RSS

antara aliran syeh siti jenar, komunis, dan agnotisme..tinjauan terhadap konsep..

08 Jul
dalam pertautannya..maka dapat dijelaskan bagaimana posisi aku adalah Tuhan dari sisi syeh siti jenar…

dapat dijelaskan bahwa syeh siti jenar memiliki jiwa murni dan penuh kebijaksanaan dalam diri pribadinya…jika suatu rasa itu ada, maka sangguplah jika ia dapat mengatakan Sang Aku dalam dirinya…itu berarti bahwa Tuhan sudah menyatu dalam setiap raga dirinya…

Sang Aku itu adalah dimana setiap rasa dalam dirinya bersifat KeTuhanan..dan bagaimana Tuhan itu memiliki makna yang ranum untuk ditelaah kembali…

Sang Aku dan Aku aku yang lainnya..adalah suatu kata dimana diri adalah Tuhan individu yang nyatakan bahwa wess onok Tuhan dalam hatiku…yang nyatakan bahwa terdapat setiap kebenaran dalam diriku untuk berbuat berdasarkan kebenaran Hati yang murni, yang berisikan ajaran-ajaran tentang KeTuhanan…dan menerapkannya dengan selalu mencari arti dari keberadaan Beliau tersebut, di luar..sebagai Sang Aku yang sujati…

di manapun ada Beliau yang terpancar dari sikap individu perseorangan, yang memiliki sifat sifat KeTuhanan dalam dirinya…jadi Sang Aku dalam diri setiap manusia…

jika dihubungkan dengan akhir ajaran komunisme, maka utopia adalah suatu keadaan dimana kesejahteraan sosial telah tercapai serta keadilan sosial…hal itu jika ditelaah maka setiap orang harus paling tidaklah memiliki sifat atau sikap KeTuhanan dalam dirinya…karena dengan hal itu maka tiada orang miskin dan keadilan sosial tercapai baik rohani dan jasmani….

dan agnotisme…adalah sikap atau sifat mencari pembenaran bahwa ia adalah pencari jalan KeTuhanan…
http://www.religioustolerance.org/agnostic.htm

bahwa ia adalah pencari kenapa Ia tu exist ataupun tidak dan mengapakah kita masih sengsara…

dan ini jawaban dari semua jawaban bahwa kita sengsara karena tiadaNya Sang Aku dalam diri kita…

benarkah??

diambil dari blogs
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Juli 2009 in filosofi

 

Tag: , , , , ,

5 responses to “antara aliran syeh siti jenar, komunis, dan agnotisme..tinjauan terhadap konsep..

  1. Slamet R

    6 Oktober 2013 at 14:28

    menyimak

    Suka

     
    • linggawardanasahajakers

      9 Oktober 2013 at 10:46

      Silakan bang…:-)

      Suka

       
    • linggawardanasahajakers

      9 Oktober 2013 at 10:48

      Yaps. Silakan bang..

      Suka

       
  2. Paul W Subrani.

    21 Juli 2016 at 07:47

    Sangat membius, seperti Cahaya membias Samudra menerangi kegelapan hingga ke dasar dan lubang karang yg lebih sempit dari lubang jarum, ibarat Mata yg mampu melihat luka yg tertutup perban dari Alumium foil sekalipun dan Cermin utk sebuah wujud yg sesungguhnya bahwa seperti saya pribadi saat ini tidak lebih dari se onggok sampah busuk terkunci di dalam Drum Plastik yg amat tebal. Trimakasih saya benar-benar kagum, semoga saya mendapatkan jalan utk memulai membukan sampah diri utk menatap CahyaNya yg berkilau dalam wujud Maha Bijaksana. Salam hormat saya : Paul W Subrani.

    Suka

     
    • linggawardanasahajakers

      21 Juli 2016 at 08:01

      Sang manusia sejatinya adalah abdi yg ruang pengabdian dirinya ada pada sang hidup..sbuah pilihan ktika manusia hadir sbagai yg mghidupkan “lilin”nya serta” lilin”2 kesejatian yg lain..dan atau malah mematikan” lilin yg lainnya..

      Smoga hidup mnjadi lbih bercahaya..suksma sudah mampir dan bersedia mnyatakan kata bang pada ruang ini..

      Swaha rahayu _/\_

      Suka

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: