RSS

Manusia “Santa”, Manusia yang “trance” sebagai Wadah Wahyu..

image

Manusia adalah ciptaan Hyang Khalik yang paling sempurna. Dimana manusia diberikan sabdha,bayu serta idep. Yang terakhir itu adalah pikiran (wiweka) yg digunakan untuk mengenal baik dan buruk serta solusi atas segala kehidupan yang penuh kebermanfaatan dan keberadaban. Sehingga mahluk sempurna ya memang manusia…

Seperti disebutkan sarasamuscaya bahwa kebermanusiaan itu harus dsyukuri karena dengan itu bisa meningkatkan “diri”. Meningkatkan diri sebagai manusia yang memiliki kesetaraan dewa, manusia yang memiliki citta yang manunggal pada kepara-atman. Dan bgitu IA mencapai itu, maka suatu wahyu dari hyang kesempurnaan menyata pada kesemua keseharian kemasa mendatang yang sahaja..

Sebutan sebagai santa adalah kepada mereka yang benar2 telah melampaui batas keyakinan di jaman itu, dan mampu memberikan kerahasiaan ilahiah yang mumpuni dan diingat sepanjang masa bagi kaum nya…Seperti pula manusia yang memiliki sinar(nur) ilahiah dan menjadi keyakinan sepanjang masa. MUSA, Sulaiman, khidir, muhammad, yesus, abraham, dsb. Itu menjadi keyakinan kolektif dan membentuk epos, mitos penuh nilai spritualitas. Dan selalu tertanam dalam..tertanam sangat dalam di kalbu sanubari hati yang tuan agung, yang rahsya manikam khalam di wilayah citta dekat dngan kesemestaan. Seperti sesuatu yang khudus yang suci tiada terbandingkan. Arsy shiratu muhallam..

Disadari atau tidak, upanishad menyatakan bahwa dunia ini didirikan dan terdirikan atas maya dunia triguna..sattwam terang bijak rajasikam aktif tamasikam gelap pasif. Dan ketika tidak kenal akan belenggu itu, maka kebahagiaan sejati tidak akan diketahui. Dan buddha mnyatakan penderitaan manusia adalah krana tidak mengenal keterikatan karma. Kedua kemiripan itu mnyakan bahwa keberputaran manusia adalah sbuah kesengsaraan, jadi jika itu dicapai dengan sebuah pencerahan, bukan berarti sebuah kemustahilan untuk memanunggalkan diri dengan diri ilahiah..

Atma widya sangkan paraning dumadi kembali ke NUR para nabhi, pada kekhudusan hyang ESa. Adalah jalan yang paling indah jalan paling bajik jalan paling jnana, sekaligus paling sulit, sekaligus palinga cerdas dan bahkan licin. Jalan yang memberikan dasar untuk “natak baos”,untuk ,mewahyukan Diri pada keutamaan Buddhi indriyah dan kekangan ego ahamkara yang dipengaruhi sattwikam rajasikam yg mutlak berisikan jejak nafas dzat keilahian dan kebenaran abadi. Dan itu terletak pada wadah apaPUN akan tetap sebuah kebenaran..

Menyadari maya dunia dan laku purusha pada god generate operate destruction, pada ang ung mang, pada cipta khalik pada pemelihara muaiminaha dan maha hamcur mudzilah. Itu adalah kemutlakan keniscayaan samastha bhuana. Penceritaan sahajdah sahajah pada sangkan paraning, mahrifati diri, moskartham jagaditham bhur bwah swaha, adalah mendewakam sifati ilahiah pada asmaNYA pada asta bharatah, dzikir dan puja kali mhamrtyunjaya gan gana phataye hare kalkyah kalkyah hare hare..

Maka sangkan paraning akam membawa manusia pada ke Esa-an esa dimana IA sebagai monisme IA berada di embun dan sujudnKITa adalah sesuai kebersyukuran setiap beberapa waktuNYA. ESa yang membawa tuhan pada satu saja yang monotehism IKA ESA tunggal. Dan maujud BElIAu pada kekhalikan sahadja menjadi IA mereka MahlukanYa yanh kesampurnaan di akhir jaman sebagai imam semesta mahdi, kalki avaatar, ESA yanh bangkit membawa kerajaan surga di bhumi bhuana langgam…

Itu terjadi dan menyemestha ragha laku khalam…

Gwar..

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 3 April 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Sebuah Benang Merah Nusa Antara…

Aum Tamasoma Jyoitr Gamaya, Mrtyorma AMremtam Gamaya, MahaKsampurna Ya na Namo Swaha Namasiwaya.OM..

shiva anataraja

Nusa ANtara adalah sebuah negeri yang penuh rasa yang rahasya. Rasa yang menjadikan nikmat2 kejagahtan Hyang Seperti Manik Manik Antarswaha buana. Sebuah bangsa yang kaya yang tiada kekurangan yang selalu akan jaya selamaNYA bagi kepada mereka yang Yakin dan Percaya…

Nusa-Antara sebenarnya adalah benua yang indah dan melenyap sirna, namun akan ditunggu-tunggu kedatanganNYA selalu. Bagaimana di Nusa-antara dahulu kala, adalah sebagai wilayah yang penuh kesemestaan dan keagungan dari ilahiah, baik sebagai bapa angkasa atau baik bagi ibu parthiwi..Seperti dahulu MAhenjo Darro Ibu pertiwi, lalu menuju sarkophagus,dan wilayah-wilayah angker namun bersahadja di situs2 purba-khala di seluruh nusa-antara..

Tidak dipungkiri jaman ini adalah jaman dimana hedonisme adalah hal biasa, dimana kaum carwaka meraja-lela dan merupakan yang biasa saja ketika melihat keterikatan dari maya dunia. Dan ketika itu tidak dicari dengan cara paling bijak dan paling bajik, hanya akan membebani keturunan sampai bahkan ketujuh turunan..Kenapa harus tujuh?, karena itu sekitar 500 tahun..(dipersilakan menghitung sendiri)…Tetapi 500 tahun hanyalah sekejap seperti 5 menit brahman…

Terlepas dari itu, maka jaman akhir telah dikatakan diramalkan dan disejogjanya diyakini, dipercayai..Dan terkadang hendaknya di paksakan kepada mereka yang berada di alam bawahan yang terkena kendali mahya dunia (sattwam rajasikam tamasikam)..namun itu adalah kesunyatan ketika utpeti sttiti pralina menjadi bermakna oleh karena pengaruh triguna tersebut..Dan hanya pedang kebajikan pedang kebangkitan pedang kebijaksanaan, mampu mengendalikan maya dan menghancurkan semua yang tidak sejalan dengan maya di dunia satya yuga dan kertha yuga.

Lihat dilink ini :

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2014/03/16/realitas-kebenaran-maujud-apa-itu/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2009/07/11/bagaimana-beliau-bisa-banyak-nama/

Dan sebuah keniscayaan akan kebenaran, ketika melihat bagaimana dahulu seperti ramalan sabda palwan noyo genggong oleh brawijaya dan kisah mereka..Ketika itu brawijaya memiliki dua penasehat yaitu Dang Hyang Smaranatah (hyang semar) dan Sasuhunan Kalijaga…Mereka adalah sabdo palwan dan noyo genggong…Dan ketika kutukan pastu itu terjadi, maka lenyap sabdo palwan dan masuk ke dalam alam bhur bwah dan swah… Keitka itu muncul pula Sang Mahesa Jenar, yaitu yang langsung mampu mendalami keislaman sampai rahasia mahrifat.. Dan Beliau dijuluki Syeh Sthiti(waisnawa saktya) Jenar. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Anak dari Sabdo Palwan itu. Banyak kisah waskita dan kesahajaan Beliau.. Dan akhirnya setelah usai di jawa, Beliau menuju Bali sebagai penyebar agama tirtha, lalu sampai ke lombok sebagai penangkulturasian sinkretis islam watu telu…Dan begitu pula akhirnya moksah IDa di wilayah uluwatu..

Sabdo Palwan sendiri identik dengan Kewaskitaan Nabi Nusantara yaitu Nabi Khidir. Yang memiliki kemampuan menghentikan Kala (waktu), memiliki kemampuan untuk menyerang dengan PanjakNya kasat mata (baca : dibali adalah Ida Ratu Niang – Sakti dari Dang Hyang Dwijendra, Di laut selatan Ratu Kidul)…Dan begitu lah ketika memang sudah saatNya pralaya,maka sesungguhnya yangterjadi adalah:

Bhwadgita ..

Bagaimana dikatakan ketika dunia pada cengkraman adharma (kebiadaban, kejahatan, kekerasan, kehilangan sifat manusia) telah bertambah, Maka Aku akan datang dari jaman-ke jaman menegakkan kebenaran (dharma,kebaikan, kebijaksanaan, kebajikan–universal) dari cengkraman Adharma…

(sambhwami yuge-sambhawi yuge)

Itu akhirnya bagaiman surga neraka ada di alam sana adalah benar adaNya.

Baca :

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Dan moksartam jagaditham satya ning LAku sabda manah, Maujud hring Ya ca Iti DHarma, mrityorma Amrtam Gamaya..Ksama sampurnah Ya namo nama swaha..

om Santi om

Om rahayu om

om Raharja om

Om awignamastu namosidham…

..Santi santi rahayu rahsya sahadja..

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Pemujaan pada hari-hari tertentu di Wewaran Semesta..

image

Gusti hyang agung telah memberikan rahmatNYa kesetiaanNYa keajaibanNYa…

Hingga berada pada kisah hyang abadi selalu selama lamanya..
Sampai nanti hyang ESA agung, mewujudkan tasbih pedang keabadian rahya semuanya pada kecintaan nusantara abadi berjaya rahya …

Dan bagaimana hari hari hendaknya di silsilah kan secara lahir batin..hari hari itu adalah sesuai dengan sapta wara…begini kekisahanNYa…
Maka yang terpinggirkan adalah islam yang bukan muslim, dan mereka yang tidak bertuhan, kecuali marxiz pun beragama…

Hari pertama adalah hari selasa..anggara…hyang berarti angga sarirahh…artinya adalah bagaimana pada saat itu manusia menemukan apa hyang berada hati terdalamnya..apa pun itu nur, yg dekat dngan khalam dan mampu menilai dzat semesta,..kemudia bapa isa ruh kudus khusuh Esa, dan atmaning moksah sarira mahya… maka ketika itu ditemui kita…maka itunperjuangkan dan sujudkan…maujudkan dalam diri, …

Hari kedua adalah hari rabu buddhi buddhaning cipta rahsa karsa manungsa widhi…maka saat itu menyebarkan sesiapa sahja yang ingin dengungkan…budhaning welas asih…

Hari ketiga adalah kamis..wraspatti..maka ini hari bhagawan wraspaatii dimana mereka hyang belum mendapatkan ilmu “itu”dan ilmu “ini” akan dinilai brdasarkan laku bijak sattwam menuju kenikmatan kebebasan kelepasan…lalu laku bijak dan berani sattwam rajasikam yang menuju ke surga kenikmatanNYA, lalu tamasikam atau gelap malas ragu khianat tanpa cahaya..akan diadili keesokan hari…

Hari keempat adalah sukra..merupakan bhagwan raksahsa, dmana mereka dipuja di kubah hyang sakti dri mereka hyang memuja pada sifat rakhsasa tetapi memilih siapa hyang harus dimasuki nerakaNYa…jadi pada saat itu mereka yang ingkar akan dihukum oleh mereka penguasa neraka…dan itu termasuk semuanya yang kalah…karena kebenaran pasti menang dalam wadah apa pun…ini hari dajjalatuallah…

Hari kelima adalah sanischarya…arti nya sahing hening acharya…artinya segala kenikmatan duniawi material bagi yang berhak akan ada saat ini setelah jamaat muslamin selesai melakukan tugas mereka di hari kemarinnya…

Hari keenam adlah redite raditya ciwa raditya hyang esa…mereka yang percaya kebangkitan esa mahdi hyang agung…maka siapa mereka hyang telah lelah pada dua hari sebelumnya di wijnanakan pada kebangkitan tuhan nusantara…

Hari ketujuh adalah hari soma menyomiakan persembahan kepada hyang berhak…hyang kalah mati hancur akan dibawa ke sunia dan menunggu lahir kembali…ini dipimpin oleh HYang ESa…lalu kembali pada hri selanjutnya itu, namun mereka yang mati penasaran baik mati jihwani atau hampa yang lain….itu adalah dosahngsaya…

Itu bagi muslim yang memercayai mahdi dajjal…
Itu bagi nasrani hyang prcaya kebangkitan yesua(sebagai)ESA hyang agung…
Dan seluruh nusantaraism…

Slam ghost of war!!!!

 
 

Tag:

Kesatuan Tujuan Hindu Nusantara…

20140317-020654.jpg

Om parama siwa, sadasiwa, siwa narayanam, om namasiwaya…

Semua adalah berkat dan kebertujuan hidup ini adalah untukMu..

Hindu nusantara, semua telah mengenalntentang cerita sejarah mistis sabdo palon, semua telah memahami kedekatan moksah mahrifat, semua telah terbuka tentang kebhinekaan, dan dalam lingkup wadah pancasilaisme di bumi nusantara ini..

Sangat dekat dengan itu adalah, bagaimana bahwa gaung tentang hindu nusantara semakin membesar dan telah masuk ke relung relung sanubari para pemelukNya..Patut disadari adalah kebhinekaan (dalam hal ini hindu) menjawab pasti bahwa apa yg telah ada, apa yg berproses untuk ada, dan yg akan ada..adalah sebuah bagian keindahan jihwani dari pemeluk hindu sendiri.. Kepengetahuan tentang tattwa brahman (sbagai keesaan), pengetahuan tentang atman(pembelajaran kemanunggalan-moksa jagaditha), pengetahuan tentang karmapala(yg sangat lekat pada keseharian dan mutlak teryakini sadar atau tidak), samsara(yg spirit keleluhuranNya penuh ada pada ajaran2 yg bersahaja), dan moksah(kebersatuan akhir denganNya di dunia atau setelah dunia)…benar itu pun pedoman dasar bagi hindu semesta dan nusantara..

Menyelam pada etika susila, maka keseharian yg ada dikombinasikan dengan keempatian sesama, menyeluruh berdasarkan pawongan…tri kaya parisudha..dimana akan sangatlah berat ketika terjebak dalam kondisi jaman kali ini…manacika yg tidak berprasangka buruk, wacika yang tidak mengutarakan kebencian, dan kayika yg perbuatannya mengarah pada keagungan dharma….apalagi dengan musuh yg terdekat adalah diri…kama,krodha,matsarya,mada,moha, dan lobha…masih banyak etika lagi yg bisa dijelaskan, namun etika adalah musuh terbesar manusia saat ini, apalagi kemanusiaan dan keberadaban manusia semakin tidak terkontrol..ini adalah hyang utama sebagai tujuan yg patut dipikirkan (dngan mengelola pikiran), disebarkan (dngan mengatakan secara baik, benar dan indah), dilakukan (dgan prilaku yg tercipta dari kedua seblumnya)…ini keduaNya masih dalam wilayah universal dan harus atau hendaknya menjadi kebersatuan bersama hindu nusantra…

Yang menarik adalah kajian ketiga tentang upacara ritualisme…ini yg unik dan indahnya terjadi dan terlaksana baik sebagai kebhinekaan itu sendiri di hindu nusantara…namun jelas itu adalah wilayah tattwa dan susila yg bercermin dari ini…desa kala patra adalah bagian penting dari upacara hindu nusantara, hindu di bali dengan bebantenan, hindu di jawa dengan bentuk simbol lain, dan dari india asalnya malah digambarkan dengan yantra…itu keunikan yang berbhineka…bahkan mendegar sedikit berita takjub(bagi saya) bahwa candi difungsikan kembali…..bagi saya itu indah asalkan sisi kuning telur(tattwa), putih telur(susila) menjadikan kulit telur memiliki makna…telur akan busuk tanpa kulit yg bagus, putih telur akan terjaga, dan itu smua brmakna dan berarti pada tattwa sendiri…. Lainnya adalah bahwa terkadang upacara itu sangat tidak dipaksakan, dan berdasar rasa..karena hindu sendiri adalah agama rasa…ketika terjadi pergolakan batin, maka tidak ada kecocokan…namun pembelajaran terus menerus akan menghasilkan kualitas yg tentunya memuaskan…apa lagi pembelajaran dari saudara-saudara yg telah mengenal hindu secara mendalam…. Baik dari filsafat, etika upacara…. Itu merupakan keindahan kedamaian keceriaan kerahayuan yg betul2 suci …. Apalagi bagi mereka yg tersadar, akan keindahan hindu itu sendiri…baik dari daerah mana pun juga…rangkulan itu akan menjadi ajakan bersama bagaiamana bahasa akhir hindu nusantara
Santi rahayu…

Lalu dalam renung saya melihat barisan ramalan itu, bahwa ..indah yang hyang leluhur berikan pada kita…
Yang lebih indah saya rasa adalah..dalam tenang pun itu akan tercapai..

Saat ini, atau masa depan…

Salam gwar…

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 16 Maret 2014 in agama, filosofi

 

Tag: , , , ,

Realitas Kebenaran…Maujud Apa Itu?

Om hare kalkyantara hare kalkyantra ya namo nama swaha

hare kalkya hare kalkya
kalkya hare kalkya hare
hare hare

Salam Kebangkitan..

..Om Paramasiwa,Sadasiwa,SiwaNarayana, Om Namasiwaya..

Maaf kelancangan hamba, ku-persembahkan ini hanya pada-Mu..

Sering mendengar sebuah frase yang Maha, itu seperti mendengar balutan kata “Realitas Kebenaran”. Apa itu sebuah Realitas Kebenaran? Apakah Sebuah fakta tentang idealnya “diri’ sekaligus “dunia”? Atau bagaimana kenyataan di “sini” di dunia dalam bentuk sebagai unit “diri” dan tentunya semesta yang sedianya terjadi di sini..Awalnya yang mendasari semua adalah kekosongan, sebuah kehampaan, ketiadaan, kediaman. Yang menjadi awal dari segala-galaNya, dan menjadi suatu permulaan yang mengaktif sehingga berisi…

Lalu, beranjak jauh kepada realitas dari kenyataan di dunia ini. Apa yang kita telah lihat melalui indera kita (anumana pramana), dan kita rasakan dengan alam pikiran kita(prtyaksa pramana), dan pula dari berbagai pengetahuan hyang lalu (agama pramana), apakah kita merasakan akan suatu kenyataan realita yang “Benar”?Jika sudah “Benar” maka itu berarti kita memberikan berkat bahwa realitas yang ada itu adalah Kenyataan yang diharapkan, atau memasrahkan diri pada Nyata(Maya) ini….Jika akan “Benar” maka bahwa kita mengharapkan ini bukanlah suatu yang ideal dan seharusnya, tetapi ada keharusan dari kita untuk selalu mem”Benar”kannya dan kita yakin nanti pasti “Benar”.

Di balik penceritaan dan pemahaman realitas-kebenaran yang ada, perlu dilihat dari apakah itu merupakan suatu idealnya dunia ini, atau idealnya diri sebagai pemilik dunia yang mampu berpikir (idep). Di dasari awalnya adalah ketika dunia ini adalah suatu maya (acetana) ketidak sadaran akan realitas-kebenaran itu sendiri. Maka sehendaknya dengan kesadaran akan maya,membawa manusia menuju pengetahuan akan maya dunia.

Kembali pada kehampaan, kediaman, kekosongan sebelum adanya dunia dan kenyataan ini, maka sebuah Realitas-Diam yang disebut sebagai Kekuatan energi yang penuh, memulai sebuah aksi dan aktivitas. KeMauanNya(Brahman) itu merupakan kekuasaanNya sendiri. Dari sebuah keadaan tanpa sifat (Nirguna Brahman-Parama Siwa), yang tidak terlacak, tidak bisa dibingkai, diam, tidak terpikirkan, mengaktifkan diriNya dengan sifat (guna). Guna sattwam (terang,bijak), guna Rajas(aktif bergerak), guna Tamas (gelap,diam). Dengan guna itu maka Brahman sebagai realitas tertinggi merealisasikan diriNya menjadi Berpribadi (Saguna Brahman-SadaSiwa). Beliau memiliki empat Kemahaan Utama (Cadu Sakti) ..Prabhu Sakti (Maha Kuasa), Wibhu Sakti (Maha ada), Jnana Sakti (Maha Tahu), Krya Sakti (Maha Membuat)..

Dengan Krya Sakti Ia Membuat Dunia beserta segala isinya, dengan Jnana Sakti Ia berikan pengetahuan kepada semestaNya untuk bisa hidup dan menikmati diriNya, dengan Wibhu Sakti Ia memberikan diriNya sebagai tempat perlidungan di mana pun dan menyaksikan semuaNya, dan Prabhu Sakti sekaligus menjadi raja IA di dunia ini, memberikan waktu yang tepat untuk hadiah dan hukuman.

Dengan itu IA membuat dunia dari persatuanNya (purusa) dan Guna (prakerti).i Lahir panca maha butha dari kekosongan yng menjadi bagian ruang panca maha butha. Air, Api, Tanah, Udara, dan Ether menyusun bumi. Kemudian mencipta Ia kehidupan yang mengambil bagian seperti eka pramana (tumbuhan me-Bayu) dwi pramana (hewan Ber-Sabda,berBayu), Manusia terakhir dengan IdepNya untuk berpikir. Kekuatan pikir manusia adalah wadah atman ditambah dengan persatuan panca maha butha. Atman yang diselubungi pikiran adalah terdiri dari citta, budhi ahamkara. Ketika kesatuan unit(atman) mampu memberikan ruang jawab bagi indera (panca budhhindriya) dan laku (panca karmendrya) akan menjadikan dunia ini seperti “REALITAS YANG DAPAT MAUJUDKAN KEBENARAN”..

Secara bahasa filsafati, bahwa realitas adalah apa yang ada di sini,di dunia..atau apa yang dipikirkan dan menjadikan kita ada. Realitas adalah saat ini yang berasal dari masa lalu dan menjadi masa depan. Realitas yang terjadi berdasarkan AKSI di masa lalu, dan BEREAKSI menjadi kenyataan realita saat ini. Hasil reaksi itu akan memberi bahan bakar AKSI selanjutnya dan begitu seterusnya (KArmaPhala). Dan itu melintas menuju generasi selanjutnya dan sampai berketurunan dan keturunan selanjutnya (Samsara). Tiada terputus itu sebagai suatu Realitas yang Berkebenaran, sebagai suatu jalan yang abadi (Sanatana Dharma).Di saat terakhir IA akan menuju suatu Kesatuan UNIT tertinggi Hyang Paramatman, dan Mengalami Nikmat Hari Brahman, setersnya sampai sloka bhgwdgita Praritranaya Sadhunam ,Vinashaya Cha Dushkritam, 
Dharamasansthapnaya, Sambhavami Yuge-Yuge.”
Untuk melindungi Dharma (kebaikan), untuk meleburkan adharma (keburukan), AKU (Realitas KEBEnaran) lahir dari jaman ke jaman…………………………..Terlaksana…………………………..

Bukan suatu mistis atau suatu spiritualitas tanpa logika, pada dasarnya etika, sebagai “bagaimana sebagai suatu spontanitas diri yang etis”, menjadi ditegakkan dengan susila yang bersumber dari teologis atau filosofis. Pada dasarnya spontanitas etis itu adalah bagaimana buddhi (kemampuan membedakan baik dan salah) menjadi sebuah wiweka yang terlaksana pada manas(cara berpikir), wacika (kata), dan kayika (sebuah perbuatan).Ini yang mencipta sebuah sisi damai di dunia. Artinya Dharma yang dalam wadah apa pun, adalah Unit Kolektif yang menjadi sebuah kekuatan REALITAS KEBENARAN. Yang benar-benar terpendam di dalam “diri” masing-masing unit, yang bisa terbuka, melaksana, demi keutuhan keabadian dharma itu sendiri. Refleksi dari kemampuan mengenali diri sendiri sebagai bagian buana agung, REALITAS KEBENARAN sebagai tempat tinggal, adalah membawa pedang yang mampu membunuh ketidaksempurnaaNya dengan cara yang lembut, halus, sekaligus menyayat, mengikis kematian kemelekatan akan MAYA dan adharma.

Sangat logis juga ketika dikatakan bahwa filsafat sebagai pengametahuan berpikir akan diriNya atau Wujud ciptaanNya, mampu mengikis ahamkara ego, buddhi yang terpancar,sampai rmenuju sebuah pegetahuan suci tentangNya..Menjadi semua guru kepada murid, dan refleksi dari murid terhadap guru (mirip sikhism). Sebuah kontemplatif yang selalu menuju perubahan dari alam pikir, menjadi energi tanpa batas akan ide sebuah idealnya ini (maya) dan dekat memahami (Maha Pencipta Maya). Apakah itu akan menuju jurang akhir (Maha Pralaya) sebuah kehampaan kembali (akhri malam brahma)..

Dan menyambung pada kata2 BG di atas, sebagai sambhawami yuge yuge..dari jaman ke jaman…Maka sesunguhNya adalah pedang itu akan terasah pada “diri” sendiri..Sebagai sebuah kemanunggalan, sebagai sebuah satria pinandita yg telah dipingit, ratu yg sejatinya adil bijak,sbagai imam yg memiliku nurNya…sebagai seorang “diri” sejati, dimana pun yang menjalankan dharma (kebenaran) masing2..Untuk mendapat tugas besar lahirnya TUHAN pada diri mereka(aku)kalian(dia)mereka(kita) masing-masing, YANG pada akhrinya Maujudkan REALITAS KEBENARAN itu secara otomatis spontan suci dan indah….

