RSS

Atman yang Tidak Terbagi (sebuah analisa)

01 Feb

image

Om parama siva, sada siva, siva narayanam..
Aum ang ung mang namah..
Semoga semua terberkati..
Shanti..

Hindu dengan panca sraddha Nya, yang menjadi keyakikan awal dalam menapaki segala kehidupan yg berbahagia. Tentu ini adalah sebuah pemahaman dan kebersadaran yang tinggi, untuk selalu memercayai rasa-rasa itu.. Brahman sebagai Hyang maha kuasa, karya, Tahu, segalanya..Atman yang sebagai percikan Brahman hyang Agung..Karmapala sebagai automatic controller dalam melaksana di dunia..Samsara sbagai kesatuan hasil dari karma-karma.. Moksah adalah tujuan itu seluruhnya..Maka ini yang membentuk Sraddha dari Sanatana Dharma itu selama semesta ada..

Atman sendiri adalah percikan dari Hyang Semesta itu, Brahman itu, yang menghidupi dan membuat mahluk menjadi bertumbuh. Sebagai daya hidup, sebagai yang membuat mahluk itu tidak menjadi mahluk mati, sebagai baterai untuk sebuah mainan mati, sebagai accu, sebagai daya listrik. Maka Atman adalah yang menjadi dasar listrik (prana) untuk menjadi hidup. Apa itu Atman sebenarNYa? Iya Atman itu adalah sebenar-benarNYA (brahman)..

Dalam pemahaman akan hakikat Atman, maka ada beberapa sifati Atman yang ada..Salah satunya adalah Atman yang tidak terbagi-bagi dan selalu menjadi bagian Brahman, selalu sama, Kekal, tidqk berpindah, tak bergerak, tak berubah..Brahman Atman Aikyam..Hal ini memang perlu dipahami secara mendalam, agar bahwa kesadaran tentang Atman itu sendiri, menjadi semakin mantap dan khusuk pada sebuah perjalanan hidup.. Untuk menuju itu, maka sifati Atman sendiri dapat dilihat pada sloka bhagawadgita ini..

Atman merupakan bagian dari Tuhan / tunggal adanya dengan Tuhan. Seperti halnya Tuhan yang memiliki sifat – sifat khusus, atman juga mempunyai sifat –sifat, seperti yang tertuang dalam Kitab Bhagawad Gita, yakni :

“na jayate mriyate va kadacin
nayam bhutva bhavita van a bhuyah
ajo nitya sasvato yam purano
na hayate hayamane sarire” (Bhagawad Gita II.20)
artinya :
Ia tidak pernah lahir dan juga tidak pernah mati atau setelah ada tak akan berhenti ada. Ia tak dilahirkan, kekal, abadi, sejak dahulu ada; dan Dia tidak mati pada saat badan jasmani ini mati.

“nai nam chindanti sastrani
nai namdahati pawakah
na cai nam kledayanty apo
na sosayati marutah” (Bhagawad Gita II.23)
artinya :
Senjata tak dapat melukai-Nya, dan api tak dapat membakar-Nya, angin tak dapat mengeringkan-Nya dan air tak dapat membasahi-Nya.

“acchedyo yam adahyo yam
akledyo sasya eva ca,
nittyah sarwagatah sthanur
acalo yam sanatanah”(Bhagawad Gita II.24)
artinya :
Sesungguhnya dia tidak dapat dilukai, dibakar dan juga tak dapat dikeringkan dan dibasahi; Dia kekal, meliputi segalanya, tak berubah, tak bergerak, dan abadi selamanya.

“Avyakto yam acityo yam
avikaryo yam ucyate,
tasmad evam viditvainam
nanusocitum arhasi”(Bhagawad Gita II.25
artinya :
Dia tidak dapat diwujudkan dengan kata – kata, tak dapat dipikirkan dan dinyatakan, tak berubah – ubah; karena itu dengan mengetahui sebagaimana halnya, engkau tak perlu berduka.

Berdasarkan uraian sloka – sloka Bhagawad Gita diatas dapat kita simpulkan sifat – sifat atman sebagai berikut :
a) acchedya berarti tak terlukai senjata,
b) adahya berarti tak terbakar oleh api,
c) akledya berarti tak terkeringkan oleh angin,
d) acesya berarti tak terbasahkan oleh air,
e) nitya berarti abadi,
f) sarwagatah berarti ada di mana-mana,
g) sathanu berarti tidak berpindah – pindah,
h) acala berarti tidak bergerak, sanatana berarti selalu sama dan kekal,
i) awyakta berarti tidak dilahirkan,
j) achintya berarti tak terpikirkan,
k) awikara berarti tidak berubah,
l) sanatana berarti selalu sama.

Maka sesuai dengan sifatiNya, Atman disebutkan Sathanu, Acala, Awyakta,Awikara, Sanatana…tidak berpindah, kekal, tidak bergerak, tidak berubah, selalu sama..Dan dgan sebutan ini, maka Atman tentunya berbeda dengan suksma, atau roh..dmana ktika samsara maka mereka akan pindah menuju tubuh baru, atau mencapai surga neraka..Bagaimana pemahaman tentang Atman yg sathanu acala awikara sanatana??

Pada proses pemahaman ini, maka dapat ditelaah melalui atma widya dan juga bahwa mahluk hidup itu terdiri dari 3 lapisan sarira..Maka Atman diselubungi oleh dua lapisan, suksma sarira, stula sarira..Atman sendiri adalah antahkarana ananda sarira, yang berarti badan yg selalu berbahagia, selalu sebagai brahman di dalam suksma dan stula sarira..Suksma sarira sendiri, terdiri dari citta,buddhi,manas, ahamkara..Dan stula sarira yg terdiri darinpanca maha butha yg membentuk dasendriya..

Dalam kehidupan, maka kesadaran manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan yg jelasnya adalah tri guna itu sendiri..Prakrerti sattwik rajas tamas, maka itu akan berpengaruh pada ahamkara sebagai ego, dharma adharma yg disaring oleh buddhi, kmudia manas yg berhubungan dngan kehendak prilaku yg dilksanakan oleh dasaindriya.. kemudian semua karma, akan terkumpul dipendam di citta menunggu waktu yg tepat menerima buah karma..

Lalu atman dimana?, maka dalam kondisi apa pun, kesadaran akan atman tetap diam kekal serta tidak berubah, selalu sama sesuai dgn Brahman itu sendiri..Sebagai badan yg berbahagia, sebagai brhman atman aikyam, aham brhman asmi, dan sbagai moksartham jagaditha..Atman hnya sbagai penyaksi saja, atas sukma sarira yg terjebak di stula sarira itu sendiri..Sampai nanti Atman disadari sbagai kesadaran hakiki atas prjalanan suksma itu sendiri..Atman tidak pernah terpisah dari Brahman, namun atman hanya diselubungi itu, suksma sarira dan tri guna prakerti..

Ketika bahwa menyadari manusia berada di dalam atman kekal, maka manusia(dengan kesadaranNya) telah berada di dalam Brahman, di dalam kekekalan semesta. Dan sebenarnya tidak di luarnya, atau brahman tidak berada di luar manusia..Manusia yg berada di dalamNya..

Jadi atman tidak terbagi, dan tentu kekal, kemudian pula acintya..tidak terpikirkan…Karena sabda brhman dan waktu serta jiwa, akan menjadi sumber bahan pemikiran pemahaman yg dalam..Sedalam hati rasa sahaja..

Shanti jihwa rahga samastha..shanti..
Rahayu..
Guswar .. minggu 1 feb 2015..

 
 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: