RSS

Berkesadaran ATman, Sebuah Pujam dan Kepasrahan akan Kehendak Brahman..

Om asatoma sad gamaya,
Tamasoma jyotir gamaya,
Mrtyorma amrtam gamaya..
Om siddhi shanti linggam sarira,
Ya namo nama swaha..

image

Dalam kehidupan di dunia, jelas dibedakan bahwa ada pemahaman tentang kesadaran kepada entitas brahman, dan atau kesadaran akan kehidupan yg terbelenggu materialitas dunia.. Memang tidak mungkin ketika sebuah kesadaran dalam waktu kehidupan, akan terbebas dri kebutuhan di alam materi(dunia) dan juga tidak akan pernah dapat terhindar dri hidup,mati serta karma itu sendiri…

Pada dasarnya, ketika manusia menyadari bahwa dirinya adalah jiwa..Jiwa yg terperangkap dalam badan manusia, yg sementara dan juga diberikan menikmati dunia secara berkesadaran, maka pemahaman kesadaran melihat dunia sebagai sebuah bagian kala(waktu) yg akan sirna sesuai umur manusia itu, manusia akan  dpat menyadari bahwa kebahagiaan yg tidak terguncang adalah bukan berasal dri kenikmatan di badan manusia(badan kasar-stula sarira)..Tetapi dri kesadaran akan jiwa itu sendiri, dan dimulai dri pemahaman pembelajaran akan jihwatman(suksma-antahkarana sarira)..Bahwa setiap manusia diberi kesempatan oleh waktu(kala) untuk mendapatkan menemukan sebuah kesadaran brahman (atman aikyam) yg menghadirkan kebahagiaan kekal tidak tergoyahkan..Itu akan terus menerus diberikan kesempatan, sebagai sebuah kebaikan hatiNYA untuk mencapai kebahagiaan yg penuh kesejatian..

Atman adlah antahkarana sarira, atau badan bahagia..Dimana kesadaran itu adalah sebuah jalan untuk menyadari akan sebuah kekekalan ilahi atau brahman itu sendiri..Seperti sebuah percakapan antara Sang Khrisna dan partha arjuna, bahwa risau gundah gulana akan kehidupan yg tidak kekal ini adalah sebuah kesalahan..Dunia semesta brahman, telah memberikan segalaNya di sebuah kesadaran ttg Atman itu sendiri..Atman yg sanatana nitya yg abadi..yg tidak akan terkeringkan terbakar terbasahkan ternodai oleh apa pun itu, yang suci sidhi waskita, yg menunggu diketahui pada wahana tubuh manusia ini..

Tahapan2 yg ada itu sekiranya disesuaikan yg melingkupi atman itu sendiri sbagai jihwatman..Jihwatman adalah dimana atman diselubungi citta (memori dan tumpukan karma), buddhi (intelektual idep wiweka-yg berkembang untuk menerima kesadaran atman) manas sebagai raja indera2 manusia, serta ego ahamkara..yang mrupakan suatu yg sangat rapuh dan rentan pada pngruh maya guna di dunia..

Kesadaran sadhana sebagai sadhu, tentu saja berasal dri disiplin ttg penguasaan ego dgn ksama serta mengontrol musuh sad ripu, dan juga mengontrol manas sbagai akibat ego yg terpaksa mnyerah dgn keadaan dunia, sbagai dinding kedua..Dan dua dinding itu akan membentuk timbunan karma yg terakumulasi oleh buddhi yg mengatur memberikan keberpahaman akan wiweka itu sendiri..Dan itu tidak bisa terbebas dri kumpulan karma yg ada di citta yg selalu terkoneksi dgn atman brahman aikyam di buana agung sbagai maya, di diri sebagai buana alit…

Pada dasarnya ktika sbuah buddhi kebaikan atas dharma itu dilaksanakan sesuai kebertahuan akan mana yg dharma atau adharmik, maka tentu bahwa itu adalah sebagai pujam mantram sunia yg selain pula sadhana sebagai bhakta sang nawa sangha dlam bntuk yadnya..Itu jua pun sebagai pondasi pondasi untuk menuju pada ketahanan dan pencapaian kekekalan atman itu sendiri..sbagai sebuah kelepasan dan kamoksan..kesadaran itu adalah baru awalnya saja, karena setelah sampai pada tatanan itu, maka bersiap untuk menjadi tangan2 tuhan itu sendiri yg berdiri pada ke-dharma-an..Siklus yg tidak pernah putus, sampai nanti suatu waktu yg telah IA tentukan..bahwa akan terjadi malamNya brhman dan mahapralaya hnyalah bagian untuk “diri” merasakanNYA sebagai Hyang SuNIa suhci Nirmalam swaham…

Juni 2015..
Guswar..
Inspirasi..Atmaboddhi-Sankaracarya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Juni 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Berita baik di Jaman Kali

Berita baik di Jaman Kali

Om siva sada siva narayanam ya hare kalky namo namastha swaha..
image

Jaman Kali..semua secara umum memahami dan mengetahui bahwa saat ini adalah jaman kaliyuga..Jaman goro-goro, jaman yg meniupkan aroma adharmik yg lebih besar dan massif daripada dharma itu sendiri..Jaman dimana seseorang lebih banyak dan fasih untuk mencari suatu celah berbuat adharmik, daripada sekedar mencari cara dharma itu sendiri…

Jaman dimana matsarya irsya lobha kama menjadi bagian dalam duniawi hedonistis..Jaman dimana satya lima..panca satya ..satya hredaya (setia pada kata hati) satya laksana(setia pada laku) satya mitra(satya pada kawan) satya semaya( setia pada Tuhan) menjadi sebuah beban, dan menjadi sesuatu yg sulit..

Namun dari yuga Kali ini, maka terdapat satu berita gembira bagi seluruh mereka yg memberikan ruang pada dharmaNya..Yaitu adalah dgan melksanakan sedikit saja pahala, maka hal itu akan berlipat ganda sebagai suatu pemberkatan dan keinsafan itu sendiri kepada kekuatan Maya yg menjadi lingkup semesta..

Setiap insan dalam wahana melaksanakan panca yadnya..Yang dalam setahun tidak ada ruang dan waktu yg tidak terdapat berisikan kegiatan yadnya..Sebagai bagian dwapra yuhga di jaman kali, kmudian setiap dalam mlskankan karma marga dan jga bhakti marga..Maka bisa diberikan suatu fakta bahwa, betapa anugerah telah “dipersiapkan” oleh IA Hyang Kuasa Hyang wenang Widhi di jaman kali ini yg menuju sebuah keinsafan  kertha ning yuga.. Dan bahwa ktika setelah, sebelum dan sesaat ktika hidup telah “dipersiapkan”olehNya, maka tentu sebuah makna kelepasan-pembebasan adalah hal yg menjadi keniscayaan..
“Telah-dipersiapkan”..

Kemudian bagaimana mereka yg mlksanakan japa pujam serta memberi makna jnana sebagai kecintaan dan kerinduan padaNya..sbagai bagian traita yuga pada jaman kali, tentu bagaimana IA sang Hyang Wenang akan mempersiapkan begitu banyak pahala dan juga bagian jaman Kali ini yg mmberi segala umat menuju pencerahan..Tentu ini adalah sebuah makna kesejatian kebaikan buddhi
.Jnana Buddhi, dharma buddhi, vairaghya Buddhi, Aiswrya Buddhi yg tentu menuju pahala dan kewasktiaan sbagai janji Ia Hyang Kuasa..Betul sebuah Kebaikan dan kebenaran di jaman Kali ini..

Dan ini seprti bagian cerita tentang kertha Ning Yuhga..Bahwa tentu tiada pun mereka yg tidak mendapat pahala..Sebuah kebebasan Kelepasan dan pada mereka yg apakah tidak ada dari mereka yg tidak melaksanakan itu…
Tidak ada di mereka yg terhindar dari pahala baik..Itu adalah sebuah kedudukan keilahian yg memang telah mereka lksanakan..
LAlU….??
Apakah masih ada kedustaan??

Tentu tidak..

Om shanti shanti rahayu raharja bhuana kertha samasta..om
Salam..
Gwar..mei..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Mei 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , ,

Dasa Animayaiwatah..sepuluh penjaga dunia..

Sah bat tahaiyallah..
Namo namah
……..gwar………

Dalam menapaki sgala kebaikan keburukan dunia ini, maka tersebutlah di pengadilan akhir..sesiapa saja yg dapat menjadi IA sepuluh penjaga keduniawian..
Dalem hal ini adalah dimana mereka yg berhak dan pantas…akan sesuai sebagai mereka yg melaksanakan kejayaan semesta ithihasam innailah wassala buddhi sahbataillah..
Sedari mangkin adlah bhwa ini adlah sang penjaga penjagal penguasa pengurus perumpamaan yang telah tersyiarkan dari jahaman dahulu kahalam..ini kemutlakan..

Dan yg ingkar adalah yang akan disantap secara batin bathani qhudus yg menyirna..

..Dasa animaluyah daivam..

Satu..
Narasimha..

image

Adalah sbagai salah satu avataram waisnawa wisnu g menghancurkan segala yg dirasa sabaagai adharmik rhksasam bhutam..
Beliau berkuasa di wilayah India dan juga Afrika…
Shalomikunfayakuniallah..
Aum narashimha pujam ..

2.Anubis egypt penjaga maqam..
image

Iya adalah saharang hyang sebagai penjaga pintu masukmalam dan semesta..dimana di setiap wilayah tertentu Ia beliau ada sebagai hyang menuju pada pralambang tentang penjaga di pintu masuk naraka lokha swarga lokha..Artinya adalah bahwa Beliau juga menanyakan (sprti pula yg diuji oleh Hyang dharma si dharmawangsa),..dalam kehidupan nyata, maka ia adalah pelindung bagi mereka2 yg dizalimi oleh kekuatan yang negatif…
Dalam hal ini di indonesia Ia berada di bali, ke arah timur..maka Iza adalah berada di mesir, maya, indian, dan menuju ke timur tengah…
Mantram puji..
Mang-an-uh…Ang-uh-an…Ung-ih-asyhaduilla
Hreehh shyah shinoka shainagogih..
Ah Ra A osirisia Ah mahsya mahusa..musalamin..
Wassalamualamin..

3. Yang ketiga adalah ganeshyapata yg mungkin familiar sekali di mata kita..
image

Maka Ia adalah salah satu daiwata di hindu..artinya adalah bahwa Ia adalah sebagai yang menghilangkan segala kesusahan dan cobaan hidup..
Hidup yg menjadi suatu keadaan yg diberikan karma yg universal dan atau sebuah takdir2 bagiNYza sendiri sang ganapatya puja untuk turun menuju pencerahan dan kebahagiaan..
Om gan ganapatya ya namo nama swaha..
Ksma sahampurna ya namo namahs swaha..
Shanti gan ganapatya..
Swaha..

4. YANG kecatur empat adalah sang hanuman
IA adalah the missink link dari ras manusia itu sendiri..maka Ia dipuja sebawai Wit Asal Muasal mahanusiam yg telah tersadarkan, baik mentalitas, spiritualitas, serta disiplin atas tanggung jawabnya kepada semesta..
image

BELIau akan berada di hati mereka yg mampu melawan awidya kebodohan serta memiliki suatu intelegensia yg sngat tinggi serta lincah dalam membaca strategi dan pelaksanaan dari suatu misi semesta it sendiri…
Pada dasarnya wilayah Beliau adalah wilayah hindustan, termasuk menuju china yg memiliki konsep sun go kong, dan atau juga jepang dan smpai ke srilanka dan sebagainya…

5.Gahruda Jatayu Wata..
image

Ya itihasah ia adalah yg sebagai jatayu yg maju jga saat melawan rahksasa dasa muka..Kemudian dalam bahsan hindu nusantara, Ia adalah sebagai pula kendaraan airlangga sbagai titisan waisnu sanghrahasa namo bhudi bhudayah..
Maka Ia adalah yg menghantarkan semua jiwa2 mulia
menuju tempat kediamanNYA..

Dalam hal ini Ia di mesir disebut sebagai Ra..sebagai daiwam RHa..sbagai salah satu dewa matahari..
image

maka puji pujamNya adalah..

Hraahh..ang ung mang ya namo nama bhduya..
Sah bat i A ta…shah bi a tunilenikam..
Waisnawam sukha charita hning khalinam pujam..
Sukha sirna dhuka sahyadatinu..mahusa mahesa jenar esa hyang esa..
Esa tinunggil maujud wahdatuliuyah sukham charita ya namo namah..
Shanti hraah hruuh shintahing lelatan..
Ia juga yg sanggup mengendalikan pikiran siapa saja dari jauh..
Ia berada di sekitar amerika indonesia dan juga mesir yg bru diketahui dimana Ia berada sbagai yg melindungi semesta untuk kejayaan tuhan itu sendiri..

6. Nandini..
image

Yang ininsudah pasti kenal akan kebijaksanaan keberanian dan juga kepolosan keramah tamahan, yg dibalik itu menyimpan berbagai kekuatan jiwa sentosa, sebagai bhakta shiva yang agung menuju suatu kesempurnaan jaman yg ada..
Om nandiniya bharata bhakta shivaniskalam..
Purusha kertih kerthih purushyamanah..
Laghimu ayautalakum..juhsyarahsyukalunikalamya..
Sahat sehet suhut shikunayumah likhuyah shakti ti rhsuya…

Ia berada di wilayah hindu himalaya, atau pula tibet nepal dan seluruhNya..

7.Waraha Avataram..daiwa animaluyah wata..
image

Yang ini akan sangat dikenal bagi mereka yang memuja puji syukur kepada dasa avataram, sbagaimana narasimha jinuga..Artinya adalah Beliau selalu menjaga keseimbsangan alam2 yg ada…dalam maujud sebagai waraha ataunbabi hutan, maka Beliau untuk menuju pada kesejahteraan kebaikan juga kebahagiaan alam, maka Ia di gunakan sebagai mantram suhci sanjiwani..dngn taringnya ia pula sprti ganesha yg membunuh raksasa yg mengacau dunia..Ia berada di bagian hindu, serta ke arah timurNya..

A6hinam warahum syhadu..suhadrajitun..
Makala kala waraha charita sisyah hring samshta sahada shivanikam..
Aum namo namah wayahan..

Shantiii..

8.Sobek Gods wiht crocodile head..
image

Dikatakan Ia adalah sbagai tangan kanan horus, dmana ktika mencari bagian tubuhNya yg sirna di sungai nile, maka buaya adalah menjadi salah satu yg diambil kepalaNya, maka sobek god adalah yg menuju pada menginterpretasikan kekuatan dari air yg mampu merobek zegala api2 yg membara..sebagaimana Ia sprti punguasa danau dan laut serta sungai…dimana ada buaya, di situ ada keamanan yg menyamankan diri dari kegundahan kegalauan serta kehati2an..mereka yg brtindak jahat di luar jalur, lama kelamaan akan digiring menuju sungai untuk dijadikan caru korban yg scra ghaib dan nyata adalah kematian itu sendiri..dan Ia akan disambut dan diuji oleh anubis tadi..
Sebagaimana zia adalah akhir segalanya dan zia akan mngantrakn atmanikam yg diadili oleh anubis..maka daiwa sobek, brada di mesir, di daerah australia, di afrika, dan juga di daerah amerika smpai brazil..sprti juga maya yg beradab peradabannya..

9. Quetzalcoatl yaitu daiwa yg agung di daerah aztec..
Ia disebut sbagai Yang mencipta melindungi kperadaban yg ada..disimbolkan berkepala ular dan mnuju pada sebuah kenyamanan rasa di seluruhNya..
image

Jadi bahwa Ia semata2 adalah sebuah kejayaan kemenangan dri sesiapa yg mampu menunjukkan asal muasalam..wit kawitan..dan ktika menemukan bahwa itu adalah sbagai jalan berpulang, ketika akhirnya smpai dan setelah melihat segala kebahagiaan yg nyata..maka ktika ingin tinggal silakan, dan ktika ingin untuk menuju sebuah misi visi dan jalan takdir, maka mari menuju pada abad kejayaan dunia..

10.dajjalatuallah god of goat…
Ini adalah yg ditunggu oleh semuanya, mereka selalu penasaran akan bagaiamana mereka itu,sebenar2nya simbol satan ini brasal dri samawi itu sndiri..dalam suatu rasa adalah bahwa Ia adalah penguasa kegelapan yaitu berarti yg menggelapkan cahay, ia adalah simbol bahwa ia adalah seorang dewa yg menguji mental spirt..
Pada jaman simbol idul adha adalah memotong kepala kambinh, yg berarti bagi yg berkualitas pmhaman tentang tuhan itu sendiri, adalah memotong ego di kepala..tntung ktika sbuah persembahan akan itu mengada, maka, betullah banyak yg akan sembari menunggu mati, akan di adili…masa 9engadilan itu sendiri masuk pada sebuah kerusuha kekacauan yg srsunggunya telah mengada..sesampainya ia sampai dicari di dunia, mana dajjal mana dajjal, itu sprti mulut mencari diri..artinya allah huakbar itu mnjadi allah-alla-al-aaaaaaaaaaaaa..akhirnya sirna Ia sebagai mahluk yg mengaku beragama…
Tentunya tuhan allah bapa leluhur dewata nawa sangha shiva brahman bhutam reshi guru imam sunan wali bhkan al mahdy sndiri mereka pikir bahwa itu adalah satu yg tidak atau sama..maka dari itu, ktika mreka tau tidak bisa mereka mengmbalika nyawa yg KU tiupkan dalam zkir puja mantram japa..
Apakah anda tau bhwa siapakah yg membunuh tuhan nur-Nya di tiap2 manusia..???
Mreka membunuh atas nama tuhan, maka itu seburuk2neraka sampai sebelas keturunan..kemudian mereka saat kesebelas turunan itu, mereka akan tertatih2 di dunia lahir kmbali, kemudian perlu sebelas turunan lagi untuk bangkit…dan perlu sebelas turunan lagi untuk bersabar…dan perlu sebelas turunan lagi untuk menemukan jati diri, dan itu ketika tidak bisa menuju kebaikan, maka mereka akan diturunkan lagi kesengsaraan sampai sebelas turunan lagi…
Pintu taubat telah tertutup..
image

Salim gwar..
Ps.IM-Klki-Messyh..
April 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 April 2015 in Tak Berkategori

 

Tri Murti serta Tri Shakti sbagai Purusha Pradana

Om sada sivam shiva narayanam..
Om shanti shaktam pujam Hyang Murthi..
Purusha suhci saucam jihwam..
Pradanam prkerti sabda sunya..
Lokham samastha santhi rahayu..

image

Om swastyastu..

Dalam segala kejadian di dunia baik pada alam bhur bwah swah loka..Maka tentu tiada akan terlepas dari konsep tri kona ..Utpetti sthiti pralina..sebagai proses penciptaan, pemeliharaan serta proses peleburan..Sebagaimana pula dgn konsep G.O.D..
Generating, Operating, Destructing yg selalu meliputi oleh apa pun di dunia yg berisikan juga kendali Maya triguna itu sendiri..

Tentu juga sbagai bagian konsep murti tiga kualitasNYA..Maka terdiri Ia Hyang kuasa Hyang wenang widhi Pradnya Paramitham bahwa itu diwujudkan sedianya sbagai bhatara daivam suhci tiga yaitu :
1.Daivam bhatara brhma sbagai kualitasNYa dalam penciptaan..
2.Mahadiv bhatara waisnavam sbagai kualitasNYA dalam Pemelihara sthiti..
3. Sugra Hning Sunia bhataram Shivam sidhantam sbagai pemrelina dari seluruhNya..
Pada mantram dan mudram japam di keseharian, maka tentunya sbagai yg berwadah hindhu dharma bali, dapat ditelaah di bait ke tiga sandhya tiga..yaitu “om tvam sivah twam mahadevah iswarah parameswharah brhma wisnuscha rudhrascah purusah parikirtitah”..

Pada mntram pujam panca sembah..dapat ditelaah di
Om nama deva adhistanayah sarwa wyapi wai sivayah..padmasana eko pratistyah..ardenareswary ya namo namah swaha..
Brhma prajapatya ya namo namah swaha…..

Tentu sejalan dgn kajian pmahaman Nya sbagai avataram waisnwawam yaitu..hyang krhrisna, buddha avataram, rama dan terakhir kalky avataram.. narayanam ya naditwyo sti kascit..

Dan yg terakhir adalah sbagai pelebur tentu dgn mntram pujamNya shiva bhatram yg telah dikthui scara umum..
Mahartyun jaya mtram..atau jga purusha Beliau yaitu mtram japam gan ganapatya ya namo nama swaha…

Tentu saja dgn berbagai jalan menuju padaNYA sbagai pengenalan trhadap purusha itu sndiri, dapat dipahami bahwa IDa hYang wenang adalah sbagai ardenareswari jua..Hyang memiliki konsep prakerti pradana serta lekat dgn konsep maya duniawi dan sejalan kepada bait Ida sebagai murthining samastha bhuwana..

Tri shaktam shakti hning ida ring pradana prkerti loka ring bhur bwah swaha driki..
Secara konsep hal itu sangat sejalan dgn prjalanan dunia itu sendiri dalam tri kona utpettti sthiti pralina maya guna sabdha loka itu..

Dalam Utpeti penciptaan maka hadir ida sbagai pradana mewasta bhatari hyang saraswati..sbagai penguasa ratunya ilmu pengethuan jnana pradnyam paramitham..yang juga dipuja pada saniscara umanis watugunung sbagai hari lahirnya ilmu pengethuan..mantram yg lekat dapat ditelaah dri sloka ini :
“Om Saraswati Namasthubhyam
Varade Kamarupini
Vidhyarambam Karishyami
Siddhir Bavathume Sadha “..
Dalam hal ini sbagai yang menciptakan dunia beserta isinya, tidak lain dan tidak bukan berasal dari ilmu pengethuan itu sendiri…

Dalam segala kejadian yg berhubugan dgn kesejahteraan, maka hyang bhatari laksmi Shri Sidhi manik mas meketel adalah yg sbagai pemelihara kenyamanan kebaikan keberlangsungan manusia di alam ini, seperti yang hadir pada panca sembah sbagai berikut : .
laksmi siddhisça dirghàyuh nirwighna sukha wrddisca”,
Dewi berwujud suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.
Beliau juga Ibu yg disembah sebagai bhatri rambut sri sedana, atau sbagai Sang Hyang Galih, bhtari Danu, Bhatari Melanting..tentunya sesuai sabda dan titah dri purusha waisnawa Hyang wisnu pemelihara, maka dri itu akan hadir kesejahteraan serta kebaikan dan knyamanan hidup dri cara yg dharma dan baik untuk mlksanakan pngthuan saraswati pujam sbagai cara bersabuh mas demi kebahagiaan sejati di dunia ini…

Yang ketiga adalah sbagai pralayam sbagai pelebur sgala mala, sbagai khala sbagai waktu sbagai sabda yg mengakhiri yang pantas dan layak diakhiri, sbagai awal dan akhir dri nol itu sendiri…sebagai juga shivam sidhantam yg menuju pada keluwesan serta menuju pada paham terbarukan..dan atau jga sbagai dasar untuk penciptaan selanjutnya…
Saat tercipta terpelihara, tentu juga ada konsep keadaan yg sirna dan mnjadi pijakan yg selanjutnya..
Saat tidak sadar menjadi kesadaran..maka itu juga berarti ketidak sadaran sirna lenyap dan pralaya..

Dalam hal ini ada dua wajahNya sbagai hyang bhatari yang mengasihi meparab Hyang bhatari Uma … hyang pertiwi yang sbagai IBu pratiwi parwati yang telah memberikan selurhnya kesediaan atas apa yg ada..tempat berpijak dan tmpat nanti keturunan dalam segala kehidupan yang nyata ini..
Sebagai gmpangnya, “Engkau tak bgitu perlu mmbayar dgn darah, kau hanya perlu menanam melati dan mawar saja untuk menjaga seluruh dunia ini, seandainya pun kau menanam kaktus atau membiarkan rumput2 liar tidak tersiangi, tentunya kau mendapat kaktus pula dan jgn berharap melati mawar, seandainya pun kau pintar anakku tentu kau akan memelihara ternak untuk rumput2 liar itu”…

Dalam mantram dapat dilihat sbagai berikut:
Mantram : Om pertiwi sariram dewi, catur dewa mahadewi,
catur asrama batari, siwa bumi mahasidhi
Om ring purwa ksiti Basundari, siwa patni putra yoni,
Uma durga gangga dewi, brahma betari wisnawi
Om mahe swari hyang kumari, gayatri berawi gauri,
Arsa sidhi maha, Indra Nicambuni dewi
Om akasa siwa tattwa ya namah swaha
Om pertiwi dewi tattwa ya namah swaha..
Dalam hal ini menjelaskan bahwa mNtram sbagai diri agar tegteg dan selalu brterimakasih pada pertwi ..sbagai gangga dalam apah..sbagai kumari yg mengasuh dan juga bhairawi
..

Sejurusan dgn bhatari dalam wujud krodhaning samsastha sebagaimana ibu yang marah kpada semesta itu sndiri, yang maha adil yg ditakuti oleh seluruh anak2nya..apalagi yg bersalah pada diri semesta..

Dalam hal ini tentu IA sbagai Maha Kali yg mnguasai kala waktu bindu yg mnjadi jawaban akhir dan sebab musabab semuaNYA..
Mntram Jay Maha Kali, jay kalikhee..jay maha kali, jay kalikhe..
Tentu dalam nusantara ada tattwa tentang kanda pat sedulur papat..inggih lwir ipun :
*Adi ari2-getih-toyam-lamak..
Kanda pat bhutam :
*Anggapati-banaspati-mrajapati banaspati raja..
Kanda pat suksma minekadi..
*citta vanaspati raja-buddhi anggapati-manas mrjapati-ahamkarah banaspati…

Nggih niki mewasta wastu mepanugrahan durgha hning suci lokha..durgha pujam bhairawa yang membawa keadilan tersendiri dgn caraNya yg tentu memiliki keadilaan semesta sndiri..
Sbagaimana bhutam khala yg sprti kala yg mnhncurkan segala dan memakan segalaNYA…

Dan tentu tidak ada yg lepas dri karma dan pahala yg dikuasai oleh kali maya itu sndiri..

Sbagaimana juga pralaya pralina, tentu bahwa pnghncuran semesta adalah jua oleh cengkraman waktu sahaja..

image

Salam gwar
Swaha april 2015..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 April 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Sapta Timira, Tujuh Kegelapan yang Berdasarkan Sarasamuscaya..

Om swstyastu..
Teja hning ring pasupatya..
Suryaatma meluwih suhci nirmala..
Om nama siwaya sivanarayam
Om shanti2 om
image

Sapta Timira berdasarkan niti sastra berasal dari dua kata yaitu sapta yang berarti Tujuh, dan Timira yang berarti kegelapan atau kesuraman serta awidya (tanpa pengetahuan).. Pada dasarnya widya awidya adalah kata kunci terbaik dari bagaimana pengetahuan suci (Pure Supreme Knowledge) adalah membuka sebuah pembebasan dari penderitaan itu sendiri. Widya adalah suatu pengetahuan yang membebaskan, dimana bahwa manusia agar bisa menuju pada suatu kesadaran yang membebaskan, maka sesungguhNya pengetahuan suci tentang brahman atman aikyam adalah selalu mnjadi tujuan akhir..

Timira atau kegelapan, adalah sifati tamasik atau kegelapan dan kemalasan diri untuk menuju dan beranjak kepada sebuah evolusi kesadaran itu sendiri, namun bahkan bahan-bahan dari seluruh pembelajaran atas pengetahuan yang supreme itu, sesungguhnya bisa menjadi sarana penggelapan juga, yang menghambat evolusi tinggi dari kesadaran itu sendiri..

Timira adalah diawali dengan sebuah penguasaan diri serta selalu melaksanakan hakikat diri sebagai manusia, yang senantiasa tersadarkan untuk selalu melaksanakan dharma.. Dharma yang agung, yang menjadi dasar pondasi untuk memberikan lilin penerang yang menghalau segala kegelapan di diri serta memberikan penerangan bagi yang lain, sebagai dharma raksaka, para pembela dan penegak dharma..

Sarasamsucaya adalah sebuah kitab yang memberikan gambaran tentang sari-sari dari ithiasa mahabrata(bhgwan byasa), yang disarikan bhgwan wararuci. Dimana sarasamuscaya menitikberatkan pada keagungan dharma sbagai moralitas tertinggi dari etika serta sangat dalam sbagai filsafat, dan tentunya pedoman untuk mlaksanakan ritualitas hindu (kerangka hindu). Dan etika yang berdasarkan dharma, menuju pula pada sebuah tuntunan tersendiri untuk mencapai penerangan dan memperlihatkan bahwa kegelapan-kegelapan yang ada seperti sapta timira adalah sesuatu yangk buruk bagi evolusi kesadaran diri..

Secara garis besar maka bagian-bagian sapta timira adalah sebagai berikut:

1. Surupa timira : Adalah kegelapan karena ketampanan atau kecantikan serta rupa yg menawan. Artinya adalah kegelapan itu menuju pada sebuah kepuasan berlebih atas rupa itu, serta melupakan kewajiban sbagai diri manusia, atau pula merendahkan yang lain yang memiliki rupa kurang dari dirinya sendiri.. Dengan kegelapan ini, maka seseorang bisa lupa untuk melakukan olah rasa dan iman serta terlempar dari ruang terang pengetahuan yang membebaskan. Dan mereka yg sering melihat dari kulitnya, maka tiada ingat akan kekurangan diri..
Sesungguhnya dalam sarasamuscaya disebutkan bahwa ketampanan wajah rupawan adalah kelahiran dari surga, hal ini dapat dilihat pada sloka :

Sarasamuscaya 21..
Surupatamatmagunam ca vistaram kulanvayam,
Drvyasamred-dhisancayam, naro hi sarvam labhate,
Yathakretam sadasubhenatmakrtena karmana.
Artinya: maka orang yang melakukan perbuatan baik, kelahiran nya dari sorga kelak menjadi orang yg rupawan, gunawan, muliawan, hartawan, dan berkekuasaan; buah hasil perbuatan baik, didapat olehnya..

Maka karena berbuat baiklah Ia mendapatkan kerupawanan, namun ketika itu diliputi kegelapan tamasikam, maka tentunya tidak mendapatkan karma baik dan menuju surgawi. Dan itu mengakibatkan ia menurun derajatnya di masa mendatang.

Ketika kegelapan karena ketampanan itu ada, bahkan bisa digunakan untuk mencela yang tidak sempurna seperti dirinya sendiri, hal ini adalah berasal dari pikiran yang mengandung sifat kesombongan itu sendiri, dan jauh dari prilaku seseorang yg sadhu. Dalam sarasamsucaya disebutkan :

Srsamuscaya 307..
Na smarantyaparaddhani smaranti sukrtani ca,
Asambhinnaryamary sadhavah purussotamah.
Artinya : dan lagi (sang sadhu) tidak memikirkan dosa atau cacat orang lain, pun tidak mengeluarkan kata-kata apapun tentang celaan atau teguran dari pihak lain, hanya kebajikan dan perbuatan phak lain saja dipikirkan beliau, dan sama sekali tidak ada kemungkinannya sang sadhu itu menyimpang dari prilaku orang arif, melainkan tetap sopan santun dan susila, dmikian laksana sadhu sbagai manusia yg utama..

Maka tentu saja ktika mencela orang lain yang lebih tidak sempurna, baik itu dalam ucapan apalagi perbuatan yg berasal dari pikiran yg dipengaruhi kegelapan, tentunya itu merupakan sesuatu kepribadian yang jauh dari kemuliaan dan bukan laksana seorang sadhu(berbudi luhur).

2. Guna timira : disebutkan bahwa guna, yaitu kepandaian merupakan suatu yg bisa menimbulkan kemabukan dan juga kegelapan. Hal ini merupakan buah pikiran yang cerdas, namun tidak dilandasi dgn sattwika guna dan juga tidak mengindahkan dharma. Guna timira kemudian mengakibatkan kesombongan serta pula bisa kesengsaraan bagi yg dikuasai, tentunya rajasik yg berperan untuk menunjukkan ambisi yg tinggi serta berlebihan. Inilah yang mengakibatkan dunia hancur, dan kecerdasan itu menjadi sebuah kelicikan semata.
Seseorang yang guna timira, sungguh bisa dinyatakan sebagai seseorang yg tidak meyakini akan kebenaran dharma. Mereka terlalu sibuk akan kepintaran duniawi saja, dan tidak menyeimbangkan pada pemahaman jiwa itu sendiri.
Seseorang yg tidak mempercayai atau meyakini kebenaran agama, disebut nastika. Dalam sarasamsucya disebutkan :

Sarasamuscya 113
Apramayam ca vedanam sastranam catilanghanam,
Sarvatra canavasthanamrtannacanamatmanah.
Artinya : lagi pula, jika tidak mempercayai ajaran suci weda pun tidak menaati akan ajaran dharmasastra serta tidak mengikuti ketentuan-ketentuan ajaran agama, pasti setelah meninggal dunia akan kembali berulang2 hidup sengsara.

Walaupun dengan kepintran dan kecerdasan yg tinggi, tapi tanpa menyadari akan sebuah keyakinan dan susila yg baik, maka itu seperti padi yang tidak berisi. Yang mendongak, namun tanpa berisikan kebijaksanaan yang sattwikam.

3. Dhana timira …adalah kegelapan yg ditimbulkan karena materi serta kekayaan duniawi..Sesungguhnya pula artha yg didapat tanpa dharma adalah sebuah kebodohan yg nyata..Dan ktika tnpa diberikan kendali, maka sebuah keterikatan akan duniawi, akan sanggup mengikat untuk tidak bisa menuju pulau tujuan..

Tentu di jaman kali ini, adalah sangat mudah menemukan mereka yg menuhankan kekayaan dan mengesampingkan dharma itu sendiri..Terpuruk itu sebagai suatu kenyataan hidup, akan cepat atau lambat menjadi kryamana karmapala di kehidupan mendatang..

Sarasamuscaya 267..
Jatasya hi kule mukhye paravittesu grdhyatah lobhasca
Prajnamahanti prajna hanti hata sriyam..
Artinya : Biarpun orang keturunan MUlia, jika berkeinginan merampas kepunyaan orang lain, maka hilanglah kearifannya karena kelobhaannya; apabila telah hilang kearifannya itu, itulah yg menyebabkan hilangnya kemuliaannya, keindahannya, dan seluruh kemegahannya..

Maka tentu saja, bahwa karma buruk akan selalu mengikuti keadharmaan, dimana dharma akan selalu dijalani dgn kegelapan yg nyata dan menutup mata hati akan kebertuhanan dan berkemanusiaan..

4. Kulina timira..adalah kegelapan karena keturunan.. sesungguhnya bahwa keturunan dri seorang bangsawan atau yang terhormat, belum berarti membuat keturunannya bisa seperti yg diharapkan oleh keturunan itu.. Sebagaimana seekor angsa tentu harus belajar mencari ikan kecil dalam proses yg tidak mudah dilalui.. Dan tentu saja dharma yg ada, menjadi suatu dasar yg mutlak untuk bisa berada pada jalur-jalur yg sesuai dgn yg telah tergariskan..Sebagaimana jua yg tersirat di sarasamuscya..

Sarasamuscya 63..
Arjavam cancramsyam ca damaccendriyanigrahah,
Esa sadharano dharmascaturpvarnye bravinmanuh..
Artinya : inilah prilaku empat golongan yg patut dilaksanakan :arjawa jujur dan terus terang, anrcangsya tidak mementingkan diri sendiri, dama yaiti menasehati diri sendiri, indriyanigraha mengekang hawa nafsu..keempat itulah yg harus dibiasakan oleh empat itu sprti sabda bhatara manu…

Maka dlam beberapa bgian penggologna itu yg baik berasal dari keturunan atau dari kecintaan akan ilahi, maka tentu saja kegelapan karena keturunan adalah yg menjadikan manusiamlupa akan kebenaran itu sendiri..

5. Yohana timira ….adalah kegelapan karena usia muda..
Usia muda yg bergejolak dan memberi pengaruh buruk akan pola pikri dan kedewasaan dalam memengaruhi keputusan yg ada.Tentu saja pertemanan dan kawan serta loyalitas semu dalam pergaulan, adalah salah satu sifat anak muda yg dikuasai rajasik guna.Dalam sarasamuscya disebutkan..

6. Sura timira yaitu kegelapan krana berlebihan minuman keras..Kedua timira itu dapat dijelaskan pada sloka ini..

Sarasamuscya 325..
Samklistakarmanamatipramadam bhuyo nrtam cadr dabhaktinam ca, vicitaragam bahumayinam ca naitan niseveta naradhaman sat..

Artinya : inilah orang yg tidak layak dijadikan kawan bergaul, orang yg selalu mengusahakan kesedihan terhada orang lain, serta buruk laku, yg sangat alpa, yg kata2nya bohong dusta, orangnyg terikat hstinya kepada minuman keras, keenam orang yg sangat keji itulah yg dihindarkan

7.Kasuran timira yaitu kegelapan karena keberanian..Tentu saja sebuah kegelapan yg nyata, ktika mata tidak mampu memberikan suatu caranyg bijak utnuk tidak mengobral keberanian kemana-mana..Hal ini menjadikan diri berpedoman pada emosi yg rajas dan tamasik..
Dalam sarasamuscya disebutkan..

Sarasamuscya 149..
Ye dhananyapakarthashantii narah svabalamasritah,
Na hared dharmakamam ca pramusanti na samsayah..
Artinya : jika ada orang yg merampas kekayaan orang lain denfan berpegamg pada kekuatannya dan punya pngikut banyak, malahan nukan hamya kekayaan hasil curiannya saja yg terempas darinya, tetapi juga dharma artha kamanya itu turut sirna atas krena perbuatannya…

Maka tentulah kegelapan krna keberanian adalah sesuatu yg tisal layak dilakukan..

Demikian kiranya setitik tinta untuk me nulis semesta..Karena semesta akan senantiasa menepatinjanji sesuai yg diberikan oleh kesadaran kita ini..

Salam gwar april 1 2015

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 April 2015 in agama, budaya

 

Tag: , , ,

Panca Yama Niyama Bratha pengendali Sad Ripu

Om sada sivham siva narayanam
Om namo nama sivha buddhaya..
Ghana pradnya saraswatham devam
Om shantii shantii shantii om..

image

Om swastyastu..

Sebagai seorang hindu yg memahami tentang diri yg mulia, maka tentunya dalam kehidupan ini adalah untuk memberi manfaat untuk membentuk karma baik..Dan tidak ada yg lebih memberi ancaman akan kegelapan yang tamasik rajasik sekuat dan seliar sad ripu itu sendiri..

SAd Ripu pada dasarnya adalah musug utama dari manusia secara universal..Musuh yg membelenggu dan abstrak yg selalu siap menyergap kelengahan manusia itu sendiri..Musuh yg kasat mata dan mmberikan asupan yg menjauh dari nilai dharma itu sendiri..

Sad ripu sendiri secara simbolis DIketaHui keberadaannya dan diberikan pengenalan itu saat “metatah” potong gigi..Bukan dengan cara itu melenyapkan sad ripu, tetapi dengan itu maka kekuatan dan belenggu dari sad ripu senantiasa bisa diketahui dan dikendalikan..

Dalam hal ini secara jelas sad ripu dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu :
Krodha (kemarahan), Lobha (kerakusan), Matsarya (Iri hati), kama(nafsu), Moha (kebingungan), Mada (kemabukan)..
Tentunya ini akan tetap memberikan pengaruh rajas tamas yg bisa membawa manusia ke jurang ke-adharma-an..

Sesungguhnya ada beberapa konsep susila yg sungguh memberi “tali kekang” untuk kuda2 liar ini..sebagai kusir yg untuk menuju sebuah pulau dan tujuan yg indah dan hakiki, maka tali kekang ini bisa diibaratkan sebagai susila yg memberi manfaat dan sebagai panutan seorang yg mampu mnjadi wangsa dharma yg sahih dan sbagai pngthuan universal..

Dalam hal ini, yg paling dekat dengan sesuluh mulat sarira hning yg nyata adalah memahami dan mengamalka  panca yama niyama bratha.. Panca yama bratha adalah lima prilaku yg baik dan bersusila, serta panca niyami brata adalah lima pengekang prilaku yg baik dan benar akan menegakkan susila itu sendiri..
Panca yama bratha lwir ipun :
1.Ahimsa sbagai yang tidak menyakiti
2.Brhmacarya sbagai yg selalu menuntut ilmu..
3.Satya sebagai yg berjiwa senantiasa menepati janji ..
4.Awyawaharikam sbagai yg cinta akan kedamaian..
5.Asteyam sebagai yg tidak mencuri..

Kemudian dalam keberpahaman Panca Niyama Bratha, lwuir ipun:
1. Akrodha tidak marah..
2. GUru Susrusca taat pada guru..
3. Saucam menyucikan diri..
4. Aharalaghwam pengaturan makan..
5. Apramada yaitu tidak dalam kesombongan..

Sepuluh cara atau pengendalian diri ini adalah tali kekang untuk mengatur sad ripu agar menjadi sad mitra yg berpihak dan dikendalikan dharma wangsa ..wangsa dharma itu sendiri yg membawa abdi sang dharma menuju moksartham jagaditha..

Sad ripu dikendalikan panca yama dan dkontrol panca niyama bratha adalah sebagai berikut :

“Kama”- brahmacarya, Satya- Guru Susrusca, Aharalaghawa, Apramada..
HAWA nafsu dikendalikan dgn pembelajaran suci ttg agama dan susila, kemudian pula dng kesetiaan pada dharma, serta pula tidak alpaka guru, mengekang asupan makan, serta mengakui diri yg selalu ingin belajar dan mngethui di atas langit masih ada langit..

“Lobha”- Asteya, Satya- Saucam, Aharalaghwa..
Sebuah keserakahan atas nikmat dunia dan berlebihnya keinginan yg menjerat itu, bisa dikendalikan dgn tidak melakukan prbuatan pencurian, setia pada kewajiban dan janji, melaksanakn penyucian diri dan selalu ingat pada kekuasaan ilahiah, dan dgn mengekang jumlah asupan makanan dan tidak terikat pada kenikmatan lidah..

“Matsarya – Satya, Asteya, Brahmacarya-Saucam, Guru Susrusca..
Keirihatian timbul krna ketidakmampuan serta keengganan untuk selalu ingin belajar, melihat ke atas tnpa mengingat ke bawah-tentu juga hal ini bisa dikendalikan dengan tidak mnjadi maling, setia pda kewajiban dan tidak memikirkan hal lain, brhmacarya yaitu menjadi pembelajar bhwa guru adalah alam semesta jua, menyucikan diri scara bstin dan lahir, mengakui guru semesta bahwa dlam diri adlah muridnya..kebersyukuran..

“Krodha”-awyahaharika, ahimsa- akrodha, saucam, apramada..
Kemarahan dikendalikan srcara baik oleh kecintaan akan damai, tidak menyakiti, kmudian tanpa kemarahan serta kebaikan jiwa dan hati, penyucian jiwa, serta tidak memiliki kesombongan yg membuat kemarahan tidak perlu sbagaimana seluruh manusia adalah sbagai guru jua..

“MOHA”- Brahmacarya, Satya-Guru susrusca, Apramada,Saucam..
Pada sebuah kebingungan yang mengada maka akan sirna dgn pembelajaran dharma, setia kepada kewajiban dan menjadi tidak goyah .Kemudian dri segi batin adalah mencari guru yg mengjarkan ttg dharma, selalu berada di rasa rendah hati, menyucika  diri dari maya rajas tamasikam serta memperbesar maya..

“Mada”..-Brhmacarya, ahimsa-gurubsusrusca aharalghawam..
Kemabukan yg paling baik adalah mabuk pada kenikmatan ilmu ilahi yg membebaskan, dan menuju pada kasih sayang kpada seluruh mahluk..Dengan juga disertai pendgendalian oleh guru swadhyaya rupakam pengaji-aji, serta pengendalian akan asupan makanan yg mngarah pada peningkatan sattwika guna..

Jadi tentunya kebahagiaan jiwa yg menuju pada keindahan serta dharma adalah sebuah keberhasilan akan kehidupan yang penuh kebahagiaan kekal..

Silakan juga dicek link2 tulisan terkait berikut..

Salam guswar 1 april 2015

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/05/25/sad-ripu-dalam-bhagawadgita-dan-hubungannya-pada-maya/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/01/29/mengendalikan-sad-ripu-dengan-sarasamuscaya/

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Maret 2015 in agama, doa

 

Tag: , , , , ,

Tiga waktu (sandhya tiga) dan Konsep Tri Dosha..

Om swastyastu..
Saraswati pradnya paramita nitya..
Sanatana suhci ganapatya swaha..
Ekam eva adityam brhman..
Bhur bwah swah papa hning nirmala..
Nama siwa namo buddha ya..
Swaha..
image

Konsep kala atau waktu adalah suatu wilayah etheris dan wilayah yg akan selalu beradaptasi dgn ruang2 dunia..Ruang yg mmberikan tmpat etheris akasa yang juga berhadapan dgn kekuasaan Kala maya dimana sudah tergariskan dlam satu hitungan hari wuku bulan sasih dan tarikh tarikh yg berbeda..Sebuah kewaskiitaan sendiri dari para keleluhuran pada keyakinan apa pun itu ktika membicarakan tata wakti dan ruang yg selalu berhubungan signifikan dengan psikologi dan jam tubuh manusia…

Pada bahasa hindu, maka ada konsep dewasa, wuku, hari baik, hari pantanganm astronomi dan sbagainya..Dalam konsepmruang ada tata letak wilayah utara timur hulu, barat selatan hilir serta dewata nawa sangha, atau juga tata letak karang yg di bahasa tao itu mnjadi feng shui..Dan Maya tentu saja mengambil bagian penuh di sini ktika dibahasakan hindu..Untuk Maya dipersilakan melihat link ini…

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/02/15/tiga-maya-guna-beserta-hubungannya-dgn-cakra-cakra/

Mengenai keberadaan waktu dalam hari2 nya, maka terdapat jam tubuh dunia, dimana sngat berhubungan dgn maya di tri dosha ini..Tri dosha tentunya adalah vata, pitta, kapha yg brhubungan dgn maya tri guna..sprti yg dapat dicek pada link berikut..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/03/24/maya-yg-memasuki-di-sapta-serta-tri-dosha/

Vata dalam konsepnya etheris dan vayu sngst berperan pada pagi dan sore hari..serta musim2 yg sejuk..pitta berperan pada siang hari kapha pada saat malam yg lembab krna brisikan air dan tanah pertiwi…Ini sngat terlihat pada jam2 tertentu perpindahannya, namun disesuaikan pada wilayah masing-masing..Di suasana yg ekstrim sprti di gurun dan di tmpat bersalju, maka kombinasi waktu vata pitta kappa akan benar berbeda..

Di indonesia sendiri (baca nusantara) maka dlam bahasa Hindu dikatakan ada tiga waktu yg sngat baik untuk mengusahakan keseimbangan tri dosha ini..Seperti juga ttg bahasa jiwa yg mampu memberi “sarapan asupan energi baik” bagi suasana hati dan motivasi diri, yg berhubungan juga dgn cakra2 utama sbagai yg menuju keseimbangan mentalitas..Dengan mengumandangkan rinai ilahi di mantram dan pujam, sbagai sadhana seorang yg mengabil jalan baik menyempurnakan hubungan dgn parahyangan..Maka tiga waktu itu adalah sbuah disiplin yg mgkin akan simpel dan nyaman ktika telah sering dilaksanakan dan mnjadi sadhana spiritual untuk pndasi diri dan jiwa..

Dengan itu maka dibentuklah dikonsepkanlah tiga waktu yg mnjadi waktu vata pitta kapha dan berhubungan jua pada maya tringuna satwik rajas tamas…
Konsep maya yg seimbang di esensi bhagawagita wrspatti tattwa disebutkan:
“Maya adalah bahan membuat semesta AKU mencipta Maya dan semua terlingkupi olehNya, Namun Aku tidak berada di itu dan itu tidak berada di AKu, terkadang satwika akan merajai rajas tamas, trkadang rajas melampaui tamas sattwika, dan juga tamas bisa merajai sattwika rajasika, manusia pun lahir dan bersifat krna keseimbangan maya itu”
1.waktu jam enam pagi sebagai waktu vatta sedang baiknya di semesta, maka berpujam bergayatri bertri sandhya adalah untuk menarik vatta dri semesta serta memengaruhi pondasi mentalitas jihwa itu sendiri..Dan pula menarik positifnya semesta itu sbagai bekal dalam keseharian sattwika guna..

2.waktu jam 12 siang adalah waktu pitta yg senantiasa rajasik dan panas terik, shingga memengaruhi aktivitas agar seimbng kualitasnya..Rajas yg bergejolak akan membuat diri bisa limbung dan ktika tanpa sattwika bersama sama di pagi hari membuat kala waktu yg ada mmbri tekanan mental akan musuh di diri..Dalam hal ini pujam akan menetralisir itu semua dan mmbri keseimbagan yg sahih..Tanpa itu maka emosi mnjadi tinggi, dan perut akan mnjadi cenderung aktif ygnjuga mmbuat emosi dan ambisi meliar serta perlu dijinakkan agar akal masih bisa dipegang secara sehat.. Tentu scara psikis juga sbagai jalan restuNya untuk membiasakan sattwika rajasika beriringan..Waktu trkdanf jdi masqlah dn aktivitas trkadang tidak bisa ditnggalkan, konsep desa kala patra hndaknya dapat berhening dan merapal pujam pada posisi tertentu untuk agar tetap berkonsep sadhana juga…

3.waktu sore jam 6 , maka ini adalah waktu vatta yg beriiringian dng tamasika guna yaitu kappha..setelah waktu ini adalah waktu kappha dimana tubuh telah agak lelah dan kala sudah condong ke arah amlam dan barat..Ini membuat badan malas dan ogah2an serta gegeodaan kala sbagai waktu bermain untuk kala adalah saat kaphha ini mengada dan gelap adalah pasti ttg kappha dosha..Dalam hal ini akan lebih bijak ketika juga merespon itu dnag hening dan mlksanakan pujam..hal ini scra akal sehat adalah untuk tetap bervatta dan sattwika guna sbagai pedoman untuk berisitirahat(tamas) dan atau juga menguasai diri yg menuju aktivitas yg dilaksanakan dgn bermodal tetap sattwika guna dan atau vatta yg mngendalikan kappa agar tidak berlebih dan saling seimbang..(aktivitas pkrjaan malam hari tntu ada)…

Dalam keadaan yg sesuai dgn maya semesta, maka ini hndaknya dijadikan salah satu pedoman pada plaksanaan keseharian..Psikis akan memengaruhi fisik dan mmengaruhi juga kerja hormonal saraf jantung gerak metabolisme tubuh pembelahan sel serta pencegahan atas penyakit2 yang akan muncul..Dalam musim panca roba dimana kombinasi itu sedikit kompleks, maka bisa muncul pnyakit penyakit musiman, entah vatta yg ada pada prntian musim serta gugur dan semi, atau kappa yg ada pada musim dingin ahir musim gugur, atau pitha yg ada pada musim panas gugur kering kemarau…ketidakseimbangan ini bisa diseuaikan dan distabilkan..

Untuk mantram sbagai guna dan pengaruhnya dapat dicek disini..
https://linggahindusblog.wordpress.com/2009/08/26/kegunaan-mantra-atau-japa-dalam-bentuk-psikologi-pemantra/

Om bhur bwah swah tat savitur varenyam..
Bhrgo dewasya dimahi dhyoyonah pracodayat..
Sarva prani hitankarah..
Palayasva sadah sivah..
Tat pramadat ksma svanam..
Kswtyah kayiko waciko manaso dosah..
Shantii shanti shantii rahayu om..

Guswar maret 2015..

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2015 in agama, doa

 

Tag: , , , , , , ,

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.