 

gwar…

mar 2014..

santi rahayu..

.

….Hyang Sabdo Palon…

 

 
1 Komentar

Posted by pada 16 Maret 2014 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , ,

Sekilas tentang Atman yang Lekat pada Kemoksaan…

LotusYogaWomanArtYinYan

Om sadasiwa, siwa narayanam, om namasiwaya.. Semoga “ini” hanya sembah kepadaMu oh hyang kuasa..

….Atman….
Mendengar sederet kata atman, artinya adalah bahwa pemahaman tentang itu (atman) adalah menuju sebuah sraddha yang lekat pada 5 dasar keyakinan hindu. Hikayat atau hakikat tentang atman, pada dasarnya adalah sebuah cerita tentang kekekalan dari brahman (tuhan) sebagai sumber dari atman..

Membicarakan atman itu juga lekat dengan bagaimana tuhan sebagai nirguna serta sekaligus saguna brahman. Dalam wrspatti tattwa disebutkan bahwa nirguna brahman atau parama siwa adalah saat kekosongan kehampaan dari Tuhan itu sendiri dan tidak terlekat pada tiga sifat dasar yaitu sattwam rajas dan tamas triguna.

Tuhan dalam kehampaan ini sebagai acintya, IA yg tidak terpikirkan.Dikatakan Sifat dari Parama siwa tattwa adalah sebagai berikut :
Apremaya (tidak terbayangkan),
Ananta(tidak terbatas),
Anidesya (tidak dapat diberikan batasan),
Anaupamya (tidak dapat dibandingkan),
Anamaya (tidak dapat kena penyakit, suci),
Suksma(tidak dapat dilihat),
Sarwagita (memenuhi segalanya),
Dhruwa (kokoh tidak bergerak stabil),
Avyaya (utuh tidak pernah berkurang),
Iswara (guru yg mengatur segalanya).
Dan selanjutnya IA memberikan maujud pada diriNya sendiri, dengan memberikan pengaruh tri guna itu kepadaNYA. Pada saat dipengaruhi oleh guna, IA menjadi saguna brahman yang bersifat yang MAUJUd.

IA dikatakan saguna brhman atau sadasiwa adlah saat Tuhan sebagai Cetana melebur bersama acetana( ketidaksadaran) Ketika IA dalam wujud Saguna brahman, maka memiliki 4 sakti atau sifat, yaitu Cadu Sakti. Maka dengan ini Beliau memiliki :
1. Wibhu Sakti : Maha ada.
2. Prabhu Sakti : Maha Kuasa
3. Jnana Sakti : Maha tahu.
4. Kriya Sakti : Maha Karya
Dengan KemahaKaryaAnNya timbul pula mahluk hidup (manusia) yang berpikir, manusia yang terliputi tri guna dan terpengaruh, namun juga menciptakan tri guna itu sendiri. Timbullah alam pikiran yang menjadi dasar untuk berprilaku dan menjadi tolak ukur akan kemana nanti manusia setelah menjalani kehidupan yang sekejap ini. Atman yang berasal dari langsung cetana akan lupa asalnya dan terpengaruh oleh ketidak sadaran.

Atman sebagai tempat terdalam dan tersembunyi dilapisi beberapa lapisan, yaitu budhhitattwa, ahangkara tattwa… Buddhitattwa adalah bagian yang berada sebagai hasil dari tri guna..buddhi itu dibagi menjadi empat dengan pahalanya:
1.Dharma buddi adalah perbuatan mulya, tapa, yadnya, dana punia, yoga, meninggalkan keluarga hidup dari sedekah. Pahala dari dharma buddhi adalah ketika dharma lahir dari budhi maka orang mencapai surga dan bersenang-senang disana, IA menjadi dewa dan mendapatkan kekuatan lainnya.
2. Jnana Buddhi adalah pengindraan langsung, menarik kesimpulan, ajaran-ajaran agama dari orang yg telah mempelajarinya. Pahala dari Jnana budhi adalah melalui pengetahuan yang benar orang akan mencapai empat kekuatan dan mencapai moksah.
3. Vairagya Buddhi adalah ketidak terikatan terhadap kesenangan, baik yang dilihat, didengar pada badan yang sehat. Pahala dari Vairagya buddhi adalah mereka akan mencapai prakertiloka (dunia material) dan mengalami kesenangan seperti orang tidur dan setelah lama akan lahir sebagai dewayoni.
4. Aiswarya Buddhi adalah keseimbangan dalam kesenangan bhoga (makanan) kesenangan kecil, upabhoga (kesenangan sandang), paribhoga (memiliki istri) dengan asiwarya orang menikmati kesenangan tanpa gangguan. Dengan anima dan kekuatan lain orang lahir menjadi dewa sebagai pahala aiswarya .

Ahamkara(ego) adalah yang sangat melekat dan berpengaruh terhadap buddhi, apalagi dengan keterpengaruhan dari tri guna tattwa.
Ahamkaralah yang berhubungan langsung dengan indra dan memiliki serta membentuk keinginan-keinginan yang sesuai guna yg ada.
Ahamkara yang terliputi sattwa dominan akan memiliki keinginan untuk menjadi lebih bijak dan memikirkan dharma secara mendalam, ketika itu diliputi oleh keinginan rajasikam,maka apa yang diinginkannya menjadi sebuah perilaku atau perbuatan.
Ahamkara tamasikam, arttinya keinginan jahat dan kemalasan, gelap, ketika ditambahkan dengan rajasikam, maka ambisi untuk berbuat jahat dan culas akan terlaksana. Jadi dapat dipastikan bahwa pengaruh dari tri guna sangatlah tinggi untuk memperoleh hasil dari tujuan agama itu sendiri.

Atman yang lupa akan keberadaanNya sebagai bagian dari Paraatman, setidaknya akan memiliki buddhi dan lapisan ahamkara. Dijelaskan pula alam pikiiran yang terpengaruhi sattwam rajas tamas akan membawa atman menuju alam yang selayaknya ketika lepas dari badan wadag.

Sattwam yang mendominasi pikiran artinya dengan tekun melaksanakan dan memiliki jnana buddhi , maka akan mencapai wilayah kemoksaan dan bersatu dengan Parama siwa atau Kesadaran Siwa.

Sattwam yang dibarengi rajasika akan mencapai wilayah surga yang disesuaikan dengan Dharma buddhi, Vairagya buddi, Aiswarya buddhi. Selain itu maka tamas berpengaruh dibarengi dengan rajasika, artinya akan mencapai wilayah neraka dan reinkarnasi sebagai bukan manusia.

Maret awal 2014
salam Gwar

sumber :wrasppati tattwa

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 10 Februari 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebuah Kebersahajaan Hidup, Sekelumit Kemerdekaan sila ke-5..

images

Setelah dalam kurun waktu terjajah, kurun situasi yang tidak mengerti telah dijajah, dan apakah suatu “kesadaran” memerdekakan diri ada? atau bahkan memiliki kesiapan memerdekakan alam sekitarnya minimal, karena bukan pemerintah yang mengurusi kita sampai saat ini.  Pemerintah sibuk memberikan dirinya makan, yang padahal sudah kenyang, yang padahal sudah memiliki kendaraan mewah yang tak hanya satu. Seandainya itu diberikan ke perut yang memerlukan, toh tidak terjadi kesenjangan. Kesenjangan yang akibat pola hidup, pola pikir dan pola iman yang katanya sudah menyuci, tapi secara prilaku dan kata-kata sungguh sudah dekat. Dekat dengan rahwana, keraksasan, dan tanah mereka sudah sama2 banyak. Banyak di dunia, banyak di akhirat, tapi masak akhirat di surga. Iya betul kah(n)??(!!)

Soekarno, Harto, Habibie, Gusdur, Mega, SBY, dan yang selanjutnya, sebenarnya memiliki banyak kelebihan atau pula kelemahan. Soekarno sebagai penegak atau proklamator membebaskan dari penjajahan fisik, Soeharto memberikan kenyamanan stabilitas dan bertindak sebagai pemberi contoh :”Ini low namanya sejahtera”. Habibie yg menunjukkan “Ini low orang Indonesia bisa buat pesawat”. Gusdur yang pluralis, bahwa siapa pun layak dihargai. Mega yg penyabar (Hrusnya presiden tapi dimundurkan) yang membentuk KPK bahwa “Koruptor itu kayak babi”. Dan SBY sebagai pembuka “pintu” dengan kebebasannya, bahwa rakyat sekarang tau dan memiliki kesadaran “Begini lo baiknya pemerintah”. Terlepas dari para penya(u)mpah monas dan gorok leher, bahwa kita telah berada di tangga terakhir sebelum pintu taman firdaus utopia (sebagai tujuan akhir komunisme) menjadi nyata di dunia. Moralitas selain dari agama, logika, serta kebermanfaatan, pada dasarnya menjadi bagian penting akan keterciptaan atau kenyataan bahwa butir2 pancasila itu menjadi semakin mampu dilaksanakan…

Pemahaman atau perspektif apa yang tidak masuk di ideologi ini, liberalis masuk dengan batasan bahwa jangan apatis terhadao lingkungan sendiri. Agamis masuk dengan batasan bahwa pelangi itu indah dan di taman bunga firdaus tidak ada yang hanya bunga berwarna putih atau merah atau hanya biru saja. Komunis atau Sosialis yang memberikan persepsi perjuangan tanpa kelas, adalah bisa dilaksanakan dengan artian persepsi tanpa kelas tidak mungkin bisa diterapkan. Namun dengan agamis yang bermoral dengan tidak apatis akan sesamanya yang tidak mementingkan kelas (SARA) bahkan adalah sebagai tujuan akhir dari komunisme itu sendiri. Nasionalis humanis, adlah pejuang yang memberikan kontrol batasan tersendiri pada wadah ideologi, bahwa agamis agar bermanfaat tidak mementingkan kelas2 (lebih spiritualis), serta beradab untuk memajukan diri bahwa kita memang seorang manusia (humanis), dan tidak lupa pada pejuang ekologis yang berniat memberikan alam tempat bernafas dan mengurangi free will( penggunaan alam serampangan) dibatasi. Bahwa tanah air, pertiwi, laut udara tanah keamanan kenyamanan kebahagiaan kesejahteraan ada dan berhak kita mendapatkannya. Apakah kita mampu memberikan ruang untuk hak itu??

Ini secarik tujuan nusantara

5.    SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Keadilan sosial, sebuah keadilan yang mampu memberikan pembebasan bagi yang tidak bebas, memberikan kebebasan bagi privasi, memberikan kontrol bagi yang menginjak2, secara massif dan keseluruhan holistik megamankan, menyamankan, hak2 pribadi yang menjadi kenikmatan kedamaian kesejahteraan seluruhnya. Dasar dari itu adalah menelisik penjajahan yang ada di sila2 sebelumnya dan berjuang untuk memperlihatkan jati diri, harga diri, kecintaan diri sebagai identitas bangsa indonesia, bangsa nusantara…..

Butir2 yang ada

 1.    Mengembangkan perbuatan luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan

 2.    Mengembangkan sikap adil terhadap sesama

Gotong royong, kekeluargaan sebagai rasa bahwa kepedulian sosial itu ada. Tidak mungkin tidak dikatakan busuk, jika rumah sendiri paling besar dengan mobil mewah berderet sembilan, lalu jelas sudah tidak mau turun untuk sekedar gotong royong membersihan sampah di hari minggu dengan membawa sapu. Apa kah karena malu atau memang tahu diri, kalau diri hanya mengambil hak orang lain (baca : babi korup)..Itu saja sudah berarti bukan sikap adil, apalagi notabene para lawyer2 tangguh yang dengan mudahnya membenarkan membalikkan yang salah jadi benar. Sampai kapan ini terjadi, ini terjadi tergantung dari seberapa hati rakyat memiliki ruang kosong untuk sabar. Ruang kosong itu apakah sudah penuh atau malah sudah tidak cukup. Dan pada saat ini, jangan salahkan bila kembali kudeta atau revolusi dari RAKYAT bukan dari lainnya menjadi kenyataan cepat atau lambat. Itu sosialis dan revolusi.

 3.    Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

 4.    Menghormati hak orang lain

Keseimbangan hak dan kewajiban, kemalasan bukan kewajiban menuntut hak saja. Kewajiban adalahpada saat lupa akan hal yang wajib itu telah dilakukan. Artinya karmany eva dikharaste ma phlasu kadacana..yaitu kerja keras tanpa mengharap hasil, krana hasil datang dari Tuhan.

Itu bersambung ke hak orang lain, ketika orang pemalas mengungkapkan haknya secara memaksa, pada saat itu hak orang lain terambil.Dan keberhakan yang telah melakukan  kewajiban terkadang menjadi suatu kepasrhan,  tiada keinginan untuk membela diri. Contoh 10 mobil mewah yg bisa dijual itu mampu memberikan makan setahun orang2 yg berhak atau memerlukan.

5.    Suka mem berikan pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri

Ini yang saya pribadi suka, dengan bantuan langsung yang bertaruh nyawa, dasarnya akan tidak memberi pelajaran berarti. Permasalahan lain adalah pajak dan pilihan dari kita untuk mereka (baca; babi korup) Jelas kita berhak untuk lebih, bukan hanya bantuan langsung, kecuali terjadi bencana alam yang kita bagi yng mampu pun tanpa disuruh pemerintah, mau melakukannya.

6.    Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain

7.    Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah

8.    Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum

Hak milik, sebagai misal backing, kedudukan, kekuasaan bisa jadi adalah dasar untuk memeras. Kita sebagai pemilih mereka, sebagai yang memberikan pajak tanpa target yang pas hanya menambah kebabian mereka.

Ketika hedonisme dan aptisme berlangsung dan terjadi, bukan saja berarti manusia atau rakyat hidup akan mendapat contoh yang baik. Tetapi contoh yang sangat menjerumuskan, rakyat akan berpikir ia mencari kekayaan dengan kerja keras hanya untuk menandingi gaya hidup perlente yang membusukkan, harga diri yang dilihat dari apa di punyai hanya akan membawa ke keduniawian semu. Boros untuk diri akan mengurangi kesejahteraan, bahkan boros tapi uang kita, akan cocok disediakan tali, parang, di wilayah monas.

 9.    Suka bekerja keras

 10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama

 11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan keadilan sosial

Ini adalah tipe2 keberhasilan manusia nusantara (baca : bangsa) yang berbudaya, bersahaja dan berciri bijaksana. Mampu bekerja keras, menghargai karya yng bermanfaat (teringat : jarak yg mampu dimanfaatkan sbagai bahan bakar, pesawat yg bisa dibangun, mobil listrik, dll). Dan manusia indonesia yang paling berharga adlaha manusia yang peduli akan sesamanya.

 

Edisi terjajah lain…

http://linggahindusblog.wordpress.com/2014/01/05/edisi-terjajah-episode-keempat-_-mlawan/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2013/10/28/edisi-terjajah-episode-ketiga-_-i-m-lawan/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2013/02/23/edisi-terjajah-episode-kedua-_-m-lawann/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/09/17/edisi-terjajah-episode-pertama-_-i-m/

 
 

Tag: , , , , , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.