidak dapat mengerti sama sekali tentang sang roh, walaupun mereka sudah mendengar tentang dia…

***Maka bagi yang belum mengerti Sang Roh, dan mereka belum menyadariNYA menjadi sesuatu Yang membingungkan, dan dianalisa dan ditelaah masih menjadi membuat IA terheran-heran pula, dan Mendegar itu dia tanpa batin dan pikiran yang merahga, dan tambah IA diherankan..Sehingga ketika itu tidak bisa mereka dapatkan pemahamannya, tidak mengerti sama sekali IA..Apakah tiada mudahnya manusia merosotkan diri mereka KE NISTANING NISTA..

Bhagavad-gita 2.30

2.30 O putera keluarga Bharata, dia yang tinggal dalam badan tidak pernah dapat dibunuh. Karena itu, engkau tidak perlu bersedih hati untuk makhluk manapun.

***Dan yang paham akan roh sebagai sifat rohani dan akan menuju pada manusia yang disebut rohaniawan..Apa pun itu tiada membuat mereka bersedih hati, karena setiap mahluk akan menuju pada kemantapan saat itu memulai cetana(kesadaran) mereka yang diaktifkan..

Bhagavad-gita 2.31

2.31 Mengingat tugas kewajibanmu yang khusus sebagai seorang ksatriya, hendaknya engkau mengetahui bahwa tiada kesibukan yang lebih baik untukmu daripada bertempur berdasarkan prinsip-prinsip dharma; karena itu, engkau tidak perlu ragu-ragu.

Bhagavad-gita 2.32

2.32 Wahai partha, berbahagialah para ksatriya yang mendapatkan kesempatan untuk bertempur seperti itu tanpa mencarinya-kesempatan yang membuka pintu gerbang planet-planet surga bagi mereka.

Bhagavad-gita 2.33

2.33 Akan tetapi, apabila engkau tidak melaksanakan kewajiban dharmamu, yaitu bertempur, engkau pasti menerima dosa akibat melalaikan kewajibanmu, dan dengan demikian kemasyuranmu sebagai kesatria akan hilang.

***Dan sebagai ksatria ia Arjuna, maka kewajiban adalah menuju Pemberatasan Musuh, Maka Khrisna sebagai penasihat dan pendamping adalah Seorang Maha Brahmana dan akan menyucikan mereka dan lahir selalu dari jaman ke jaman, dimana Inkarnasi Brahman, Waisnawa, serta Shaiva sebagai fungsi Tri Murti tri KOna, adalah Mutlak..

Bhagavad-gita 2.34

2.34 Orang akan selalu membicarakan engkau sebagai orang yang hina, dan bagi orang yang terhormat; penghinaan lebih buruk daripada kematian.

Bhagavad-gita 2.35

2.35 Jendral-jendral besar yang sangat menghargai nama dan kemasyuranmu akan menganggap engkau meninggalkan medan perang karena rasa takut saja, dan dengan demikian mereka akan meremehkan engkau.

Bhagavad-gita 2.36

2.36 Musuh-musuhmu akan menjuluki engkau dengan banyak kata yang tidak baik dan mengejek kesanggupanmu. Apa yang dapat lebih menyakiti hatimu daripada itu?

***Sebagai pembela Dharma kesatrya Akan yang memang sebagai suatu takdir ilahiah dari keturunan-keturuna yang layak diingat, sampai turun menuju 7 keturunann dan lebih ketika segala keturunan itu berbuat selayaknya WarnaNYA…MAka Brahmana yang sebagai penasihat Spiritual akan membuat mereka mantap dan mampu mengarungi kehidupan baik di alam bhur, alam bwah dan alam swah…

Bhagavad-gita 2.37

2.37 Wahai putera kunti, engkau akan terbunuh di medan perang dan mencapai planet-planet surga atau engkau akan menang dan menikmati kerajaan di dunia. Karena itu, bangunlah dan bertempur dengan ketabahan hati.

***Maka Kalahpun akan tetap membuat IA sang KSatrya Mahottama Sahajaning Buddhi tetap menuju tempat2 terindah di nanti planet2 Surghawi..

Bhagavad-gita 2.38

2.38 Bertempurlah demi pertempuran saja, tanpa mempertimbangkan suka atau duka, rugi atau laba, menang atau kalah-dengan demikian, engkau tidak akan pernah dipengaruhi oleh dosa.

***Dharma seorang Ksatyra adalah hanya bertempur di dharma, itu saja…ketika sudah mau bertempur, maka itu adalah sebuah kesadaran yang menyata, menang kalah sama sakti, hanya hasil.. toh di dunia engkau tidak mendapatkan kekekalan…kecuali setelah engkau menuju planet2 kebahagiaan itu..Maka hancurkanlah yang mengubah wajah Ibu pratiwi ini wahai para penakluk MUSUH..

Bhagavad-gita 2.39

2.39 Sampai sekarang, Aku sudah menguraikan tentang pengetahuan ini kepadamu melalui pelajaran analisis. Sekarang, dengarlah penjelasanku tentang hal ini menurut cara bekerja tanpa mengharapkan hasil atau pahala. Wahai putera prtha, bila engkau bertindak dengan pengetahuan seperti itu engkau dapat membebaskan diri dari ikatan pekerjaan.

***Ikatan pekerjaan adalah saat pahala atau harta atua kemenangan sebagai yang dicari…Saat memuliakan suatu kebajikan kebijaksanaan dalam keberanian yang benar, maka kalimat pertama itu tidak ada.. tiada yang lebih baik menyerahkan pada atmaning khsatria Pinihandita yang Agung…

Bhagavad-gita 2.40

2.40 Dalam usaha ini tidak ada kerugian ataupun pengurangan, dan sedikitpun kemajuan dalam menempuh jalan ini dapat melindungi seseorang terhadap rasa takut yang paling berbahaya.

Bhagavad-gita 2.41

2.41 Orang yang menempuh jalan ini bertabah hati dengan mantap, dan tujuan mereka satu saja. Wahai putera kesayangan para kuru, kecerdasan orang yang tidak bertabah hati mempunyai banyak cabang.

***Maka satu saja ini bertujuan mu, dan biarkan Mahya Khalam menunjukka CerminMU sebagai seseorang dan untuk mereka yang memahami sebagai keterjadian perlakuan Karma dan Pahala,..

Bhagavad-gita 2.42

Bhagavad-gita 2.43

2.42-43 Orang yang kekurangan pengetahuan sangat terikat pada kata-kata kiasan dari weda, yang menganjurkan berbagai kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan pahala agar dapat naik tingkat sampai planet-planet surga, kelahiran yang baik sebagai hasilnya, kekuatan dan sebagainya. Mereka menginginkan kepuasan indria-indria dan kehidupan yang mewah, sehingga mereka mengatakan bahwa tiada sesuatu pun yang lebih tinggi dari ini. Wahai putera prtha.

***Dan Weda adalah suatu yang agung,..di saat mereka mendapatkan kepuasan dari indria dan kemewahan dunia, Bukan berasal itu dari yang lain kecuali atma mereka yang tulus mengadakan Yandya yang suci…Apakah ada yang sia-sia di Yadnya??

Bhagavad-gita 2.44

2.44 Ketabahan hati yang mantap untuk ber-bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah ti mbul di dalam pikiran orang yang terlalu terikat pada kenikmatan indria-indria dan kekayaan material.

****Maka mereka yang melaksanakan Itu Yadnya secara tulus iklas dan suci sebagai kewajiban membayar hutang tri rna, adalah sebuah kesadaran tertinggi dan menempati planet2 angkasa dan surga di bumi baik juga di akhrerat…

Bhagavad-gita 2.45

2.45 Veda sebagaian besar menyangkut tiga sifat alam. Wahai Arjuna, lampauilah tiga sifat alam itu. Bebaskanlah dirimu dari segala hal yang relatif dan segala kecemasan untuk keuntungan dan keelamatan dan jadilah mantap dalam sang diri.

****Dan begitulah MAYA yang selalu terus ada…Maya Satwiika, Maya rajasika, Maya tamasika…

Bhagavad-gita 2.46

2.46 Segala tujuan yang dipenuhi oleh sumur kecil dapat segera dipenuhi oleh sumber air yang besar. Begitu pula, segala tujuan veda dapat segera dipenuhi bagi orang yang mengetahui maksud dasar veda itu.

***Dan begitu pula yang meniatkan dirinya mendalami makna Veda hyang Agung, sebagai sabda dari bhatar Guru Maha Guru yang kekal sampai akhir jaman ini..(Maha KALI)..

Bhagavad-gita 2.47

2.47 Engkau berhak melakukan tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, tetapi engkau tidak berhak atas hasil perbuatan. Jangan menganggap dirimu penyebab hasil kegiatanmu, dan jangan terikat pada kebiasaan tidak melakukan kewajibanmu…

*** Dan sesungguhnya yang menjadi keberhakan atas hasil itu adalah Kamu namun itu berada di KHALAM di MAHYA…ketika satwika kamu maka phala baik itu sbagai semakin bijak itu sadarmu, rajasika kamu dengan dasar satwika maka pahala kamu di dunia ini serta akhirat nanti..tidak ada dharma itu ditegakkan tanpa rajasika, rajasika yang mengaktifkan keagungan dharma..dan tamasika adalah satu2nya yang tiada baik..

Bhagavad-gita 2.48

2.48 Wahai Arjuna, lakukanlah kewajibanmu dengan sikap seimbang, lepaskanlah segala ikatan terhadap sukses maupun kegagalan. Sikap seimbang seperti itu disebut yoga.

***Maka manusia pun lahir dari YOGA, sebuah keseimbangan dari satwika tamasika rajasika, maka itu akan menuju reinkarnasi manusia..

Bhagavad-gita 2.49

2 .49 Wahai Dhananjaya, jauhilah segala yang menjijikan melalui bhakti dan dengan kesadaran seperti itu serahkanlah dirimu kepada Tuhan Yang Mha Esa. Orang yang ingin menikmati hasil pekerjaannya adalah orang pelit.

***Dan janganlah mencari meninginkan hasil, karena engkau diibaratkan seperti menempelkan pedang ke Maya untuk merampok segala yang dimiliki Khalam…Dan yang paling terberat ada;lah bahwa Kamu lah yang dijadikan wayang oleh dalang Maya Khalam…Saat sampai kamu mati dengan tidak benar (salah pati), maka itu karena kamu sendiri..bukan yang lain..Tidak ada yang lebih sia2 dari salah mati…

Bhagavad-gita 2.50

2.50 Orang yang menekuni bhakti membebaskan dirinya dari perbuatan yang baik dan buruk bahkan dalam kehidupan ini pun. Karena itu, berusahalah untuk yoga, ilmu segala pekerjaan.

**jelas

Bhagavad-gita 2.51

2.51 Dengan menekuni bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa seperti itu, resi-resi yang mulia dan penyembah-penyembah membebaskan diri dari hasil pekerjaan di dunia material. Dengan cara demikian mereka dibebaskan dari perputaran kelahiran dan kematian dan mencapai keadaan di luar segala kesengsaraan (dengan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa).

***Moksartham pembebasa adalah satu2nya bisa dengan Mengenal Atmamu sebagai Widya pengetahuan Suhci…selain pula brhamaning widya, mengenal karma reinkarnasi (buddha), menuju kebersatuan dengan Ilahiah Ilaah Hyang Agung…

Bhagavad-gita 2.52

2.52 Bila kecerdasanmu sudah keluar dari hutan khayalan yang lebat, engkau akan acuh terhadap segala sesuatu yang sudah didengar dan segala sesuatu yang akan didengar.

***jelas

Bhagavad-gita 2.53

2.53 Bila pikiranmu tidak goyah lagi karena bahasa kiasan veda , dan pikiran mantap dalam semadi keinsafan diri, maka engkau sudah mencapai kesadaran rohani.

***Bahwa Weda adalah kemutlakan akan kebenaran…kesadaran itu adalah keniatan…

Bhagavad-gita 2.54

2.54 Arjuna berkata; o Krsna, bagaimanakah ciri-ciri orang yang kesadarannya sudah khusuk dalam kerohanian seperti itu? Bagaimana cara bicaranya serta bagaimana bahasanya? Dan bagaimana ia duduk dan bagaimana ia berjalan?.

Bhagavad-gita 2.55

2.55 Kpribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; o partha, bila seseorang meninggalkan segala jenis keinginan untuk kepuasan indria-indria, yang muncul dari tafsiran pikiran, dan bila pikirannya yang sudah disucikan dengan cara seperti itu hanya puas dalam sang diri, dikatakan ia sudah berada dalam kesadaran rohani yang murni.

***Maka sang diri atau tempat kembali pulang yang membatin di tiap roh roh suci yang khudus, maka apakah ananda marga jalan kebahagiaan tida sebagai sesutu yang mustahil…

Bhagavad-gita 2.56

2.56 Orang yang pikirannya tidak goyah bahkan di tengah-tengah tiga jenis kesengsaraan, tidak gembira pada waktu ada kebahagiaan, dan bebas dari ikatan, rasa takut dan marah, disebut resi yang mantap dalam pikirannya.

***Dan tiga kesangsaraan itu adalah hasil dari materialitas dunia..Maya sattwika bahagia dan begitu itu nikmati tanpa perlu berlebihan kegembiraannya, karena masih ada yang tiada beruntung…Ikatan akan itu duniawi namun mengingat takdir sebagai penyebar dharma adalah sesuatu yang tiada bandingannya…

Bhagavad-gita 2.57

2.57 Di dunia material, orang yang tidak dipengaruhi oleh hal yang baik dan hal yang buruk yang diperolehnya, dan tidak memuji maupun mengejeknya, sudah mantap dengan teguh dalam pengetahuan yang sempurna.

***Maka sebagai pembawa dharma…dan menuju itu kebaikan dan sattwika adalah akan menuju penyatuan..Inkarnasi itu adalah sang khrisna dan sang Buddha serta Hyang Kalki Agung…

Bhagavad-gita 2.58

2.58 Orang yang dapat menarik indria-indria dari obyek-obyek indria,bagaikan kura-kura yang menarik kakinya ke dalam cangkangnya, mantap dengan teguh dalam kesadaran yang sempurna.

***Ketika Buddhi dapat menarik Indra indra Buddhindriya karmen driya…Maka hal itu adalah Vairagya buddhi dmana ketidak terikatan itu, maka pahala dari ketidak terikatan itu adalah lahir sprti orang tidur dan menjadi deawa yoni..(wrspatti tattwa)

Bhagavad-gita 2.59

2.59 Barangkali kepuasan indria-indria sang roh yang berada dalam badan dibatasi, walaupun keinginan terhadap obyek-obyek indria tetap ada. Tetapi bila ia menghentikan kesibukan seperti itu dengan mengalami rasa yang lebih tinggi, kesadarannya menjadi mantap.

***Sama..

Bhagavad-gita 2.60

2.60 Wahai Arjuna, alangkah kuat dan bergeloranya indria-indria sehingga pikiran orang bijaksana yang sedang berusaha untuk mengendalikan indria-indrianya pun dibawa lari dengan paksa oleh indria-indria itu.

***Maka itu mereka yang melakukan tapa yoga samadhi adalah  DHarma Buddhi dimana dijanjikan setelah mereka mati akan mendapat kenikmatan surgawi..(wraspatti tattwa)

Bhagavad-gita 2.61

2.61 Orang yang mengekang dan mengendalikan indria-indria sepenuhnya dan memusatkan kesadarannya sepenuhnya kepada-ku, dikenal sebagai orang yang mempunyai kecerdasan yang mantap..

*Sama*

Bhagavad-gita 2.62

2.62 Selama seseorang merenungkan obyek-obyek indria-indria, ikatan terhadap obyek-obyek indria itu berkembang. Dari ikatan seperti itu berkembanglah hawa nafsu,dan dari hawa nafsu timbullah amarah…

***Maka ketika objek2 indria diketahui namun tidak direnungi maka ikatan itu akan membawa ke Sad RIPU, enam musuh yang dan hawa nafsu KAMA sebagai yang terbaik untuk dilengkapi DHarma Buddhi..Ketika Kama hanya lah mengikuti rajasika tanpa Sahaja..maka mereka menarik KAMA untuk bersatu dengan memanggil kelima saudaranya..Krodha, Matsarya, Moha-Mada, Lobha..

Bhagavad-gita 2.63

2.63 Dari amarah timbullah khayalan yang lengkap , dari khayalan menyebabkan ingatan bingung. Bila ingatan bingung, kecerdasan hilang, bila kecerdasan hilang, seseorang jatuh lagi ke dalam lautan material.

**Dan Ketika Sad ripu itu hadir, maka Mereka AKan melupakan dan dilupakan Diri Yang Hakiki menuju kebodohan ..dan itu MUTLAK..di jaman Kali ini, maka Maya akan meniupkan Tamasikamnya lebih banyak, Namun setitik Dharma yang membawa pada kecerdasan rohani ilahiah akan menerebos sad ripu itu menuju pada Sattwika dengan mudahnya..Dijelaskan pada jaman kali bahwa walaupun MAYA tamasikam sangat banyak, namun sattwika yang rohani spiritualitas akan langsung memberikan pahala yang besar…Dan itu berasal pula dari Yadnya serta Catur Marga yang diniatkan, dipelajari, dilaksanakan dengan tulus ikhlas..

Bhagavad-gita 2.64

2.64 Tetapi orang yang sudah bebas dari segala ikatan dan rasa tidak suka serta sanggup mengendalikan indria-indria melalui prinsip-prinsip kebebasan yang teratur dapat memperoleh karunia sepenuhnya dari Tuhan.

***Maka karunia itu ternyata tidaklah sesuatu yang sulit, dinsafkan…

Bhagavad-gita 2.65

2.65 Tiga jenis kesengsaraan kehidupan material tidak ada lagi pada orang yang puas seperti itu (dalam kesadaran ATMAN Brahman Aikyam); dengan kesadaran yang puas seperti itu, kecerdasan seseorang mantap dalam waktu singkat.

***Jelas***

Bhagavad-gita 2.66

2.66 Orang yang tidak mempunyai hubungan dengan Yang Maha Kuasa(dalam kesadaran kebersatuan Purusa Prkrti) tidak mungkin memiliki kecerdasan rohani maupun pikiran yang mantap. Tanpa kecerdasan rohani dan pikiran pikiran yang mantap tidak mungkin ada kedamaian. Tanpa kedamaian, bagaimana mungkin ada kebahagiaan?

***Jelas***

Bhagavad-gita 2.67

2.67 Seperti perahu yang berada pada permukaan air dibawa lari oleh angin kencang, kecerdasan seseorang dapat dilarikan bahkan oleh satu saja di antara indria-indria yang mengembara dan menjadi titik pusat untuk pikiran…

***Dan dari sepuluh Indra itu buddhindriya karmendrya yang dijelajahi oleh Buddhi serta ahamkara (ego) yang dikendalikan dikuasai, maka itu menjadi pedang-pedang untuk menghancurkan ketidak adilan…(Adharma)

Bhagavad-gita 2.68

2.68 Karena itu, orang yang indria-indrianya terkekang dari obyek-obyeknya pasti mempunyai kecerdasan yang mantap, wahai yang berlengan perkasa.

***Dan dalam Buddhi yang intelek dan terbebaskan akan memiliki empat dasar keberpahalaan..

1.Dharma buddi adalah perbuatan mulya, tapa, yadnya, dana punia, yoga, meninggalkan keluarga hidup dari sedekah. Pahala dari dharma buddhi adalah ketika dharma lahir dari budhi maka orang mencapai surga dan bersenang-senang disana, IA menjadi dewa dan mendapatkan kekuatan lainnya.
2. Jnana Buddhi adalah pengindraan langsung, menarik kesimpulan, ajaran-ajaran agama dari orang yg telah mempelajarinya. Pahala dari Jnana budhi adalah melalui pengetahuan yang benar orang akan mencapai empat kekuatan dan mencapai moksah.
3. Vairagya Buddhi adalah ketidak terikatan terhadap kesenangan, baik yang dilihat, didengar pada badan yang sehat. Pahala dari Vairagya buddhi adalah mereka akan mencapai prakertiloka (dunia material) dan mengalami kesenangan seperti orang tidur dan setelah lama akan lahir sebagai dewayoni.
4. Aiswarya Buddhi adalah keseimbangan dalam kesenangan bhoga (makanan) kesenangan kecil, upabhoga (kesenangan sandang), paribhoga (memiliki istri) dengan asiwarya orang menikmati kesenangan tanpa gangguan. Dengan anima dan kekuatan lain orang lahir menjadi dewa sebagai pahala aiswarya….

Bhagavad-gita 2.69

2.69 Malam hari bagi semua makhluk adalah waktu sadar bagi orang yang mengendalikan diri, dan waktu sadar bagi semua makhluk adalah malam hari bagi resi yang mawas diri.

***Malam hari adalah waktu yang baik buat mengendalikan diri, dan malam hari KALI adalah tempat dimana seluruh NYA tiada disinari oleh Kemasyuran SUrya, tetapi Bagai malam yang berbulan. Apakah kesejukan itu ada di hati mereka yang menyuarakan Kebenaran??

Bhagavad-gita 2.70

2.70 Hanya orang yang tidak terganggu oleh arus keinginan yang mengalir terus menerus yang masuk bagaikan sungai-sungai ke dalam lautan,yang senantiasa diisi tetapi selalu tetap tenang , dapat mencapai kedamaian. Bukan orang yang berusaha memuaskan keinginan itu yang dapat mencapai kedamaian.

***Maka kama sebagai ambisi tanpa henti, hanya bisa dikekang oleh kebersyukuran, keinsafan, yadnya, keiklasan…

Bhagavad-gita 2.71

2.71 Hanya orang yang sudah meninggalkan segala jenis keinginan untuk kepuasan indria-indria, hidup bebas dari keinginan, sudah meninggalkan segala rasa ingin memilik sesuatu dan bebas dari keakuan palsu dapat mencapai kedamaian yang sejati

***Kedamaian sejati atau weda yang menyabdakan dirinya adalah :Weda di mana pun akan menjadi kebahagiaan bagi mereka yang taat, maka ketika engkau wahai penganut weda dan tiada berbahagia dan damai, maka engkau tiada mendapatkan di “sini” (rumah weda) atau di tempat lain…

Bhagavad-gita 2.72

2.72 Itulah cara hidup yang suci dan rohani. Sesudah mencapai kehidupan seperti itu, seseorang tidak dibingungkan. Kalau seseorang mantap seperti itu bahkan pada saat kematian sekalipun, ia dapat masuk ke kerajaan Tuhan.

*****Maka begitulah kesucian dari rohaniawan yang tidak dibingungkan..dan kerajaan tuhan akan sudah dan menujulah kita disana sebuah kerajaan yang indah kekal, selamanya…Swarga Rahasya Ning ATI INgsun Atmaning Rahysa Sahajda..

 

Salam gwar…

Kuningan Mei 2014

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Mei 2014 in agama

 

Tag: , , , , , , ,

Sad Ripu dalam Bhagawadgita dan Hubungannya pada Maya..

Om saba ta a i na ma siwaya..

Om tryambakam ya jamahe.sugandhim pusti wardhanam.Uvarikmwa Bandanhat Mrtyormuksiyah mamrtat..

Semua ujian ini, Hanya padaMu Aku brsujud untuk diberi kekuatan menyingkapNYA…

trimurti4

Sad ripu, adalah enam golongan atau sifati dari diri yang menjadi musuh utama dan selalu menjadi bagian kehidupan sampai itu menuju kematian itu sendiri..Hal ini sangat sekali berhubungan dengan bagaimana Maya dari IA Sang Penguasa tiga Alam, sattwika rajasika tamasika, menjadi sesuatu yang tidak bisa dilepaskan, kecuali menyadari Nya dan memilah mana yang akan menuju jalan kebijaksanaan dan kebahagiaan yang sejati.

Mengenali diri dan mengenal Sang Pencipta adalah jalan yang sungguh pun semakin menyadari bahwa musuh-musuh utama itu adalah sangat mengikat dan menjadi halangan dan rintangan untuk menapaki tahapan tangga untuk ke tujuan.Atma widya serta Brahma widya akan semakin mempurifikasi ahamkara menuju buddhi yang jnana dan menyatukan atman serta brahman..

Ketika atman sebagai ananda maya kosa yang suci atau antakarana sarira badan bahagia, maka terlingkupi IA sebagai suksma sarira badan halus yang terdiri dari Vijnana Maya Kosa badan kecerdasan (citta buddhi), Mano maya kosa badan mental sebagai buddhi manas ahamkar, Prana maya kosa badan etheris yang berhubungan dengan dunia luar tri guna serta ahamkara ego yg terjebak tri guna, yang terakhir adalah badan kasar stula sarira annamayakosa..

Sebagai bagian itu maka skemanya sbagai berikut- Panca Maya Kosa dan selubung Atman

(Brahman)Atman(Aikyam)–> Antakarana Sarira / Ananda maya kosa..

*Suksma Sarira*

Citta (Buddhi yg cerah), Intuisi,–> Vijnana Maya Kosa (badan intelek cerdas, memahami Wiweka secara benar baik.

Buddhi (awal) terpengaruhi tri guna + Ahamkara yg Sattwika-> Manomaya Kosa, Badan Mental,Akal pikiran mulai mengenal keterikatan diri atas Maya dunia… 

Ahamkara Ego (rajasik tamasik->pengaruh acetana (ketidaksadaran) –> Prana Maya Kosa, Badan etheris bruhubungan langsung dengan kegiatan kekuatan hidup,..berhubungan dengan indera pada dunia

*Stula Sarira –>Annamaya Kosa ..terdiri dari Panca Buddhindriya Panca Karmendrya 5 indera pengenal dunia, serta indera melakukan kerja karma di dunia..

Dan ketika pemahaman itu sudah menjadi lebih dimengerti, maka kesadaran akan musuh diri yang terliputi Maya dunia dan menjadi energi yang menjauhkan diri yg “Sadar”.maka Sad ripu adalah bagaimana manusia kalah oleh pengendalian Diri akan keterikatan duniawi..Hanya pengetahuan SuciNYA yang membebaskan dari keterikatan itu untuk menuju pada AnAnda Maya Kosa badan yang berbahagia..

Sad Ripu adalah enam yang perlu disadari dan dikontrol sehingga mampu menjadi energi yang lebih baik.. Kama, Mada, Moha, Lobha, Matsarya, Krodha adalah yang dipengaruhi oleh MAYA yang bersifat Rajasikam penuh nafsu dan tamasikam yang bodoh tidak mengenal pengetahuan yang suci..Ketika Satttikam hadir di rajasikam, maka itu menjadi keoptimisan dan ambisi yg terkontrol, namun ktika tanpa kebaikan kebijaksaan kebenaran (sattwika), maka itu hanya menuju tamasikam, maka rajasikam akan dipngruhi oleh kegelapan(tamasik bodoh)..

–Kama-- adalah hawa nafsu, itu juga termasuk dalam catur purusa artha, maka kama yang bisa diterapkan sebagai kebaikan adalah mereka yang mendasariNYa dengan Dharma. Kama sendiri hendaknya dikatakan sebagai suatu bahan bakar untuk menuju pada tujuan Manusia itu sendiri,Keterikatan akan objek-objek dari dunia (maya) hanya akan tidak menuju kepada kebahagiaan itu sendiri, ananda maya kosa..tubuh yang berbahagia karena telah kembali menuju kesejatian, ya brahman atman aikyam..

--Krodha– adalah kemarahan, maka ketika marah menjadi tidak terkotrol, hancur ia nanti pada penyesalan.. Karena kesabaran akan menuju pada mereka yang benar2 tidak terikat oleh dunia itu sendiri..

**Bhagawadgita sloka 2.62**

dhyayato visayan pumsah, sangas tesupajayate, 

sangat sanjayate kamah,kamat krodho bhijayate..

Artinya : Selama seseorang merenungkan objek2 indria indria, ikatan terhadap objek indria itu berkembang. Dari ikatan seperti itulah berkembangnya hawa nafsu, dari hawa nafsu timbullan amarah..

Dari sloka diatas dikatakan, mengetahui subjek panca buddhindrya dan karmendrya, maka dunia adalah sebuah objek-objek itu sendiri.. Secara berlebih ketika mereka tidak menggunakan indria sebagaimana mestinya,maka terikat dan ketika tidak mendapatkan sebuah kepuasan karmendriya atau buddhindrya maka Krodha menjadi itu, dan akan membawa hawa nafsu menjadi jawaban atas pesona objek tersebut..

-–Moha—.. adalah sebuah kebingungan, kebingungan terjadi karena pada tahap pengurangan ego ahamkar, terlalu banyak mengambil pengetahuan berdasarkan kebenaran atau pembenaran.. Hal ini  terjadi kembali pada badan mental atau Mano Maya Kasa yang berisikan jnana buddhi yang mulai mengenal wiweka namun belum mampu memisahkannya.. Dewa iya Bhuta Iya..Memang rwa bhineda akan selalu ada sebagai isi bumi, namun jalan dharma raksaka adalah seorang yang lengkap tunduk sebagai abdi dharma, dan telah memahami bibit-bibit adharma di dalam diri..Saat itu IA menjadi kan dirinya seorang bijak bajik dan tidak menyerah pada kuantitas dharma yg selalu lebih sediikit di jaman kali yuga ini..Tetapi sebuah evolusi mental yg menggenapi diri sebagai manusa yang tidak bingung karena kekuatan jnana atas panca sraddha, bgitu pula mantap dalam bhakti kepada panca yadnya itu sendiri..

**Bhagawadgita Sloka 2.63**

Krodah bhavati sammohah, sammohat smrti-vibhramah, smrti-bhramsad buddhi-naso, buddhi-nasat pranasyati..

Artinya : Dari Amarah timbullah khayalan yang lengkap, dari khayalan memnyebabkan ingatan bingung. Bila ingatan bingung, kecerdasan hilang, bila kecerdasan lenyap seeorang jatuh kembali ke dalam lautan material..

Maka awal utamanya adalah kemarahan atas kendali hawa nafsu, ketika marah merajalela maka moha atau kebingungan atas yang SEHarusnya terjadi, membuat khyalan-khayalan itu membuat kecerdasan akan menurun menyusut, Kecerdasan adalah bagian dari VIjanan maya Kosa atau ciitta yang mencakup buddhi yang telah menenal wiweka kebaikan dan ketidak baiikan..Kesadaran akan itu, maka buddhi memiliki dua pilihan.

Sattiwka ning buddhi Dharma Citta, akan membawa kecerdasan itu sebagai guru yg memiliki idep yang mantap yang mengetahui dharma, baik yang bijak atau bajik, baik yang siap sebagai maha guru atau pun murid dari semesta..Yang tahu bahwa nanti ketika pengetahuan tentang kebebasan diungkap, akan menyucikan lainnya..Dalam tapa semadi dan sadhana(diam)

Sattwika Rajasikam Citta Buddhi Dharma Rakhsaka..Adalah saat pilihan kedua bagi mereka yang mengetahui Kebaikan Kebenaran (Dharma), dan berjiwa sebagai pembela dharma, maka mereka adalah bagian-bagian dari pasukan penyebar dharma..Apakah sebagai seorang jnana dharma yang mampu menghilangkan adharma di diri serta membuat mereka (musuh) dharma takluk. Mereka adalah kalangan nastika, yang menyepelekan dan merendahkan weda serta keagungan dharma.. Mereka adalah diibaratkan sebagai padi tanpa isi.. Artinya mereka bodoh dan kurang cerdas akan pengetahuan agama baik agamanya mereka sendiri, atau kebenaran kebaikan universal itu..

–Matsarya-- Matsarya adalah rasa iri dengki kepada sesuatu yang dimiliki oleh orang lain..Secara kasar maka itu bisa terjadi karena iri akan harta yang telah dimiliki, iri kepada kebahagiaannya, atau iri pada pemahamannya.. Iri adalah ketidakmampuan diri menandingi siapa yang di dengkikan..Sebuah makna yang suci adalah, tamasika guna ini akan menghancurkan diri sendiri untuk menuju “pulang”. Apalagi jika iri ini menutup hati atau panca maya kosa yang menambah bahan bakar ahamkar sehingga buddhi citta akan terbungkus egoisme rajasikam tamasikam untuk mencapai Brahman Atman Aikyam.. Buddhi sebagai wiweka kecerdasan yg terhubung dengan Citta akan semakin jauh..Dan apalagi tidak melakukan yadnya panca yang telah diturunkan leluhur..Karena Maya yg massif dan menjadi belenggu setiap mahluk, akn tidak membawa kedamaian itu sendiri.. Lekat dengan duniawi seperti hedonisitas atau carwaka, adalah sangat lekat dengan nastika itu sendiri.. Membuat harta tahta dan berlindung di tamasika,hanya akan membuat akhir perjalanan hidup hanya kehancuran..Sesuai dngan wrspatti tattwa, satwik lekat dengan moksah, rajasik satwik lekat dengan surga, rajasik dan tamasik saja lekat dengan neraka dan reinkarnasi yang buruk..

–Lobha– Adalah kerakusan atau ketidakpernahpuasan atas apa yang dimilikinya. Menginginkan lebih lebih dan lebih.. Yang lekat pada keterikatan materi dunia. Mereka seperti dipermainkan oleh dunia, tetapi mereka sadar atau tak sadar.. Ketika sadar maka mereka tidak mampu lepas, karena pegangan mereka untuk itu tidak ada..Maka kebebasan itu adalah ada pada mereka yang baik bijak dan senang akan pengetahuan rohani yang suci serta kebebasan kebahagiaan yang suci.. Mereka yang tidak sadar, maka bagaimana mungkin mereka akan lepas dari kerja yang selalu mengharapkan hasil lebih, lebih, dan memompa amarah ketika hasil yang tidak sesuai..Ambisi dari ahamkar yang rajasikam, akan baik bila dipengaruhi sattwikam sebagai dasar dharma..Namun ketika mereka menggunakan cara kurang baik, adhaarma, dan melenyapkan pengetahuan suci itu sendiri, Mereka hanya akan hidup dan seperti gila oleh kemabukan harta tahta dan nafsu duniawi..Ketika mereka menyangkal mereka terikat dan tidak sadar akan keagungan Dharma yg membebaskan, maka mereka hanya akan masuk ke dalam jurang reinkarnasi, kepada kerja yang harus menghasilkan dan terikat akan hasil itu.. Maka yadnya apakah yang bisa menyadarkan? kecuali mereka giat berpunia, namun tetap kesadaran itu hanya ada pada mereka yang tahu akan MAYA(KU)

**Bhagawadgita 3-31**

Ye me matam idam nityam anustishanti manavah, sraddhavanto nasuyanto mucyante te pi karmabhih

Artinya: Orang orang yang melakukan tugas tugas kewajibannya menurut perintah-perintah KU(Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa) dan mengikuti ajaran ini dengan setia, bebas dari rasa iri, dibebaskan dari ikatan perbuatanyang dimaksudkan untuk membuahkan hasil..

***Bhagawadgita 3,52**

Ye tv etad abhyasuyanto nanutishante me matam, sarva-jnana-vimudhams tan viddhi nastan acesatah..

Artinya :Tetapi orang yang tidak mengikuti ajaran ini secara teratur karena rasa iri dianggap kehilangan pengetahuan, dijadikan bodoh dan dihancurkan usahanya mencari kesempurnaan..

Dari dua sloka di atas maka disebutkan bahwa, kebebasan dari rasa iri,akan membawa diri menjadi terlepas dari MAYA itu sendri, artinya adalah bahwa Maya yang merupakan kekuatan prkrti Brahman, akan memberikan balasan pahala atas iklas itu sebagai suatu hadiah pahala pada mereka yang mengabdi secara tulus dan iklas serta insaf.. Semakin terikat maya, terutama atas pencarian artha kesejahteraan dengan cara yang kurang baik, maka IA atau mereka hanyalah akan mendapatkan dosa, dan jauh dari pengetahuan suciNYA tuhan brahman dalam ketidakbrsyukuran, kelobhaan serta berasal dari rasa iri yang tidak pernah puas..Maka mereka akan selalu terikat dari hasil dan pahala, kecuali keiklasan akan membawa Tuhan turun ke ranah pahala di dunia..Ketika mereka melakukan yadnya, maka saat itu sebenarnya Diri yang berpribadikan Atman yg suci menuju pada sebuah kesempurnaan itu sendiri.. Bagi mereka yang paham akan mendapatkan hasil dari yadnya, yang mereka sadari sebagai keiklasan atas yadnya panca itu sendiri…

Sloka 3-27

Prkerteh kriyamanani gunaih karmani sarvasah, ahankara-vimudhatma kartaham iti manyati..

Sang Roh yang dibingunkan oleh pengaruh Keakuan Palsu menganggap dirinya pelaku kegiatan yang sebenarnya diakukan oleh tiga sifat (tri guna) alam material..

–MADA- Kemabukan, yang membuat manusia lupa diri, manusia yang terbelenggu oleh kenikmatan dari keterikatan materi dunia, yang juga tanpa sattwika,akan berasal dari loba kerakusan yang dimabukkan oleh belenggu rasa iri, tentu saja dari kroda yang membuat hayalan serta kebingungan tetapi tidak merasa bingung.. Artinya mereka mabuk akan keterpengaruhan alam tiga sifati itu.. Maya itu melupakan diri, memabukkan IA pada kebahagiaan semu, apalagi jika mereka menikmati kemenangan mereka dari kemarahan, iri, kerakusan yang menyenangkan yang membuat bingung itu sendiri..

Keakuan palsu adalah mereka yang berada pada kendali tri guna, namun mereka mnyatakan ia adalah pelaku kegiatan, bukan dari tri guna. Namun kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda bahwa mereka mencari keuntungan karena diri mereka yang pintar, mereka mengungkapkan kebenaran karena diri mereka yang tahu segalanya, atau bahwa karena keakuan palsu itulah yang menyebabkan kebahagiaan (keakuan semu) yg mereka sadari.. Mereka mabuk bahwa hanya mereka yang mendapatkan semua berkat ini, namun sabda Tuhan, pun mereka ketahui dengan amarah, dan kerakusan akan pembenaran.. Pada hal Sabda Tuhan yang paling perlu diingat selain panca sraddha yang sattwika dan rajasika atau tentang filsafat etika upacara, adalah memahami mereka hanya sebagai abdi dari kekuatan Tri MayaGuna itu sendiri..

Maka kepribadian Tuhan menyatakan Aku mencipta kebaikan keburukan sattwika rajasika tamasikam, namun Aku tidak berada pada “itu” dan “itu” tidak berada pada AKU…

Hare kalkya Kalkya Hare Hare

Asatoma sad gamaya, tamasoma jyotir  gamaya, Mrtoyrma AMrtam gamaya

Om santi rahayu raharja Om

salam gwar

lihat juga..

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/01/29/mengendalikan-sad-ripu-dengan-sarasamuscaya/

sumber :bhgwadgita, wraspatti tattwa, meditasi sathya baba

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Mei 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Mon(othe)isme , tat twam asi dan Bgitulah Manusia itu yang Utama

image

Om saba ta a i.. nama siwaya..
Asatoma sad gamaya
Tamasoma jyotir gamaya, mrtyorma amrtam gamaya..
Ksama sampurnah ya na mo nama swaha…

Sloka 13-29 bhgwadgita..
Samam pasyan hi sarvatra samavashitam isvaram
Na hinasty atmanatmanam tato yati param gatim
Artinya: orang yang melihat Roh Yang Utama berada di mana mana dengan cara yang sama di dalam setiap mahluk hidup, tidak menyebabkan dirinya merosot karena pikirannya..dengan demikian IA mencapai tujuan rohani..

Dari sabda bhagawadgita di atas, maka dapat dikatakan sebuah filsafati monisme atau juga dekat dengan tat twam asi, bahwa kamu adalah aku aku adalah kamu.. manusia sendiri sebagai mahluk yang dikatakan utama, adalah memiliki tri pramana sabda bayu idep dan yang lainnya adlah dwi pramana, dan eka pramana, brturut-turut hewan dan tanaman.

Pada sloka di atas dikatakan bahwa seluruh mahluk berisikan IA sebagai roh utama sebagai atman, sebagai badan ananda atau ruh yang brhubungan secara langsung kepada paratman brahman. Maka jangan menyangsikan diri ketika pikiran menerobos kesamaan antara binatang, tumbuhan dan manusia itu sendiri. Maksud inilah yang dikatakan PIKIRAN YANG MEROSOT, maka mereka yang menebak nebak brahman tuhan sebagai bagian dari seluruh mahluk, tetapi karna terjatuh pada menyamakan derajat itu, maka sebenarnya Itu juga merusak pikiran mereka..

Manusia adalah mahluk yang sempurna, dan bersyukurlah untuk menjadi manusia. Lebih jelas dari sini…

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/03/04/bersyukur-bagaimana-menjadi-manusia/

Maka manusia yang sempurna sbagai ciptaan tuhan, adalah manusia yang mengerti tentang bagaimana tiga sifat alam tri guna, sattwika kebaikan, rajasika nafsu dan tamasikam kegelapan..

Berlanjut tentang sloka bhgwadgita
Sloka 14-9
Sattvam sukhe sanjayati rajah karmani bharata
Jnanam artvya tu tamah pramade sanjyaty uta
Artinya : wahai putra bharata, sifat kebaikan mengikat seseorang pada kebahagiaan, nafsu mengikatkan seseorang pada kegiatan yang dimaksudkan memberi hasil dan pahala, dan kebodohan yang menutupi pengetahuan akan mngarah pada kegilaan..

Jadi manusia yang merupakan sebuah kebertahuan akan sattwikam rajasikam tamaikam maka manusia mnjadikan akal mereka bekerja sbagai manusia yang bahagia. Maka manusia berada di derajat yang paling tinggi, namun tanpa pengetahuan brahman maka mnusia hanya akan merosot pengetahuanNYa.

Seperti pengetahuan akan atman atma widya, jelaslah bahwa atman itu sebagai purusa dan alam material sebagai prakerti sakti dari purusha. PURUsa adalah atman yang terbungkus suksma sarira dan stula sarira, maka prkerti adalah tri guna, yang selalu sebagai sifat utama dunia yang mempengaruhi suksma sarira, tapi tidak atman sebagai ananda antahkarana sarira badan kebahagiaan badan penyebab..maka ahamkar ego sebagai bagian luar suskma sarira akan dipengaruhi rajasikam tamasikam, namun buddhi manas mahat sbagai akal yg baik, akan sngat mempengaruhi ahamkara yg rajas sebagai sattwikam, dan meredam ahamkar ego tamasikam..dengan memahami hal itu, manusia bisa menuju kemoksaan dan atau mencapai planet planet surgawi.. namun kembali pada kmerosotan Pikiran, maka manusia akan dibelenggu rajasikam tamasikam yg akhirnya memerosotkan atmanNYa mnjadi hewan dan tumbuhan.. dan itu mereka terjebak pada neraka serta kemerosotan diri..

Monisme Tuhan Yang Maha Esa, ini adalah sebuah pandangan bahwa setiap mahluk ada IA, maka dengan itu, sifat2 kebaikan pemeliharaan dan bertumbuhkembangnya mereka sekaligus pada manusia yg belum “terpelajar” akan menemui jalan kebenaran yang baik. Itu yang memberikan pemahaman akan bahwa manusia yang satu sama dengan yang lain, karena ada Roh utama itu, dan tidak layak manusia lain tidak dibaiki oleh manusia lainnya. Dan sebuah kekuasaan pula bahwa Tuhan dapat mampu berada dimana mana, itu adalah sebagian kecil KekuasaanNYA sbagai tenaga ilahiah untuk mampu menerobos setiap ruang dan waktu.. sekaligus bahwa IA adalah monotheism tunggal sbagai brahman sebagai awal mula atman paratman.. apakah yang tidak lebih kuasa dari brahman yang monotheism, menjadi atmanikam khalam rahsya di setiap mahluk monisme, sekaligus sebagai Kepribdian Tuhan Yang maha esa..mengangkasa, membumi, bersamudra, seperti gunung, lembah laut, dan semesta…sampai ke sel darah, sampai ke bakteri, maka itu, apa yang luput dari kUASANYA??

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.