RSS

Tuhan budaya dalam Psikologi

Tuhan budaya dalam Psikologi

Tuhan budaya dalam Psikologi

Memahami psikologi seperti pada bahasa freud tentang menganalisa hal-hal kecil, tentunya menjadi sesuatu yang bermakna sangat besar. Dan pada dasarnya kemampuan manusia untuk memahami jiwanya dari apa yang terpapar sedikit pada kehidupan yang biasanya ia jalani, akan membawa pada kesediaan mereka untuk memahami diri itu sendiri. Sebagai sesuatu mahluk yang memiliki jiwa, dan dalam kecendrungan akan memiliki karakter, pola pikir, serta kebiasaan-kebiasaan yang jelas memiliki makna tersendiri.
Pada dasarnya sebuah pemaknaan akan jiwa akan membawa manusia pada keterbiasaan mereka sehari-hari. Sebagai contoh adalah ketika mereka memercayai bahwa masuk ke rumah orang yang baik adalah dengan kaki kanan, maka ia akan memaknai itu sebagai sebuah kepercayaan diri bahwa ia sedang berada pada niat yang memang baik. Tentu saja ini memengaruhi bagaimana jiwa memahami tentang dirinya sebagai manusia yang mendirikan jiwanya pada etika atau juga dengan itu memengaruhi konsep ia menjadi manusia kesehariannya.

Keseharian itu adalah sebuah bagian yang tak terpisahkan dari bagaimana ia menjalani niatan ia pada kehidupan ia sendiri. Dalam kejiwaan, maka tentunya ia adalah sebuah konsep yang mengada saat jiwa itu bisa didefinisikan sesuai dengan apa-apa yang ada. Secara literatur dikembangkan oleh Jung sebagai sumbernya, maka bahwa jiwa itu adalah kumpulan dari empat makna tersendiri yang dinisbahkan sebagai bagian-bagian yang terdiri dari

  1. Memori-intuitif-insting yang berkembang dalam bahasa lain sebagai kodrat, yang juga dimaknai sebagai ID oleh Freud ( namun freud membagi menjadi tiga, id ego super ego).
  2. Rasa-emosi-keniatan-moral? Yang merupakan bagian dari rasa akan sesuatu untuk melihat itu sebagai sesuatu yang bernilai dan menghadirkan serta memengaruhi perasaan mood juga pada taraf hormonal yang memberikan nilai akan keindahan ketidakindahan, kesenangan ketidaksenangan, kenyamanan ketidaknyamanan kenikmatan ketidaknikmakatan dan sebagainya, ketakutan keberanian, kebahagiaan dan tidak bahagia, dan seterusnya (endorphin, serotonin,  adrenalin, dopamin, dst).
  3. Pikiran-intelektualitas-kecerdasan-keputusan yang diajukan sebagai pemaknaan pada yang mampu menelaah menganalisa setiap keterjadian agar dapat dimaknai dengan nilai baik buruk, benar salah, mempersepsikan sesuatu berdasarkan kadar atau nilai-nilai yang vertikal dan pada akhirnya menjadi sebuah kendali atas panca inderawinya untuk memberikan tanggapan atau pernyataan tentang sesuatu itu.
  4. Yang terakhir adalah penginderaan yang berhubungan dengan pemaknaan pada penilaian atas hubungan jiwa terhadap luarnya serta persepsi yang ditangkap oleh itu yang menuju pada keberdayaan jiwanya untuk menafsirkan apa-apa yang berada di luar jiwa itu sendiri. Pengindraan bisa menjadi sebuah ke antaraan pada ego serta super ego, yang dimana super ego adalah sebuah konsep tentang yang berada di luar tanpa memisahkan antara apa-apa yang dimaknai oleh jiwa itu sendiri dalam tafsirnya, sedangkan ego adalah bagaimana sebuah jiwa itu memaknai tentang ke antaraan tersebut. Sebagai contoh: lingkungan yang dingin adalah super ego dengan pemaknaan bahwa ego itu adalah belum merasakan kedinginan. Maka keantaraan itu adalah apakah dingin itu menjadi terlalu dingin atau dingin yang tidak seberapa dan ego sendiri memaknai itu sesuai dengan kadar masing-masing yang secara perspepsi tiap-tiap orang akan berbeda juga.

Kemudian tentu saja hal itu akan dimaknai sebagai sesuatu yang bermakna, ketika bahwa itu menjadi bagian dari keberadaan manusia sendiri memaknai kehidupan dan perjalanan hidupnya. Pada bagian-bagian yang dimaknai secara baik adalah saat di mana manusia akan bisa memiliki kebermaknaan menghargai kehidupan itu sendiri sebagai manusia yang mengunsurkan dirinya sebagai bagian dunia. Sebagai bagian lingkungan yang kecil dan membesar menjadi keluarga, menjadi kemudian lingkungan masa remaja, masa bercengkerama, berkeluarga, serta menafkahi, dan juga bermanfaat, serta masa tua yang akhirnya mati.

Hal ini sepertinya akan menjadi bagian yang cenderung berpengaruh besar nantinya pada kepribadian dan daya tau manusia akan keberadaan dia akan jiwanya itu sendiri. Pada dasarnya suatu konsep keadaan budaya membentuk perbedaan pola persepsi pikir dan tafsir mereka dalam mendalami pola konsep kejiwaan ia sendiri. Sebagaimana juga pembudayaan yang berbeda yang memasuki pada suatu kebudayaan yang ada, akan memberikan suatu pemetaan-pemetaan baru akan kejiwaan dari unsur-unsur jiwa itu sendiri. Karena pada dasarnya konsep super ego akan memberikan pengaruh besar dari sudut budaya asal muasal itu yang tidak serta merta dapat diaplikasikan di budaya yang berbeda juga pada prinsip-prinsip yang mengakar.

Namun perlu disadari juga bahwa konsep arketipe yang ditawarkan oleh Eliiade dan juga tingkat sakralitas profanitas durkheim, akan suatu “kesamaan” yang tersamarkan dan juga selalu berkembang, dan namun tetap masuk sebagai intuitas jiwa itu sendiri, akan membawa pada sebuah tolak ukur yang hampir sejatinya pasti menggambarkan keterdalaman jiwa yang nyaris adalah sebuah “kesamaan”. Akan tetapi pada akhirnya itu akan menjadi bias ketika ego dalam penerimaan atas “keantaraan” itu, menjadi hal yang terpaksa bergantung pada super ego itu sendiri. Tentu super-ego adalah suatu yang dimaknasi dalam kebudayaan juga, namun arketipe-arketipe yang muncul sebagai bagian-bagian yang tidak terpisahkan akan keberjalanan manusia secara sejarah awal, akan menuju pada keberselarasan saja.

Tetapi perlu disadari bahwa super-ego sendiri pada dasarnya memiliki beberapa kegenapan yang tergiatkan pada bagaimana arketipe-arketipe itu tetap mengada. Simbolis-simbolis yang dimaknai dahulu sebagai sesuatu yang “melahirkan” dan memberi “lahir”. Arketipe ini sepertinya adalah bagian-bagian yang menjadikan budaya itu sebagai sebuah keberwajahan atas penyatuan “itu” sendiri yang akan terbawa ke mana dia akan mempersepsikan dirinya sebagai manusia.

Hal itu belum menjadikan sebuah jawaban yang sangat memuaskan, dimana pada dasarnya sebuah adaptasi manusia terhadap keadaan super-ego itu sendiri, membuat manusia berevolusi secara jiwa dan juga menuju pada fisiknya, yang sekiranya tidak serta merta menjadi kebenaran. Karena sains sendiri berasal pada sebuah produk intuitif yang tersebar kepada mereka yang menemukan itu juga. Seperti misalkan keintuitifan buah apel yang menjadikan “kesamaan’ keterjadian antara yang satu dengan yang lainnya, sebagaimana halnya apel pada sebuah konsep kereligian dan konsep sains. Itu adalah hal yang sedikitnya tidak detail dan akan ditertawakan, namun pada dasarnya kemaknaan atau konsep psikoanalisa adalah memperlihatkan sebuah kebiasaan yang ada dan menjadikan itu sebagai pemaknaan tentan psikis manusia di luarannya.

Pada sebuah budaya yang mengakar sekaligus juga situasi religio yang berkembang di tempat itu, maka sangat perlu untuk memberi keberhatian pada konsep-konsep yang telah terpolakan secara genetik dan juga terbudayakan sebagai akarnya, dan pada akhirnya memberikan sudut pandang yang berkembang pada manusia yang telah lama ada di wilayah itu. Karena dalam kebudayaan itu sendiri akan memberikan sebuah pembawaan sebenarnya yang seharusnya ia dan lingkungannya terima dalam memberikan pemberdayaan psikologi bagi sesiapa yang telah hidup pada budaya religio itu.

Sebagai contoh konsep moral keberyakinan yang berada pada “keantaraan” yang akan berbeda di setiap budaya yang ada. Pada dasarnya dari arketipe “melahirkan” dan “yang memberi lahir” akan memberikan sebuah konsep tentang nilai penilaian moral secara adanya. Nilai moral disuatu tempat akan memberikan jawaban untuk bagaimana etika yang sesuai pada penafsiran pola-pola psikologis yang ada. Ada tiga yang bisa ditelaah menjadi bagian penilaian kemoralan, konsep “terang-mulai, aktif-proses, gelap-diam”.

  1. Yang dimaknai secara super ego adalah konsep yang memetakan baiknya menjadi manusia dalam keberpikiran yang termanifestasikan menjadi ia sehari-hari, tentunya disesuaikan dengan lingkungan kecilnya yang menjadi super ego kecilnya.
  2. Yang dimaknai adalah keberaktifan manusia sebagai mahluk sosial yang mengembangkan dirinya sebagai yang mengaktualitaskan diri, atau sebagai juga yang mencari kenyamanan, kebutuhan sehari dan juga makanan (maslow) apakah akan memberikan ia sebuah pola-pola keberpikiran dan berprilaku secara sehat.
  3. Yang dimaknai sebagai pola-pola pada yang tidak layak dijabarkan sebagai kebermanusiaan itu sendiri, dan mempengaruhi persepsi jiwa di dia itu. Tentunya hal ini merupakan bagian yang dianggap sebagai kelainan pada kejiwaan itu sendiri. Ini adalah hal-hal yang tak sesuai pada pengembangannya sebagai manusia. Pada ini lah sebuah konsep jiwa yang perlu dianalisa untuk mencari mengapa manusia kehilangan etika dan ketidaksesuaian ia memanifestasikan dirinya keluar pada wilayah super ego.

Hal di atas akan menjadikan pedoman untuk membenahi apa-apa yang menjadi gambaran pemetaan jiwa itu sendiri di keempat mana sebelumnya tentan jiwa itu. Tentunya perlu penganalisaan lebih lanjut.

 

Sekedar gwar..2017

Freud psikoanalisa

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 April 2017 in agama

 

Tag: ,

Anima, animisme menjaga Kualitas Sang Bumi.. 

Om hyang sangkara dewa pujam.. Langgeng suhci sang eka pramanam..pangemong jagat samastha lokham.. Shanti rahayu kaniskalam, sad kerthi satya laksanam.. 

Pada prinsipnya pertiwi bumi,  memiliki jiwa,..Jiwa yg menyerap segala kualitas di atasnya,  kemudian mengembalikan itu semua dalam pahala baik atau jua pahala yg buruk,  sesuai yg dengan diberikan kepadaNya,  pertiwi.. 

Anima animis,  adalah sebuah kepercayaan terhadap sesuatu jiwa atau ruh daya hidup yg berada pada sesuatu yg hidup,  bumi pepohonan gunung sungai laut,  dan sebagainya.. sejatinya itu adalah sesuatu yg sangat patut dipahami secara mendalam.. Mendalam pada tatanan definisi bahwa sesuatunya itu berisikan hikmahNya serta juga tentu kualitasNya..Manusia pun oleh para luwurnya yg luhur,  memiliki berbagai cara bahasa agar memahami hikmah semesta.. 

Dalam khasanah bahasa hindu,  maka wyapi wyapaka, anima, mahima, laghima, yg berada dimana2, yg terkecil meresap kemana2, yg maha besar sehingga kita semesta berada di dalamNya,  jua yg maha ringan sbagaimana semilir terdengar terasa sejukNya, adalah sebuah kehakikatan yg sempurna adaNya..  

Dalam sloka bhgwdgita disebutkan.. “Aku berada di tiap mahluk, yg mengetahui tentang itu tetapi tidak Merosot karenanya,  adalah yg sanggup dan siap menerima pelajaran rohaniKu”..Sabda Awatara itu mnyebutkan bahwa,  semesta jua berisikan diriNya sebagai ruh yg utama yg memberikan hidup dan urip.. Tentunya semesta juga lah berisikan sang urip yg menghidupkan itu semua.. Karena Ia sejatinya berada di mana2..

Dalam sebuah kebudayaan yg beradab sebagai cipta rasa karsa manusia, maka tentu dlam hindu nusantara telah dijalankan bagaimana mengimani, menurbuatkan tentang kehakikatan ilahi dalam segala bentuk wujudnya,  seperti jua pepohonan yg diwicarakan saat tumpek Uduh,  lalu juga konsep sad kerthi yg mrupakan ritual yadnya untuk menjaga palemahan itu sendiri.. 

Palemahan adalah bagian dri tri hita karana yg berarti kesadaran akan keharmonisan dgn semesta lingkungan.. melaksanakan wicara dgn cara membahasakan diri dgn simbol2 sakral adalah hal yg lazim dilakukan serta sangat mendalam kajian filosofisnya.. Sad kerthi sndiri adalah yadnya yg digunakan sbagai yadnya kepada palemahan itu sendiri,  ini biasanya oleh tri sadhaka,dipimpin oleh sang rhsi bujangga waisnawa sbagai sang dwijati.. 

Dalam budaya kejawen ada jua sesajian yg dilarung di laut sbagai pembahasaan kepada ruh utama itu sendiri.. Hal ini scara hakikatnya adlah mengomunikasikan harapan yg ada kepada semesta yg bersangkutan.. karena pada dasarnya semesta memiliki kemampuan menyerap kualitas yg ada dri sekitarnya, serta para tetua yg memahami akan mengerti bahasa semesta itu sendiri.. Sedalam yg membatin itu dan yg juga ghoib niskala sbagai bahasa jiwa.. Secara logis ktika dimana suatu lingkungan daerah manusianya melakukan sebuah keburukan yg menjauh dari dharma kebenaran,  maka energi itu terserap dan dikembalikan menjadi sebuah musibah, atau scra sains ktika hutan gundul (dimana pepohonan sangat tidak dihormati)  maka tempat itu lambat laun akan digerus sebuah bencana.. 

Sebagaimana juga bahasa keislaman mnyebutkan bahwa IA adlah sbagai dzat yg ada di setiap semestaNya,  kemudian pula ketika itu tiada dihormati dimaknai secara dalam,  mendangkal maka energi buruk pun akan muncul.. Karena sifati nama2 Beliau adalah yg al ghoib jga al batn,  krna itu maha Ia berada di batin, dan dzat jga mngisyaratkan sebuah keghoibanNya.. Ini sangat dimaknai oleh mereka yg selalu memaknai segarnya “air kelapa” haqiqat dan juga dunia cinta kasih tassawuf.. Tentu juga Ia adalah sang Khalik semata,  kemudian mencipta semesta yg layak dipelihara sbagaimana tangan2Nya yg mensifati Tauhid Asma Wa sifat.. Tentu ada sekilas makna al muaimin sang maha pemelihara..Dimana IA yg sujud pada abdiNya akan senantiasa memelihara ciptaanNya sendiri.. sebagaimana Tuhan Maha besar adlaah bahwa kita berada di dalamNya..Hal ini mnyimpulkan bahwa, sbuah jalan agama adlah menciptakan suatu dunia yg layak dihuni dan layak dipelihara sbagai tempat hidup yg akan lama ada… 

Salam gwar april 2017

…Mereka yg mau mengerti akan memahami, mereka yg belum memahami akan mencari,  mereka yg tak mau mencari akan teradili… 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 April 2017 in agama, budaya

 

Tag: , , , , , , , , ,

Me-Dharma Sunya ring Sunya Rahina..

Me-Dharma Sunya ring Sunya Rahina..

Dharma sunia..Sembari merayakan diri dalam kesepiaan dunia, dan menemukan SuniaNya sang Jiwa..Pada Sang Hyang Embang dan jua Acintya Nirwikara Wyapi Wyapaka, yg memberikan kedalaman pemahaman dharma, menuju pada jalan ananda..Memahami kebahagiaan antahkarana sariram jihwa suksma sebagai Yang menyebabkan.. PadaNya ku mencoba bertanya..Hyang Suci Nirmala

Dharma Sunia ..122-128..
Rahina wejni mejagra.laha tutur pinahayu.awya durjana mahinsa. yateka n tapa naranya..

Tan denim mara rin gunun. Manemu n moksa tan padon. Tan denin mamanan ganan. Tan siddha yan taya n tepet..

Tan madoh kadan san wiku. Rin ambek juga tan kalen. Satya pinaka hibunta. Yanken pitanta tan dana.

Dharma pinaka bratanta. krepa pinaka harinta. Mwan santa pinaka strinta. Ksama pinaka putranta.

Ambekta pinaka kadan. Ankara pinaka satru.Utsaha maka drewyanta. Lemeh pinaka dukhanta.

Gelehta maka papanta. Nirmala pinaka swarga. Tamah pinaka lawanta.mwan rahjara waluy waluy.

Satwika maka marganta. Cetana pinaka dilah. Nirbana maka grehanta. Turyapada ya paturwan..

Artinya : 

Dharma sunia 122-128.

Siang malam berjaga, terus mengingat yg baik, jangnlah jahat membunuh-bunuh, Itulah yg bernama Tapa..

Bukan karna datang ke gunung, menemukan moksa tanpa tujuan, Bukan karena makan sayur2an. Tidak akan berhasil ketika tidak tepat..

Tidak jauh kerabat sang Wiku.Di dalam pikiran tiada lain, Kesetiaan bagaikan ibumu. Jadikan ayahmu sifat pemurah itu..

Dharma bagaikan janji dirimu, Kesempurnaan bagaikan adikmu, dan kelembutan bagaikan istrimu, Sifat memaafkan bagaikan anakmu..

Pikiran bagaikan kerabat. Kemarahan bagaikan musuh, Ketekunan bagaikan milikmu, Keengganan bagaikan dukamu..

Kekotoran bagaikan kepapa-an mu.Kebersihan bagaikan surga. sifat Tamasik bagaikan lawanmu.Dan sifat Rajahmu : Kembali-kembali!..

Pikiran suci bagai jalanmu.Kesadaran bagaikan nyala api. Nirwana sebagai rumahmu..Turyapada sebagai tempat tidurmu..

Usai..

Maka sejatinya bahwa berjanji dalam dharma akan melenyapkan Mala, dengan cara mengingat diri..Diri yg tersadar memiliki kerabat sang manah, memiliki harta sebuah ketekunan, memiliki duka sebuah keengganan, bagaikan tamas yg juga lawan,….

Berpurusha ayah sbagai pemurah kedermawanan diri, berprakerti Ibu sbagai lambang Kesetiaan jiwa, adikmu adlah kesempurnaan, istri dirimu adlah kelembutan, pemaaf adalah anakmu..

Dan saat itu kesadaran menyala, bahwa Nirbana telah menjadi rumah dharmamu..pada Dharma Sunia..menuju pada SuniaNya samastha..yg Shantii shantii shantiii..

Nyepi maret 2017

Gwar..

Sumber Dharma Sunya..Memuja dan meneliti Siwa..IB Dharma Palguna..1999..Yayasan Dharma Sastra Dps.. 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Maret 2017 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , ,

Nyatur sanak dalam berbagai BahasaNya..

Om nyatur sanak, ingsun kawulo ngabdi ikang Gusti illah alla hyang widhi, sidhi bhakti bhakta sang buddhi kaniskala sukla tanpa papa duka rogha..swaha..

Nyatur sanak ingsun lekad kapertama, adi ari2 getih toya nyem lamak..ngleburing jagat ring daksina purwa, ngrereh jnana sidhi wengi, nguttara, ngangin, daksina, ngedauh..

Sinah metu mrtyu kala kali tattwa, ngamolihang duka papa rogha, menyama nyatur sanak, nginsuni melajah jnana kala tattwa, dados ipun Ida hyang banaspati raja-barong, banaspati-ngelandung, mrajapati-nang girah, anggapati-suksmaning sariram..

Menyama braya brayi brayut, ning neng nong, kaak kuuk, krasak krusuk, krisikkan ..bruah brauh briiihhh..hanaah crakam datah swalah mah gah bhgna pahda jhnyanya.. Dasa aksara nipun mukti bebangkit mewasta sidhi, hrah hrih hroowwh…

Teko ing dewek ndiri, suksma nipun mecitta budhi manas ahamkaraning pancer..sinah nyatu ngelebur nyaki, hring dewek niskalam jagat..anggapati pati ning buddhi rohso, banaspati ning ahamkarah dewek ehgoo, mrjapati ning manass indriyanipun kagisi ksama smpurna, banaspati rahja cittna nipun tampek saking atma ananda marga dursila sirna … 

Sinampun sinah madewa yadnyah sucining satwika rajasika guna tinemu tamasika guna, mangabdi antuk manah suci buddhi, mauttama ida sang dewata manca..dewek sahanira jagat trepti buddhaya, nyatur dewata nyanak sidemen hning kaja kauh kangin kelodan..Minekadi sang hyang brahma waisnawa, iswaram dewam mahadewata, shiva parama shiva tengahing urip tinurip…sawireh Ida dewata nruenang manca bhutanipun, saget Ida ngicen pangaksama agni, apah, pertiwi, wayu, akasa…mapanca tan matrah hring dasendirya nipun…sang suksmaning guna tri, malebuh hring sapta cakra stula sariram…

Ainggih kawentenang saking dura jawinipun, nusa doh antara, sinah ngislam ngeslam nyamawi nipun magelah, ainggih saget ma asma husna nipun, minekadi…nyatur sanak, sang al muaimin, hyang malik, hyang qhudus, hyang khalik, hyang akhir..minekadi hring catus pata puniko nangkil tedunang.. 

Inggig patut para nahbi hring dura nusa antara, minekadi nyatur pata nyatus sanak..minekadi nguttara nahbi musala, nganginang puniko Isyana, ndelodan daksina puniko ibrahimah nahbi, hring kauh sineh wenten sang nahbi muhammadina, hring tengahing dewek sajanira sahanira mewasta ida tabik sugra nahbi Khidiran..

Asapunika sabda ning suksma jagat, mogi2 polih trepti lan shanti..swaha..

Gwr S.plon..

19 mar 17

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Maret 2017 in Tak Berkategori

 

Susila panca yama/nyama bratha dari Nitisastra

Susila panca yama/nyama bratha dari Nitisastra

Om hyang jnana sidhi..dharmaning  sang buddhi siki..sinampura mangda polih amrtam…papa i dewek mapujam..

Begitu banyak lontar, kekawin, tattwa, dan peninggalan tulisan2 dri para leluhur yg luwih..Yang mampu memberikan pedoman serta gambaran2 tentang bagaimana melaksana hidup di tubuh manusia ini..Yang selalu diingatkan untuk tetap “eling” akan keberadaan IA hyang maha budhi hyang Widhi Wasa..Salah satunya adalah kitab yg dinilai sbagai kitab untuk sang pemimpin..Kekawin Niti Sastra..adalah dikatakan brasal dri Rsi Canakya atau Kautilya India pada kerajaan Magada, kemudian digubah di nusantara yaitu jawa kuna dalam bentuk kekawin nitisastra..Penggubahnya belum diketahui pasti, namun yg bnyak yg mengagumi kekawin ini..
Isinya brisikan ajaran kepemimpinan, namun secara mendalam berisikan banyak moralitas, serta etika untuk pengembangan diri..Sehingga bagaimana memaknai sang budhi dalam keseharian itu sendiri..Tentunya sebhah kebahagiaan ktika diri mampu memaknai kesusilaan dalam hidup yg sekejap ini…

Leksikon etika susila yg umum diketahui adalah panca yama brata dan jga panca nyama bratha..Sejatinya adalah suatu kumpulan konsep untuk menganalisa diri, serta jua memperbaiki diri itu sndiri, sbagai batas dalam berprilaku..Sloka2 yg ada dalam setiap lontar atau kekawin, tentunya brisikan siratan makna dalam berpedoman pada hidup in..Berkenaan dengan itu, ke depannya tentu akan banyak perkembangan untuk menelaah berbagai kitab, kekawin, lontar dri nusantara itu sendiri dalam memahami konsep susila dan penerapannya sbagai manfaat pada khidupan sehari-hari..

Pertama salah satu pemahaman dalam bersusila adalah melaksanakan Panca Yama Brata..Yang secara makna berartikan lima macam pengendalian diri manusia dalam prilaku untuk taat dan disiplin dalam kebajikan..

1. Ahimsa yaitu tanpa kekerasan, melakukan sesuatu dgn rasa cinta dan kasih dan meniadakan unsur kekerasa pada mahluk tnpa sebab2 tertentu..Ibarat org durjana yg berbahaya dan bisa membunuh sewaktu2..

Sargah II-9 nitisastra..

Maksika sirsa tendasika wisyanika tan hana len.. Mreccika pucca buntutika wisya katinengetaken..Sarpa ri danta rakwa wisa huntunika taya waneh..Durjana sarwa sadhinika wisya mamepek ring awak…

Artinya : bahwa kumbang memiliki bisa di kepala, hanya di kepala..Kalajengking di ekornya berisi bisa dan disembuyikan di belakang ekornya, Ular tentu di giginya, tidak di tmpat lain..Akan tetapi manusia yg durjana jahat, diseluruh tubuh anggota badan dan sendi2nya dipenuhi bisa..

Pemaknaan ini menyebutkan bahwa manusia yg jahat durjana akan mudah mlksanakan himsa karma, yang bahkan lebih berbahaya dari binatang berbisa..Keadharmaan akan tidak membawa kebahagiaan baik di dunia maupun setelah kematian..

2.Brahmacarya…

Artinya adalah mencari ilmu pengetahuan..Ilmu pengethuan adalah dasar, agar manusia bisa menjadi manusia yg bermanfaat untuk kemajuan peradaban manusia itu sendiri..Pengetahuan adalah juga jalan pembebasan mnuju jnana yg sidhi..Dalam niti sastra disebutkan sebagai berikut:

Sargah II-7..

Hemani sang manukti dumadak tika tan ana guna..Yowana rupawan kula wisala tika pada hana..Denika tanpa sastra ran ateja wadana makucem..Lwir sekaring sami murub abang tan hana wanginika…

Artinya : sangat disayangkan, jika org yg kaya tapi tak disangkanya bodoh dan tidak berilmu. Meskipun masih muda, rupawan dan berasal dari keluarga penguasa tetapi tidak berilmu,tentu kusam dan tiada bersinar, seperti kapuk hutan, merah merang tapi tidak berbau harum..

Begitulah mereka yg tidak berilmu, walaupun dalam keadaan yg rupawan, berharta, dan anak penguasa, tetap saja bahwa ia tidak berwibawa dan dihargai, maka ilmu adalah sesuatu yg penting yg melindungi seseorang dalam jalan dharma pada khidupannya..(sarasamuscya)..

3. Satya ..Yang berarti setia kepada janji, ucap, kewajiban dalam kehidupannya.. Disebutkan mereka yg ingkar pada janji itu tidak layak dianggap sebagai manusia yg berbudhi..Seperti dalam nitisastra disebutkan ..

Sargah I-8..

Yan ring paksi tinucca kaka hinaran papatmaka ng candala. Ring sarwamrega gardabheka hinaran tuccatmaka ng candala..Ring buddhiki, tinucca candala si kopangde hilangning ksama, ring durmitta cinandaleng jana kador tang candala trinucap..

Artinya : diantara burung, maka gagak yg paling hina dan buruk hatinya..Di binatang kaki empat, keledai dianggap nista..Tentang watak, maka suka murka adalah yg dianggap rendah tak kenal belas kasih..Yang terendah melebihi ketiga hal tersebut, ialah org yg tidak menepati janji pada sahabat..

Maka sebuah kesetiaan adalah hal yg sangat berharga, sebagaimana dalam hindu disebutkan lima macam satya, panca satya..Yaitu satya mitra, satya semaya, satya hredaya, satya laksana, satya wacana..

Untuk jelasnya bisa dilihat pada link brikut:

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/04/18/panca-satya-jalan-terpilih-untuk-kertha-yuga/
4. Awyawaharika..yang berarti hidup tidak terikat pada keduniawian, sederhana dan cinta kedamaian..bersahaja…Dalam niti sastra disebutkan pula konsep awyawaharikam dalam sargah berikut:

Sargah III-3..

Anitya tikanang hurip mwam i wayah kasugihan atilat nda tan sthiti..Ikang surata sanggameka kadi langgeng apuhara wiyoga lana..Adharma kalawan sudharma guna muda wedi wedi kasuran utama..Sadharda hananing sarira tumuwuh tekani pati manut nda tan hilang..

Artinya : Hidup ini tidak kekal, usia muda dan kekayaan hanya akan meninggalkan kita, dan tidaklah abadi..Adapun kenikmatan saat bersenggama seakan2 terasa kekal, namun kenyataannya masih bisa berakhir dgn penceraian..Kehidupan yg rusak dan tertata baik, kepandaian dan kebodohan, ketakutan yg amat sangat dan keberanian yg tiada bandingnya, semua selalu berdampingan dalam diri manusia, tumbuh dalam diri hingga maut menjemput, dan itulah yg tidak akan hilang…

Maka sejatinya tidak ada yg sejati di dunia ini dan pasti akan sirna, yg seharusnya dibawa mati adalah pahala baik agar mnjadi jalan di dkhidupan setelah mati, dan bahkan memberi manfaat di dunia nyata ini..

5.Asteya yaitu tidak mencuri..

Dalam.niti sastra disebutkan sbagai berikut: 

Sargah XV-6

Mwang wadwa tinggalakena pwa tekap narendra..Kopa pragalba tuwi tan hana mardhawanya..Nityeki lalana taman hana matra denya..Sakteng pirak kanaka ngisti dhana pwa tansah..

Artinya : hamba yg harus dilepas raha, yaitu mereka yg suka marah, terlampui beranu serta tak kenal rasa halus, yg suka menuruti hawa nafsu dgn tiada batasnya..Dan yg terlalu suka uang dan emas menghasratkan kekayaan..

Dalam hal ini sebuah sikap Lobha ripu adalah yg membuat seseorang mencuri, krna ingin kekayaan dan berlebihan tidak sederhada dan suka pada kemewahan..Hal ini yg akan menjadi pengganjal hidupnya kelak, baik dalam lingkungan keluarga, kerja, pemerintahan, perkawanan, bisnis dan semuanya..

Itu adalah konsep susila dalam Panca Yama Brata..berdasarkan prilaku keseharian..Maka ada selanjutnya Panca Nyama Brata yg berarti lima macam pengendalian diri dari dalam untuk melksanakan ketaatan dan disiplin memperbaiki diri..

Isi dari Panca Nyama Brata adalah sebagai berikut :

1. Akrodha artinya tidak marah atau mampu mengendalikan emosi agar diri tidak mengeluarkan amarah yg berlebihan..Dalam nitisastra disebutkan sebagai berikut:

Sargah II-13..

Hawya maninda ring dwija darindra dumadak atemu, ..Sastra tininda denira kapataka tinemu magong..Yan kita ninda ring guru patinta maparek atemu. lwirnika wangsa patra tumibeng watu remek apasah..

Artinya :janganlah mencela pandita pemuka agama, perbuatan itu mendatangkan penderitaan bagimu, Jika mencela buku suci, mendapatkan kamu sengsara di neraka..Jika mencela guru suci maka akan segera kamu menemui ajal..Kesemuanya bagai piring pecah dihempaskan ke batu..

Begitulah bagaimana ketika mulut tak mampu dijaga dan terburu nafsu mengungkap sesuatu yg semestinya bisa disimpan..Kemarahan akan membawa mu pada bencana saja..

2.Guru Susrusca taat pada guru..Guru yg memberikan kita pembelajaran untuk hidup itu sendiri..Untuk bisa survive dan bermanfaat mengisi kehidupan yg singkat ini..Sebagai contoh umum dalam hindu terdiri dari beberapa guru..

Guru rupakam yaitu orang tua, guru pengajian yaitu guru di sekolah atau institusi pendidikan, guru wisesa yaitu pemerintah dan para pemimpin, dan juga guru swadyaya yaitu Tuhan itu sendiri atau guru semesta..Pada salah satu ajaran Sikh, disebutkan bahwa hubungan antar manusia itu sebatas guru dan murid..Kapan seseorang menjadi guru, dan kapan ia menjadi seorang murid, saling memberikan pemahaman dan ajaran satu sama laiannya..Pawongan yg harmonis..

Pada nitisastra maka disebutkan sebagai berikut :

Sargah V-1..

Taki-takining sewaka guna widya..Simara wisaya rwang puluh ing ayusya..Tengah i tuwuh san-wacana gegon-ta..Patilaring atmeng tanu paguroken..

Artinya: Tekunlah berlatih ketika sedang menuntut ilmu.Jika sudah berumah tangga maka bersiaplah untuk memadu cinta..Jika sudah setengah tua, berpeganglah pada ajaran ucapan yg baik..Hanya tentang lepasnya atman dri tubuh ini kita harua berguru..

Maka tahapan2 kehidupan akan sampai pada berguru pada atman, pada sang hyang urip itu sendiri, bahwa seluruhNya ilmuNya jnanaNya, berada pada peti ananda margaNya yg berlapis wicaksana, kejujuran, dan berbudhi pekerti..Guru yg sejati..semesta itu sendiri..

3. Saucam..yaitu kebersihan diri kesucian hati..

Dalam nitisastra menyebutkan sebagai berikut :

Sargah IV.3  .

Hawyagyangaku sura pandita widhagda ri harepani sang mahardika..Sang yodheng rana sora denika satus wilangika sira tosni aang wani..Sakwehing wwang apaksa pandita sahasra pupulakena sora denika..Yekin pandita nama yogya gurun sabhuwana sira tosni sang wiku..

Artinya : janganlah tergesa-gesa mengaku paling berani, suci pandai di muka orang besar yg bijaksana..Barang siapa yg dapat mengalahkan seratus pahlawan, baru dinamakan pahlawan sesungguhnya. Kumpulkanlah seribu org yg terkenal sbagai orang suci, barulah ia boleh disebut suci, Ia patut disebut guru dunia: Ia adalah biku yg terutama..

Maka rendah hatilah dan menjaga diri, bahwa ada langit di atas langit, sejatinya bahwa menyucikan diri dgn merendahkan hati…Tentunya adalah hal yg memberikan ruang kewibawaan itu sendiri..Untuk dapat menjadi seseorang yg bermanfaat..

4.Aharalaghawa..artinya mengendalikan nafsu atas makan-makanan.. 

Dalam hal ini rakus akan makanan, akan membuat diri terkena penyakit2 yg membahayakan..Tentunya mengendalikan diri untuk makan seperlunya dan membebaskan diri dari keinginan berlebih akan membuat diri lebih sehat..Tentunya makanan dipengruhi juga oleh tri guna..mana satwik rajas tamas, keseimbangan itu dan kebijaksanaan dalam mengambil mana yg perlu adalah kewisesaan tersendiri….Dalam niti sastra ditemukan sebagai berikut :

Sargah II-12

Hawya mamukti sang sujana kasta pisita tilaren..Kasmalaning sarira ripu wahya ri dalem aparek..Lwirnika kasta mangsa musika sregala wiyung ula..Krimi kawat makadinika papahara hilangaken..

Artinya : orang yg baik jgnalah memakan daging yg tidak suci atau kotor dan busuk..Ia harus menjauhi segala hal yg hanya akan mendekatkan kotoran dengan dirinya secara lahir dan batin..Daging yg tidak baik yaitu  daging tikus, anjing, katak, ulat, ulat , cacing, Demikian makanan yg seharusnya dihindari olehnya..

Maka dapat disimpulkan makanan yg tamasik, akan juga membuat diri yg memakannya menimbulkan sifati yg tamasik..Gelap..Karena makanan mempunyai pengaruh besar pada suksma dan stula sariram..Makanan yg satwik akan menuju pada citta budhi..cakra visudha-ajna-sahasraha..Makanan rajas memengaruhi cakra lainnya trgntung dri sifati makanan itu..apa brsifat vayu,apah,teja,pertiwi..dan jga memengarhui amahkara dan manas..unthk berkarma marga..Makanan tamasik yg masih bisa dinikmati, adalah saat berhura2, berpesta..Namun hidup tidak selamanya berpesta krna manusia punya kewajiban..

5. Apramada artinya tidak ingkar pada kewajiban..

Sejatinya kewajiban dri seorang hindu, adalah mengenal tattwa, mengamalkan susila, dan melaksanakan upacara..Dalam hal ini upacada adalah panca yadnya, susila etika adlah tentang mengenal diri budhi yg berlandaskan dharma, serta tattwa mengenal memahami panca sraddha..Ini merupakan hal yg membuat diri mnjdi seorang hindu..Dalam niti sastra disebutkan :

Sarga XI-2

Kramaning dadi wwang ana ring bhuwana pahutanganta ring praja..Ri sirang munindra nguwineh sang atithi gamaneka sambaraman..Athawa muwah swa-pita rahyang amara rena yogya kingkingen..Panahurta ring pitara potraka luputakening yamalaya..

Artinya : manusia di atas dunia ini memiliki kewajiban terhadap sesamanya. Orang suci apalagi tamu wajib diberlakukan dengan hormat..Terlebih lagi kewajiban kepada orang tua kpada org suci, dan para dewata, hrus selalu diingat..Sebagai anak kita berkewajiban melepaskan pitara kita dri kediaman Hyang bhtra Yamadipati..

Maka mreka yg sadar akan kewajivannya, akan melakukan apa yg sehrusnya menjdi tujuan hidupnya itu sendiri..Bersifat dharmaning kstriya mahottama, dharma raksatah bahwa brsikap brsifat ksatriya dalam melaksanakan dharma sbagai pembela penyebar dharma itu sendiri..bahwa sanatana dharma memang benar abadi..

Swaha shanti..suci nirmala ida hyang budhi sidhanta..om

Untuk link lain yg menghubungkan panca yama nyama brata dgn sad ripu klik..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/03/31/panca-yama-niyama-bratha-pengendali-sad-ripu/

Gwr februari akhir..2017

Sumber : kakawin nitisastra ..teks terjemahan komentar..Miswanto paramita 2015..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2017 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , ,

Al-mahdi Imam Akhir Jaman, sekedar tafsir dan ramalan..

Al-mahdi Imam Akhir Jaman, sekedar tafsir dan ramalan..

Jayalah nusantara..

Di bumi nusantara yg sekedar hadir yg juga memiliki makna bahwa nusantara menjadi yg besar di segala masa, yg juga dijiwai sang jiwa-jiwa rahmatan yg selalu menjaga keberadaanNya, sang Khalik pencipta semesta..Semesta yg selayaknya diberikan makna kebaikan rahmatan yg indah..Dimana mgkin saja harta berharga al mahdi dlam maujud kebahagiaan yg damai menjadi hadir pada ukkuwah spiritualitas tnpa sekat-sekat ” baju” yg universalitas..

“Baju” nusantara yg melibatkan saudara empat yg dijewantahkan oleh sang Kalijaga sebagai sunan(sesuhunan) semesta..Dimana kakang kawah adi ari-ari, lamas, getih yang diparipurnakan mnjadi nafs nafs islami, sprti nafs amarrah lawanmah sufiyah dan juga nafs mutmainah, sbagaimana IA berada dalam diri yg terlindungi (ktika ingat) pada diri yg rhudiah khamilah..Mereka yg merasa bahwa sang wali dan juga nur ilahi nabi rasul brada(paling tidak terasa) pada diri..Terseraplah itu sebagai cara diri untuk memaknai dan mencintai semesta tanpa terkecuali.. Tentunya mereka tau bahwa perbedaan adalah keniscayaan, karena itu semua semesta mendapatkan sesuai dgn rasa rahman rahiim ilahi itu sndiri, sbagai maujud whdtul wujud, cermin keilahian yg walau sedikit saja diserap, maka menghadirkan kebaikan mutmainah pada diri serta rasa as sufiyah melihat dunia..

Pada sejarah menyebutkan, nusantara adalah negari negeri yg sungguh bermakna ilahiah, dan bersyukurlah hadir dilahirkan di bumi ini, tentunya berkat Ilahi yg menerobos segala makna namaNya yg tak terbatas, tentulah sbuah kesujatian yg layak dijelajahi scra spirit dan religi..Semua yg hadir akan lebur menjadi sesuatu yg menakjubkan ktika diri telah usai pada ego masing2 yg hanya membawa nafs rendah sprti nafs amarrah sahja..Tentunya pensifatan Ilahi sbagai jalan ke depan, tak akan dapat memungkiri diri sebagai yg hanya sebagai abdiNya saja..

Sesuhunan dan para jiwa2 spiritualitas telah hadir dalam sanubari nusantara sbagai emas nya semesta, seperti juga perjalanan nafs2 ilahi menuju kesujatian Al haq yg menambah rahmat pada abdi seorang khamilah di sentausanya semesta..

Maka menujulah para sedulur Lamas ke arah utara yg berwarna hitam sbagai nafs lawanmah citta yg membawa sifati ya Al muaimin sang pemelihara semesta al muaimin..

Maka menujulah para sedulur yeh nyom ke arah timur berwarna putih  sbagai nafs mutmainah buddhi yg menuju pada sang suci al qhudus ..

Maka menujulah para sedulur getih darah ke arah selatan yg berwarna merah sebagai nafs amarrah ego ahamkara pada sang khalik pencipta semesta..

Maka menujulah para sedulur ari2 ke arah barat yg berwarna kuning sebagai nafs as sufiyah pada sang Malik maha raja semesta..

Dan ditengah adalah sang ruh suksma yg hadir pada setiapNya dlm bahasa yg mgkin berbeda, sbagai secercah dzat yg membuat Ia hidup sbagai insaniah yg mengetahui sang khamil..Sang Khamil yg menjalanasi sifati nafs rhudiah khamilah sbagai penuntun, yg mewujudkan dirinya sbagai yg rahmatan..selalu berprilaku adil (ya-adl), memelihara semesta (ya-muaimin), sbagai ciptaan sang Khalik, mencintai menyayangi tanpa memandang sesiapa itu sbagai bagian ya rahmaan ya rahiim..

Sekiranya mampukah diri menjadi yg pembawa kebajikan, sbagai yg terlahir menceritakan kesempurnaan ajaran2 rahmatan?, dimana berkah sunyata surgawi akan terbawa dimana pun juga, terlampaui fhana baka akhirat..sbagai panji IA Sang mahdy..

Maka terjadilah..

Salam..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Januari 2017 in filosofi, pancasila

 

Tag: , , , ,

Taoisme dan penciptaan dunia dalam jnana veda..

Taoisme dan penciptaan dunia dalam jnana veda..

Swaha swastyastu..om..

Tao adalah suatu ajaran, suatu kebudayaan yg tumbuh serta berkembang di daratan china yg berasal dri sang bijak Lao tzu abad keenam sblum masehi, yg sprtinya berbarengan dgn confucious krana mereka sempat bertemu.. Tao sndiri hnya sbuah kata yg mendefinisikan sesuatu yg tidak bisa terdefinisikan sendiri..Sebagai sebuah potensi, awal, tanpa bisa terpikirkan scra tepat, krna disitulah misteri Tao mnjdi sbuah kekuatan trsendiri..

Dunia ini pula tercipta karena Tao dgn berbagai proses2 yg mistis yg mmbrikan sbuah gambaran teoritis ttg bagaimana kita dan semesta pada mulanya terbentuk..Yang pada akhirnya memiliki misi untuk memperkenalkan, mengenalkan prinsip Tao sbagai cara memahami semesta itu sndiri, serta hubungannya dgn langit serta bumi..

Dalam tradisi pngthuan veda, disebutkan pula bagaimana asal muasal dri semesta ini, yg seluruhnya dikatakan sbagai sang brahman yg niskala, dan yg nirguna pada suniam..Artinya berasal dari sebuah kekosongan yg berisikan potensi untuk mencipta semesta itu sendiri..

Sedikit gambaran yg tersirat pada Taoisme ..

Sebuah bahasa yg mengambil tema tentang penciptaan alam semesta, sbuah bahasa mendalam tentang sbuah teori metafisika itu sndiri..

Dalam bahasa lain, sprti misalnya bahasa veda penciptaan alam semesta, maka berawal dari sunia kosong tidak ada apa2 yg kmudian disebut nirguna brahman, namun berisikan potensi yg sangat beaar untuk mnjadi cikal bakal semesta sendiri..sebuah kehampaan sprti yg trlihat pada alinea pertama tao..

Kemudian lahirlah atau muncullah yg dua, yaitu brsifat positif negatif yg disebut sbagai purusha pradana, sbagai jiwa dan sbagai juga bahan untuk mncipta smesta..dalam hal ini pradana juga sbagai prakerti yg memunculkan tri guna sattwik rajas tamas..

Pada akhirnya persatuan itu memunculkan suatu wujud bentuk dimana yg kasar pradana akan mmbntuk tubuh yg twrlihat dari mahluk serta semesta, serta purusha akan mmbrikan jiwa sbagai bahan hidup untuk menjdikan badan kasar itu mnjdi ada..sekaligus pula sang bhumi yg semuanya trdiri dari panca maha butha, akasa apah bayu teja pertiwi..

Kmudian kembali bahwa satwik rajas tamas akan membrikan kendali bagaimana mahluk mnjdi suatu mahluk dgn kualitas tertentu, sprti juga mahluk manusia akan memiliki satwik rajas tamas seimbang yg artinya memiliki pikiran akal atau idep..Dan kemudian bahwa rajas tamas akan lahir para hewan hewan dan juga para tumbuhan yg jga memiliki ruh jiwa purusha, maka tidak memiliki idep mereka sbagai sesuatu mahluk…

Sebuah energi gelap terang yin yang, sbagaimana juga konsep rwa bhinedda, konsep purusha pradana(prkerti) yg mnybabkan adenareswari pada persatuan itu, sbagai makna kuasa saguna brhman saat mencipta memelihara dan meleburnya kembali kepada sunia loka..Sebuah kegelapan hnya bermakna gelap ktika tanpa cahaya, dasarnya ketiadaan cahaya adlah suatu kegelapan itu sendiri..

Cahaya yg meredup tentu adalah akibat pengurangan sang gelap itu sendiri..Segala proses penggelapan dan pencahayaan, akan meninggalkan kehilangan dan prsatuan gelap terang itu sndiri..Yang mnjdi penyebab terjadinya sesuatu sbagai energi meta, api mnjdi matahari, air mnjdi hujan dalam gumpalan awan mengairi danau laut, tanah pertiwi menjadi daratan yg sbagai tmpat berpijak mahluk bumi, angin adlah memenuhi semua dalam udara, serta akasa ruang yg maha besarnya sbagai yg dipenuhi smuanya..

Asal semuanya adalah brhman dalam bahasa TAO, sbagai suatu yg mistis dimana masuk sbagai pngthuan jiwa ruh jnana..yg hanya mampu dibuat sempurna oleh pencpta itu sendiri dalam makna KhalikNya..

Bhwgdgita..Maka Akulah yg utama, di dalam segala ilmu AkU adalah ilmu pengethuan rohani yg membebaskan..

Salam 

guswar..januari 2017

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Januari 2017 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: