RSS

Arsip Bulanan: Agustus 2009

Kegunaan mantra atau japa dalam bentuk psikologi pemantra..

mantra berasal dari kata MAN dan TRA yang artinya pembebasan pikiran dari bahasa sanskerta..Dari asal kata tersebut maka bisa diumpamakan bahwa mantra memiliki suatu kegunaan dalam pembebasan dari pikiran-pikiran negatif yang membelenggu.. Mantra yang diulang-diulang diyakini dapat menimbulkan rasa rileks dan rasa tenang bagi perapal mantra tersebut..Hal ini jika dilakukan seterusnya selama hidup maka saya yakini akan dapat membantu kesadaran psikologis dari orang yang memerlukan mantra tersebut…

Mantra diyakini memiliki getaran-getaran positif dan berhubungan langsung dengan keberadaan Tuhan yang Luas..Mantra memberikan pengaruh trance dan membuat masuk perapal mantra ke dalam tubuh halusnya atau alam bawah sadarnya, menjadikan ia memiliki suatu sugesti tertentu terhadap suatu hal dan membawa ia kepada ketenangan…

ada berbagai macam mantram serta kegunaan dari mantram tersebut, yaitu :

Om (ohm) Mantram yang tertinggi tentang keberadaan Hyang Kuasa itu sendiri. Masa lalu, masa sekarang dan masa depan adalah mantra ini. Berguna untuk mencapai suatu kedamaian atas berbagai keinginan serta menuju pada pembebasan.

Om Shanti (ohm shahn-tee) Hyang Kuasa dalam damai.

Om mani padme hum (ohm mah-nay pahd-may hoom)Untuk membuka pusat hati dan membangun rasa keberdayaan.

Gate gate paragate parasamgate bodhi svaha (gah-tay gah-tay pah-rah gay-tay pah-rah-sahm gah-tay bow-dee svah-hah).Menuju melewati segala ilusi ke realitas tertinggi Hyang Kuasa.
Shivo ham (shi-voh-hum)Untuk membangkitkan spiritualitas.

Tayata om muni muni maha munaye soha (ta-ya-ta ohm moo-nee moo-nee moon-aye-yay so-ha)Untuk membangun pencerahan Buddha..

Om tare ture tuttare ture soha (ohm ta-ray too-ray too-t-tar-ray too-ray so-ha) Untuk membebaskan diri dari ketakutan.

Hari om tat sat (huh-ree ohm tut sut) Untuk penyucian diri dan pembebasan.

Om namo bhagavate vasu devaya (ohm nam-o bhag-a-va-tay va-sue day-vai- ya) 12 huruf mantram . Oh Tuhan yang tiada terbatas yang berada pada setiap sukma jiwa mahluk, kepadamu aku serahkan kesadaranku dan melihatMu diantara semua ciptaanMu

Thiru neela kantam (theeru nayla kan tam) Untuk membakar segala karma diri..
Om Gum Ganapatayei Namaha (ohm goom gana-pa-tie-ay na-ma-ha) Untuk meniadakan halangan dari segala proses-proses yang ingin dilakukan..

Om Namah Shivaya (ohm nah-mah shi-vay-ya) Sebagai penghormatan atas segala yang telah menjadikan kita sesuatu.Untuk meningkatkan pemahaman spiritualitas.

Om Sri Rama Jaya Rama, Jaya, Jaya Rama (ohm sree ramah jah-yah ram-ah jah-yah, jah-yah ram-ah)Untuk membuat diri mengalami suatu kesejatian hidup dalam tubuh manusia. Digunakan oleh Mahatma Gandi selama lebih dari60 tahun.

Om Sharavana-bhavaya Namaha (ohm sha-ra-van-a bha-vai-ya) Untuk mencerahkan dan meningkatkan energi positif dari seluruh yang terjadi pada hidup.

Contoh diatas adalah kegunaan dari berbagai mantra-mantra tersebut. Penulis sendiri meyakini bahwa mantra akan meningkatkan kepositifan pada psikologi seseorang..Orang yang stress, dan mempunyai banyak pikiran akan menjadi lebih tenang jika mantra-mantra tersebut bisa dirapalkan..walaupun arti yang disandangnya tidak dimengerti sedemikian rupa..Hal ini terjadi karena bahasa yang digunakan adalah bahasa puitis dan mengalun sampai ke dalam hati yang merapalkan mantram tersebut serta memiliki keindahan tersendiri.. Penulis adalah seorang Bipolar yang memiliki kecendrungan paranoid, dengan menggunakan mantra, penulis sendiri membuktikan bahwa mantra adalah salah satu obat dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang normal…

Mantra sendiri akan masuk ke dalam moods seseorang dan mempengaruhi alam bawah sadar dari perapal atau yang mendengarnya..dari alam bawah sadar itulah perasaan akan dapat dikendalikan, serta mencapai suatu kondisi moods yang positif untuk pada nantinya mencapai hal-hal yang positif pula..

 
7 Komentar

Posted by pada 26 Agustus 2009 in agama, filosofi

 

Tag: , , , ,

Saraswati dalam makna..

berdalam dalamnya makna ilmu pengetahuan insani,…
dewi suci nan cantik bagai ilmu itu sendiri…
mengembang sarira dalam segenap jiwa…
menyeruput makna dalam segenap sarira..

mengendalikan pikiran dalam jiwa atma…
segenap rasa tandingkan segera…
mengundang aksara dalam serupa kata….
.ilmu itu akan mengendalikan dunia….

dalam jiwa berantahkan sebab akibat….
jiwa termurnikan oleh karena serekat…
hakikat hidup terlaksana murni dan suci…
dalam untaian tirta saraswati…

buku dan sajak tersucikan…
bergerumul makna dalam buku itu…
wahai syairan kau tersucikan…
dalam sucian buku itu…..

ilmu pengetahuan turun ke dunia…
hari inilah maka syaratilah…
bersemedilah dalam segala nikmatnya….
karena hari inilah kau ada…

dalam saraswati…
dalam saraswati…
dalam saraswati…
saraswati dalam….

saniscara kliwon watugunung…
hari raya saraswati….

gwar…

diambil dari blog sajak penulis..

Saraswati merupakan manifestasi Sang Hyang Widhi dalam bidang ilmu pengetahuan..dilukiskan Beliau memiliki kecantikan yang luar biasa, yang sama dengan arti dari pengetahuan itu sendiri…yang cantik dan luar biasa….diibaratkan ilmu pengetahuan memiliki daya tarik tersendiri untuk siapa pun yang berniat mempelajarinya.. dan pula sesungguhnya akan terlihat kecantikan dan kewibawaan pada manusia yang mau mempelajari ilmu pengetahuan tersebut..

Dewi saraswati sendiri dilukiskan pula membawa genitri sebagai lambang ilmu pengetahuan tiada habis-habisnya, lontar sebagai lambang sumber dari pengetahuan itu sendiri, wina (rebab) bahwa ilmu pengetahuan memiliki suatu keindahan, teratai sebagai makna bahwa yang memiliki ilmu pengetahuan itu memiliki pula bhuana agung dan bhuana alit, angsa sebagai unggas yang pintar dalam membedakan makanan seperti juga manusia yang mampu memahami baik dan buruk jika berpengetahuan, serta merak sebagai lambang kewibawaan..

mantra saraswati yang terkandung dalam reg weda..:

“Yaste stanah Sasyo yo mayobhuyemma visva pushyasi
Varyani yo ratnadha vasuvidyah sudatrah
sarasvati tamiha dhatave kah” (Rg-Weda 1. 164. 49).

 [Oh Saraswati anugrahilah susu kehidupanmu untuk kehidupan di sini yang ada di dalam tubuhmu, yang menaburkan kebahagiaan yang engkau berikan kepada (mereka yang memujamu) dengan semua bendabenda terpilih, ia yang memegang semua benda-benda indah, yang mengetahui kekayaan musuh dan yang menawarkan hadiah-hadiah baik].

“Pavaku nah Sarasvati vajebhirvajini-vati Yajnam vasthu dhiyavasuh” (Rg-Weda 1.3.10).

[Mudah-mudahan Dewi Saraswati menjadi penyuci, mudah-mudahan ia yang memiliki makanan menganugrahkan kepada kami, yang memiliki kekayaan mudah-mudahan menginginkan yajna].

“Codayitri sunrtanam cetani sumatinam Yajnam dadle saraswati” (Rg-Weda 1.3.13). [Saraswati memberikan inspirasi perbuatan baik dan pikiran baik memegang yajna].

“Maho arnah Saraswati pra cetayati ketuna Dhiyo visva vi rajati (Rg-Weda 1.13.12)”. [Saraswati dikenal, melalui gerakan air yang maha besar. Semoga doa pujaan memancarkan cahaya sangat banyak]

“Sarasvati tvamasmam aviddhi marutvati jeshi Satrun
Tyam cicchardhantam tavishiyamanamindro hanti
Vrshabham Sandikanam (Rg-Weda 2.30.8)”.
[Oh Sarasvati engkau melindangi kami. Engkau yang dihubungkan dengan para Marut, yang merupakan petarung agung menakiukan musuh-musuh kami. Indra membunuh para Shandika yang kuat yang terkenal yang membenci kami].

“Vivasema Iyam sush mebhirvisaka ivarujat sanu girinam tavashebhirurmibhih
Paratva taghnimavase survrktibhih Sarasvatima dhitibhih” (Rg-Weda 6.61.2). [Saraswati menghancurkan puncakpuncak gunung dengan arus gelombangnya yang kuat seperti begitu gampangnya menghancurkan kembang-kembang. Kami mengagungkan dia sebagai penghancur gunung-gunung dan memujanya dengan pengabdian yang agung demi perlindungan kami].

Ekacetat Sarasvati nadinam suciryati giribhya a samudrat” (Rg-Weda, 7.95.2) [Sarasvati saja yang memiliki vitalitas di antara sungai-sungai dan ia yang paling suci mengalir dari gunung-gunung menuju laut.

 
"Imam me gange yamune sarasvati Satudri stomam Sacata parushnya
Asikanya marudvrdhe citastayarjikiye Srnutdya Sushomaya" (Rg-Weda
10.75.5). [Oh Gangga, Yamuna, Sarsvati, Satudri dengan Parshi, Marudvridhan dengan Asikini; Arjikiya dengan Visastra dan Sushnoma mendengar doa mu.

"Ayat sakam yasaso vavasnah sarasvati sap tathi sindhumata.
Yah sushvayanta sudughah sudhara abhisvena payasa pip yanah" (Rg-Weda
7. 36.6). [Mudah-mudahan (sungai) ketujuh, Sarasvati, ibu sungai Sindhu dan sungai-sungai yang mengalir deras dan menyuburkan memberikan makanan berlimpah, dan memberikan makanan (kepada orang-orang) dengan air mereka, datang pada suatu saat bersama-sama].

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 1 Agustus 2009 in agama, filosofi

 

Tag: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.