RSS

Keagungan Dharma yang Sebagai Peleburan Dosa..(Siwaratri dalam Sarasamuscya)..

Om Hyang Shivam Mahapralayam..
Sirna sarwa duka lara pati dosah..
Sidha hning Ida hyang nataraja pujam..
Sidhi wisesa kertha diksitah..
Om rahayu om..

Siwaratri..
Malam renungan dosa yg hadir sekali dalam setahun..Dan malam melebur segala papa budi duka lara yg membelenggu kehidupan..Kehidupan yg akan selalu diiringi maya guna, sebagai bagian karma serta samsara..Dimana akan terlukis dalam Maya itu sendiri..Apakah itu sancita, pradabda, Kryamana Karmapala manusia itu sendiri..

Dasar utama adlah bahwa manusia selalu melaksanakan karma..Namum bahwa itu sebagai bagian dalam pelaksanaan dharma, maka itu mrupakan hal yg lain..Karena Dharma yg Agung disebutkan hnyalah satu2nya cara untuk meleburkan dosa itu sendiri..Dalam sarasamuscya disebutkan sebagai berikut:
Sloka 18.
“Dan keutamaan dharma itu sesungguhmya merupakan sumber datangnya kebahagiaan bagi yg melaksanakanNya; lgipula dharma itu merupakan perlindungan bagi orang yg berilmu; tegasNya hanya dharma yg dapat melebur dosa tri loka ini”..

Maka dapat dipahami dgn jelas bahwa melaksanakan dharma adalah yg melebur dosa tri loka ini..Dan tentu disadari bahwa kesadaran yg tepat adalah saat memahami diri sebagai diri yg papa dan lahir dalam dosa, yg perjalanan hidup adalah menuju kelepasan dan pembebasan dari lingkaran hidup ini..Kebahagiaan yg utama dpat dijalani dengan melksanakan dharma itu sendiri sbagai kebenaran..Dharma yg Agung bagai semesta itu sendiri yg juga sebagai tempat berpulang..

Pada sarasamuscaya 16 disebutkan :
“Seperti prilaku matahari yg terbit melenyapkan gelapnya dunia, demikianlah orang yg melaksanakan dharma, adalah memusnahkan segala macam dosa”..
Maka dharma juga yg bisa menerangi sekitar untuk bisa meleburkan dosa itu sendiri…

Konsep dasar peleburan dosa dapat dipahami pada sudut pandang karma dan pahala itu sendiri..Manusia lahir karena keseimbangan satwik rajas tamas dalam MAya (sesuai wrspatti tattwa) dan sesuai dgn prosentase detail dari ketiga itu..satwik akan membentuk manusia yg.berbudhi, rajas akan ada di manusia yg aktif dan kuat, serta tamas akan masuk banyak pada manusia yg malas dan pasif..Prosentase yg hanya Hyang Wenang saja yg memiliki data2 validNya..

Maka ketika papa budhi penuh dosa turun ke dunia sbagai manusia, proses peleburan dosa itu sendiri dilaksanakan dlam bentuk pelaksanaan dharma yg dikonsep dalam bentuk Empat marga yg ada..Sampai akhrinya usai dan menuju loka2 lainNya.. Manusia tentu masih memiliki Maya2 itu sendiri yg membelenggu mereka.. Dalam.hal ini prilaku yg mngarah ke sattwika guna (dgn keaktifan rajasika) akan menuju pada karma karma baik lain..

Karma sendiri yg dinikmati adalah bagian penikmatan dosa dan pahala manusia tersebut..Dimana penikmatan karma itu(yg bisa lintas samsara) akan dibarengi dgn pembentukan karma2 lain..Sehingga ketika manusia telah “TersadarKan” bahwa mlksanakan dharma adlah bagian dari mencipta karma baik, maka dengan sendirinya ia memiliki kekuatan cukup untuk menerima karma2 buruk yg lalu, serta hidup dgn balutan dharma untuk menerangi dan menuju kebebasan dri Maya serta kebahagiaan dlam cahaya “kebersatuan”..

Kesimpulan yg dapat dipetik adalah manusia dasarnya adalah lahir dgn kombinasi keseimbangan satwik rajas tamas yg papa..Dalam mlksanakan keseharian, maka akan menikmati karma2 yg ada dan dgn Dharma yang Agung akan mampu menciptakan kebaikan ke depan dan kuat pada penikmatan karma itu sendiri..Menguatkan diri agar bisa melebur dosa2 yg ada dgn menikmatiNya..Ketika bahwa hnya dharma yg mampu melebur dosa adlah didapatNya kekuatan akan menerima dan menghabiskan karma(dosa lebur), serta mencipta pahala.baik bukan pahala.buruk (dosa) ke depannya..Tentunya Sivaratri adalah tepat dikatakan sbagai malam perenungan dosa yg juga salah satu bagian peleburan dosa itu sendiri (yang terjadi setiap hari kehidupan manusia)..
Sloka 15 sbagai penutup..
“Usaha tekun pada kerja mencari karma, artha, dan moksa kadang tidak berhasil ;akan tetapi usaha tekun pada pelaksanaan dharma, tak tersangsikan lagi pasti brrhasil walaupun dalam.angan angan saja”
Maka perenungan dosa adlah sebuah manacika dharma untuk mnuju kesadaran akan pembebasan jiwa..

Siwaratri..
Januari 2016
Salam Guswar..
_/\_ rahayu..

image

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Januari 2016 in agama, budaya

 

Tag: , , , , , ,

Pengetahuan tentang Jiwa..Analisa Lintas Agama.

Agama adalah salah satunya tentamg bagaimana mengenal jiwa..Jiwa yang juga tidak bisa disentuh dilihat dibaui, namun dapat dirasakan dengan ruhani yg mendalam..Sungguh pun tubuh yg renta dan termakan waktu pada usia, akan tidak dapat melewati waktu tanpa Jiwa itu sendiri..

Jiwa yg terdalam adalah sbagai inti hidup yg juga mengoneksikan raga dan kesadaran pada kehidupan ino..Dimana kehidupan juga dapat dikata sbagai ilusi fhana dan juga maya..Tidak sebagai sesuatu yg hrus diyakini juga, bahwa kehidupan setelah mati dan khidupan penuh etika susila di dunia adlah hnya sbagai keyakinan semata tanpa ada dasar empiris serta fakta riil bahwa kehidupan berisikan jiwa jiwa kolektif..

Jiwa dalam bahasa hindu diungkap sebagai suksma sarira, sukma yg juga mengendalikan stula sarira atau badan kasar..Suksma sarira yg terdiri dari citta budhi manas ahamkara yg dalam bahasa psikologi adlah sbagai memori,kesadaran,akal(pikiran) dan ego..Di jelaskan juga sbagai id ego super ego..atman sendiri adlah yg dibungkus oleh suksma sarira tadi, atman yg menuju pada kesadaran keilahian yg sesungguhmya selalu terhubung pada paratman atau tuhan..Manusia sendiri ktika ingin menuju sebuah jalan pulang, maka Ia menuju proses ke arah kamoksan..Ke arah sangkan paraning dumadi.Menuju pada ke-diri-an yg hakiki..Dimana mendapatkan suatu keilhaman keberkatan kesidhian pencerahan semasih ia ada, dgn memahami bahwa atman jiwa suksma nurani selalu dan tetap beradi di ilaho dalam sbuah koneksi tanpa putus..

Pada ilmu nusantara tentang saudara papat sedulur papat kalimo pancer..kanda pat sari.. Maka dapat dijewantahkan bahwa adi ari ari getih lamak toya nyem seperti juga berada pada suksma sarira..yang juga berisikan anggapati mrajapati banaspati banaspati raja, dimana dalam suksma adalah anggapati-buddhi
mrajapati-manas
banaspati-ahamkara
Banaspati raja-citta..
Dalam hal ini akan menyesuaikan pada maya tri guna yaitu satwik rajas tamas…ktika satwik berkembang lah buddhi..rajas maka buddhi mngecil dan tamas akan mmbuat Buddhi dan manas menyirna..
Citta sendiri adalah sbagai memori, Buddhi sbagai kesadaran dan intelektualitas..
Manas adalah pnguasa indria pikiran..
Dan ahamkara adalah ego itu sendiri..
Semuanya dikuasai oleh Maya tattwa satwik rajas tamas..Baik(dharma)-keras aktif – bebal malas pasif..

Dalam konsep islam ada yg mnyatakan bahwa citta budhi manas ahamkara adalah nafs lawanmah- nafs mutmainah-nafs as sufiyah- nafs amarrah..logikanya adlah memang ego ahamkara itu harus hndaknya dikekang
.yang berarti melawan nafs amarrah sndiri..nafs amarrah adalah nafs neraka dimana terbujuk nafsu bawahan iblis yg mngarah pada ketidak.baikan..

Nafs lawanmah adalah citta itu sendiri atau memori, dikatakan bahwa masih mnjadi nafs neraka yg dapat tidak ikut pada nafs iblis,namun masih mnnyalahkan diri sbagai seseorang yg tidak baik..dasarnya ini adalah sbagai insting manusia untuk selalu memperbaiki diri kepada kebaikan yg beraklahk serta rahmatan..

Sama sperti konsep yg ada dimana Buddhi adalah sbuah kedharmaan, maka disebutkan pula brkmbangnya buddhi yg baik akan mnuju pada nafs mutmainah yg artinya sbagai insan yg mencintai semesta sesama dan sbagai kekasih ilahi itu sndiri..Dharma sendiri adalah kebenaran yg universal dimana menuju pada menjadi seorang manusia yg hakiki..Nafs sufiyah adlah manas pnguasa indera dimana sgala yg Ia lakukan adalah karena ilahi dan keilahian semata untuk seluruh keindahan semesta..Semesta juga.berarti dunia disini nanti dan selamanya pula..Dalam suci rahmat dan khudus..

Kemudian shubungan dngn jiwa2 superior dan memiliki koneksi pada keilahian, maka dalam konsep hindu yg kamoksan akan menuju pada.buddhi yg berkembang citta yg tercerahkan dan mampu membuka diri pada harta berharga keilahian di atman antahkarana sarira..Itu trjadi pada para rishi2 resi yg tercerahkan dri catur msrga yg ada.Tentunya dgn mlaksanakan dan menyerap sattwika buddhi laksana di bagian maya ini..

Dalam islam sndiri dapat terlihat pada bagian nafs nafs yg tercerahkan yg disbut rhudiah khamilah yg hnya dimiliki para wali dan jga nabi..Maka itu sesungguhnya ada di nurani terdalam atau juga Nur-ilahi yg hnya dapat ditangkap kebersabdaanNya pada semesta dari peningkatan nafs mutmainah nafs sufiyah..hal ini dilksanakan dgn mlakukan sbuah rhamatan lil alamin pda semesta yg sesuai dgn kitab yg ada..Contoh yg nyata pada pncarian keilahian adalah wali sasuhunan kalijaga yg bersemedi dan mndapatkan khazanah ilmu keilahian..

Pada akhirnya kemanunggalan dengan Hyang Gusti adalah sbuah Keniscayaan yg tidak terkatakan dgn lisan dan bahkan harapan..Itu adalah sebahagian proses kecintaan raga jiwa pada Ilahi yg sbagai kebahagiaan tertinggi melewati seluruh rasa2 lainnya… Tanpa tanding..

image

Om atma hning suhci nirmala..
Hyang Paraatman Wenang Laksana…
Nuju Sunyam Loka Kamoksan..
Sidhi Wisesa Jnana hring Kahuripan..
Shanti shanti..

Salam.guswar
Des 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Saraswati Hyang Jnana untuk Mencipta Shanti..

Om hyang saraswati pujam ya namah
Jnana sidhi waskita shanti
Tri lokha rahayu sahadja..Om..

image

Saraswati..
Dewi yg cantik jelita sebagaimana ilmu pengetahuan itu sendiri..Ilmu pengetahuan dalam bahasa jnana yg turun untuk menyelamatkan manusia dari lautan samsara..Lautan kehidupan yg berulang-ulang menuju persatuan.
Kesadaran yg mungkin dianggap angin lalu dan sepele..Dimana mlksanakan pujam akan jnana yg membebaskan, tetapi takluk pada ego ahamkara tamasika yg menarik keterlibatan kesengsaraan itu sendiri..

Jnana sendiri adalah sbuah pengetahuan akan pembebasan..Pembebasan yg menuju keterlepasan akan ikatan duniawi dan keterikatan ketidakbahagiaan yg sesungguhnya saat merasa perlu tapi cukup dan merasa cukup namun tetap mnjdi karmin serta bhakta, maka tidak ada lagi ketakutan..Ketakutan akan ketidakbahagiaan yg sebenarnya telah disirnakan dari kebahagiaan yg telah ada dri kemarin dan kemarin dulu..

Jnana tentu saja adalah jalan membahagiakan yg menuju pada prosea perjalanan mengetahui kebenaran itu sendiri..Kebenaran yg melintasi waktu ruang kala desa, yg pada akhirnya mencapai pada kesadaran shantii..damai pujam di tri lokha ini..Tri lokha yg memperlihatkan kedigjayaan shantii di alam dunia,alam semesta, alam setelah mati..Jnana adalah sungguh pun bagian proses memahami kebenaran yg semata-mata menggapai kedamaian itu sendiri..Ketika itu mencapai kalimat tan hana shantii, sirna kertha hring lokha..maka ajnana itu berarti sebetulnya..

Teringat bahwa waktu kala maya terdiri dari kumpulan2 karma yg berisikan baik buruk dan juga tata susila tattwa yadnya..Dan maya sendiri yg melebarkan sayapnya sebagai IA hyang Yama yg adil mengadili, atau juga sebagai Kubera Indera Chandra yg menyejukkan dgn Keberkahannya..Apakah ini seperti mengada pada citta budhi manah? Atau pada kesadaran dan pikiran yg menyampingkan ahamkara ego??maka itu berada pada karma itu sendiri dalam memahami jnana..Pada akhrinya konsep samastha bhawana shantii langgeng akan menjadi bagian mereka2 yg tidak mengikat diri pada tamasika guna ahamkara..Sesungguhnya jnana itu sudah tertulis pada ananda antahkara sarira suksma atman yg mengungkapkan kebahgiaan tanpa akhir…

Semoga jnana saraswati pujam akan selalu mengada pada setiap sanubari manusia hindu(bali dan dunia)..Bahwa sebuah kemenangan dharma adalah disaat jnana sidhi waskita berasal dari buddhi2 luhur luwih pilihan hyang luhur mampu menjadi penerang dari keadharmaan..

Salam saraswati pujam..
Guswar
Nov 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Bagaimanakah negeri tanpa legislatif..

Salam..

Sebenarnya hnya pmbahasan iseng dan mgkin tidak terlalu berguna dan tepat..Namun sebenarnya dunia jga terdiri dari berbagai pola pikir dan konsep2 yg beraneka ragam..Di negara demokrasi ini jga kebebasan berpikir dan bersuara adalah sbuah hak dri setiap masyarakat..

image

Tentu setelah dilihat dari berbagai bahasan-bahasan bahwa kenyataan yg ada TIDAK PERNAH trjadi suatu kepuasaan rakyat sendiri dalam hal perwakilan tersebut..Sungguhpun apakah sebuah negara memerlukan perwakilan dimana tidak ada benar-benar terwakili segala keinginan yg dikehendaki yg diwakili olehnya itu..Partai politik sbagai sebuah tempat pembelajaran, belum mampu mlksanakan tugasnya dgn sebaik2nya..Tugas legislatif yg sesungguhnya sangat berwibawa dan mengayomi masyarakat, hanya menjadi penyamun seperti ular yg mematok untuk kekenyangan diri sendiri.. Apakah ular dipercayai????

Peran legislatif yg diwakili dari partai partai yg dengan senjata lobi2 dagang..Serta keuangan yg maha esa selalu menjadi bagian terpenting dan membenamkan moralitas yang agung..Tentunya pada pembendahraan pancasila butir sila ketiga bahwa kpntingan negara di atas pribadi dan golongan, sungguh sebagai sampah semata..Politik yg notabene sbagai jalur kepemimpinan yg mensejahterakan adalah bagian dewata astabrata yg sangat adil mengayomi menghilangkan dahaga menyejukkan tegas, seakan jadi mimpi mimpi buruk tiada arti..Seperti seorang maling yg jelas2 mencuri, namun malah diagungkan..Ternyata petruk dari dulu jaman baheula selalu jadi raja-raja yg tidak pernah kenyang..

Kembali pada konsep trias politica, maka eksekutif yg dipilih langsung sbagai figur tentu langsung harus bertanggung jawab kpada rakyat..Legislatif yg notabene bertugas menyetujui mengesahkan undang2, hnya mampu sedkit mlksanakan tugasnya kmudian untuk kpntingan hedonisnya sndiri atau golongan..Bahkan meminta minta sprti begal dan jarang masuk sekolah, mending sya memilih anjing yg setia kpada tuannya dripada legislatif ini..

Memilihnya pun sudah cukup bnyak mnghabiskan materi dan harta..Menyuap sini menyuap itu agar bisa menjadi begal..Aneh dan ajaib menuju kepemimpinan untuk menjadi begal..(begal saja dibakar)..Apakah ada jalan kluar yg benar untuk memperbaiki ini??

Apa guna legislatif pusat??apakah tidak bisa hnya sedikit sja yg mnjadi dewan??tentu ada DPD yg mewakili daerah..dan daerah telah ada DPRD yg bisa disempitkan..Yang artinya kader pemimpin yg benar mumpuni saja yg masuk, atau bisa tidak perlu ada..Toh rakyat yg diwakili juga tidak didengar..Tidak diperhatikan sedemikian rupa, bisa melihat perwakilan media yg memang banyak..tentunya keletihan memang suatu hal yg wajib disandang untuk menumpu rakyat sendiri..Kenyataannya malah rakyat yg ditinggal di belakang..Apa gunanya??????

Seorang pmimpin dewan pun adalahbseseorang yg pasti sering turun bersama rakyatnya..Kalau cuma turun pada saat pemilihan, itu oportunis..Dan dalambl konsep sila butirnya adalah gotong royong dan mengayomi tepo seliro..tentunya pemimpin adalah seseorang yg moralnya paling baik dan.juga cerdas..bukan pinter tapi asusila..

Dan akhirnya saat ini yg terjadi adalah rakyat sendiri yg mengadili, yg banyak pada media sosial..Seakan2 medsos adalah senjata dri rakyat itu sendiri, yg mnjadi sbuah senjata yg relevan untuk saat ini..Transparansi tentang siapa dan apa yg menjadi begal maling penyamun serta opini langsung dri rakyat..tentunya memberikan atmosfir bahwa memang keadilan tertinggi adalah di tangan rakyat..Seperti sebuah senjata revolusi yg bergerak secara otomatis menuju suatu musuh tertentu..Dan ktika ini adalah sbuah jalan pengadilan, serta sumbangsih rakyat bela negara kpada bangsanya yg mngndung sebuah ketulususan,,,Maka siapa yg terwakili oleh legislatif saat ini???

Pada akhirnya Kebenaran akan menang…!!!!
Ketika masih bertnya kebenaran yg mana??
Maka tentu legislatif yg agung akan bisa menjawab..sesuai kehendak dirinya dan golongannya..

Salam guswar..
Nov 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2015 in filosofi, pancasila

 

Tag: , , , ,

Telaah Cakra Dasar (Root Cakra)

Om Hyang Pertiwi Pujam

Hyang Suci Nirmala Hring Loka Samastha..

Om Tat Sat Ksama Sahampurna ..

Ya namo nama swaha..
image

Cakra Dasar

Dalam pengetahuan tentang cakra, maka dari tujuh cakra utama akan diketahui bahwa cakra yang paling terbawah adalah cakra dasar atau root cakra. Cakra ini berada paling bawah dari ke tujuh cakra dan merupakan cakra yang mengadung konsep “keamanan-kenyamanan-menjadi diri sendiri” cakra.. Cakra yang diwakili dengan warna “Merah” dan juga lambang Bumi (pertiwi) itu sendiri.. Cakra ini juga berhubungan dengan pemahaman duniawi serta cakra yang erat dengan ketahanan (survival) di dunia ini..

Cakra Dasar seperti juga cakra yang lainnya, merupakan cakra yang bisa dalam keadaan tidak seimbang.. Bisa saja cakra ini menjadi terlalu aktif, yang bercirikan sifati ingin menguasai, tidak memikirkan keadaan lingkungan, liar dan bersifat premanisme yg dikarenakan tidak adanya keseimbangan antar cakra yg ada..Energi yg ada menumpuk di cakra dasar yg terjadi krna kurangnya aktivasi di cakra jantung(kasih sayang) ajna(intelektualitas) atau mahkota(spiritualitas) misalnya..Bentuk cakra dasar mnjadi merah sdikit gelap dan padat..Hal ini bagi fisik mengakibatkan sakit daerah tulang ekor dan pegal2 pada bagian perut kebawah
.

Cakra ini ketika tidak aktif (belum aktif) maka akan memberikan rasa tidak percaya diri, rasa ketidaknyamanan dgn lingkungan, paranoid, serta membuat tidak puas akan keadaan diri, canggung.. Sebuah keadaan lingkungan yg menekan, pola asuh yg mmbuat tertekan, kurangnya pembelajaran kasih dan sayang, dan kurangnya hubungan yg erat dgn keilahian adalah jua mmbuat energi baik di cakra dasar tidak mengaktif..Karena daya hidup serta kemampuan untuk survive berasal juga dri keadaan cakra dasar yg mmbuat puas akan diri atau mengamini diri sebagai diri yg berhak dan wajib untuk selalu hidup di jalan yg baik..

Dalam bahwasanya cara yg bisa membantu menyeimbangkan cakra dasar dan yg lainnya adalah:

1. Meditasi grounding yg merupakan cara untuk menyeimbangkan cakra yang ada..Duduk di atas tanah serta tangan kiri menghadap ke bawah serta tangan kanan di atas paha mnghadap ke atas serta jua mlntunkan doa mantram, akan segera menyeimbangkan energi yg bertumpuk sekaligus mengeluarkannya menuju pertiwi sbagai semesta.. Rasa ketidaknyamanan penat lelah akan dibawa melebur menuju pertiwi..Ini bagus dan baik dilakukan setiap hari dan sesuai keperluan, untuk jga menambah rasa kebersatuan dengan semesta itu sendiri..

2. Mudra pertiwi..bisa dilaksanakan dengan tangan kiri menengadah di ke atas di paha kiri saat bermeditasi, kmudian tangan kanan di depan perut dgn menyatukan jempol di jari telunjuk..Duduk diam dengan memperhatikan nafas hirup tahan lepas yg bisa dimaknai dgn ang ung mang (atau jga mntram.serta doa)..Kebersediaan duduk dan memfokuskan pada aliran energiNya yg penuh makna, akan membawa pada kesehatan jiwa rohani serta diri..

3.Mensugesti diri, dimana berulang menyatakan “inilah saya”-“saya berpasrah padaMU”-semoga semesta memberikan saya sbagaimana saya adanya” dibarengi dgn kekuatan mntram yg bisa dilakukan setiap saat..Maka semoga semesta pratiwi akan menjaga sedemikian rupa, dan mengingat diri adalah Bhakta yg tangguh dan berhak serta wajib mendapat dan memberikan kasih sayangNya kpda yg lainnya.

image

Semoga dgn ini ada jalan terang memahami kebaikan kebajikan dan kebijaksanaan menuju manusia yg berbhakti dan bertaksu tangguh sekaligus berkasih..

Salam guswar..
Okt 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Sang Shiva dengan Attribut-Nya

Om tryambakam ya ja mahe..
Sugandhim pusthi wardhanam..
Iyarukamiva bandhanat..
Mrtyor muksiyas mamrtat..

Semoga Engkau Sang Penguasa Pralaya, memberikan keselamatan salam mengarungi lautan kehidupan dan kematian..

Om swastyastu..
Shiva adlah Sang Penguasa pralaya yg disimbolkan oleh aksara Mang dalam tri aksara suci.. Dan juga aksara I dan YA dalam dasa Aksara suci dewata nawa sangha..Dalam Tri Murti, Beliau adalah sbagai Sang Pralaya yg disimbolkan sebagai Lingga..Dan di Tri Kona Beliau adlah sang hyang pralina yg mengembalikan seluruhNya kembali ke sunia lokham..
Beliau adalah Sang Raja Marga dlam meditasi AbadiNya, Sang Jnana dlam intelektualitas akal di ajnaNya yg selalu aktif terbuka..Pelindung dunia dan penghancur mala yang tersirat pada rudhraksa dan leher biruNya(thiruu neelam kantam)..
Penghancuran dlam kemarahan terhadap yg durjana dan papa budhi di jaman kali lewat wujudNya sbagai Sang Hyang Rudra serta penguasa Maya yg disimbolkan oleh Durgha Bairawi sbagai kekuatan Kali..
image

Berdasakan Kualitas Hyang Esa pada pengejawantahanNya sebagai Hyang Shiva pralaya, maka dapat ditarik suatu makna simbolisme yang dalam pada wujud manifest Bhatara Shiva tersebut.

1. Chandra bulan sabit..ini berhubungan dengan sebuah kesejukan dan cinta kasih..Dalam mitologinya bhwa Beliau mnyelamtkan Chandra dri kematian, maka itu juga trsimbolkan pada Astabratha bhwa seseorang hrus bisa mmberi kesejukan di setiap wktu hidupnya..Simbol mendamaikan dan bijaksana..

2.Ajna atau mata Ketiga, adalah simbol kebijaksanaan dan juga intelektualitas budhia..untuk mengetahui sesuatu yg lebih mendalam dari yg lainnya..Ajna sbagai simbol intuisi serta pngethuan akan keilahian itu sendiri..serta juga lambang kewaspadaan akan sesuatu yg mengancam kebajikan..

3.Leher biru Shiva..Dalam mitologinya adlah Shiva menelan seluruh racun di sbuah lautan agar bisa menyirnakan mala kesusahan..Ini menyimbolkan bahwa Shiva adlah yg mnhncurkan mala dan sbagai tmpat prlindungan bahaya dan pnguasa karma dan pahala..Terdapat mantram japam “thiruu neelam kantam” yg berarti leher biru SHiva yg diyakini dapat melebur karma dan hingga bisa menikmati karma itu..entah buruk atau baik…

4.Kalung Ular..Ular adlah lambang kekuatan kewaspadaan sekaligus juga lambang Maya Materi serta juga ambisi atau sad ripu..Maka leher berisi ular yg tenang-melambangkan bahwa Ambisi maya materi telah mampu dikuasai dan dikendalikan..Hal ini sesuai konsep raja marga dimana meniadakan kemelakatan duniawi dalam prakteknya agar mampu menuju sunia loka kekosongan itu sndri yg moksah..

5.Trisula adlah lambang kebersadaran, alam bawah sadar, serta keadaan tertidur sbagai sbuah tahapan yg selau berada pada jiwa manusia.. Trisula weda dalam konsep satria pinandita adalah konsep marga yg berisikan karma jnana dan raja marga sebagai Bhakta dri Shiva itu sendiri..Trisula dapat berarti Buddhi Manas Ahamkara yg artinya intelektualtas, impelemtasi, serta ambisi..

6.Rudrakasa adlah lmbang perlindungan dri mala serta maya dunia..Juga merupakan kekuatan ilahiah untuk menjaga diri serta jiwa kebersadaraan menjalani kehidupan lahiriah, rohani, spritualitas..

7.Lambang Kulit Hewan..Artinya adlah kemampuan menaklukkan sifat2 kehewanan dan memerlukan kekuatan power menundukkan musuh diri..

8.Lembu Nandini..adalah lmbang kesucian dan juga kepasrahan keberserahan dri bhakta yg suci..

9.Lambang Drum(perkusi tradisional) adalah mewujudkan kekuatan yg terdrngar dan sirna saat dipukul bertalu-talu yg memperlihatkan konsep penciptaan dan penghancuran yg akan selalu ada di alam materi ini..

image

Dalam atributNya Shiva sangat mnunjukkan power kekuatan, kekuasaan,sekaligus menunjukkan kebijaksanaan, kebajikan-dan keinsafan akan kebersadaraan atas keberadaan jiwa dan ilahiah yg sebetulnya adalah satu sahadja..Ini adlah jalan menuju sebuah kesuniaan yg sejuk damai namun tetap mengandung kekuatan yg mampu menarik seluruhnya kepada sebuah kekosongan kembali..

Swaha shantir shanti sunia pujam..
Rahayu rahayu..
Shantii Om

Salam gwar..
Oktober 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , ,

Konsep Tri Sakti dalam Perjalanan Kehidupan..

Om sada siva-Siva narayanam-om namasivaya..
Om saraswati jnana pujam..
Om shri bhoga artha prtiwi pujam..
Om kala pati kamoksah durga pujam..
Shanti om..

image

Konsep tri sakti dlam kehidupan..

Dalam pemahaman tri kona, sbagai suatu tahapan yg pasti dilalui, maka tentu itu adlah keterjadian yg pasti ada di setiap manusia..Ketika pada pemahaman(tattwa) hindu, maka Sthiti Upetti Pralina yg diterjemahkan sebagai penciptaan, pemeliharaan(khidupan) dan penyirnaan, adalah hal yg mutlak ada. Tidak ada penyirnaan tnpa melalui proses penciptaan..

Tri kona dlam konsep simbolisme atau wujud, maka disebut sbagai Brahma, Wisnu, Shiva. Dan dlam simbol aksara adalah Ang Ung Mang yg ktika mnjadi kesatuan aksara adalah aksara OMkara..Ini dlam pmahaman mantram ditafsirkan sbagai Sang Hyang Widhi Wasa, sbagai hyang wenang acintya ning paraatman..Beliau memiliki sakti atau pasangan yg sejalan dgn konsep tri Kona itu sendiri..Yaitu Saraswati, Shri, dan Uma(Durga), dimana Saraswati adalah pngthuan jnana, Shri adalah kesejahteraan Artha , uma(durga) adlah kala waktu serta kematian itu sendiri..

Konsep ini disadari juga sangat sesuai dgn tahapan-tahapan kehidupan manusia saat ini, sbagai sebuah pola yg terstandarisasi untuk menjalani kehidupan..Tentunya dipngaruhi juga takdir dan karma yg ada sbagai dasar samsara serta garis nasib..

Pada kehidupan awal, maka seorang manusia akan dihadapkan cara untuk memahami hidup, teori untuk bertahan hidup, serta mempersiapkan diri untuk memelihara kehidupan itu sendiri.. Semua pembelajaran itu erat dgn tahapan brhmacarya yg menelorkan jnana serta mngmbil makna pngthuan.. Maka saraswati sbagai sumber seluruh jnana, seluruh pngthuan apa pun itu, adalah IA yang sangat baik untuk dibri puja puji syukur..

Tentunya tahap khidupan ini adlah tahap yg vital untuk bisa memahami dunia sprti dunia itu sendiri..Sang IBu pngthuan adlah sbuah ruang dan waktu yg diberikan oleh semesta untuk mempersiapkan diri serta jiwa agar bisa tangguh dan mampu mnuju tahapan selanjutnya..Om Saraswati pujam ya namo nama swaha…

Selanjutnya pada persiapan tahapan kehidupan kedua, maka seluruh pngthuan yg dimiliki yg telah dpelajari akan diprgunakan untuk mnjadi sarana kesejahteraan..Tahapan ini tentu bisa dipahami sbagai tahapan untuk melksanakan swadarma mendpatakan keturunan yg brasal dri grehasta yg baik.

Seluruh jnana akan diberdayakan menuju pada pencapaian pencarian akan artha yg berdasarkan dharma.. Tentu ktika membaca kedharmaan, maka tidak bisa lepas dari sakti Wisnu yaitu Sang Shri Laksmi..Beliau adalah yang mnguasai kesejahteraan kebahgiaan dunia..Sesuai dgn konsep Wisnu sbagai pemelihara, maka grehasta yg memiliki swadarma untuk berketurunan adalah memahami bhaimana memelihara sbuah jalur samsara itu sendiri..Untuk bisa menjadi yg mampu mengasuh membesarkan Sang Dharma Raksaka, tentu pula itu menggunakan artha dan juga Kama Sattwika guna (motivasi yg baik) untuk tetap berada dalam jalur dharma itu sendiri..

Segala godaan adlah sbuah ujian agar tetap bhakti kpada swadarma itu sendiri.. Maka tahapan keduan ini adlah thapan yang mengibaratkan artha brana sbagai hal yg penting agar juga bisa mngontrol diri untuk slalu tetap pada jalur dharma..Om shri laksmi pujam ya namaste narayanam..

Setelah sanggup membesarkan anak serta pula mampu menciptakan kesejahteraan yg ada, maka seprti juga tahapan di catur asrama, maka selanjutnya adalah bagaimana cara untuk bisa melepas keduniawian agar mampu untuk menuju kelepasan dan bersatu dgn brhman.. Maka waktu Kala Ruang yg ada adlah kesempatan jiwa di diri untul menyambut kala di bhur loka ini..Yaitu mnju pada alam setelah kematian itu sendiri yg berisikan pmahman2 akan konsep KeTuhanan Brahman..

Dan itu adlah sbuah kesiapan jiwa untuk melepas raga dan melaporkan seluruh pnglaman hidup kpda Sang Brahman Hyang Wenang..Dalam hal ini siap menuju kesirnaan.Kesirnaan yang lekat pada pralaya kemusnahan badan kasar dan pngadilan suksma sarira itu sndiri..Kesirnaan pralaya yg dikuasai oleh IA Sang Hyang Shiva Tri Netra, tentunya itu adlah bagian2 nyata ttg pngmblian badan kasar mnuju pnca maha butha air api udara tanah ether kmbali pada Maya prakerti..

Itu adlah mutlak akan terjadi, Kala sbagaimana waktu tentulah sesuatu entitas yang tidak dapat mngkin dilawan, dan sbagai sbuah dimensi ruang yg semua tersangkuti oleh pngruh kala itu sendiri..Krna itu sbuah kekuatan maha dasyat maka IA pun diwajahkan seram sprti raksasa itu sndiri, yg mngirimkan kengerian2..

Kala adlah yg mengakhiri yg mengambil sluruh yg dikumpulkan dlam hidup, menyapa dgn Nya adlah sbuah keniscayaan yg dmana dapat twrlihat sebagai kewaskitaan kebijaksanaa dan juga kearifan. Ketika diri melksanakan swadarma scara tidak arif dan bijak, maka Kala yg telah terlewati sia-sia akan menjadi IA Sang Durgha Maha Kali yg menyeramkan dan siap mengadili jiwa2 yg lalai akan kehidupan itu sendiri..

Ketika sbuah kebajikan dlam hidup mnjadi cermin dri, maka proses wanaprasta bhiksuka akan memperlihatkan sujud sebuah entitasNya yang membahagiakan serta menjadi ibu dalam mngarungi lautan kehidupan dan samsara serta melewati waktu pengadilan setelah mati dgn baik..Tentunya IA jga yg mampu mmbrikan perlindungan bagi anak cucu agar senantiasa memahami daulat waktu yg hnya sbntar dlam hidup ini.. Om durghanam Suci Nirmalam, Parwati Shanti Pujam..

Salam guswar
Agustus 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.727 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: