RSS

Makna Hari Saraswati sampai dengan SOma RIbek

24 Apr

Makna Hari Saraswati

Saniscara umanis Watugunung adalah hari raya Saraswati. Yaitu hari turunnya ilmu pengetahuan, yang dimana pengetahuan itu adalah cikal bakal kehidupan manusia.  Kehidupan manusia yang perlu menelorkan suatu peradaban.

Adab adalah suatu kata dimana kehidupan manusia berkembang sedemikian rupa menjadi suatu sistem yang terorganisir dan terdapat unsur-unsur modernitas di sana. Modernitas dalam hal ini adalah suatu keadaan yang mengarah pada sistem-sistem berisikan pengetahuan.

Hari Saraswati adalah cikal bakal turunnya ilmu pengetahuan itu. Ilmu pengetahuan yang mengubah cara pandang berpikir manusia menjadi “lebih manusia”. Itu menjadi suatu hal yang dapat dikatakan sebagai kesejatian hidup, dan kesejatian hidup membuat manusia menjadi beradab.

Makna Hari Banyu Pinaruh

Redite Pahing Sinta adalah hari Banyu pinaruh. Yaitu bagaimana setelah ilmu pengetahuan itu turun saatnyalah menerima dengan rasa bangga pada diri bahwa kita telah memiliki pengetahuan tentang kesejatian hidup itu.

Banyu pinaruh yang berarti air “kaweruh” atau air pengetahuan yang mengalir. Kenapa air? Dalam hal ini diharapkan manusia berperan sebagai air yang mengalir dalam menjalani kehidupan.

Banyu pinaruh adalah sebagai pensucian diri telah didapatkan atau teraliri pengetahuan yang ada untuk dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran khalayak. Dan awal diterimanya pengetahuan itu berbarengan dengan awal bergantinya wuku menjadi awal kembali. Jadi pengetahuan itu digunakan untuk sewaktu wuku itu kembali menemukan awalnya kembali di masa yang akan ada nanti.

Makna Hari Soma Ribek

Soma Pon Sinta adalah hari raya Soma Ribek. Soma ribek masih berhubungan erat dengan Hari raya Saraswati. Dimana Soma Ribek adalah hari bagaimana pengetahuan itu paling tidak bisa digunakan untuk tetap membuat “dapur tetap ngebul”.  Dalam hal ini adalah bagaimana pengetahuan itu diisyaratkan bisa digunakan untuk kemakmuran diri serta keluarga.

Pengetahuan yang berguna bagi khalayak akan berguna pula menciptakan kemakmuran bagi yang berpengetahuan itu. Untuk itu sekehendaknya manusia mau mencari pengetahuan serta belajar pengetahuan itu sedemikian rupa agar kehidupannya tidak kekurangan. Tidak kekurangan artinya bagaimana pengetahuan itu dipergunakan untuk membuat sekarung beras tetap ada di dapur sebagaimana kemakmuran hidup itu tercipta pada dasarnya.

Pakem-pakem yang ada adalah agar pengetahuan itu digunakan sesuai dengan kebenaran atau dharma serta berhubungan dengan swadarma masing-masing pemilik pengetahuan itu. Pengetahuan tentang bagaimana swadarma itu terbentuk adalah bagian dari bagaimana pemilihan bagian diri

Makna Hari Sabo Mas

Anggara Wage Sinta adalah hari Sabo Mas yang juga bagian dari hari saraswati. Hari Sabo Mas adalah hari dimana mas itu menjadi suatu kemuliaan diri ini dengan menggunakan pengetahuan. Pengetahuan itu adalah yang membuat suatu kemuliaan diri itu sendiri. Ini adalah sambungan dari Soma Ribek yang menjadikan diri suatu kebahagiaan lahir, yaitu adalah suatu saat batin itu terpenuhi dengan pengetahuan itu sendiri.

Batin yang tersendiri menjadi kemuliaan sejati, raja sebagai yang mengatur keadilan terhadap jiwa. Disebut juga Siwa Dwara,sebagai mahkota yang berarti juga suatu kemuliaan itu sendiri. Pengetahuan yang diberikan dan dimanfaatkan langsung atau tidak langsung  mendirikan suatu kemuliaan yang meraja pada diri sendiri.

Batin yang termanifestasikan menjadi suatu yang terpenuhi dengan mendapatkan suatu kemuliaan. Dari lahir kita lahir mulia, jadi Sabo mas adalah memperingatkan bahwa pengetahuan itulah yang membuat kita mulia apa adanya seperti pengetahuan itu sendiri.

Makna Hari Pagerwesi

Setelah mencapai kebahagiaan lahir batin, maka sampailah kita pada bagaimana “mengajegkan” hal tersebut. Mejadikan itu tonggak kehidupan yang tiada pernah tergerus oleh jaman dan waktu. Pager dari besi yang berarti suatu bagian perlindungan dari apa-apa yang telah dicapai.

Buda Kliwon Sinta merupakan jatuhnya hari Pagerwesi. Pagerwesi merupakan juga arti dari deretan-deretan Hari raya Saraswati menuju hari Tumpek Landep. Setelah pada akhirnya sampai ke Pagerwesi, maka kemuliaan serta kebahagiaan lahir menjadi suatu yang tetap ada pada jiwa-jiwa manusia yang tercahayakan pada hari raya Saraswati tersebut.

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2011 in agama

 

Tag: , , , , ,

12 responses to “Makna Hari Saraswati sampai dengan SOma RIbek

  1. Cahya

    25 April 2011 at 10:34

    Saya jadi teringat saat menulis Mahavidya Sarasvati dulu, tapi kebanyakan generasi muda sekarang agaknya apatis dengan perayaan ini, hanya sekadar perayaan saja.

     
    • linggawardanasahajakers

      25 April 2011 at 20:28

      wah boleh tau dong tulisannya….no saya ga apatis, malah merayakan lagie…

       
  2. tari

    19 November 2011 at 02:25

    tulisan sejenis akan sgt membantu para generasi muda utk memaknai agama dan hidupnya..kemajuan teknologi memang harus diimbangi dgn informasi yg lurus shg tdk kebablasan dlm memaknai kemajuan..

     
    • linggawardanasahajakers

      3 Desember 2011 at 02:57

      yaps mudah2an berguna pula yah

       
  3. Made Sariyanta

    17 Juni 2012 at 05:02

    Banyak yang lupa, terimakasih sudah mengingatkan

     
    • linggawardanasahajakers

      17 Juni 2012 at 14:56

      yaps sama-sama…terima kasih sudah mampir..bli..

       
  4. santi

    18 Juni 2012 at 03:25

    Tks yaa udah mengulas mengenai rentetan hari saraswati,,,,sangat bermanfaat…jadi tau,,,,

     
    • linggawardanasahajakers

      18 Juni 2012 at 07:29

      Yaps sama-sama…smoga juga bermanfaat bagi yang lainnya..thanks sudah mampir..astungkara _/\_

       
  5. I Gede Sara Santika

    13 Januari 2013 at 02:02

    To Writer this article_ Tetaplah menjadi lentera kpd org2 yg sangat2 memerlukan informasi sperti ini, sperti saya.. Trima kasih

     
    • linggawardanasahajakers

      13 Januari 2013 at 09:13

      yaps..thanks bli…:-)

       
  6. gsti bagia

    10 Maret 2014 at 13:39

    memang harus selalu diingat dan selalu dilaksanakn

     
    • linggawardanasahajakers

      10 Maret 2014 at 17:13

      Yapps..suksma sudah bersedia mampir..

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: