RSS

Tri Murti serta Tri Shakti sbagai Purusha Pradana

Om sada sivam shiva narayanam..
Om shanti shaktam pujam Hyang Murthi..
Purusha suhci saucam jihwam..
Pradanam prkerti sabda sunya..
Lokham samastha santhi rahayu..

image

Om swastyastu..

Dalam segala kejadian di dunia baik pada alam bhur bwah swah loka..Maka tentu tiada akan terlepas dari konsep tri kona ..Utpetti sthiti pralina..sebagai proses penciptaan, pemeliharaan serta proses peleburan..Sebagaimana pula dgn konsep G.O.D..
Generating, Operating, Destructing yg selalu meliputi oleh apa pun di dunia yg berisikan juga kendali Maya triguna itu sendiri..

Tentu juga sbagai bagian konsep murti tiga kualitasNYA..Maka terdiri Ia Hyang kuasa Hyang wenang widhi Pradnya Paramitham bahwa itu diwujudkan sedianya sbagai bhatara daivam suhci tiga yaitu :
1.Daivam bhatara brhma sbagai kualitasNYa dalam penciptaan..
2.Mahadiv bhatara waisnavam sbagai kualitasNYA dalam Pemelihara sthiti..
3. Sugra Hning Sunia bhataram Shivam sidhantam sbagai pemrelina dari seluruhNya..
Pada mantram dan mudram japam di keseharian, maka tentunya sbagai yg berwadah hindhu dharma bali, dapat ditelaah di bait ke tiga sandhya tiga..yaitu “om tvam sivah twam mahadevah iswarah parameswharah brhma wisnuscha rudhrascah purusah parikirtitah”..

Pada mntram pujam panca sembah..dapat ditelaah di
Om nama deva adhistanayah sarwa wyapi wai sivayah..padmasana eko pratistyah..ardenareswary ya namo namah swaha..
Brhma prajapatya ya namo namah swaha…..

Tentu sejalan dgn kajian pmahaman Nya sbagai avataram waisnwawam yaitu..hyang krhrisna, buddha avataram, rama dan terakhir kalky avataram.. narayanam ya naditwyo sti kascit..

Dan yg terakhir adalah sbagai pelebur tentu dgn mntram pujamNya shiva bhatram yg telah dikthui scara umum..
Mahartyun jaya mtram..atau jga purusha Beliau yaitu mtram japam gan ganapatya ya namo nama swaha…

Tentu saja dgn berbagai jalan menuju padaNYA sbagai pengenalan trhadap purusha itu sndiri, dapat dipahami bahwa IDa hYang wenang adalah sbagai ardenareswari jua..Hyang memiliki konsep prakerti pradana serta lekat dgn konsep maya duniawi dan sejalan kepada bait Ida sebagai murthining samastha bhuwana..

Tri shaktam shakti hning ida ring pradana prkerti loka ring bhur bwah swaha driki..
Secara konsep hal itu sangat sejalan dgn prjalanan dunia itu sendiri dalam tri kona utpettti sthiti pralina maya guna sabdha loka itu..

Dalam Utpeti penciptaan maka hadir ida sbagai pradana mewasta bhatari hyang saraswati..sbagai penguasa ratunya ilmu pengethuan jnana pradnyam paramitham..yang juga dipuja pada saniscara umanis watugunung sbagai hari lahirnya ilmu pengethuan..mantram yg lekat dapat ditelaah dri sloka ini :
“Om Saraswati Namasthubhyam
Varade Kamarupini
Vidhyarambam Karishyami
Siddhir Bavathume Sadha “..
Dalam hal ini sbagai yang menciptakan dunia beserta isinya, tidak lain dan tidak bukan berasal dari ilmu pengethuan itu sendiri…

Dalam segala kejadian yg berhubugan dgn kesejahteraan, maka hyang bhatari laksmi Shri Sidhi manik mas meketel adalah yg sbagai pemelihara kenyamanan kebaikan keberlangsungan manusia di alam ini, seperti yang hadir pada panca sembah sbagai berikut : .
laksmi siddhisça dirghàyuh nirwighna sukha wrddisca”,
Dewi berwujud suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.
Beliau juga Ibu yg disembah sebagai bhatri rambut sri sedana, atau sbagai Sang Hyang Galih, bhtari Danu, Bhatari Melanting..tentunya sesuai sabda dan titah dri purusha waisnawa Hyang wisnu pemelihara, maka dri itu akan hadir kesejahteraan serta kebaikan dan knyamanan hidup dri cara yg dharma dan baik untuk mlksanakan pngthuan saraswati pujam sbagai cara bersabuh mas demi kebahagiaan sejati di dunia ini…

Yang ketiga adalah sbagai pralayam sbagai pelebur sgala mala, sbagai khala sbagai waktu sbagai sabda yg mengakhiri yang pantas dan layak diakhiri, sbagai awal dan akhir dri nol itu sendiri…sebagai juga shivam sidhantam yg menuju pada keluwesan serta menuju pada paham terbarukan..dan atau jga sbagai dasar untuk penciptaan selanjutnya…
Saat tercipta terpelihara, tentu juga ada konsep keadaan yg sirna dan mnjadi pijakan yg selanjutnya..
Saat tidak sadar menjadi kesadaran..maka itu juga berarti ketidak sadaran sirna lenyap dan pralaya..

Dalam hal ini ada dua wajahNya sbagai hyang bhatari yang mengasihi meparab Hyang bhatari Uma … hyang pertiwi yang sbagai IBu pratiwi parwati yang telah memberikan selurhnya kesediaan atas apa yg ada..tempat berpijak dan tmpat nanti keturunan dalam segala kehidupan yang nyata ini..
Sebagai gmpangnya, “Engkau tak bgitu perlu mmbayar dgn darah, kau hanya perlu menanam melati dan mawar saja untuk menjaga seluruh dunia ini, seandainya pun kau menanam kaktus atau membiarkan rumput2 liar tidak tersiangi, tentunya kau mendapat kaktus pula dan jgn berharap melati mawar, seandainya pun kau pintar anakku tentu kau akan memelihara ternak untuk rumput2 liar itu”…

Dalam mantram dapat dilihat sbagai berikut:
Mantram : Om pertiwi sariram dewi, catur dewa mahadewi,
catur asrama batari, siwa bumi mahasidhi
Om ring purwa ksiti Basundari, siwa patni putra yoni,
Uma durga gangga dewi, brahma betari wisnawi
Om mahe swari hyang kumari, gayatri berawi gauri,
Arsa sidhi maha, Indra Nicambuni dewi
Om akasa siwa tattwa ya namah swaha
Om pertiwi dewi tattwa ya namah swaha..
Dalam hal ini menjelaskan bahwa mNtram sbagai diri agar tegteg dan selalu brterimakasih pada pertwi ..sbagai gangga dalam apah..sbagai kumari yg mengasuh dan juga bhairawi
..

Sejurusan dgn bhatari dalam wujud krodhaning samsastha sebagaimana ibu yang marah kpada semesta itu sndiri, yang maha adil yg ditakuti oleh seluruh anak2nya..apalagi yg bersalah pada diri semesta..

Dalam hal ini tentu IA sbagai Maha Kali yg mnguasai kala waktu bindu yg mnjadi jawaban akhir dan sebab musabab semuaNYA..
Mntram Jay Maha Kali, jay kalikhee..jay maha kali, jay kalikhe..
Tentu dalam nusantara ada tattwa tentang kanda pat sedulur papat..inggih lwir ipun :
*Adi ari2-getih-toyam-lamak..
Kanda pat bhutam :
*Anggapati-banaspati-mrajapati banaspati raja..
Kanda pat suksma minekadi..
*citta vanaspati raja-buddhi anggapati-manas mrjapati-ahamkarah banaspati…

Nggih niki mewasta wastu mepanugrahan durgha hning suci lokha..durgha pujam bhairawa yang membawa keadilan tersendiri dgn caraNya yg tentu memiliki keadilaan semesta sndiri..
Sbagaimana bhutam khala yg sprti kala yg mnhncurkan segala dan memakan segalaNYA…

Dan tentu tidak ada yg lepas dri karma dan pahala yg dikuasai oleh kali maya itu sndiri..

Sbagaimana juga pralaya pralina, tentu bahwa pnghncuran semesta adalah jua oleh cengkraman waktu sahaja..

image

Salam gwar
Swaha april 2015..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 April 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Sapta Timira, Tujuh Kegelapan yang Berdasarkan Sarasamuscaya..

Om swstyastu..
Teja hning ring pasupatya..
Suryaatma meluwih suhci nirmala..
Om nama siwaya sivanarayam
Om shanti2 om
image

Sapta Timira berdasarkan niti sastra berasal dari dua kata yaitu sapta yang berarti Tujuh, dan Timira yang berarti kegelapan atau kesuraman serta awidya (tanpa pengetahuan).. Pada dasarnya widya awidya adalah kata kunci terbaik dari bagaimana pengetahuan suci (Pure Supreme Knowledge) adalah membuka sebuah pembebasan dari penderitaan itu sendiri. Widya adalah suatu pengetahuan yang membebaskan, dimana bahwa manusia agar bisa menuju pada suatu kesadaran yang membebaskan, maka sesungguhNya pengetahuan suci tentang brahman atman aikyam adalah selalu mnjadi tujuan akhir..

Timira atau kegelapan, adalah sifati tamasik atau kegelapan dan kemalasan diri untuk menuju dan beranjak kepada sebuah evolusi kesadaran itu sendiri, namun bahkan bahan-bahan dari seluruh pembelajaran atas pengetahuan yang supreme itu, sesungguhnya bisa menjadi sarana penggelapan juga, yang menghambat evolusi tinggi dari kesadaran itu sendiri..

Timira adalah diawali dengan sebuah penguasaan diri serta selalu melaksanakan hakikat diri sebagai manusia, yang senantiasa tersadarkan untuk selalu melaksanakan dharma.. Dharma yang agung, yang menjadi dasar pondasi untuk memberikan lilin penerang yang menghalau segala kegelapan di diri serta memberikan penerangan bagi yang lain, sebagai dharma raksaka, para pembela dan penegak dharma..

Sarasamsucaya adalah sebuah kitab yang memberikan gambaran tentang sari-sari dari ithiasa mahabrata(bhgwan byasa), yang disarikan bhgwan wararuci. Dimana sarasamuscaya menitikberatkan pada keagungan dharma sbagai moralitas tertinggi dari etika serta sangat dalam sbagai filsafat, dan tentunya pedoman untuk mlaksanakan ritualitas hindu (kerangka hindu). Dan etika yang berdasarkan dharma, menuju pula pada sebuah tuntunan tersendiri untuk mencapai penerangan dan memperlihatkan bahwa kegelapan-kegelapan yang ada seperti sapta timira adalah sesuatu yangk buruk bagi evolusi kesadaran diri..

Secara garis besar maka bagian-bagian sapta timira adalah sebagai berikut:

1. Surupa timira : Adalah kegelapan karena ketampanan atau kecantikan serta rupa yg menawan. Artinya adalah kegelapan itu menuju pada sebuah kepuasan berlebih atas rupa itu, serta melupakan kewajiban sbagai diri manusia, atau pula merendahkan yang lain yang memiliki rupa kurang dari dirinya sendiri.. Dengan kegelapan ini, maka seseorang bisa lupa untuk melakukan olah rasa dan iman serta terlempar dari ruang terang pengetahuan yang membebaskan. Dan mereka yg sering melihat dari kulitnya, maka tiada ingat akan kekurangan diri..
Sesungguhnya dalam sarasamuscaya disebutkan bahwa ketampanan wajah rupawan adalah kelahiran dari surga, hal ini dapat dilihat pada sloka :

Sarasamuscaya 21..
Surupatamatmagunam ca vistaram kulanvayam,
Drvyasamred-dhisancayam, naro hi sarvam labhate,
Yathakretam sadasubhenatmakrtena karmana.
Artinya: maka orang yang melakukan perbuatan baik, kelahiran nya dari sorga kelak menjadi orang yg rupawan, gunawan, muliawan, hartawan, dan berkekuasaan; buah hasil perbuatan baik, didapat olehnya..

Maka karena berbuat baiklah Ia mendapatkan kerupawanan, namun ketika itu diliputi kegelapan tamasikam, maka tentunya tidak mendapatkan karma baik dan menuju surgawi. Dan itu mengakibatkan ia menurun derajatnya di masa mendatang.

Ketika kegelapan karena ketampanan itu ada, bahkan bisa digunakan untuk mencela yang tidak sempurna seperti dirinya sendiri, hal ini adalah berasal dari pikiran yang mengandung sifat kesombongan itu sendiri, dan jauh dari prilaku seseorang yg sadhu. Dalam sarasamsucaya disebutkan :

Srsamuscaya 307..
Na smarantyaparaddhani smaranti sukrtani ca,
Asambhinnaryamary sadhavah purussotamah.
Artinya : dan lagi (sang sadhu) tidak memikirkan dosa atau cacat orang lain, pun tidak mengeluarkan kata-kata apapun tentang celaan atau teguran dari pihak lain, hanya kebajikan dan perbuatan phak lain saja dipikirkan beliau, dan sama sekali tidak ada kemungkinannya sang sadhu itu menyimpang dari prilaku orang arif, melainkan tetap sopan santun dan susila, dmikian laksana sadhu sbagai manusia yg utama..

Maka tentu saja ktika mencela orang lain yang lebih tidak sempurna, baik itu dalam ucapan apalagi perbuatan yg berasal dari pikiran yg dipengaruhi kegelapan, tentunya itu merupakan sesuatu kepribadian yang jauh dari kemuliaan dan bukan laksana seorang sadhu(berbudi luhur).

2. Guna timira : disebutkan bahwa guna, yaitu kepandaian merupakan suatu yg bisa menimbulkan kemabukan dan juga kegelapan. Hal ini merupakan buah pikiran yang cerdas, namun tidak dilandasi dgn sattwika guna dan juga tidak mengindahkan dharma. Guna timira kemudian mengakibatkan kesombongan serta pula bisa kesengsaraan bagi yg dikuasai, tentunya rajasik yg berperan untuk menunjukkan ambisi yg tinggi serta berlebihan. Inilah yang mengakibatkan dunia hancur, dan kecerdasan itu menjadi sebuah kelicikan semata.
Seseorang yang guna timira, sungguh bisa dinyatakan sebagai seseorang yg tidak meyakini akan kebenaran dharma. Mereka terlalu sibuk akan kepintaran duniawi saja, dan tidak menyeimbangkan pada pemahaman jiwa itu sendiri.
Seseorang yg tidak mempercayai atau meyakini kebenaran agama, disebut nastika. Dalam sarasamsucya disebutkan :

Sarasamuscya 113
Apramayam ca vedanam sastranam catilanghanam,
Sarvatra canavasthanamrtannacanamatmanah.
Artinya : lagi pula, jika tidak mempercayai ajaran suci weda pun tidak menaati akan ajaran dharmasastra serta tidak mengikuti ketentuan-ketentuan ajaran agama, pasti setelah meninggal dunia akan kembali berulang2 hidup sengsara.

Walaupun dengan kepintran dan kecerdasan yg tinggi, tapi tanpa menyadari akan sebuah keyakinan dan susila yg baik, maka itu seperti padi yang tidak berisi. Yang mendongak, namun tanpa berisikan kebijaksanaan yang sattwikam.

3. Dhana timira …adalah kegelapan yg ditimbulkan karena materi serta kekayaan duniawi..Sesungguhnya pula artha yg didapat tanpa dharma adalah sebuah kebodohan yg nyata..Dan ktika tnpa diberikan kendali, maka sebuah keterikatan akan duniawi, akan sanggup mengikat untuk tidak bisa menuju pulau tujuan..

Tentu di jaman kali ini, adalah sangat mudah menemukan mereka yg menuhankan kekayaan dan mengesampingkan dharma itu sendiri..Terpuruk itu sebagai suatu kenyataan hidup, akan cepat atau lambat menjadi kryamana karmapala di kehidupan mendatang..

Sarasamuscaya 267..
Jatasya hi kule mukhye paravittesu grdhyatah lobhasca
Prajnamahanti prajna hanti hata sriyam..
Artinya : Biarpun orang keturunan MUlia, jika berkeinginan merampas kepunyaan orang lain, maka hilanglah kearifannya karena kelobhaannya; apabila telah hilang kearifannya itu, itulah yg menyebabkan hilangnya kemuliaannya, keindahannya, dan seluruh kemegahannya..

Maka tentu saja, bahwa karma buruk akan selalu mengikuti keadharmaan, dimana dharma akan selalu dijalani dgn kegelapan yg nyata dan menutup mata hati akan kebertuhanan dan berkemanusiaan..

4. Kulina timira..adalah kegelapan karena keturunan.. sesungguhnya bahwa keturunan dri seorang bangsawan atau yang terhormat, belum berarti membuat keturunannya bisa seperti yg diharapkan oleh keturunan itu.. Sebagaimana seekor angsa tentu harus belajar mencari ikan kecil dalam proses yg tidak mudah dilalui.. Dan tentu saja dharma yg ada, menjadi suatu dasar yg mutlak untuk bisa berada pada jalur-jalur yg sesuai dgn yg telah tergariskan..Sebagaimana jua yg tersirat di sarasamuscya..

Sarasamuscya 63..
Arjavam cancramsyam ca damaccendriyanigrahah,
Esa sadharano dharmascaturpvarnye bravinmanuh..
Artinya : inilah prilaku empat golongan yg patut dilaksanakan :arjawa jujur dan terus terang, anrcangsya tidak mementingkan diri sendiri, dama yaiti menasehati diri sendiri, indriyanigraha mengekang hawa nafsu..keempat itulah yg harus dibiasakan oleh empat itu sprti sabda bhatara manu…

Maka dlam beberapa bgian penggologna itu yg baik berasal dari keturunan atau dari kecintaan akan ilahi, maka tentu saja kegelapan karena keturunan adalah yg menjadikan manusiamlupa akan kebenaran itu sendiri..

5. Yohana timira ….adalah kegelapan karena usia muda..
Usia muda yg bergejolak dan memberi pengaruh buruk akan pola pikri dan kedewasaan dalam memengaruhi keputusan yg ada.Tentu saja pertemanan dan kawan serta loyalitas semu dalam pergaulan, adalah salah satu sifat anak muda yg dikuasai rajasik guna.Dalam sarasamuscya disebutkan..

6. Sura timira yaitu kegelapan krana berlebihan minuman keras..Kedua timira itu dapat dijelaskan pada sloka ini..

Sarasamuscya 325..
Samklistakarmanamatipramadam bhuyo nrtam cadr dabhaktinam ca, vicitaragam bahumayinam ca naitan niseveta naradhaman sat..

Artinya : inilah orang yg tidak layak dijadikan kawan bergaul, orang yg selalu mengusahakan kesedihan terhada orang lain, serta buruk laku, yg sangat alpa, yg kata2nya bohong dusta, orangnyg terikat hstinya kepada minuman keras, keenam orang yg sangat keji itulah yg dihindarkan

7.Kasuran timira yaitu kegelapan karena keberanian..Tentu saja sebuah kegelapan yg nyata, ktika mata tidak mampu memberikan suatu caranyg bijak utnuk tidak mengobral keberanian kemana-mana..Hal ini menjadikan diri berpedoman pada emosi yg rajas dan tamasik..
Dalam sarasamuscya disebutkan..

Sarasamuscya 149..
Ye dhananyapakarthashantii narah svabalamasritah,
Na hared dharmakamam ca pramusanti na samsayah..
Artinya : jika ada orang yg merampas kekayaan orang lain denfan berpegamg pada kekuatannya dan punya pngikut banyak, malahan nukan hamya kekayaan hasil curiannya saja yg terempas darinya, tetapi juga dharma artha kamanya itu turut sirna atas krena perbuatannya…

Maka tentulah kegelapan krna keberanian adalah sesuatu yg tisal layak dilakukan..

Demikian kiranya setitik tinta untuk me nulis semesta..Karena semesta akan senantiasa menepatinjanji sesuai yg diberikan oleh kesadaran kita ini..

Salam gwar april 1 2015

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 April 2015 in agama, budaya

 

Tag: , , ,

Panca Yama Niyama Bratha pengendali Sad Ripu

Om sada sivham siva narayanam
Om namo nama sivha buddhaya..
Ghana pradnya saraswatham devam
Om shantii shantii shantii om..

image

Om swastyastu..

Sebagai seorang hindu yg memahami tentang diri yg mulia, maka tentunya dalam kehidupan ini adalah untuk memberi manfaat untuk membentuk karma baik..Dan tidak ada yg lebih memberi ancaman akan kegelapan yang tamasik rajasik sekuat dan seliar sad ripu itu sendiri..

SAd Ripu pada dasarnya adalah musug utama dari manusia secara universal..Musuh yg membelenggu dan abstrak yg selalu siap menyergap kelengahan manusia itu sendiri..Musuh yg kasat mata dan mmberikan asupan yg menjauh dari nilai dharma itu sendiri..

Sad ripu sendiri secara simbolis DIketaHui keberadaannya dan diberikan pengenalan itu saat “metatah” potong gigi..Bukan dengan cara itu melenyapkan sad ripu, tetapi dengan itu maka kekuatan dan belenggu dari sad ripu senantiasa bisa diketahui dan dikendalikan..

Dalam hal ini secara jelas sad ripu dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu :
Krodha (kemarahan), Lobha (kerakusan), Matsarya (Iri hati), kama(nafsu), Moha (kebingungan), Mada (kemabukan)..
Tentunya ini akan tetap memberikan pengaruh rajas tamas yg bisa membawa manusia ke jurang ke-adharma-an..

Sesungguhnya ada beberapa konsep susila yg sungguh memberi “tali kekang” untuk kuda2 liar ini..sebagai kusir yg untuk menuju sebuah pulau dan tujuan yg indah dan hakiki, maka tali kekang ini bisa diibaratkan sebagai susila yg memberi manfaat dan sebagai panutan seorang yg mampu mnjadi wangsa dharma yg sahih dan sbagai pngthuan universal..

Dalam hal ini, yg paling dekat dengan sesuluh mulat sarira hning yg nyata adalah memahami dan mengamalka  panca yama niyama bratha.. Panca yama bratha adalah lima prilaku yg baik dan bersusila, serta panca niyami brata adalah lima pengekang prilaku yg baik dan benar akan menegakkan susila itu sendiri..
Panca yama bratha lwir ipun :
1.Ahimsa sbagai yang tidak menyakiti
2.Brhmacarya sbagai yg selalu menuntut ilmu..
3.Satya sebagai yg berjiwa senantiasa menepati janji ..
4.Awyawaharikam sbagai yg cinta akan kedamaian..
5.Asteyam sebagai yg tidak mencuri..

Kemudian dalam keberpahaman Panca Niyama Bratha, lwuir ipun:
1. Akrodha tidak marah..
2. GUru Susrusca taat pada guru..
3. Saucam menyucikan diri..
4. Aharalaghwam pengaturan makan..
5. Apramada yaitu tidak dalam kesombongan..

Sepuluh cara atau pengendalian diri ini adalah tali kekang untuk mengatur sad ripu agar menjadi sad mitra yg berpihak dan dikendalikan dharma wangsa ..wangsa dharma itu sendiri yg membawa abdi sang dharma menuju moksartham jagaditha..

Sad ripu dikendalikan panca yama dan dkontrol panca niyama bratha adalah sebagai berikut :

“Kama”- brahmacarya, Satya- Guru Susrusca, Aharalaghawa, Apramada..
HAWA nafsu dikendalikan dgn pembelajaran suci ttg agama dan susila, kemudian pula dng kesetiaan pada dharma, serta pula tidak alpaka guru, mengekang asupan makan, serta mengakui diri yg selalu ingin belajar dan mngethui di atas langit masih ada langit..

“Lobha”- Asteya, Satya- Saucam, Aharalaghwa..
Sebuah keserakahan atas nikmat dunia dan berlebihnya keinginan yg menjerat itu, bisa dikendalikan dgn tidak melakukan prbuatan pencurian, setia pada kewajiban dan janji, melaksanakn penyucian diri dan selalu ingat pada kekuasaan ilahiah, dan dgn mengekang jumlah asupan makanan dan tidak terikat pada kenikmatan lidah..

“Matsarya – Satya, Asteya, Brahmacarya-Saucam, Guru Susrusca..
Keirihatian timbul krna ketidakmampuan serta keengganan untuk selalu ingin belajar, melihat ke atas tnpa mengingat ke bawah-tentu juga hal ini bisa dikendalikan dengan tidak mnjadi maling, setia pda kewajiban dan tidak memikirkan hal lain, brhmacarya yaitu menjadi pembelajar bhwa guru adalah alam semesta jua, menyucikan diri scara bstin dan lahir, mengakui guru semesta bahwa dlam diri adlah muridnya..kebersyukuran..

“Krodha”-awyahaharika, ahimsa- akrodha, saucam, apramada..
Kemarahan dikendalikan srcara baik oleh kecintaan akan damai, tidak menyakiti, kmudian tanpa kemarahan serta kebaikan jiwa dan hati, penyucian jiwa, serta tidak memiliki kesombongan yg membuat kemarahan tidak perlu sbagaimana seluruh manusia adalah sbagai guru jua..

“MOHA”- Brahmacarya, Satya-Guru susrusca, Apramada,Saucam..
Pada sebuah kebingungan yang mengada maka akan sirna dgn pembelajaran dharma, setia kepada kewajiban dan menjadi tidak goyah .Kemudian dri segi batin adalah mencari guru yg mengjarkan ttg dharma, selalu berada di rasa rendah hati, menyucika  diri dari maya rajas tamasikam serta memperbesar maya..

“Mada”..-Brhmacarya, ahimsa-gurubsusrusca aharalghawam..
Kemabukan yg paling baik adalah mabuk pada kenikmatan ilmu ilahi yg membebaskan, dan menuju pada kasih sayang kpada seluruh mahluk..Dengan juga disertai pendgendalian oleh guru swadhyaya rupakam pengaji-aji, serta pengendalian akan asupan makanan yg mngarah pada peningkatan sattwika guna..

Jadi tentunya kebahagiaan jiwa yg menuju pada keindahan serta dharma adalah sebuah keberhasilan akan kehidupan yang penuh kebahagiaan kekal..

Silakan juga dicek link2 tulisan terkait berikut..

Salam guswar 1 april 2015

https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/05/25/sad-ripu-dalam-bhagawadgita-dan-hubungannya-pada-maya/

https://linggahindusblog.wordpress.com/2012/01/29/mengendalikan-sad-ripu-dengan-sarasamuscaya/

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 31 Maret 2015 in agama, doa

 

Tag: , , , , ,

Tiga waktu (sandhya tiga) dan Konsep Tri Dosha..

Om swastyastu..
Saraswati pradnya paramita nitya..
Sanatana suhci ganapatya swaha..
Ekam eva adityam brhman..
Bhur bwah swah papa hning nirmala..
Nama siwa namo buddha ya..
Swaha..
image

Konsep kala atau waktu adalah suatu wilayah etheris dan wilayah yg akan selalu beradaptasi dgn ruang2 dunia..Ruang yg mmberikan tmpat etheris akasa yang juga berhadapan dgn kekuasaan Kala maya dimana sudah tergariskan dlam satu hitungan hari wuku bulan sasih dan tarikh tarikh yg berbeda..Sebuah kewaskiitaan sendiri dari para keleluhuran pada keyakinan apa pun itu ktika membicarakan tata wakti dan ruang yg selalu berhubungan signifikan dengan psikologi dan jam tubuh manusia…

Pada bahasa hindu, maka ada konsep dewasa, wuku, hari baik, hari pantanganm astronomi dan sbagainya..Dalam konsepmruang ada tata letak wilayah utara timur hulu, barat selatan hilir serta dewata nawa sangha, atau juga tata letak karang yg di bahasa tao itu mnjadi feng shui..Dan Maya tentu saja mengambil bagian penuh di sini ktika dibahasakan hindu..Untuk Maya dipersilakan melihat link ini…

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/02/15/tiga-maya-guna-beserta-hubungannya-dgn-cakra-cakra/

Mengenai keberadaan waktu dalam hari2 nya, maka terdapat jam tubuh dunia, dimana sngat berhubungan dgn maya di tri dosha ini..Tri dosha tentunya adalah vata, pitta, kapha yg brhubungan dgn maya tri guna..sprti yg dapat dicek pada link berikut..

https://linggahindusblog.wordpress.com/2015/03/24/maya-yg-memasuki-di-sapta-serta-tri-dosha/

Vata dalam konsepnya etheris dan vayu sngst berperan pada pagi dan sore hari..serta musim2 yg sejuk..pitta berperan pada siang hari kapha pada saat malam yg lembab krna brisikan air dan tanah pertiwi…Ini sngat terlihat pada jam2 tertentu perpindahannya, namun disesuaikan pada wilayah masing-masing..Di suasana yg ekstrim sprti di gurun dan di tmpat bersalju, maka kombinasi waktu vata pitta kappa akan benar berbeda..

Di indonesia sendiri (baca nusantara) maka dlam bahasa Hindu dikatakan ada tiga waktu yg sngat baik untuk mengusahakan keseimbangan tri dosha ini..Seperti juga ttg bahasa jiwa yg mampu memberi “sarapan asupan energi baik” bagi suasana hati dan motivasi diri, yg berhubungan juga dgn cakra2 utama sbagai yg menuju keseimbangan mentalitas..Dengan mengumandangkan rinai ilahi di mantram dan pujam, sbagai sadhana seorang yg mengabil jalan baik menyempurnakan hubungan dgn parahyangan..Maka tiga waktu itu adalah sbuah disiplin yg mgkin akan simpel dan nyaman ktika telah sering dilaksanakan dan mnjadi sadhana spiritual untuk pndasi diri dan jiwa..

Dengan itu maka dibentuklah dikonsepkanlah tiga waktu yg mnjadi waktu vata pitta kapha dan berhubungan jua pada maya tringuna satwik rajas tamas…
Konsep maya yg seimbang di esensi bhagawagita wrspatti tattwa disebutkan:
“Maya adalah bahan membuat semesta AKU mencipta Maya dan semua terlingkupi olehNya, Namun Aku tidak berada di itu dan itu tidak berada di AKu, terkadang satwika akan merajai rajas tamas, trkadang rajas melampaui tamas sattwika, dan juga tamas bisa merajai sattwika rajasika, manusia pun lahir dan bersifat krna keseimbangan maya itu”
1.waktu jam enam pagi sebagai waktu vatta sedang baiknya di semesta, maka berpujam bergayatri bertri sandhya adalah untuk menarik vatta dri semesta serta memengaruhi pondasi mentalitas jihwa itu sendiri..Dan pula menarik positifnya semesta itu sbagai bekal dalam keseharian sattwika guna..

2.waktu jam 12 siang adalah waktu pitta yg senantiasa rajasik dan panas terik, shingga memengaruhi aktivitas agar seimbng kualitasnya..Rajas yg bergejolak akan membuat diri bisa limbung dan ktika tanpa sattwika bersama sama di pagi hari membuat kala waktu yg ada mmbri tekanan mental akan musuh di diri..Dalam hal ini pujam akan menetralisir itu semua dan mmbri keseimbagan yg sahih..Tanpa itu maka emosi mnjadi tinggi, dan perut akan mnjadi cenderung aktif ygnjuga mmbuat emosi dan ambisi meliar serta perlu dijinakkan agar akal masih bisa dipegang secara sehat.. Tentu scara psikis juga sbagai jalan restuNya untuk membiasakan sattwika rajasika beriringan..Waktu trkdanf jdi masqlah dn aktivitas trkadang tidak bisa ditnggalkan, konsep desa kala patra hndaknya dapat berhening dan merapal pujam pada posisi tertentu untuk agar tetap berkonsep sadhana juga…

3.waktu sore jam 6 , maka ini adalah waktu vatta yg beriiringian dng tamasika guna yaitu kappha..setelah waktu ini adalah waktu kappha dimana tubuh telah agak lelah dan kala sudah condong ke arah amlam dan barat..Ini membuat badan malas dan ogah2an serta gegeodaan kala sbagai waktu bermain untuk kala adalah saat kaphha ini mengada dan gelap adalah pasti ttg kappha dosha..Dalam hal ini akan lebih bijak ketika juga merespon itu dnag hening dan mlksanakan pujam..hal ini scra akal sehat adalah untuk tetap bervatta dan sattwika guna sbagai pedoman untuk berisitirahat(tamas) dan atau juga menguasai diri yg menuju aktivitas yg dilaksanakan dgn bermodal tetap sattwika guna dan atau vatta yg mngendalikan kappa agar tidak berlebih dan saling seimbang..(aktivitas pkrjaan malam hari tntu ada)…

Dalam keadaan yg sesuai dgn maya semesta, maka ini hndaknya dijadikan salah satu pedoman pada plaksanaan keseharian..Psikis akan memengaruhi fisik dan mmengaruhi juga kerja hormonal saraf jantung gerak metabolisme tubuh pembelahan sel serta pencegahan atas penyakit2 yang akan muncul..Dalam musim panca roba dimana kombinasi itu sedikit kompleks, maka bisa muncul pnyakit penyakit musiman, entah vatta yg ada pada prntian musim serta gugur dan semi, atau kappa yg ada pada musim dingin ahir musim gugur, atau pitha yg ada pada musim panas gugur kering kemarau…ketidakseimbangan ini bisa diseuaikan dan distabilkan..

Untuk mantram sbagai guna dan pengaruhnya dapat dicek disini..
https://linggahindusblog.wordpress.com/2009/08/26/kegunaan-mantra-atau-japa-dalam-bentuk-psikologi-pemantra/

Om bhur bwah swah tat savitur varenyam..
Bhrgo dewasya dimahi dhyoyonah pracodayat..
Sarva prani hitankarah..
Palayasva sadah sivah..
Tat pramadat ksma svanam..
Kswtyah kayiko waciko manaso dosah..
Shantii shanti shantii rahayu om..

Guswar maret 2015..

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2015 in agama, doa

 

Tag: , , , , , , ,

Maya yg Memasuki di Sapta serta tri Dosha

Om swasti purnam ksma smpurna ..
Ya namo budhaya nama shivaya..
Shanti shanti rahayu..

image

Dalam memahami maya sbagai bahan dasar trbntuknya semesta dan juga badan kasar..Di mana menuju pada prusha sbagai suksma dan atman sbagai daya hidup..Maka sesungguhnya itu merasuk ke mana saja wyapi wyapaka..asta aiswarya isitwa wasitwa prapti laghima mahima prkamya anima ytrakamawasayitwa…

Maya sendiri berhubungan erat dan bermanifestasi sbagai tri dosha yaitu yg memengaruhi stula sarira badan kasar dan juga badan halus suksma linga sarira..Atman yg terjebak tersangkut pada ketidaksadaran nurani dalam mencari keilahian..
Tri dsha sendiri mrupakan bagian dri panca maha butha yg berisikan wujud2 dan bahan semesta dri prakerti..lwuir ipun..
*Vata..yaitu konsep yg berisikan keadaan yg penuh etheris akasa dan angin..Ini biasanya sesuai dgn lingkungan yg sejuk dan nyaman dimana angin sepoi sbagai maujudnya..trmasuk di dalam pnca maha butha di stula sarira badan kasar…angin adlah rongga dan nafas..serta ruang sbagai etherisnya..energi ruang juga dpat dipahami sbagai kekuatan potensi yg bisa mmbri sakit ktika tidak seimbang.
.
*pittha..adalah bagian api teja dan air..dlam hal ini adalah kondisi panas yg mnybabkan keringat berlebih dan juga saat suasana lembab dan panas..ini memengaruhi emosi dri suksma sarira..dan dalam stula sarira ini bisa terlihat di hormon dan cairan2 tubuh ginjal dan yg brhubungan dngn itu…

*Kapha..adlah bagian yg bersifat air dan pertiwi tanah..dlam stula sarira itu bisa mnjadi kelembaman dan sprti daging tulang kulit nyeri serta berada pada tingkat enggan melakukan apa pun..biasanya lingkungan yg dingin dan gelap serta basah namun dingin..

Ini konsep dri tri dosha..dlam maya tri guna..maka sattwika guna brada di wilayah vatta rajasika brada di keaktifan pitta dan kapha adlah tmasika guna…pada lingkungan yg seimbang, maka vatta adalah proses brpikir dan nafas prana yg baik, pitta adlah karma kerja yg sesuai dgn swadarma..serta kapha adlah saat tubuh layak beristrahat..dlam hal prilaku dan  berpikir yg seimbang adalah saat lingkungan vatta tidak memaksa pitta kapha dan sebaliknya..namun ketidakseimbangan bisa diberi pengotrolan dri luar dan atau mengadakan jalan yoga meditasi serta yg terkini adalah asupan vitamin dan obat2an..tentu dgn dosis yg tepat..ktika bicara masalah etheris, maka otu brada di wilayah pnyesuaian tentang cakra2 yg ada..

Sprti tulisan ttg cakra dan maya tri guna..maka tribdosha brada di cakra2 yg ada..kondisi2 terntu dalam bahasa elemen yg melindungi dan ada, berada pada definisi serta bagian elemen yg brada di cakra masing2..

*Elemen kapha berada di bagian..
Muladhara dan svadisthana..maka ktika kapha aktif, ini brhubungan dgn cakra ini..sprti juga ktika tidak seimbang, maka konsepsi penyeimbangan brasal dri area cakra ini…(tentunya disesuaikan dgn cara masing2)…
*elemen pitta berada di bagian svadisthana cakra sex dan juga di bagian manipura yg berelemen api..ketidakseimbangan itu berpengaruh trhadap stula sarira sprti pada darah dan panas tubuh atau hormon cairan yg ada..tentu dlam bahasa kontrolnya masuk pada bagian pngendalian cakra ini..

* elemen vatta adlah brasal dri angin dan ether..yg ktika masuk pada konsep cakra adlah anahata dan visuddha..yg berelemen berturut2 vayu dan akasa..suara dan sabda adalah bgian vatta dimana nafas dan kesehatan kerongkongan tenggorakan dan paru2 adalah terkondisikan ketika vatta ini seimbang..seiring dgn kesegaran saat pagi hari dalam menghirup udara segar dan embunnya..segala yg brhubungan dgn gerakan peristaltik atau pula kesegaran nafas sungguh mnjadi bgian yg terlingkupi vatta…

Di atas kedua itu ada cakra utama ajna dan mahkota..ini cakra yg brhubungan dgn kesadaran dalam suksma sarira dan juga mentalitas dalam memahami kehiduoan agar harmonis..tnpa cakra ini, tidak mgkin manusia memahami jiwa dan juga pngaruh prkerti maya semesta serta untuk mengambil analisa ttg keseimbangan stula suksma dan antahkarana sarira..untuk mncapai wicaksana wisesa, maka ckra ini aktif dan brkmbang..namun tnpa ckra2 5 lainnya..maka berisikan stula sarira yg bermimpi saja dan tidak menginjak bhumi…

Salim sntun guswar..
Maret 2015..
Sumber bacaan
Prana choa kok sui..
Maya tri guna wrspatti tattwa..
Vatta pitta kapha ayurweda..

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 24 Maret 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , ,

Panca tan matra, sebagai inti citta Semesta

Om gan ganapatya ya namo swaha..
Om pasupatya suhci nirmala ring swah bhur bwah lohka..
Om sivam narayanam shantii shanti shanti..

Swastiastu..

image

Dalam dunia disadari sebagai bagian dri semesta atau juga bagian badan tuhan (panentheism)..Dalam tattwa penciptaan, maka bumi terbentuk dari kehendak cadu sakti saguna brhman (prabhu wibhu krya jnana sakti) yg membentuk purusha (inti hidup) serta juga prakerti (bahan kasar hidup)..Dalam hal ini purusha adalah jiwa suksma sarira..dan prakerti adalah badan kasar panca maha butha..

Badan yg ketiga adlah atman atau brhman itu sendiri yg mnjdi inti yg utama..Panca maha butha yg terdiri dari akasa bayu teja apah pertiwi adlah badan kasar manusia tumbuhan hewan dan jga dunia semesta dgn persentase yg berbeda beda..Kemudian suksma sarira adalah badan halus roh jiwa ..yg dibagi mnjadi citta budhi manas ahamkar.tergntung yg mana berkembang scara benar dan baik….

Pada panca maha butha yg membentuk manusia dan juga ditopang oleh suksma sarira serta juga inti hidupnya yaitu atman, maka dunia semesta (baca:bumi ini) memiliki inti atau sebuah rasa di setiap bagian pnca maha butha yg ada..Itu disebut Panca Tan Matra..Panca tan matra ini jua lah yg memberikan sensasi serta daya rasa dri indera indera manusia panca budhindriya itu..Namun hal itu tidak lepas dari kehendak Nya dri Maya triguna sbagai hyang wenang..

Panca tan matra itu sendiri adalah zat inti yg menghidupkan sensasi indriya..Adalah sebagai berikut :
1. Rupa tan matra sbagai inti melihat..
2.Gandha tan matra sbagai inti mencium bau2an..
3.Sabda tan matra inti suara dan jga yg didengar..
4.Sparsa tan matra inti dari sentuhan di kulit..
5. Rasa tan matra di pengecap..
Dalam upanishad sekilas dijelaskan bahwa ..panca tan matra sbagai berikut..
“Inti rupa..maka pejamkanlah mata dalam sinar cahaya mntari..dan pejam sampai inti itu masuk dan menghilang..maka yg tertinggal itu adalah rupa tan matra..”
“Inti sabda..maka heningkan diri dan drngarkan suara yg ada ..tutup telinga dan biarkan senyap..yg tertinggal adalah inti sabda..”
“Inti bau..maka hirup semua dlam prana..dan hembuskan smua itu..maka yg tertinggal itu adalah inti gandha tan matra”..
“Inti rasa..maka kecaplah seluruh rasa..dan kemudian diamkan dan tenangkan..lalu terdiam sampai lenyap..maka yg masih tertinggal adalah rasa tan matra..”.
“Inti sentuhan..maka rasakan angin yg berhembusndi kulit.dan menikmati sensasi itu..kmudian biarkan lenyap..maka yg tertinggal itu inti dari sparsa tan matra”(sesuai yg teringat)..

Ini adlaah yg mnjadi pnghubung antara semesta dan juga indriya2 yg ada..Tentu ini juga tergntung dari inti hikmat inti yg memberi hidup atmaning loka samastha yg dapat di tngkap pnca indriya buddhi.. Karena ini lah seluruh panca maha butha mnjadi dapat dirasakan oleh sensoris tubuh mahluk itu sendiri..Sebuah sensasi berbeda ketika ada yg berkembang dgn cukup tinggi pada mahluk2 yg lebih rendah..Namun dlam hal ini idep manusia yg mmbuat perbedaan signifikan akan rahasia semesta itu sendiri..Ketika dalam keadaan panik dan bencana, tentunya sensasi dri semesta tetap akan dipahami oleh lebih baik dri mahluk yg lain..Kuasa dari brhman yg Hyang wenang…

Ini juga disesuaikan dgn kehendak Hyang dewata terhadap maya guna dri setiap jiwa dan wujud mahluk.. Tentunya ktika hnya rajas tamas yg dibiasakan, maka sensori akan sensitif pada kenikmatan pnca karmendriya atau malah tidak terasakan inti utama kebenaran yg berasal dari hantaran panca tan matra ..materialitas yg membelenggu, smoga di dalam kehidupan keseimbangan san harmoni dgn semesta serta isinya smakin meningkat..

Om Shanti rahayu raharja samastha..
Om..

Salam gwar..
Dri brbagai sumber..
Pngrupukan nyepi mar 2015..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Maret 2015 in filosofi

 

Tag: , , , ,

Suksma Sarira dalam Psikologi Modern

image

Om gan ganapatya ya namo namah swaha..
Pradnya saraswati jnaniskala..
Om sada siwa siva narayanam om nama siwaya..

Dalam memahami Jiwa sebagai bagian mengenal Atma, maka masuk dalam keberpahaman pengetahuan ttg jiwa..Itu dikenal sebagai atma widya..Dan pada pengthuan agama( agama pramana) hindu, maka tubuh terdiri dari tiga sarira besar.Antahkarana Sarira yg dikatakan juga sbagai ananda maya kosa..badan berbahagia. Kemudian ada suksma sarira yaitu badan halus, serta stula sarira badan kasar..Badan kasar ini terdiri dari dasendriya..10 indera yg terbagi menjadi dua yaitu panca buddhindriya serta panca karmendriya..

Suksma sarira sendiri itu adalah bagian badan halus yg disebut juga jiwa atau roh dan dalam agama hindu dibagi menjadi empat bagian, yaitu citta, buddhi, manas, ahamkara . Dari empat itu maka dapat dijelaskan sebagai berikut

1.citta..adalah bagian yg paling dekat dgn atma itu sendiri yg dalam bahasa ilmu dikatakan sebagai intuisi atau juga memori, baik yg dalam memori ttg sancita,pradabda, krymana karma..Dalam kyakinan hindu, maka ini selalu berhubungan dngn konsep semesta ttg samsara dan reinkarnasi2 terdahulu atau sbagai bekal di masa depan..

2.buddhi..adalah bagian kesadaran intelektual yg juga berisikan id prinsip atas kebenaran itu sendiri atau perasaan yg berkembamg sedemikian rupa.Dalam hal ini dikatakan sbagai insting humanis yg membedakan jiwa manusia dri  jiwa yg berada di wujud yg tidak berkembang (binatang dan tumbuhan)..

3.manas.adalah kehendak atau kemauan dari pikiran serta kemampuan untuk survive dari pengaruh lingkungan yg ada, dan atau mengendalikan indera atas gejolak yg ada di semesta itu sendiri..

4.ahamkara adalah ego atau kepribadian diri yg menjadi penerima pengaruh dari semesta, dan kemudian memberikan suatu informasi kepada pikiran tentang bagaimana pengaruh semesta itu dijlankan oleh inderawi tersebut (dasendriya)…

Dari sudut pandang penjelasan atas suksma sarira tersebut, maka dapat ditarik garis benang merah pada kepribadian-kepribadian psikologi modern itu sendiri..
Dalam bahasa freud maka suatu konsep jiwa terdiri dari tiga..yaitu :

ID, EGO, Super EGo

Dalam hal ini ID adalah kepribadian scara naluri insting yg mgkin mengarah pada kemampuan survive, makan, seksualitas, aman nyaman, dan kebutuhan dasar lainnya..dalam hal ini pencapaian bahagia dalam konsep hindu adalah menuju pada jalan ananda kosa, badan bahagia antahkarana sarira…

Kemudian EgO adalah konsep yg dapat dikatakan sebagai kepribadian diri serta kemampuan diri untuk berkoneksi dgn dunia luar itu sendiri, Ego ada kesadaran ttg bagaimana menerima refleksi dari lingkungan serta sbagai bahan informasi untuk inderawi, yg sesuai dgan ID yg ada dgn keseimbangan Super Ego..Akan selalu ada suatu proses menuju keseimbangan antara ID dan super Ego, hal ini yg membuat suatu kesadaran akan sisi humanis berkembang menuju super Ego. Kesadaran Buddhi yg berkembang sesuai dgn Kerjasama Ahamkara dan Manas untuk menaungi Citta sbagai bekal memori samsara dan sbagai persimpangan antara takdir dan juga ID Super Ego..

Super Ego dikatakan adalah suatu Ego yg sempurna yg menuju pada pemahaman akan ajaran  Moralitas dan Keadilan. Sebuah kesempurnaan sbagai manusia yg mengetahui rahasia semesta untuk menuju insan yg sempurna..Dalam hal ini sangat sejalan dgn konsep maya triguna purusha…satwika rajas tamasik yg sesuai jam waktu jaman, lingkungan..Manusia yg bahagia adalah yg mengenal dan memahami widyaning atman kaniskalan..yg menuju kebahagiaam sempurna..Hal ini disesuaikan dgn jaman yg ada, seperti buddha gautama dgn pencerahan dari dalam bahwa materi bisa tidak membuat bahagia sama sekali, atau khrisna yg melumpuhkan kelicikan dan adharma, samawi seperti musa yg menyelamatkan yahudi, yesus messiah yg menjelaskan mukjizat dan cinta kasih, muhammad yg menjelaskan waktu dan ibadat tauhid, lao tzu yg memahami mistimisme yin yang, konfutzius yg menjelaskan moralitas dan ketatanegaraan..Dan yg lain seperti di nusantara yg plural yg tentunya mempengarui kepribadian dari SuperEgo itu sndiri..Namun ktika universalitas Yang Mutlak mengada, maka itu kmbali menjadi super ego yg nyata…
PAda suksma sarira, maka Super Ego adalah konsep sebuah keberadaan kemanunggalan antara Atman dan suksma..Atau sbagai kesatuan antara Jiwatman dgn brhman, Jiwa dngan supraEgo dan alam materi..
Maka pngthuan ttg Jiwa adalah bagian yg memahami sebuah tujuan kebahagiaan itu sendiri..

Lebih dekat lagi bisa dilihat pada konsep carl jung yg membagi konsep jiwa sebagai berikut:
INTUISI, PERASAAN, PIKIRAN, PENGINDERAAN..
1. Intuitif cenderung dapat dikatakan sebagai citta yg memberikan kesadaran yg serta juga berasal dari naluri yg humanis(positivitas).. Dalam bahasa samsara, maka ini berhubungan dgn bekal karma masa lalu sancita karmapala, atau ujian2 hidup yg harus dilalui..Dari kedekatan atas “kebahagiaan hakiki ananda” maka citta lah yg paling berperan..Introvert pribadi yg penyendiri, kontemplatif, meditate, adalah yg terlihat pada kepribadian yg dominan dri intuitive personality…

2. Perasaan adalah dekat dgn konsep Buddhi atau kesadaran..Hal ini berhubungan dgn Rasa atau ktika menuju pada pembelajaran kesadaran, maka itu dikatakan “olah rasa”..Bahasa Rasa bahasa keindahan, kebaikan, dan juga sebaliknya bahasa kesedihan keresahan, tetapi itu juga jalan bahasa kebahagiaan..Tentunya dalam konsep ananda marga, maka itu adalah jalan menuju antahkarana sarira..badan yg bahagia scara kekal..Kepribadian ini terletak pada seseorang yg sensitif dan perasa yg juga memberikan ruang dengar pada perasaan sekitar juga..

3.Pikiran adalah bagian dari jiwa yg untuk mengolah informasi yg didapat dari lingkungan serta merajai indera-indera yg ada..Logika juga berada pada wilayah ini..Pada bahasa atma widya, maka pikiran adalah disebut sebagai manas..Manas ini juga menguasai indriya2 yg ada, berkehendak dan berkemauan atas pngaruh dari lingkunga luar itu sendiri..Dalam hindu bisa disebut maya semesta..Indriya indriya itu adalah panca buddhindriya dan karmendriya yg secara ringkas trdiri dari panca idnriya yg umum ditambah dgn mulut (bicara) tangan kaki kemaluan dan anus..

4. Pengindraan bisa dikatakan dekat dgn ahamkara..yaitu bagian yg paling luar untuk yg menangkap respon dri lingkungam atau semesta itu sendiri…ini tercakup pada bgaimana panca indriya mengirimkan sensasi2nya kepada pikiran dan diolah dgn rasa yg ada berdasarkan intuitif juga..Seluruh itu benar merupakan suatu kesatuan dan saling mempengaruhi…

Lingkungan semesta itu sendiri, berdasarkan konsep dri hindu dikatakan terbagi menjadi Maya triguna..sattwika rajasika tamasika guna..untuk lebih jelasnya ttg Maya, bisa diclick link berikut…
https://linggahindusblog.wordpress.com/2014/06/05/psikologi-tentang-tiga-sifati-kuasa-illah-tri-guna-pada-manusia-sebagai-kekuatan-maya/

Shanti rahayu om..
Guswar ..mar 2015..
Dri berbagai sumber..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.