RSS

Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi

26 Okt

Dosa dan Pahala tidak akan pernah habisnya dibicarakan manusia sebagaimana ia menjadi suatu titik ketakutan dan sisi etika dan membentuk pula suatu moralitas tersendiri dari pemeluk suatu keyakinan. Setiap agama apa pun pada dasarnya memiliki suatu filsafat (tattwa), etika(susila), serta tentu saja ritual (upacara) yang menjadi simbol atau ciri khas dari suatu agama tersebut.

Berdasarkan bahwa manusia memiliki sesuatu kewajiban yang sungguh-sungguh berat dari jaman ini. Dari suatu keyakinan Hindu bahwa memang sekarang adalah jaman kaliyuga itu sendiri. Jaman di mana kejahatan lebih banyak dari yang menjunjung kebenaran itu sendiri. Namun pada akhir jaman, jika sekehendaknya ada beberapa messiah yang ditunggu untuk memberikan suatu “pintu” surga dan kerajaan surga di bumi ini. Artinya adalah kebenaran dalam bentuk apa pun sesuai dengan keyakinan masing-masing, menjadi hal yang mutlak dan patut ditunggu dan subjek-subjek dari raja atau penyelamat yang bangkit dari surga menambah motivasi melaksanakan tiga kerangka yang berlaku universal dari setiap agama itu sendiri.

Mungkin bukanlah suatu mitos, jika satrio piningit, ratu adil, imam mahdi, satrio pinandita, kalki avatar, buddha maitreya, dsb merupakan mitos-mitos yang bisa menjadi nyata, dengan dasar hati diberikan terbuka akan mitos (baca: Kekuatan Agung) spiritual yang bangkit dan terbangun.

Kembali lagi dengan kata dosa, Maka dalam etika kristen (nasrani) menyebutkan ada tujuh kelompok dosa yang sekehendaknya tidak dilaksanakan . Dan seven sins itu memiliki berbagai tempat hukuman di neraka nantinya. Dan bahkan menurut apa yang dijelaskan bahwa tujuh dosa itu dikelola atau dikuasai oleh iblis (demon) yang memiliki nama tersendiri.

Jenis-jenis Dosa dalam kebudayaan Nasrani adalah sebagai berikut:

1.Lust . Yang berarti hasrat atau nafsu yang seksual yang tidak terbatas, termasuk juga hasrat terhadap kekayaan, kemahsyuran. Dalam hal ini LUST dikuasai oleh Amoedeus.Dan dosa yang mereka dapatkan adalah masuk ke wilayah neraka yang penuh dengan badai angin ribut pada saat nantinya.

2.Gluttony . Yaitu dosa yang berasal dari kerakusan akan makanan dan minuman serta yang hanya terpikirkan adalah bagaimana cara mendapatkan makanan dan tiada bisa dikendalikan. Dan pula keserakahan yang berhubungan dengan perut. Dikuasai oleh iblis Beelzebub dan akan menderita kelaparan yang sangat jika telah ada di neraka nantinya/

3.Greed. Keserakahan terhadap unsur duniawi atau materialitas. DOsa ini adalah yang paling dekat berhubungan dengan korupsi dan penipuan atau pula perampokan yang sedemikan rupa menyukai keduniawian secara membabi buta dan dengan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia mau. Dalam hal ini dikuasai oleh Iblis Mammon.

4.SLoth . adalah dosa yang terjadi karena kemalasan untuk melakukn sesuatu, dan bahkan sudah terjebak pada kenyamanan akan malas itu sendiri sehingga tidak berguna bagi suatu masyarakat dan hanya menjadi sampah-sampah yang tidak berguna. Iblis yang menguasai dosa ini adalah Belphegor. Pada saatnya nanti mereka akan dilepas pada suatu danau yang dalam dan harus berenang agar tidak tenggelam, Jadi Ia akan selalu bergerak dan bergerak sampai akhir jaman nanti.

5. Wrath artinya adalah suatu kemarahan yang tiada bisa dikendalikan. Kemarahan itu bahkan menutup kebenaran itu sendiri akan kebijaksanaan yang ilahiah. Kemarahan yang tiada bisa dikendalikan oleh “diri” dan berlangsung setiap saat. Iblis yang menguasai adalah Satan.

6.Envy adalah dosa akibat perasaan iri hati terhadap kemampuan, kepunyaan, keberhasilan orang lainnya. Iri hati itu ketika menjadi suatu kebiasaan, maka akan terlihat seperti tidak terpuaskan karena keinginan melihat rumput tetangga lebih hijau. Iblis yang menguasai adalah Leviathan.

7. Pride atau Narsistik. Adalah dosa yang paling mengerikan, maksudnya adalah bagaimana rasa terlalu percaya diri, merasa sempurna, dan bahkan melebihi junjungan-Nya, dan saking percaya dirinya, Ia bahkan mengatasnamakan yang dijunjung untuk menghancurkan lainnya. Narsisme ini adalah dosa yang dikuasai oleh Lucifer.

Dan setelah kita melihat dari definisi terhadap tujuh dosa manusia, maka dapat kita tarik suatu benang merah bahwa etika itu bisa saja berlaku secara universal. Hal itu dapat ditelaah pada ajaran sanatana dharma yang mnampilkan etika susila Sad ripu (enam musuh manusia) dan Sad atatayi enam kejahatan yang dihindari.

Sad ripu adalah sebagai berikut :

  1. Kama artinya sifat penuh nafsu indriya.
  2. Lobha artinya sifat loba dan serakah.
  3. Krodha artinya sifat kejam dan pemarah.
  4. Mada artinya sifat mabuk dan kegila-gilaan.
  5. Moha artinya sifat bingung dan angkuh.
  6. Matsarya adalah sifat dengki dan iri hati

Dan sad atatayi adalah

  1. Agnida: membakar rumah atau milik orang lain, meledakkan bom, termasuk membakar dalam arti kias yaitu memarahi orang sehingga orang itu merasa malu dan terhina.
  2. Wisada: meracuni orang atau mahluk lain.
  3. Atharwa: menggunakan ilmu hitam (black magic) untuk menyengsarakan orang lain.
  4. Sastraghna: mengamuk atau membunuh tanpa tujuan tertentu karena marah.
  5. Dratikrama: memperkosa, pelecehan sex.
  6. Rajapisuna: memfitnah

 

Maka benang merah dan kemiripan dari etika yang menuju suatu nilai super ego moralitas yang tercipta pada agama yang memiliki perbedaan sejarah adalah sebagai berikut:

1.Lust berhubungan erat dengan kama, dratikrama yang pada dasarnya mengandung nilai susila yang rendah.

2.Gluttony adalah dosa yang berhubungan dengan Mada seperti rakus akan makanan.

3.Greed sebagai keserakahan sangatlah mirip dengan Lobha.

4.Wrath sebagai kemarahan yang terlepaskan dan tiada perlu dapat disandingkan dengan krodha,Agnida,dan Sastraghna.

5.Envy sebagai keiri hatian menuju pada pemahaman terhadap Matsarya, Wisada, atau Rajapisuna

6.Sloth mungkin berhubungan erat dengan Moha.

7.Pride berhubungan dengan Moha,Agnida.

Dari beberapa kemiripan di atas, maka apakah ke depannya pada suatu kehidupan dunia ini bisakah tercipta bahwa Moralitas dan Etika yang berujung pada Kesusilaan , Budi pekerti menjadi Satu dalam bingkai Universalitas??

Mungkin saja jika diberikan ruang kemuliaan Nya di dada ini.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_deadly_sins

http://www.hindubatam.com/susila/asubha-karma/sad-ripu-dan-sad-atatayi.html

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Oktober 2012 in agama, budaya, doa, filosofi

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

One response to “Sandingan Konsep “Seven Deadly Sins” Konsep Sad ripu serta Sad Atatayi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: