RSS

Arsip Tag: mahrifat

Manusia “Santa”, Manusia yang “trance” sebagai Wadah Wahyu..

image

Manusia adalah ciptaan Hyang Khalik yang paling sempurna. Dimana manusia diberikan sabdha,bayu serta idep. Yang terakhir itu adalah pikiran (wiweka) yg digunakan untuk mengenal baik dan buruk serta solusi atas segala kehidupan yang penuh kebermanfaatan dan keberadaban. Sehingga mahluk sempurna ya memang manusia…

Seperti disebutkan sarasamuscaya bahwa kebermanusiaan itu harus dsyukuri karena dengan itu bisa meningkatkan “diri”. Meningkatkan diri sebagai manusia yang memiliki kesetaraan dewa, manusia yang memiliki citta yang manunggal pada kepara-atman. Dan bgitu IA mencapai itu, maka suatu wahyu dari hyang kesempurnaan menyata pada kesemua keseharian kemasa mendatang yang sahaja..

Sebutan sebagai santa adalah kepada mereka yang benar2 telah melampaui batas keyakinan di jaman itu, dan mampu memberikan kerahasiaan ilahiah yang mumpuni dan diingat sepanjang masa bagi kaum nya…Seperti pula manusia yang memiliki sinar(nur) ilahiah dan menjadi keyakinan sepanjang masa. MUSA, Sulaiman, khidir, muhammad, yesus, abraham, dsb. Itu menjadi keyakinan kolektif dan membentuk epos, mitos penuh nilai spritualitas. Dan selalu tertanam dalam..tertanam sangat dalam di kalbu sanubari hati yang tuan agung, yang rahsya manikam khalam di wilayah citta dekat dngan kesemestaan. Seperti sesuatu yang khudus yang suci tiada terbandingkan. Arsy shiratu muhallam..

Disadari atau tidak, upanishad menyatakan bahwa dunia ini didirikan dan terdirikan atas maya dunia triguna..sattwam terang bijak rajasikam aktif tamasikam gelap pasif. Dan ketika tidak kenal akan belenggu itu, maka kebahagiaan sejati tidak akan diketahui. Dan buddha mnyatakan penderitaan manusia adalah krana tidak mengenal keterikatan karma. Kedua kemiripan itu mnyakan bahwa keberputaran manusia adalah sbuah kesengsaraan, jadi jika itu dicapai dengan sebuah pencerahan, bukan berarti sebuah kemustahilan untuk memanunggalkan diri dengan diri ilahiah..

Atma widya sangkan paraning dumadi kembali ke NUR para nabhi, pada kekhudusan hyang ESa. Adalah jalan yang paling indah jalan paling bajik jalan paling jnana, sekaligus paling sulit, sekaligus palinga cerdas dan bahkan licin. Jalan yang memberikan dasar untuk “natak baos”,untuk ,mewahyukan Diri pada keutamaan Buddhi indriyah dan kekangan ego ahamkara yang dipengaruhi sattwikam rajasikam yg mutlak berisikan jejak nafas dzat keilahian dan kebenaran abadi. Dan itu terletak pada wadah apaPUN akan tetap sebuah kebenaran..

Menyadari maya dunia dan laku purusha pada god generate operate destruction, pada ang ung mang, pada cipta khalik pada pemelihara muaiminaha dan maha hamcur mudzilah. Itu adalah kemutlakan keniscayaan samastha bhuana. Penceritaan sahajdah sahajah pada sangkan paraning, mahrifati diri, moskartham jagaditham bhur bwah swaha, adalah mendewakam sifati ilahiah pada asmaNYA pada asta bharatah, dzikir dan puja kali mhamrtyunjaya gan gana phataye hare kalkyah kalkyah hare hare..

Maka sangkan paraning akam membawa manusia pada ke Esa-an esa dimana IA sebagai monisme IA berada di embun dan sujudnKITa adalah sesuai kebersyukuran setiap beberapa waktuNYA. ESa yang membawa tuhan pada satu saja yang monotehism IKA ESA tunggal. Dan maujud BElIAu pada kekhalikan sahadja menjadi IA mereka MahlukanYa yanh kesampurnaan di akhir jaman sebagai imam semesta mahdi, kalki avaatar, ESA yanh bangkit membawa kerajaan surga di bhumi bhuana langgam…

Itu terjadi dan menyemestha ragha laku khalam…

Gwar..

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 3 April 2014 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Sebuah Benang Merah Nusa Antara…

Aum Tamasoma Jyoitr Gamaya, Mrtyorma AMremtam Gamaya, MahaKsampurna Ya na Namo Swaha Namasiwaya.OM..

shiva anataraja

Nusa ANtara adalah sebuah negeri yang penuh rasa yang rahasya. Rasa yang menjadikan nikmat2 kejagahtan Hyang Seperti Manik Manik Antarswaha buana. Sebuah bangsa yang kaya yang tiada kekurangan yang selalu akan jaya selamaNYA bagi kepada mereka yang Yakin dan Percaya…

Nusa-Antara sebenarnya adalah benua yang indah dan melenyap sirna, namun akan ditunggu-tunggu kedatanganNYA selalu. Bagaimana di Nusa-antara dahulu kala, adalah sebagai wilayah yang penuh kesemestaan dan keagungan dari ilahiah, baik sebagai bapa angkasa atau baik bagi ibu parthiwi..Seperti dahulu MAhenjo Darro Ibu pertiwi, lalu menuju sarkophagus,dan wilayah-wilayah angker namun bersahadja di situs2 purba-khala di seluruh nusa-antara..

Tidak dipungkiri jaman ini adalah jaman dimana hedonisme adalah hal biasa, dimana kaum carwaka meraja-lela dan merupakan yang biasa saja ketika melihat keterikatan dari maya dunia. Dan ketika itu tidak dicari dengan cara paling bijak dan paling bajik, hanya akan membebani keturunan sampai bahkan ketujuh turunan..Kenapa harus tujuh?, karena itu sekitar 500 tahun..(dipersilakan menghitung sendiri)…Tetapi 500 tahun hanyalah sekejap seperti 5 menit brahman…

Terlepas dari itu, maka jaman akhir telah dikatakan diramalkan dan disejogjanya diyakini, dipercayai..Dan terkadang hendaknya di paksakan kepada mereka yang berada di alam bawahan yang terkena kendali mahya dunia (sattwam rajasikam tamasikam)..namun itu adalah kesunyatan ketika utpeti sttiti pralina menjadi bermakna oleh karena pengaruh triguna tersebut..Dan hanya pedang kebajikan pedang kebangkitan pedang kebijaksanaan, mampu mengendalikan maya dan menghancurkan semua yang tidak sejalan dengan maya di dunia satya yuga dan kertha yuga.

Lihat dilink ini :

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/10/29/perwujudan-dan-sujud-pada-suatu-kekuatan-agung-akhir-jaman-kalvatar/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2014/03/16/realitas-kebenaran-maujud-apa-itu/

http://linggahindusblog.wordpress.com/2009/07/11/bagaimana-beliau-bisa-banyak-nama/

Dan sebuah keniscayaan akan kebenaran, ketika melihat bagaimana dahulu seperti ramalan sabda palwan noyo genggong oleh brawijaya dan kisah mereka..Ketika itu brawijaya memiliki dua penasehat yaitu Dang Hyang Smaranatah (hyang semar) dan Sasuhunan Kalijaga…Mereka adalah sabdo palwan dan noyo genggong…Dan ketika kutukan pastu itu terjadi, maka lenyap sabdo palwan dan masuk ke dalam alam bhur bwah dan swah… Keitka itu muncul pula Sang Mahesa Jenar, yaitu yang langsung mampu mendalami keislaman sampai rahasia mahrifat.. Dan Beliau dijuluki Syeh Sthiti(waisnawa saktya) Jenar. Beliau tidak lain dan tidak bukan adalah Anak dari Sabdo Palwan itu. Banyak kisah waskita dan kesahajaan Beliau.. Dan akhirnya setelah usai di jawa, Beliau menuju Bali sebagai penyebar agama tirtha, lalu sampai ke lombok sebagai penangkulturasian sinkretis islam watu telu…Dan begitu pula akhirnya moksah IDa di wilayah uluwatu..

Sabdo Palwan sendiri identik dengan Kewaskitaan Nabi Nusantara yaitu Nabi Khidir. Yang memiliki kemampuan menghentikan Kala (waktu), memiliki kemampuan untuk menyerang dengan PanjakNya kasat mata (baca : dibali adalah Ida Ratu Niang – Sakti dari Dang Hyang Dwijendra, Di laut selatan Ratu Kidul)…Dan begitu lah ketika memang sudah saatNya pralaya,maka sesungguhnya yangterjadi adalah:

Bhwadgita ..

Bagaimana dikatakan ketika dunia pada cengkraman adharma (kebiadaban, kejahatan, kekerasan, kehilangan sifat manusia) telah bertambah, Maka Aku akan datang dari jaman-ke jaman menegakkan kebenaran (dharma,kebaikan, kebijaksanaan, kebajikan–universal) dari cengkraman Adharma…

(sambhwami yuge-sambhawi yuge)

Itu akhirnya bagaiman surga neraka ada di alam sana adalah benar adaNya.

Baca :

http://linggahindusblog.wordpress.com/2012/12/24/manusia-akan-kemanasetelah-kematian-wraspatti-tattwa/

Dan moksartam jagaditham satya ning LAku sabda manah, Maujud hring Ya ca Iti DHarma, mrityorma Amrtam Gamaya..Ksama sampurnah Ya namo nama swaha..

om Santi om

Om rahayu om

om Raharja om

Om awignamastu namosidham…

..Santi santi rahayu rahsya sahadja..

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

..Kafir, Nastika, Carwaka-Hedonism, Atheism, Agnotism-Kapitalsim,Sosialism,Nusantaraism..

budak budak jaman

budak budak jaman

Mengenal suatu tinjauan akan makna, pemahaman serta keberadaan dari berbagai kata-kata yang menuju pada keekslusfian, dan bahkan suatu kebebrokan atas yang bernama mentalitas, prilaku radikal serta filsafati liar dan  hanya memandang kedogmatisan, kegalauan rahysa, kedunguan, serta keberhalaan dunia. Maka dalam paham itu bisa diambil suatu benang merah tersendiri yang membuka sedikit suksmaning ati untuk mengubah dan mendekeontruksi atau pula merekontruksi, baik itu fikir, baik itu laku, baik itu paradigma yang lebih menuju sikap keuniversalitasan rahasia magis sebuah KEKUATAN AGUNG….

I. KAFIR NASTIKA CARWAKA.

Bahwa dari beberapa kata atau istilah di atas, maka akan terbuka sedikit kesamaan, atau bahkan meleburkan suatu motivasi spiritual (bukan ambisi) untuk lebih memahami (prtyaksa,anumana,agama pramana) secara filsafati, secara susila (etika), atau bahkan secara upacara(ritualisme).

Sebagai bahasan bagaimana sifat kekafiran yang berasal dari filsafat islam, yang sebenarnya adalah meniadakan atau membungkam mereka-mereka yang memberhalakan Tuhan (Allah), menyekutukan Allah, membuat Allah sebagai nomor dua. Jika itu dilihat dari Shallow Thinking (Pemikiran yang dangkal), maka jelas berarti bahwa dewa-dewa, patung, pohon, inkarnasi, atau dan sebagainya sebagai keberhalaan. Bahkan ada atau terdapat ayat yang memotong kepala kafir, darah kafir halal, atau kekerasan lainnya. Namun mereka lupa jika bahwa berkata Al Quran adalah keniscayaan yang abadi, maka jaman akan menuju suatu perubahan sendiri akan semiotika Ayat2 tersebut. Seperti sbagaimana ditafsirkan oleh Nurcholis Madjid (mendalamkan hakikat ayat fitna), atau Gusdur yang mengemukakan pandangan universalitas, serta Gusmus yang mengkritik dengan mehakikatkan universalitas dalam tubuh islam itu sendiri.

Sebagai contoh jika kepala dipotong akan menggambarkan penghilangan ego, darah kafir halal artinya kafir itu layak untuk disadarkan (dalam bentuk dirinya sendiri), yang menerbayangkan kesucian muslim berada pada mereka juga. Lalu apa kafir itu sendiri???bahwa kafir adalah mencakup semuanya, jika ingin menyemuakan kafir, artinya bahwa diri adalah kafir pula. Bahwa diri adalah yang tidak atau lupa bahwa mereka masih memberhalakan Allah dalam wilayah mengagungkan Uang mengagungkan Harta, mengagunggkan kekuasaan, bahkan menindas yang tidak sejalan dan melupakan hakikat mereka sebagai manusia itu sendiri.

Sama seperti nastika yang tidak atau melihat mereka yang tidak mempercayai sebagai orang yang MERUGI. Bahwa memang mereka tidak percaya akan weda, namun hanya sebatas itu, sebatas pada pembicaraan debat, pembicaraaan hakikat, pembicaraan argumentasi pemahaman,dan menceritakan serta mengsinkretis pemahaman menjadi yang bersolusi. Rugi dalam artian bahwa mereka telah meninggalkan kebenaran yang bijak. Tapi itu hanya pengingatan, dan tetap bahwa mereka tergantung diri mereka.

Untuk Carwaka dapat dilihat sebagai suatu filsafat bagi mereka yang menjadi budak2 dari jaman, dari nafsu, dari ketidak benaran dan memuaskan diri mereka selagi mereka masih hidup dan meninggalkan filsafati Tuhan itu sendiri.

2.Hedonism-Atheism- Agnotism

Tiga dari suatu istilah di atas, sangat mengarah dan dekat dengan Keagamaan, Religiusitas, dan bahkan sebuah spiritualitas. Artinya adalah bahwa mereka menjadi seperti itu adalah apakah karena kehendak jaman, apakah karena kekurang mengertian kritikal mereka, atau pula karena kebencian mereka terhadap jaman itu sendiri.

Untuk yang memahami hedonism, adalah mereka yang bergerak persis sama sebagai carwaka yang hanya hidup untuk memuaskan nafsu mereka keinginan mereka akan dunia ini sbagai produk dari kemajuan jaman. DImanja mereka sampai mereka tidak ingat akan kemanusiaan mereka, lupa bahwa mereka adalah manusia, mereka ada agen-agen kebenaran, mereka adalah pejalan yang hampa, serta tunduk pada kedunguan indera mereka. Sehingga pada akhirnya mereka jatuh ke lobang atheisme. Yaitu tidak percaya akan Tuhan dan kekuatan gaib angkasa atau bumi. Mereka yang menjadi budak jaman, sebagai budak di neraka, sebagai budak yang akan nanti mendapatkan penghukuman serta melupakan etika (susila) yang luhur dan jatuh terjerembab pada lubang kegilaan. Intinya adalah menganggap tuhan telah mati, namun mereka hanya tertawa tanpa tau maksudnya.

Menuju pemahaman Agnotis dan atheism, adalah haruslah melihat berbagai faktor2 yang mengenalkan mereka pada filsafati tersebut. Maksdunya adalah apakah kerena dogmatisme yang hanya mengumpulkan jenasah2 korban peperangan idelatis agamais atau bahkan peperangan ekonomis yang secara langsung tidak langsung mennyebabkan kesenjangan atau juga kematian yang tragis bagi mereka yang kurang akan produk primer, makanan (kelaparan),papan (homeless), serta kegilaan lainnya.

3. Kapitalism (zionism),Sosialism,Nusantaraism.

Kemajuan jaman tidak lepas pula dari paham keberekonomian itu sendiri dalam menuju suatu kesejahteraan secara kolektif yang dibatasi pemborderan wilayah negara atau NKRI. Maksudnya adalah karakterisitik, idealistik dari kenusantaraan adalah sangat berbeda dengan dunia itu sendiri. Nusantara yang plural, universal, serta ramah tamah akan menjadi hal yang akan “hilang” lenyap “sirna kertaning bumi”..lenyap dimakan jaman atau apa pun itu, bahkan domgmatisme keras kepala dari apa yang dikatakan produk2 lain.

Maksudnya islam nusantara berbeda dengan arab, hindu nusantara berbeda dengan india, kristen nusantara berbeda dengan eropa, dan sebagainya. Itu lah yang membentuk karakteristik bangsa dan kekhasan dari setiap suku ras di nusantara ini. Kekuasaan kapitalis adalah bisa, namun pada akhirnya yang membobrokan alam dan lainnya adalah fakta, seperti lumpur lapindo, atau pengucapan sumpah penggantungan diri yang jika dibiarkan atau pembiarannya mengakibatkan amarah serta kemeledakan sabar akan arti revolusianism. Bahwa sukarno pun berkata Revolusi belum selesai.

Ada yang ingat pancasila???????

Hanya sedikit yang tau bahwa sangat salah memaksakan agama pada butir2 sila pertama, sangat salah bertindak biadab pada butir2 sila kedua, sangat salah mengagungkan golongan dibanding negara seperti butir ketiga, atau kedunguan dan kebodohan wakil rakyat yang memperkaya diri seperit butir ke keempat, dan kesederhanaan serta un materialism sila kelima.

Kelupaan itu mengakibatkan jatuhnya mereka ke lobang yang disebut lobang tidak diterima bumi tidak dihargai langit (yg dekat dengan kafir), yang tidak mempercayai kebhinekaan tunggal ika (dkat dngan nastika), yang mengabdi dan membudaki diri pada nafsu dunia (kapitalism)..seperti carwaka…

SAMPAIIII KAPAAAN?????????

 

 

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 20 Februari 2013 in agama, budaya, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mahrifat, Wahdatul Wujud, dan Kamoksan

transendence

     Mendengar istilah Mahrifat,  mungkin dikatakan suatu yang asing, namun pada dasarnya adalah sesuatu yang menarik jika didekatkan pada sebuah agama monotheism (islam) sebagai pemilik kata tersebut. Sebuah konsep unik pula tentang arti Manunggaling Kawulo Gusti sebagai sebuah kalimat yang berasal dari istilah “kejawen”. Sebuah kemanunggalan dengan “Gusti”. Tentunya dalam arti unik dan secara privasi dalam hubungannya ke pada “Yang Penguasa” alam ini.

Dalam hubungannya dengan suatu tingkatan ilmu pemahaman dan pengabdian kepada Sang Ilah, sesungguhnya mencapai suatu kata mahrifat dikatakan sebagai suatu ketersulitan tersendiri. Dalam hal ini Ia setidaknya menapaki pada tingkatan-tingkatannya. Sebelum mencapai suatu kata Mahrifat, maka paling tidakumat islam harus menjalani syariat, mengenal tarikat,mendapatkan hakikat, kemudian menuju suatu kemahrifatan. Tingkat syariat adalah pada suatu laku lahir termasuk pula pada tarikat. Syariat adalah laku dalam ritualnya serta larangan dan suruhanNya, kemudian tarikat menuju suatu pemahaman tersendiri dan melakukan paham syariat dalam kehidupan,termasuk juga wirid, zikir, dsb.

Suatu pemahaman yang terkadang kontradiktif jika mempertemukan seorang yang syariat, yang kemudian bertemu seorang penekun mahrifat. Dan seringnya malah hal itu memberikan sebuah konflik tersendiri. Seperti pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir yang memberikan pemahaman tersendiri dimana syariat bertemu Mahrifat. Dan pula bagaimana Syeh jenar dalam pemahamannya sendiri tidak dipahami oleh awam termasuk pula para wali songo yang notabene sudah paham sekali tentang ajaran Islam. Tergambar pula bagaimana Al Hallaj menyebutkan Anna Al-Haqq, yang berarti “Akulah Kebenaran” yang menuju pada suatu yang tidak diberikan oleh pemahaman awam. Dalam artian bahwa paham Mahrifat atau yang dekat dengan sufistik serta yang dikatakan Manunggal menjadi sesuatu yang tidak diberikan secara gamblang kepada khalayak ramai.

Bagaimana mungkin Allah menjadi diri manusia, bagaimana mungkin Allah mau turun kepada diri manusia,atau bahkan mampukah kau mencipta seperti layaknya Allah,itu yang mungkin diberikan sangkaan yang tiada boleh Allah diganggu gugat sedemikian rupa. Islam dalam hal ini tidak memberikan celah untuk menjadikan Allah sekutuNya kepada siapa pun. Jadi memang dalam kenyataan, bahwa paham itu dirahasiakan bagi pemiliknya sendiri.Aliran-aliran yang dekat dengan ini, adalah paham sufisme, yang bahkan beberapa berkata Sufi adalah islam yang berbaju weda.

Dalam hal ini,Hindu sendiri adalah sebagai agama yang kaya akan pemahaman “Hyang Agung”. Dalam sabdanya di Bhagawadgita menyebutkan,jalan manapun yang kau jalani untuk menyembahKu, maka Aku akan terima. Di hindu tersendiri menetapkan ada empat jalan yang memiliki konsep tersendiri. Bhakta, Karmin, Jnanin, Raja Marga. Terlepas dari cara-cara itu, maka disadari atau tidak perjalanan memujaNya sebagai sebuat “way of life”.  Kata-kata “Aham Brahman Asmi”, atau “Tat twam Asi”, adalah kata-kata yang terbiasa di telinga serta di “rasa” seorang Hindu. Karena memang dalam prinsip Monisme atau Pantheism bahwa Brahman ada dimana-mana, serta dimana-mana adalah brahman, menjadi suatu paham yang memberikan rasa takjub dan termasuk mencintai kehidupan(alam semesta) itu sendiri. Dan tidak ada ketidakberbolehan untuk mewujudkan Brahman itu sendiri, sebagai manifestasi Sang Acintya. Dapat dikatakan sebuah kebebasan mewujudkan adalah tanda akan kedekatanNya kepada pemelukNya itu sendiri. Tidak akan Ia marah atau merasa direndahkan karena mewujudkanNya. Malah itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri jika bisa mewujudkanNya dan sekaligus memujaNya.Satu hal yang pasti adalah, tidak ada WujudNya yang tidak dikenal atau bukan manifestasinya, maksudnya adalah tidak ada dewa kerbau, jika pada perjalanan suatu evolusi agama tidak ada namanya dewa berwujud kerbau. Shiva atau Ganesha menjadi suatu manifest/bentukNya yang telah ada di sejarah itu sendiri

Hal ini tergambar pula pada kebijaksanaan pada penyebutanNya, yang tergambar pada “Ekam sat wiprah Bahuda Wadanti”.Seorang bijak akan menyebutNya dengan berbagai nama, karena keluasan dan kemahakuasaanNya itu. Seperti jika diterjemahkan secara fungsi, Dewa Siwa dikatakan sebagai pelebur, penghukum, atau DewaYama sebagai Yang Maha Adil, atau Wisnu sebagai pemelihara semesta. Kalau di Islam yang tidak diperkenankan mewujudkanNya, sebenarnya telah memiliki 99 nama Allah (asma ul Husna) yang terdapat Al-Adl sebagai Allah yang Maha Adil, Al Muaimin sebagai pemelihara, atau pula Al-Khalik yang merupakan nama Allah sebagai Pencipta semesta. Memang tidak ada wujud dalam bentuk rupa, namun dalam simbol-simbol huruf atau lukisan kaligrafi dapat diperlihatkan sebagai bentuk estetika akan keagungan namaNya.

Dalam wilayah seni,maka seorang sufistik menemukan jalan yang dekat dengan berolah puisi sebagai tunjuk atas kedekatanNya kepada Ilahiah. Sebagai contoh puisi berikut

Sabda Rasul Allah Nabi kamu

Lima’a Allahi sekali waktu

Hamba dan Tuhan menjadi Satu

Inilah ‘arif bernama tahu

Kata Bayazid terlalu ‘ali

Subhani ma a’zama sya’ni

Inilah ilmu sempurna fani

Jadi senama dengan Hayyu al-Baqi

Kata Mansur penghulu ‘Asyiq

Ia itu juga empunya natiq

Kata siapa ia la’iq

Mengatakan diri akulah khaliq

Dengarkan olehmu hai orang yang kamil

Jangan menunut ilmu yang batil

Tiada bermanfaat kata yang jahil

Ana al-Haq Manshur itulah washil

Hamzah Fansuri terlalu karam

Ke dalam laut yang maha dalam

Berhenti angin ombaknya padam

Menjadi sultan pada kedua alam:

(http://syairsyiar.blogspot.com/2008/05/puisi-puisi-sufi-syeikh-hamzah-al.html)

Dalam hal ini pun dalam islam masih terjadi suatu perdebatan tersendiri akan kesesatan dari jalan sufism, tassawuf. Namun sebuah puisi dengan keindahan serta estetikanya itu sendiri, memiliki nilai mistik jika menghayatinya secara mendalam. Mungkin pula dalam “way of life-nya” bahwa seorang sufi menunjukkan takjub serta sujudnya kepada kekuatan Agung yang “benar” adalah dengan puisi itu sendiri. Agar itu sebagai keindahanNya dapat diterima oleh awam.

Jika dilihat pada Wadahtul wujud, maka mempunyai pengertian secara awam yaitu; bersatunya Tuhan dengan manusia yang telah mencapai hakiki atau dipercaya telah suci. Pengertian sebenarnya adalah merupakan penggambaran bahwa Tuhan-lah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Allah adalah sang Khalik, Dia-lah yang telah menciptakan manusia, Dia-lah Tuhan dan kita adalah bayangannya. Hal ini dikatakan jugasebagai Wahdatul Syuhud yang berarti kita dan semua bagian dari dzat Tuhan /Allah. Hal ini sangat riskan jika didekatkan pada suatu pemahaman awam tentang Tuhan itu sendiri. Pada suatu paham Ke”Hindu”an itu bisa dikatakan sejalan dengan Atma tattwa, bahwa memang dalam setiap mahluk, manusia, bahkan semesta merupakan Ia semata. Sang Brahman. Dan kita hanyalah dan sebagai percikan dari Hyang Kuasa itu sendiri. Riskan dalam hal ini, pada manusia yang menganggap awam, hanya akan menimbulkan suatu emosi dan dikatakan akan merendahkan kekuatan Agung itu sendiri. Padahal untuk mengenal IA maka diperlukan sedikit ruang yang hanya Ia yang “mampu” dalam mengalahkan musuh diri. Musuh dalam diri sendiri yang terlalu berprasangka dan bahkan memenjarakan IA.

Memang dunia adalah sebuah dunia rwa bhineda, sebuah yin dan yang. Dan bagaimana seorang bijak dapat memberikan dirinya sendiri suatu kemoksaan sebagai tujuan akhir di dunia atau di alam nanti, adalah terlepasnya ia dari nafsu, lobha, keserakahan, dan tunduk pada sifatNya yang sempurna untuk tidak mengidolakan keduniawian yang “maya”. Sebuah kebahagiaan dan kesejahteraan batin yang akan muncul dan menjadikan keesokan hari sebuah karma baik untuk dengan nyaman dijalani sebagai suatu kemenangan akan hidup itu sendiri.

 

 

 

Daftar pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Wahdatul_Wujud

http://syairsyiar.blogspot.com/2008/05/puisi-puisi-sufi-syeikh-hamzah-al.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Sufism

 
2 Komentar

Posted by pada 9 Februari 2013 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Berjapa Shiwa pada jaman Akhir(kaliyuga)!!!…

shiva anataraja

Untuk pertama,disebutkanlah bagaimana bumi terbentuk dan berlanjut dengan berbagai perubahan jaman, menjadi jaman yang sekarang ini.

Diyakini pula bagi semua, bahwa jaman ini adalah jaman kaliyuga ..yaitu jaman dengan 75% negatif dan 25% positif.. Hal ini sungguh pun berbeda dengan jaman2 yang lainnya…Jika dilihat satu persatu ada jaman kertha yuga yaitu 100 persen baik..dan jaman dwapara yuga, 75 persen baik dan 25% tidak baik. Dan yang terakhir adalah jaman traita yuga keseimbangan..

Nah berdasarkn riwayat tahun yang ada di  purana memang bervariasi…tapi jika sudah berbivcara keyakinan bahwa kiamat telah dekat maka ..penghancuran adalah bukan hal yang mustahil bagi siapa pun saja dan golongan apa pun itu…Universalitas itu memang menjadi suatu kenyataan hidup sesungguhnya baik sekarang atau di kemudian harinya..Mengapa sekarang adalah suatu jaman penghabisan?Karena dalam keyakinan spirit bahwa dapat dikatakan rumor-rumor serta ramalan2 tentang akhri jaman baik dari suku maya ataupun dari ramalan seperti mama lauren, dpat disadari atau tidak memang semesta menuju ke arah tertentu. Barangkali sikap optimistis dari suatu jaman keemasan dapat dikatakan bukan suatu hal yang mustahil..

Namun sebagai seorang pengabdi saiwa atau pula sebagai seorang Hindu, maka dapat dijelaskan bagaimanakah cara yang indah untuk selalu menetapkan dan mempertahankan optimisme tersebut?..Dalam bukunya Bapak Jendra menyebutkn bgaimana cara mengurangi atau mempercepat karma baik pada jaman kaliyuga ini..Bisa dijelaskan pula pada jaman kaliyuga dikatakan walaupun banyak kejahatan (75%) namun karena berlebihnya kekirian menyebabkan perbuatan, perkataan, pemikiran (wak kay mana) sedikit dalam koridor subhakarma akan menjadi berlipat ganda.Jadi sedikit berbuat subha karma maka akan ditulis secara berkali-kali lipat.berpahalanya.

Japa sebenarnya adalah suatu cara untuk melakukan doa seterusnya baik diucapkan dan dihatikan.. Japa menjadi sedemikian bermakna, karena sesungguhnya japa bisa dilaksanakn oleh siapa pun juga dan sampai kapab pun juga. Banyak berbagai mantra yang bisa diambil atau dirapalkan yang sesuai dengan keyakinan ia sendiri..Sebagai misal japa Ganesha (om gan ganapataye), japa Gayatri mantram , dan ada juga japa yang mengagungkan Dewa Saiwa, yang lain juga japa Hare Khrisna atau hare rama…

Sesuai dengan judul yang ada, maka bertepatan denga kedatangan hari kiamat yang sudah di gerbang pintu kebenarn, maka sbagai pemuja Saiwa, bisa diisyratkan untuk bagaimana menjadi penyejuk dengan sujud kepada Saiwa dalam bentuk “Lingga” atau sebagai Pelebiur atas segalanya. Terdapat Japa yang diyakini akan menjadi suatu pembebasan di stiap harinya dari segala permasalahan hidup dan sekaligus mempercepat karma agar terealisasi.

Jadi japa yang bsa saya siarkan adalah dua mantra dari Saiwa.yaitu Mahamrytunjaya Mantram…

http://www.youtube.com/watch?v=ClxgIS-_X_g

Mantra ini adalah mantra yang jika dirapalkan berfungsi untu membebaskan diri dari permasalahan dann godaan-godaan serta mencari soluisi atas permasalahan itu sendiri….

Japa kedua adalah mantram Thiruuu neelaam kantam…Yaitu mantram saiwa yang berarti Leher hitam Saiwa, yang didapatkan karena mereguk racun di sebuah danau untuk menjernihkan danau itu sendiri dari kotoran yang dikotori kaum raksasa..

http://www.youtube.com/watch?v=8E0JwSl9f3k&feature=related

Dengan melakukan japa di setiap kesempatan, maka manfaat yang diperoleh adalah sesuai dengan apa2 yang teryakini..Mantram Thiruu neelam kantam memiliki fungsi sebagai peleburan karma..Bukan sebagai suatu yang menghilangkan karma, namun sebagai mempercepat datangnya hasil perbuatan itu sendiri..

Ada dua keputusan yang terjadi, Jika dahulu banyak berbuat buruk maka dengan mantram ini adalah dengan seterusnya akan memberikn pahala buruk itu sendiri (mempercepat), dan bisa membuat karma seebagai kekosongan dan iklas serta insyaf mengambl hasil buruk .

Keputusan yang kedua adalah jika banyak berbuat kebajikan dan kebaikan yang sesuai, maka mantram yang dijapakan ini bisa mempercepat datangnya muzijast dan rejeki yang sesuai dengan dharma atau kebaikan yang ada..

Yaps itu saja, semoga bermanfaat kedepannya sebagai pemuja Saiwa serta abdi Saiwa yang sempurna..

Om Siwa Narayana, Om sada Siwa, Om Ksama Sampurna ya Namo namah Swaha…

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 24 Oktober 2012 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Manunggaling Kawulo Gusti…

Ilmu kaweruh kawisesan ….dan serta ilmu tentang kesadaran..bahwa yang Mulia gusti Allah adalah yang sebenar-benarnya menyatu dalam diri dan bagaimana kita mensifatinya bersama arti dunia…Benarlah dalam diri kita ada asma Allah…dan bagaimana sifat-sifat Allah itu menyatu bersama kita dengan cara bagaimana kita menjadi suatu yang bajik dan bijak menyamai Allah atau hyang Widhi itu sendiri…

Kita tiada bisa mengikuti sifat Tuhan gusti Allah tidak terbakar api, atau sangat maha besar…namun sebenar-benarnya kita bisa menciptakan diri kita menjadi manusia yang maha sabar,maha baik,maha adil,maha kasih, dan maha tahu mungkin…karena didalam sana kita bisa bersifat maha bijak dan maha bajik yang merupakan arti dari ketahuan itu sendiri akan berbagai hal tentang hidup itu sendiri kan…

Hal itu yang diharapkan menjadi suatu tahapan dalam Kawulo Manunggaling Gusti…dimana segala sifat baik Tuhan menyatu dan meresap yang pada akhirnya hati menjadi tahu dan menyadarkan diri sebagai Insan yang berKeTuhanan itu sendiri…seperti arti kata Mahrifat dan Moksa itu sendiri….

mengenal sifat Tuhan….

adalah hal pertama yang perlu dijaga dan diketahui oleh kita bagi yang ingin merasakan bagaimana manunggal dengan Gusti ALlah itu sendiri…

Mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari..

Ini yang berat..karena pada dasarnya sekarang adalah jaman dimana sangat banyak ketidakadilan, dan banyak kebohongan dalam hidup itu sendiri….sangat berat tentunya untuk bisa sejalan apa yang dimaui oleh Gusti untuk hidup di masa sekarang…dan memang ini adalah perjalanan yang sangat perlu perjuangan lebih dalam menjalaninya…

Sajak dan Prosa mengAku adalah awal…

Membuat sajak dan prosa tentang AKu dan mengAku setelah melaksanakan kegiatan sehari-hari penuh perjuangan adalah satu tahapan bagaiamna adalah cara untuk MemujaNya…MemujaNYa dalam setiap tulisan dan mengungkapkannya ke Khalayak adalah suatu siraman rohani dan dapat menjadi takdir tersendiri yang sangat nikmat untuk dijalani oleh kita nantinya…

selamatlah jalanmu…

DImana keseharian dalam memujaMu…

Hanya tersiarkan hakikat-hakikat kesempurnaan…

sempurna tanpa cela…

Menuju ketersiaran dalam jiwa-jiwa yang menoleh kesadaran menuju puncakNya…

sang Jihwani yang mengatakan bahwa kalian dan AKU adalah sempurna pada akhirnya….

maka bergembiralah, bersyiarlah, menyatulah…pada sang Jagat Antah Karana…

namun ingatlah tetap bahwa KAU adalah HAMBA-NYA….

salam…gwar

 
 

Tag: ,

Tauhid Asma wa sifat melalui Asma ul Husna serta kajian Mahrifat menuju syareat

Ini tulisan pertama tentang islam dan mudah2an membawa manfaat bagi para saudara muslim…taqqiyah adalah jalanku..

Asma wa sifat menurut apa-apa yang telah saya baca dan coba resapi adalah suatu bagian dari tauhid yang mana pula memiliki tiga jenis dimana dua jenis lainnya dihilangkan, kalau mau di wacanakan sebagai suatu nusantara bahasa dapat disebut sebagai Tri Tauhidyah…

yaitu

1.Rubbubiyah

2.Uluhiyah

3.Asma wa sifat…

dua lainnya yang dihilangkan adalah hakimiyah dan mulkiyah karena sudah memasuki wilayah pertama dan kedua..

dalam hal ini saya berbicara tentang asma wa sifat…seperti juga yang telah saya baca adalah iman terhadap bahwa pada dasarnya Allah memiliki suatu sifat dan atas dari nama-nama Allah…Nama-nama Allah itu maka dibagi menjadi 99 nama, maka disinilah kita dapat melihat dan mencermati bagaimana 99 nama Allah yang mulia…

Asma Al-Husna

No.         Nama    Arab      Indonesia

Allah      الله        Allah

1              Ar Rahman          الرحمن   Yang Maha Pengasih

2              Ar Rahiim             الرحيم Yang Maha Penyayang

3              Al Malik                الملك     Yang Maha Merajai/Memerintah

4              Al Quddus           القدوس                 Yang Maha Suci

5              As Salaam            السلام   Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6              Al Mu`min           المؤمن    Yang Maha Memberi Keamanan

7              Al Muhaimin      المهيمن Yang Maha Pemelihara

8              Al `Aziiz                 العزيز Yang Memiliki Mutlak Kegagahan

9              Al Jabbar              الجبار   Yang Maha Perkasa

10           Al Mutakabbir   المتكبر              Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran

11           Al Khaliq               الخالق   Yang Maha Pencipta

12           Al Baari`                البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)

13           Al Mushawwir   المصور                Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)

14           Al Ghaffaar         الغفار Yang Maha Pengampun

15           Al Qahhaar          القهار     Yang Maha Memaksa

16           Al Wahhaab        الوهاب    Yang Maha Pemberi Karunia

17           Ar Razzaaq          الرزاق    Yang Maha Pemberi Rejeki

18           Al Fattaah            الفتاح                 Yang Maha Pembuka Rahmat

19           Al `Aliim                العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)

20           Al Qaabidh          القابض               Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)

21           Al Baasith            الباسط                 Yang Maha Melapangkan (makhluknya)

22           Al Khaafidh         الخافض               Yang Maha Merendahkan (makhluknya)

23           Ar Raafi`               الرافع Yang Maha Meninggikan (makhluknya)

24           Al Mu`izz              المعز      Yang Maha Memuliakan (makhluknya)

25           Al Mudzil             المذل      Yang Maha Menghinakan (makhluknya)

26           Al Samii`               السميع                 Yang Maha Mendengar

27           Al Bashiir              البصير             Yang Maha Melihat

28           Al Hakam             الحكم     Yang Maha Menetapkan

29           Al `Adl   العدل     Yang Maha Adil

30           Al Lathiif               اللطيف               Yang Maha Lembut

31           Al Khabiir             الخبير                Yang Maha Mengenal

32           Al Haliim               الحليم Yang Maha Penyantun

33           Al `Azhiim            العظيم Yang Maha Agung

34           Al Ghafuur          الغفور                 Yang Maha Pengampun

35           As Syakuur          الشكور                 Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)

36           Al `Aliy العلى    Yang Maha Tinggi

37           Al Kabiir                الكبير                Yang Maha Besar

38           Al Hafizh              الحفيظ               Yang Maha Memelihara

39           Al Muqiit              المقيت                 Yang Maha Pemberi Kecukupan

40           Al Hasiib               الحسيب               Yang Maha Membuat Perhitungan

41           Al Jaliil   الجليل                 Yang Maha Mulia

42           Al Kariim              الكريم Yang Maha Mulia

43           Ar Raqiib              الرقيب                Yang Maha Mengawasi

44           Al Mujiib              المجيب                 Yang Maha Mengabulkan

45           Al Waasi`              الواسع Yang Maha Luas

46           Al Hakiim             الحكيم Yang Maha Maka Bijaksana

47           Al Waduud          الودود    Yang Maha Mengasihi

48           Al Majiid              المجيد   Yang Maha Mulia

49           Al Baa`its              الباعث                 Yang Maha Membangkitkan

50           As Syahiid            الشهيد Yang Maha Menyaksikan

51           Al Haqq                الحق       Yang Maha Benar

52           Al Wakiil               الوكيل                 Yang Maha Memelihara

53           Al Qawiyyu         القوى    Yang Maha Kuat

54           Al Matiin              المتين                 Yang Maha Kokoh

55           Al Waliyy              الولى    Yang Maha Melindungi

56           Al Hamiid             الحميد   Yang Maha Terpuji

57           Al Muhshii           المحصى               Yang Maha Mengkalkulasi

58           Al Mubdi`            المبدئ Yang Maha Memulai

59           Al Mu`iid              المعيد   Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

60           Al Muhyii             المحيى                 Yang Maha Menghidupkan

61           Al Mumiitu          المميت Yang Maha Mematikan

62           Al Hayyu              الحي      Yang Maha Hidup

63           Al Qayyuum       القيوم Yang Maha Mandiri

64           Al Waajid             الواجد     Yang Maha Penemu

65           Al Maajid             الماجد     Yang Maha Mulia

66           Al Wahiid             الواحد     Yang Maha Tunggal

67           Al Ahad                الاحد       Yang Maha Esa

68           As Shamad          الصمد   Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta

69           Al Qaadir              القادر    Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

70           Al Muqtadir        المقتدر                Yang Maha Berkuasa

71           Al Muqaddim     المقدم    Yang Maha Mendahulukan

72           Al Mu`akkhir      المؤخر   Yang Maha Mengakhirkan

73           Al Awwal             الأول      Yang Maha Awal

74           Al Aakhir              الأخر      Yang Maha Akhir

75           Az Zhaahir           الظاهر     Yang Maha Nyata

76           Al Baathin            الباطن Yang Maha Ghaib

77           Al Waali                الوالي   Yang Maha Memerintah

78           Al Muta`aalii       المتعالي             Yang Maha Tinggi

79           Al Barri البر      Yang Maha Penderma

80           At Tawwaab       التواب Yang Maha Penerima Tobat

81           Al Muntaqim      المنتقم                Yang Maha Pemberi Balasan

82           Al Afuww            العفو   Yang Maha Pemaaf

83           Ar Ra`uuf             الرؤوف                 Yang Maha Pengasuh

84           Malikul Mulk      مالك الملك            Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)

85           Dzul Jalaali Wal Ikraam   ذو الجلال و الإكرام             Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

86           Al Muqsith          المقسط                 Yang Maha Pemberi Keadilan

87           Al Jamii`                الجامع    Yang Maha Mengumpulkan

88           Al Ghaniyy          الغنى    Yang Maha Kaya

89           Al Mughnii          المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan

90           Al Maani              المانع    Yang Maha Mencegah

91           Ad Dhaar             الضار   Yang Maha Penimpa Kemudharatan

92           An Nafii`               النافع Yang Maha Memberi Manfaat

93           An Nuur               النور     Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)

94           Al Haadii               الهادئ     Yang Maha Pemberi Petunjuk

95           Al Baadii               البديع                 Yang Indah Tidak Mempunyai Banding

96           Al Baaqii               الباقي                 Yang Maha Kekal

97           Al Waarits            الوارث   Yang Maha Pewaris

98           Ar Rasyiid            الرشيد                 Yang Maha Pandai

99           As Shabuur         الصبور              Yang Maha Sabar

bagi suatu pembahasannya maka Asma wa sifat itu mungkin dan benar pula adalah bagaimana cara manusia yang teridhoi mampu mensifati Allah…dalam bahwasanya maka hal itu adalah tidak sangat mudah namun bukan hal yang mustahil..dan ini mungkin pula dapat diarahkan sebagai bagaimana dijaman lalu sya sadari sangat erat dengan bagaimana mahrifat itu bisa tercapai tidak dengan sembarang orang..syeh siti jenar mungkin pula menyadari hal ini, jika wali menyupat kanjeng syeh jenar maka bisa saja melupakan sifat Allah Al Qadiir…namunalangkah baiknya jika mahrifat itu dibarengidengan bagaimana syareat itu dilaksanakan sedemikian rupa…sungguh pun mungkin ada maknanya…

salam rahayu rahayu rahayu _/\_

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 4 Mei 2011 in agama

 

Tag: , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.