RSS

Catur Paramitha dan Catur Aiswarya sebagai penerapan Tat twam Asi..

11 Jun

Tat twam Asi seperti yang telah diketahui adalah suatu hal yang benar-benar filosofi yang mulia, dalam penerapannya pun mengandung suatu kebijaksanaan tinggi untuk mengakrabkan manusia yang satu dengan yang lain dan sebagai pula menerapkan prinsip pawongan pada suatu masyarakat atau bangsa….

Catur paramitha sebagai artian dari empat sifat yang mulia yang benar-benar menjadi petunjuk hidup yang hakiki….

CATUR PARAMITHA

Catur Paramitha adalah empat bentuk budi luhur, yaitu Maitri, Karuna, Mudita, dan Upeksa.

  1. Maitri artinya lemah lembut, yang merupakan bagian budi luhur untuk kebahagiaan segala makhluk.
  2. Karuna adalah belas kasihan atau kasih sayang, yang merupakan bagian dari budi luhur, yang menghendaki terhapusnya penderitaan segala makhluk.
  3. Mudita artinya sifat dan sikap menyenangkan orang lain.
  4. Upeksa artinya sifat dan sikap suka menghargai orang lain.

Catur Paramita ini adalah tuntunan susila yang membawa manusia ke arah kemuliaan.

CATUR AISWARYA

Catur Aiswarya adalah suatu ajaran kerohanian yang memberikan kebahagiaan hidup lahir bathin terhadap makhluk. Catur Aiswarya terdiri dari Dharma, Jnana, Wairagya, dan Aiswarya.

  1. Dharma adalah segala perbuatan yang selalu berdasarkan atas kebenaran.
  2. Jnana artinya pengetahuan atau kebijaksanaan lahir bathin yang berguna demi kehidupan seluruh umat manusia.
  3. Wairagya artinya tidak ingin terhadap kemegahan duniawi misalnya tidak berharap-harap menjadi pemimpin, jadi hartawan, gila hormat dan sebagainya.
  4. Aiswarya artinya kebahagiaan dan kesejahteraan yang didapat dengan cara (jalan) yang baik atau halal sesuai dengan hukum atau ketentuan agama serta hukum yang berlaku di dalam masyarakat dan negara.

dan jika diterapkan secara pasti dan kontinu, maka pada dsaarnya anda telah menjadi sesuatu yang bijak dan suci serta membuat damai dalam hidup…hal itu mengarahkan anda menuju kebahagiaan sejati dalam hidup…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Juni 2011 in agama, filosofi

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: