RSS

Evolusi kesadaranNYA monotheis-monisme/panteism-panentheism Analisa lintas keyakinan

Om sarwa prani santhi ya namo namah..
Om jnana pujam shanti ya namo namah
Om pasupatya shanti namo namah..
Shanti om..

wpid-fb_img_1436226664098.jpg

Ibarat dalam memahamiNya adlah sebagai seekor gajah yg ditebak oleh sang buta..Sang buta yg berarti sebuah kesadaran tentang keilahian yg suci itu sendiri..Tentunya makna-makna berkesadaran tersebut akan selalu berevolusi dgn hikayat hakikatNya yg mengarah pada pelepasan ketidaksadaran yg lainnya..Evolusi tersebut tentu berdasarkan cara “rasa” memulai kesadaran terhadapNya. Memulai dengan kesadaran bahwa IA Sang Khalik akan selalu mengada, dan bagaimana IA sebagai definisi yang mutlak agar dinikmati dalam “rasa” yang selalu takjub.

Pemahaman yang ada bahwa menelisik sebuah makna tentang persepsi kesadaran memandang Nya dalam sebuah bingkai konsep teologika. Evolusi kesadaran yang ada adalah dapat dipahami dalam bahasa keyakinan yang telah ada, apakah itu konsep monotheism, pantheism/monism, dan juga panentheism sebagaimana juga sebuah konsep tentang personalisasi Ilahi ruh yang agung Hyang maha Kuasa. Konsep ini menyebar secara tersirat dan tersurat pada berbagai keyakinan bersahaja.

MONOTHEISM

Konsep yang pertama adalah MONOTHEISM yaitu bahwa IA adalah satu sahaja dan tidak ada yang lainnya yang dibahasakan sebagai Tauhid dalam islam dan Ekam eva adityam brahman.. Konsep ini seperti ini bisa berasal dari evolusi konsep lain, seperti dua konsep di bawahnya yaitu konsep HENOTHEISM dan POLITHEISM yang berarti Tuhan pemenang dengan Tuhan yang banyak.. Sangat ‘licin’ ketika memahami Tuhan Yang satu itu, dimana ketika Tuhan (dalam sebutan indahNYA) menang atas tuhan2 yang lainnya, maka itu IA bersifat Henotheism Tuhan yang dianggap menang, tentunya hal ini akan bisa membuat perendahan tentang makna Ilahiah tuhan itu sendiri.. Apakah Tuhan ada dua??Apakah dengan itu mereka menghancurkan Tuhan2 lainnya?? Apakah Tuhan menghedaki diriNya ada dua??apakah itu tidak malah sebagai cara pandang mengetahui dua tuhan (Syirik-musrik dalam islam).. Tentunya ini adalah suatu pandangan yang kurang bijak (satwikk) ktika memandanganya sebagai yang menang dari tuhan lainnya (Henotheism)..

Lalu yang berasal dari Politheism adalah pengakuan tuhan yang banyak, juga merupakan risalah yang sering diperdebatkan secara tak mendalam..Ketika mereka (para tuhan) banyak, mengapa itu tidak satu?? Dalam bahasa Hindu disebutkan Ekam Eva Adityam Brahman, Hanya satu IA dan Ia semata..Dan disebutan bahwa para dewata yang berjumlah banyak itu, dikatakan sebagai tuhan yang banyak pula, tentunya ini bisa menjadi konsep Henotheism juga ktika ada pemenang, namun dalam pemahaman yang lebih mendalam maka ini akan menjadi konsep monotheism yang menyejukkan.. Ketika dibahasakan sang Brahman yang tinunggal adalah memiliki manifest2 simbolisme yang memiliki fungsi masing-masing dalam bahasaNya masing-masing. Hal ini cukup memudahkan kiasanNya saat melaksanakan puja puji terhadapnya.. Sebagaimana fungsiNya sebagai Sang pemberi Rejeki maka tentu menuju IA Sang Bhatara Shri yang agung, atau memahami tentang pengetahuanNYA maka ia bisa membahasakan pujam kepada Hyang saraswati dan juga Hyang Ghanapatya..Tentunya itu merupakan saguna Brahman Tattwa yang dimaknai sebagai simbol-simbol gambar keilahian yang suhci..

Kemudian dalam konsep islami ada juga yang menyebutkan Asma ul husna yang berjumlah 99 nama indah ilahiah.. Dan itu tentu menjadi satu saja yang Tauhid, tetapi ketika kesadaran tentang politheism mengada, maka pertanyaan mengapa tuhan ilahi itu Al Adl(yang maha adil) sekaligus Al rahman rahiim (maha pengasih penyayang)secara bersamaan saat ada seseorang disuguhi azab dunia, tentulah itu akan menjadi sesuatu pemisahan yang jelas, kecuali kesadaran mereka pada henotheism dan politheism bisa tersirnakan. Tentu saja pandangan bahwa bahasa terhadapNya adalah sebuah tauhid yang Asma Wa Sifati sebagaimana bahwa Ilahi adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol oleh siapa pun juga.. Sebagaimana dzat yang meliputi seluruh ciptaannya tanpa terkecuali yang dibahasakan dalam berbagai makna berkeyakinan..Pada akhirnya pemisahan fungsi2 yang ada adalah sebuah suatu kemutlakan jua dari sang Mutlak.. Dan akhirnya manusia diharapkan bersifat insaf dan memahami keghaibanNya (al ghoib)

MONISME(PANTHEISM)

Monisme dalam hal ini adalah bahasaNya dalam mendeskripsikan konsep ilahi berdasarkan bahwa IA merasuk menyusupi seluruhnya sebagai zat hidup (prana-suksma-atman) yang membuat sesuatunya itu sebagaimana dirinya.. Tuhan memang ada diseluruh semesta sebagaimana IA berada di air udara tanah ruang api (panca maha butha) dan Maya (satwik rajas tamas) prakerti yang sesungguhnya wyapi wyapaka (menyusup kemana saja). Hal ini memberikan pemahaman bahwa IA Maha Besar meliputi semuaNya. Sebagai sang Al Kabiir Yang maha besar, meliputi semuanya. Meliputi IA seluruh ciptaanNya dan dengan itu IA ada dimana-mana. Ada di batu, ada di bunga, ada di tempat suci bahkan di tempat yang tidak suci.. IA yang maha mendengar maha mengetahui Wibhu sakti. IA yang Prabhu Sakti maha diraja IA yang maha pengetahuan Jnana Sakti dan Maha Karya Krya Sakti..Dan dengan itu semesta akan layaknya dijaga sebagaimana menjaga diriNYA sebagai tubuhNya sebagai ciptaNya..Namun apakah Ia ada dibatu??tentu saja ada namun apakah ia batu, belum tentu IA sebuah batu, tapi Ia adalah bukan ini dan itu..Sebuah penginsafan akan neti neti bukan ini bukan itu..

Dalam kesakralanNya Ia disimbolkan dalam aksra suci dalam simbolisme tempat suci salib, huruf suci, swastika dan sebagaimana iya. Namun apakah itu IA??tentu saja kesakralan itu adalah sebagai simbolisnya..banyak yang menganggap dengan menhancurkan itu simbolNya akan membuat IA hancur…Itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal..IA dengan berbagai caraNya untuk berbahasa tulus suci dan doa, takkan sirna karena itu, namun hukum karma azab atau bahasa pengadilannya aka terbiasa membias menjadi sebuah takdir buruk.. Kesadaran tentang tat twam asi, rahmatan, yang khudus suci, akan membuat semesta ini menjadi sangat lebih baik..Ketika IA diibaratkan sebagai bumi juga sebagai tempat berpijak, maka tentu sebuah keindahan yang sahih dan suci akan dinikmati..Hal ini menjadi sumber pahala kebaikan untuknya dan seluruh keturunan mereka.

Sebuah perjalanan indah adalah ketika mampu memahami monisme cara ia menjadikan semesta ini sebuah kedamaian yang dirahmatkanNya secara abadi..Sesuatu yang seperti kembali ke pada kesucian rumahNya (sangkan paraning dumadi)..

PANENTHEISM

Konsep selanjutnya adalah panentheism yaitu berada di dalam tuhan. Sesungguhnya ketika memaknai diri adalah atman saja yang sedang hidup dalam tubuh manusia yang sementara saja (buddha), dan sebagai kumpulan2 nafs ilahi (islam) untuk memaknai bahwa kita(ruh yg utama) selalu berada pada tubuh ilahiah. Sebaga sel Nya yang akan selalu mati dan hidup kembali, sebagai tangan kakiNya, sebagai wali dan sesuhunanNya sebagai seseorang yang bhakti yang selalu dalam diriNYA.. Tentu saja bahwa disebutkan mereka yang hidup adalah hanya sedang membuat istana pasir saja, sehingga untuk bermakna adalah memahami diri sangat kecil dari kemaha besarannya dan hanya sebagai debu pasir dari diriNYA. Sang Khalik pencipta semesta..Sang Bapa yang membawa surgaNya sang jiwa yang sedang dalam pencarian jalan pulang menuju kesadaranNya..

Ketika diri sendiri memaknai diri sebagai yang kecil, maka diri akan terbebas dari makna-makna bias duniawi yang sesungguhnya adalah berada pada Bhur loka (hindu) di surga terendah dari sapta loka (tujuh loka surgawi)..Menunggu apakah diri akan terpental menuju sapta patala (neraka tujuh tingkat) atau ke alam surgawi di atasnya. Tentu saja melepaskan diri dari keterikatakan maya dan sebagai sesuatu yang terlingkupi dzat saja akan membuat diri memahami diri yang kecil dalam makna yang Maha besar..Pengetahuan rohani yang membebaskan dimana lahir-hidup-mati, ang-ung-mang, dikhalikkan-dimuaiminkan-diakhiri adalah sebuah bagian sel-sel yang mati sahaja untuk menuju penginsafan kesadaran ilahiah…Karena setiap saat di seluruh mahluk hidup dan benda mati, ada yang sirna ada yang hancur ada yang terpindahkan ada yang musnah..Lalu siapakah kita yang hanya sebagai selnya semata…

PERSONALITAS HYANG KUASA

Memahami ini adalah sebuah perjalanan tentang sang Maha Ghaib (al-ghoib) yang sebagai Para-atman, sang pembebas dan juga ruh yang utama yang disadari sebagai prana hidup.. Dalam hal ini beberapa penyabda wali nabhi sang reshi suci  dang hyang mpu pandita adalah sebuah gambaran tentang sesuatuNya adlaah dari peengenalan terhadap diri adalah semesta..Konsep tentang bhuana alit bhuana agung sinunggal, aham brahman asmi, kemahrifatan, kekhudusan yang nyata, avatara adalah sebuah rahasia tentang keberwujudan kemaujudan tentang ilahi itu sendiri..Namun pantas disadari adalah tentu makna bahwa diri hanyalah entitas yang terperosok dalam badan kasar manusia, membuat itu menjadi bias dan sebagaimana makna jiwa yang selalu termaknai keterikatan terhadap kenikmatan itu sendiri.. Tidak banyak yang sanggup, tetapi telah ada beberapa jnana yang abadi disadurkan kepada mereka untuk dinikmati oleh para bhakta pencari kehakikian diri..

Pada masa kenabian, tentu ada banyak yang lahir membawa pengetahuan tersendiri tentang makna2 hakiki Ilahiah. Tentu saja sifati mereka dekat dengan sifati yang berada pada AsmaNya, dalam batas-batas sebagai manusia itu sendiri.. Entah apakah IA adalah IA juga, atau dalam bahasa pengenalan sebagai utusannya. Yang jelas pemahaman tentangNya akan dimaknai dari sabda-sabda mereka, sedangkan pada mereka yang berada di pengabdi dengan keegoan (nafs amarrah lwanmah-ahli neraka) yang zalim akan tidak memikirkan tentang apa yang diutarakan, tapi egonya membuat mereka memilih mana yang mereka ingin lakukan..Ketika mreka bersifat raksasa dan berego kasar, maka dipilihlah yang sesuai amarrah mereka..Dan itu tidak semuaya, tentu ada yang secara sadar atau tidak telah memaknai dalam tentang sifati itu sendiri..

Kamoksan jagaditha adalah sebuah konsep dimana seseorang membawa sabdanya untuk menyirnakan paham-paham adharmik yang membawa kesucian dan kedamaian..Seperti konsep avatara yang lahir untuk memisahkan adharmik dari yang budhi dharma.. Memahami diri dalam bahasa kumpulan ahamkara ego, budhi (intelektual), manas (pikiran pnguasa indera), citta (kumpulan karma), dan diterobos itu semua dengan makna dharma dan sattwik yang akhirnya meningkatkan pengetahuan IA sebagai abdi sang Mutlak itu sendiri..

Lalu bahwa kebebasan dari keterikatan duniawi, dimana memahami bahwa diri berisikan nafs surgawi nafs neraka, yang sebagai juga sedulur papat kanda pat untuk meenjadikan diri sebagai contoh buddhi sang ilahiah..Pemahaman diri yang terliputi dzat sebagaimana pemahaman akan saudara diri nafs amarrah ego, nafs sufiyah manas, nafs mutmainah buddi dan nafs lwanmah citta akan membawa pada pemahaman diri yang meningkat menjadi pemahaman nafs khamilah rhudiah..Dan tentu saja itu menerobos diri sebagai bhakta bhakti abdi kepada IA sang Khalik..

Mencapai Ia kesadaran yang menyadari tentang suksmsa sariram yang selalu dikontrol oleh kehendak ilahiah yang suci..Dan karena itu ia memahami tentang makna sang utusan wali dang hyang avataram untuk menjadi diri yang menikmati kesadaran ilahi..

salam guswar

april 19 2016

 

 

 

 

Tag: , , , , , , , ,

Keagungan Dharma yang Sebagai Peleburan Dosa..(Siwaratri dalam Sarasamuscya)..

Om Hyang Shivam Mahapralayam..
Sirna sarwa duka lara pati dosah..
Sidha hning Ida hyang nataraja pujam..
Sidhi wisesa kertha diksitah..
Om rahayu om..

Siwaratri..
Malam renungan dosa yg hadir sekali dalam setahun..Dan malam melebur segala papa budi duka lara yg membelenggu kehidupan..Kehidupan yg akan selalu diiringi maya guna, sebagai bagian karma serta samsara..Dimana akan terlukis dalam Maya itu sendiri..Apakah itu sancita, pradabda, Kryamana Karmapala manusia itu sendiri..

Dasar utama adlah bahwa manusia selalu melaksanakan karma..Namum bahwa itu sebagai bagian dalam pelaksanaan dharma, maka itu mrupakan hal yg lain..Karena Dharma yg Agung disebutkan hnyalah satu2nya cara untuk meleburkan dosa itu sendiri..Dalam sarasamuscya disebutkan sebagai berikut:
Sloka 18.
“Dan keutamaan dharma itu sesungguhmya merupakan sumber datangnya kebahagiaan bagi yg melaksanakanNya; lgipula dharma itu merupakan perlindungan bagi orang yg berilmu; tegasNya hanya dharma yg dapat melebur dosa tri loka ini”..

Maka dapat dipahami dgn jelas bahwa melaksanakan dharma adalah yg melebur dosa tri loka ini..Dan tentu disadari bahwa kesadaran yg tepat adalah saat memahami diri sebagai diri yg papa dan lahir dalam dosa, yg perjalanan hidup adalah menuju kelepasan dan pembebasan dari lingkaran hidup ini..Kebahagiaan yg utama dpat dijalani dengan melksanakan dharma itu sendiri sbagai kebenaran..Dharma yg Agung bagai semesta itu sendiri yg juga sebagai tempat berpulang..

Pada sarasamuscaya 16 disebutkan :
“Seperti prilaku matahari yg terbit melenyapkan gelapnya dunia, demikianlah orang yg melaksanakan dharma, adalah memusnahkan segala macam dosa”..
Maka dharma juga yg bisa menerangi sekitar untuk bisa meleburkan dosa itu sendiri…

Konsep dasar peleburan dosa dapat dipahami pada sudut pandang karma dan pahala itu sendiri..Manusia lahir karena keseimbangan satwik rajas tamas dalam MAya (sesuai wrspatti tattwa) dan sesuai dgn prosentase detail dari ketiga itu..satwik akan membentuk manusia yg.berbudhi, rajas akan ada di manusia yg aktif dan kuat, serta tamas akan masuk banyak pada manusia yg malas dan pasif..Prosentase yg hanya Hyang Wenang saja yg memiliki data2 validNya..

Maka ketika papa budhi penuh dosa turun ke dunia sbagai manusia, proses peleburan dosa itu sendiri dilaksanakan dlam bentuk pelaksanaan dharma yg dikonsep dalam bentuk Empat marga yg ada..Sampai akhrinya usai dan menuju loka2 lainNya.. Manusia tentu masih memiliki Maya2 itu sendiri yg membelenggu mereka.. Dalam.hal ini prilaku yg mngarah ke sattwika guna (dgn keaktifan rajasika) akan menuju pada karma karma baik lain..

Karma sendiri yg dinikmati adalah bagian penikmatan dosa dan pahala manusia tersebut..Dimana penikmatan karma itu(yg bisa lintas samsara) akan dibarengi dgn pembentukan karma2 lain..Sehingga ketika manusia telah “TersadarKan” bahwa mlksanakan dharma adlah bagian dari mencipta karma baik, maka dengan sendirinya ia memiliki kekuatan cukup untuk menerima karma2 buruk yg lalu, serta hidup dgn balutan dharma untuk menerangi dan menuju kebebasan dri Maya serta kebahagiaan dlam cahaya “kebersatuan”..

Kesimpulan yg dapat dipetik adalah manusia dasarnya adalah lahir dgn kombinasi keseimbangan satwik rajas tamas yg papa..Dalam mlksanakan keseharian, maka akan menikmati karma2 yg ada dan dgn Dharma yang Agung akan mampu menciptakan kebaikan ke depan dan kuat pada penikmatan karma itu sendiri..Menguatkan diri agar bisa melebur dosa2 yg ada dgn menikmatiNya..Ketika bahwa hnya dharma yg mampu melebur dosa adlah didapatNya kekuatan akan menerima dan menghabiskan karma(dosa lebur), serta mencipta pahala.baik bukan pahala.buruk (dosa) ke depannya..Tentunya Sivaratri adalah tepat dikatakan sbagai malam perenungan dosa yg juga salah satu bagian peleburan dosa itu sendiri (yang terjadi setiap hari kehidupan manusia)..
Sloka 15 sbagai penutup..
“Usaha tekun pada kerja mencari karma, artha, dan moksa kadang tidak berhasil ;akan tetapi usaha tekun pada pelaksanaan dharma, tak tersangsikan lagi pasti brrhasil walaupun dalam.angan angan saja”
Maka perenungan dosa adlah sebuah manacika dharma untuk mnuju kesadaran akan pembebasan jiwa..

Siwaratri..
Januari 2016
Salam Guswar..
_/\_ rahayu..

image

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Januari 2016 in agama, budaya

 

Tag: , , , , , ,

Pengetahuan tentang Jiwa..Analisa Lintas Agama.

Agama adalah salah satunya tentamg bagaimana mengenal jiwa..Jiwa yang juga tidak bisa disentuh dilihat dibaui, namun dapat dirasakan dengan ruhani yg mendalam..Sungguh pun tubuh yg renta dan termakan waktu pada usia, akan tidak dapat melewati waktu tanpa Jiwa itu sendiri..

Jiwa yg terdalam adalah sbagai inti hidup yg juga mengoneksikan raga dan kesadaran pada kehidupan ino..Dimana kehidupan juga dapat dikata sbagai ilusi fhana dan juga maya..Tidak sebagai sesuatu yg hrus diyakini juga, bahwa kehidupan setelah mati dan khidupan penuh etika susila di dunia adlah hnya sbagai keyakinan semata tanpa ada dasar empiris serta fakta riil bahwa kehidupan berisikan jiwa jiwa kolektif..

Jiwa dalam bahasa hindu diungkap sebagai suksma sarira, sukma yg juga mengendalikan stula sarira atau badan kasar..Suksma sarira yg terdiri dari citta budhi manas ahamkara yg dalam bahasa psikologi adlah sbagai memori,kesadaran,akal(pikiran) dan ego..Di jelaskan juga sbagai id ego super ego..atman sendiri adlah yg dibungkus oleh suksma sarira tadi, atman yg menuju pada kesadaran keilahian yg sesungguhmya selalu terhubung pada paratman atau tuhan..Manusia sendiri ktika ingin menuju sebuah jalan pulang, maka Ia menuju proses ke arah kamoksan..Ke arah sangkan paraning dumadi.Menuju pada ke-diri-an yg hakiki..Dimana mendapatkan suatu keilhaman keberkatan kesidhian pencerahan semasih ia ada, dgn memahami bahwa atman jiwa suksma nurani selalu dan tetap beradi di ilaho dalam sbuah koneksi tanpa putus..

Pada ilmu nusantara tentang saudara papat sedulur papat kalimo pancer..kanda pat sari.. Maka dapat dijewantahkan bahwa adi ari ari getih lamak toya nyem seperti juga berada pada suksma sarira..yang juga berisikan anggapati mrajapati banaspati banaspati raja, dimana dalam suksma adalah anggapati-buddhi
mrajapati-manas
banaspati-ahamkara
Banaspati raja-citta..
Dalam hal ini akan menyesuaikan pada maya tri guna yaitu satwik rajas tamas…ktika satwik berkembang lah buddhi..rajas maka buddhi mngecil dan tamas akan mmbuat Buddhi dan manas menyirna..
Citta sendiri adalah sbagai memori, Buddhi sbagai kesadaran dan intelektualitas..
Manas adalah pnguasa indria pikiran..
Dan ahamkara adalah ego itu sendiri..
Semuanya dikuasai oleh Maya tattwa satwik rajas tamas..Baik(dharma)-keras aktif – bebal malas pasif..

Dalam konsep islam ada yg mnyatakan bahwa citta budhi manas ahamkara adalah nafs lawanmah- nafs mutmainah-nafs as sufiyah- nafs amarrah..logikanya adlah memang ego ahamkara itu harus hndaknya dikekang
.yang berarti melawan nafs amarrah sndiri..nafs amarrah adalah nafs neraka dimana terbujuk nafsu bawahan iblis yg mngarah pada ketidak.baikan..

Nafs lawanmah adalah citta itu sendiri atau memori, dikatakan bahwa masih mnjadi nafs neraka yg dapat tidak ikut pada nafs iblis,namun masih mnnyalahkan diri sbagai seseorang yg tidak baik..dasarnya ini adalah sbagai insting manusia untuk selalu memperbaiki diri kepada kebaikan yg beraklahk serta rahmatan..

Sama sperti konsep yg ada dimana Buddhi adalah sbuah kedharmaan, maka disebutkan pula brkmbangnya buddhi yg baik akan mnuju pada nafs mutmainah yg artinya sbagai insan yg mencintai semesta sesama dan sbagai kekasih ilahi itu sndiri..Dharma sendiri adalah kebenaran yg universal dimana menuju pada menjadi seorang manusia yg hakiki..Nafs sufiyah adlah manas pnguasa indera dimana sgala yg Ia lakukan adalah karena ilahi dan keilahian semata untuk seluruh keindahan semesta..Semesta juga.berarti dunia disini nanti dan selamanya pula..Dalam suci rahmat dan khudus..

Kemudian shubungan dngn jiwa2 superior dan memiliki koneksi pada keilahian, maka dalam konsep hindu yg kamoksan akan menuju pada.buddhi yg berkembang citta yg tercerahkan dan mampu membuka diri pada harta berharga keilahian di atman antahkarana sarira..Itu trjadi pada para rishi2 resi yg tercerahkan dri catur msrga yg ada.Tentunya dgn mlaksanakan dan menyerap sattwika buddhi laksana di bagian maya ini..

Dalam islam sndiri dapat terlihat pada bagian nafs nafs yg tercerahkan yg disbut rhudiah khamilah yg hnya dimiliki para wali dan jga nabi..Maka itu sesungguhnya ada di nurani terdalam atau juga Nur-ilahi yg hnya dapat ditangkap kebersabdaanNya pada semesta dari peningkatan nafs mutmainah nafs sufiyah..hal ini dilksanakan dgn mlakukan sbuah rhamatan lil alamin pda semesta yg sesuai dgn kitab yg ada..Contoh yg nyata pada pncarian keilahian adalah wali sasuhunan kalijaga yg bersemedi dan mndapatkan khazanah ilmu keilahian..

Pada akhirnya kemanunggalan dengan Hyang Gusti adalah sbuah Keniscayaan yg tidak terkatakan dgn lisan dan bahkan harapan..Itu adalah sebahagian proses kecintaan raga jiwa pada Ilahi yg sbagai kebahagiaan tertinggi melewati seluruh rasa2 lainnya… Tanpa tanding..

image

Om atma hning suhci nirmala..
Hyang Paraatman Wenang Laksana…
Nuju Sunyam Loka Kamoksan..
Sidhi Wisesa Jnana hring Kahuripan..
Shanti shanti..

Salam.guswar
Des 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Desember 2015 in agama, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Saraswati Hyang Jnana untuk Mencipta Shanti..

Om hyang saraswati pujam ya namah
Jnana sidhi waskita shanti
Tri lokha rahayu sahadja..Om..

image

Saraswati..
Dewi yg cantik jelita sebagaimana ilmu pengetahuan itu sendiri..Ilmu pengetahuan dalam bahasa jnana yg turun untuk menyelamatkan manusia dari lautan samsara..Lautan kehidupan yg berulang-ulang menuju persatuan.
Kesadaran yg mungkin dianggap angin lalu dan sepele..Dimana mlksanakan pujam akan jnana yg membebaskan, tetapi takluk pada ego ahamkara tamasika yg menarik keterlibatan kesengsaraan itu sendiri..

Jnana sendiri adalah sbuah pengetahuan akan pembebasan..Pembebasan yg menuju keterlepasan akan ikatan duniawi dan keterikatan ketidakbahagiaan yg sesungguhnya saat merasa perlu tapi cukup dan merasa cukup namun tetap mnjdi karmin serta bhakta, maka tidak ada lagi ketakutan..Ketakutan akan ketidakbahagiaan yg sebenarnya telah disirnakan dari kebahagiaan yg telah ada dri kemarin dan kemarin dulu..

Jnana tentu saja adalah jalan membahagiakan yg menuju pada prosea perjalanan mengetahui kebenaran itu sendiri..Kebenaran yg melintasi waktu ruang kala desa, yg pada akhirnya mencapai pada kesadaran shantii..damai pujam di tri lokha ini..Tri lokha yg memperlihatkan kedigjayaan shantii di alam dunia,alam semesta, alam setelah mati..Jnana adalah sungguh pun bagian proses memahami kebenaran yg semata-mata menggapai kedamaian itu sendiri..Ketika itu mencapai kalimat tan hana shantii, sirna kertha hring lokha..maka ajnana itu berarti sebetulnya..

Teringat bahwa waktu kala maya terdiri dari kumpulan2 karma yg berisikan baik buruk dan juga tata susila tattwa yadnya..Dan maya sendiri yg melebarkan sayapnya sebagai IA hyang Yama yg adil mengadili, atau juga sebagai Kubera Indera Chandra yg menyejukkan dgn Keberkahannya..Apakah ini seperti mengada pada citta budhi manah? Atau pada kesadaran dan pikiran yg menyampingkan ahamkara ego??maka itu berada pada karma itu sendiri dalam memahami jnana..Pada akhrinya konsep samastha bhawana shantii langgeng akan menjadi bagian mereka2 yg tidak mengikat diri pada tamasika guna ahamkara..Sesungguhnya jnana itu sudah tertulis pada ananda antahkara sarira suksma atman yg mengungkapkan kebahgiaan tanpa akhir…

Semoga jnana saraswati pujam akan selalu mengada pada setiap sanubari manusia hindu(bali dan dunia)..Bahwa sebuah kemenangan dharma adalah disaat jnana sidhi waskita berasal dari buddhi2 luhur luwih pilihan hyang luhur mampu menjadi penerang dari keadharmaan..

Salam saraswati pujam..
Guswar
Nov 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Bagaimanakah negeri tanpa legislatif..

Salam..

Sebenarnya hnya pmbahasan iseng dan mgkin tidak terlalu berguna dan tepat..Namun sebenarnya dunia jga terdiri dari berbagai pola pikir dan konsep2 yg beraneka ragam..Di negara demokrasi ini jga kebebasan berpikir dan bersuara adalah sbuah hak dri setiap masyarakat..

image

Tentu setelah dilihat dari berbagai bahasan-bahasan bahwa kenyataan yg ada TIDAK PERNAH trjadi suatu kepuasaan rakyat sendiri dalam hal perwakilan tersebut..Sungguhpun apakah sebuah negara memerlukan perwakilan dimana tidak ada benar-benar terwakili segala keinginan yg dikehendaki yg diwakili olehnya itu..Partai politik sbagai sebuah tempat pembelajaran, belum mampu mlksanakan tugasnya dgn sebaik2nya..Tugas legislatif yg sesungguhnya sangat berwibawa dan mengayomi masyarakat, hanya menjadi penyamun seperti ular yg mematok untuk kekenyangan diri sendiri.. Apakah ular dipercayai????

Peran legislatif yg diwakili dari partai partai yg dengan senjata lobi2 dagang..Serta keuangan yg maha esa selalu menjadi bagian terpenting dan membenamkan moralitas yang agung..Tentunya pada pembendahraan pancasila butir sila ketiga bahwa kpntingan negara di atas pribadi dan golongan, sungguh sebagai sampah semata..Politik yg notabene sbagai jalur kepemimpinan yg mensejahterakan adalah bagian dewata astabrata yg sangat adil mengayomi menghilangkan dahaga menyejukkan tegas, seakan jadi mimpi mimpi buruk tiada arti..Seperti seorang maling yg jelas2 mencuri, namun malah diagungkan..Ternyata petruk dari dulu jaman baheula selalu jadi raja-raja yg tidak pernah kenyang..

Kembali pada konsep trias politica, maka eksekutif yg dipilih langsung sbagai figur tentu langsung harus bertanggung jawab kpada rakyat..Legislatif yg notabene bertugas menyetujui mengesahkan undang2, hnya mampu sedkit mlksanakan tugasnya kmudian untuk kpntingan hedonisnya sndiri atau golongan..Bahkan meminta minta sprti begal dan jarang masuk sekolah, mending sya memilih anjing yg setia kpada tuannya dripada legislatif ini..

Memilihnya pun sudah cukup bnyak mnghabiskan materi dan harta..Menyuap sini menyuap itu agar bisa menjadi begal..Aneh dan ajaib menuju kepemimpinan untuk menjadi begal..(begal saja dibakar)..Apakah ada jalan kluar yg benar untuk memperbaiki ini??

Apa guna legislatif pusat??apakah tidak bisa hnya sedikit sja yg mnjadi dewan??tentu ada DPD yg mewakili daerah..dan daerah telah ada DPRD yg bisa disempitkan..Yang artinya kader pemimpin yg benar mumpuni saja yg masuk, atau bisa tidak perlu ada..Toh rakyat yg diwakili juga tidak didengar..Tidak diperhatikan sedemikian rupa, bisa melihat perwakilan media yg memang banyak..tentunya keletihan memang suatu hal yg wajib disandang untuk menumpu rakyat sendiri..Kenyataannya malah rakyat yg ditinggal di belakang..Apa gunanya??????

Tentunya perlu dicari bagaimana konsep yg baik dalam menjaring sbuah perwakilan yg ada..banyaknya perwakilan sungguh pun belum brada di konsep ideal..sesungguhnya mereka yg mengontrol pemerintah..namun siapa yg mnngotrol mereka??dan ada konsep tentang independen bukan partai..apakah partai bisa bersih..dan pondasi itu bisa terbangun dri sbuah kejujuran dan bukan materi belaka?

Seorang pmimpin dewan pun adalahbseseorang yg pasti sering turun bersama rakyatnya..Kalau cuma turun pada saat pemilihan, itu oportunis..Dan dalambl konsep sila butirnya adalah gotong royong dan mengayomi tepo seliro..tentunya pemimpin adalah seseorang yg moralnya paling baik dan.juga cerdas..bukan pinter tapi asusila..

Dan akhirnya saat ini yg terjadi adalah rakyat sendiri yg mengadili, yg banyak pada media sosial..Seakan2 medsos adalah senjata dri rakyat itu sendiri, yg mnjadi sbuah senjata yg relevan untuk saat ini..Transparansi tentang siapa dan apa yg menjadi begal maling penyamun serta opini langsung dri rakyat..tentunya memberikan atmosfir bahwa memang keadilan tertinggi adalah di tangan rakyat..Seperti sebuah senjata revolusi yg bergerak secara otomatis menuju suatu musuh tertentu..Dan ktika ini adalah sbuah jalan pengadilan, serta sumbangsih rakyat bela negara kpada bangsanya yg mngndung sebuah ketulususan,,,Maka siapa yg terwakili oleh legislatif saat ini???

 

Pada akhirnya Kebenaran akan menang…!!!!
Ketika masih bertnya kebenaran yg mana??
Maka tentu legislatif yg agung akan bisa menjawab..sesuai kehendak dirinya dan golongannya..

Salam guswar..
Nov 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 November 2015 in filosofi, pancasila

 

Tag: , , , ,

Telaah Cakra Dasar (Root Cakra)

Om Hyang Pertiwi Pujam

Hyang Suci Nirmala Hring Loka Samastha..

Om Tat Sat Ksama Sahampurna ..

Ya namo nama swaha..
image

Cakra Dasar

Dalam pengetahuan tentang cakra, maka dari tujuh cakra utama akan diketahui bahwa cakra yang paling terbawah adalah cakra dasar atau root cakra. Cakra ini berada paling bawah dari ke tujuh cakra dan merupakan cakra yang mengadung konsep “keamanan-kenyamanan-menjadi diri sendiri” cakra.. Cakra yang diwakili dengan warna “Merah” dan juga lambang Bumi (pertiwi) itu sendiri.. Cakra ini juga berhubungan dengan pemahaman duniawi serta cakra yang erat dengan ketahanan (survival) di dunia ini..

Cakra Dasar seperti juga cakra yang lainnya, merupakan cakra yang bisa dalam keadaan tidak seimbang.. Bisa saja cakra ini menjadi terlalu aktif, yang bercirikan sifati ingin menguasai, tidak memikirkan keadaan lingkungan, liar dan bersifat premanisme yg dikarenakan tidak adanya keseimbangan antar cakra yg ada..Energi yg ada menumpuk di cakra dasar yg terjadi krna kurangnya aktivasi di cakra jantung(kasih sayang) ajna(intelektualitas) atau mahkota(spiritualitas) misalnya..Bentuk cakra dasar mnjadi merah sdikit gelap dan padat..Hal ini bagi fisik mengakibatkan sakit daerah tulang ekor dan pegal2 pada bagian perut kebawah
.

Cakra ini ketika tidak aktif (belum aktif) maka akan memberikan rasa tidak percaya diri, rasa ketidaknyamanan dgn lingkungan, paranoid, serta membuat tidak puas akan keadaan diri, canggung.. Sebuah keadaan lingkungan yg menekan, pola asuh yg mmbuat tertekan, kurangnya pembelajaran kasih dan sayang, dan kurangnya hubungan yg erat dgn keilahian adalah jua mmbuat energi baik di cakra dasar tidak mengaktif..Karena daya hidup serta kemampuan untuk survive berasal juga dri keadaan cakra dasar yg mmbuat puas akan diri atau mengamini diri sebagai diri yg berhak dan wajib untuk selalu hidup di jalan yg baik..

Dalam bahwasanya cara yg bisa membantu menyeimbangkan cakra dasar dan yg lainnya adalah:

1. Meditasi grounding yg merupakan cara untuk menyeimbangkan cakra yang ada..Duduk di atas tanah serta tangan kiri menghadap ke bawah serta tangan kanan di atas paha mnghadap ke atas serta jua mlntunkan doa mantram, akan segera menyeimbangkan energi yg bertumpuk sekaligus mengeluarkannya menuju pertiwi sbagai semesta.. Rasa ketidaknyamanan penat lelah akan dibawa melebur menuju pertiwi..Ini bagus dan baik dilakukan setiap hari dan sesuai keperluan, untuk jga menambah rasa kebersatuan dengan semesta itu sendiri..

2. Mudra pertiwi..bisa dilaksanakan dengan tangan kiri menengadah di ke atas di paha kiri saat bermeditasi, kmudian tangan kanan di depan perut dgn menyatukan jempol di jari telunjuk..Duduk diam dengan memperhatikan nafas hirup tahan lepas yg bisa dimaknai dgn ang ung mang (atau jga mntram.serta doa)..Kebersediaan duduk dan memfokuskan pada aliran energiNya yg penuh makna, akan membawa pada kesehatan jiwa rohani serta diri..

3.Mensugesti diri, dimana berulang menyatakan “inilah saya”-“saya berpasrah padaMU”-semoga semesta memberikan saya sbagaimana saya adanya” dibarengi dgn kekuatan mntram yg bisa dilakukan setiap saat..Maka semoga semesta pratiwi akan menjaga sedemikian rupa, dan mengingat diri adalah Bhakta yg tangguh dan berhak serta wajib mendapat dan memberikan kasih sayangNya kpda yg lainnya.

image

Semoga dgn ini ada jalan terang memahami kebaikan kebajikan dan kebijaksanaan menuju manusia yg berbhakti dan bertaksu tangguh sekaligus berkasih..

Salam guswar..
Okt 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Oktober 2015 in doa, filosofi

 

Tag: , , , ,

Sang Shiva dengan Attribut-Nya

Om tryambakam ya ja mahe..
Sugandhim pusthi wardhanam..
Iyarukamiva bandhanat..
Mrtyor muksiyas mamrtat..

Semoga Engkau Sang Penguasa Pralaya, memberikan keselamatan salam mengarungi lautan kehidupan dan kematian..

Om swastyastu..
Shiva adlah Sang Penguasa pralaya yg disimbolkan oleh aksara Mang dalam tri aksara suci.. Dan juga aksara I dan YA dalam dasa Aksara suci dewata nawa sangha..Dalam Tri Murti, Beliau adalah sbagai Sang Pralaya yg disimbolkan sebagai Lingga..Dan di Tri Kona Beliau adlah sang hyang pralina yg mengembalikan seluruhNya kembali ke sunia lokham..
Beliau adalah Sang Raja Marga dlam meditasi AbadiNya, Sang Jnana dlam intelektualitas akal di ajnaNya yg selalu aktif terbuka..Pelindung dunia dan penghancur mala yang tersirat pada rudhraksa dan leher biruNya(thiruu neelam kantam)..
Penghancuran dlam kemarahan terhadap yg durjana dan papa budhi di jaman kali lewat wujudNya sbagai Sang Hyang Rudra serta penguasa Maya yg disimbolkan oleh Durgha Bairawi sbagai kekuatan Kali..
image

Berdasakan Kualitas Hyang Esa pada pengejawantahanNya sebagai Hyang Shiva pralaya, maka dapat ditarik suatu makna simbolisme yang dalam pada wujud manifest Bhatara Shiva tersebut.

1. Chandra bulan sabit..ini berhubungan dengan sebuah kesejukan dan cinta kasih..Dalam mitologinya bhwa Beliau mnyelamtkan Chandra dri kematian, maka itu juga trsimbolkan pada Astabratha bhwa seseorang hrus bisa mmberi kesejukan di setiap wktu hidupnya..Simbol mendamaikan dan bijaksana..

2.Ajna atau mata Ketiga, adalah simbol kebijaksanaan dan juga intelektualitas budhia..untuk mengetahui sesuatu yg lebih mendalam dari yg lainnya..Ajna sbagai simbol intuisi serta pngethuan akan keilahian itu sendiri..serta juga lambang kewaspadaan akan sesuatu yg mengancam kebajikan..

3.Leher biru Shiva..Dalam mitologinya adlah Shiva menelan seluruh racun di sbuah lautan agar bisa menyirnakan mala kesusahan..Ini menyimbolkan bahwa Shiva adlah yg mnhncurkan mala dan sbagai tmpat prlindungan bahaya dan pnguasa karma dan pahala..Terdapat mantram japam “thiruu neelam kantam” yg berarti leher biru SHiva yg diyakini dapat melebur karma dan hingga bisa menikmati karma itu..entah buruk atau baik…

4.Kalung Ular..Ular adlah lambang kekuatan kewaspadaan sekaligus juga lambang Maya Materi serta juga ambisi atau sad ripu..Maka leher berisi ular yg tenang-melambangkan bahwa Ambisi maya materi telah mampu dikuasai dan dikendalikan..Hal ini sesuai konsep raja marga dimana meniadakan kemelakatan duniawi dalam prakteknya agar mampu menuju sunia loka kekosongan itu sndri yg moksah..

5.Trisula adlah lambang kebersadaran, alam bawah sadar, serta keadaan tertidur sbagai sbuah tahapan yg selau berada pada jiwa manusia.. Trisula weda dalam konsep satria pinandita adalah konsep marga yg berisikan karma jnana dan raja marga sebagai Bhakta dri Shiva itu sendiri..Trisula dapat berarti Buddhi Manas Ahamkara yg artinya intelektualtas, impelemtasi, serta ambisi..

6.Rudrakasa adlah lmbang perlindungan dri mala serta maya dunia..Juga merupakan kekuatan ilahiah untuk menjaga diri serta jiwa kebersadaraan menjalani kehidupan lahiriah, rohani, spritualitas..

7.Lambang Kulit Hewan..Artinya adlah kemampuan menaklukkan sifat2 kehewanan dan memerlukan kekuatan power menundukkan musuh diri..

8.Lembu Nandini..adalah lmbang kesucian dan juga kepasrahan keberserahan dri bhakta yg suci..

9.Lambang Drum(perkusi tradisional) adalah mewujudkan kekuatan yg terdrngar dan sirna saat dipukul bertalu-talu yg memperlihatkan konsep penciptaan dan penghancuran yg akan selalu ada di alam materi ini..

image

Dalam atributNya Shiva sangat mnunjukkan power kekuatan, kekuasaan,sekaligus menunjukkan kebijaksanaan, kebajikan-dan keinsafan akan kebersadaraan atas keberadaan jiwa dan ilahiah yg sebetulnya adalah satu sahadja..Ini adlah jalan menuju sebuah kesuniaan yg sejuk damai namun tetap mengandung kekuatan yg mampu menarik seluruhnya kepada sebuah kekosongan kembali..

Swaha shantir shanti sunia pujam..
Rahayu rahayu..
Shantii Om

Salam gwar..
Oktober 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2015 in agama, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , ,

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.818 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: