RSS

Keagungan Dharma yang Sebagai Peleburan Dosa..(Siwaratri dalam Sarasamuscya)..

08 Jan

Om Hyang Shivam Mahapralayam..
Sirna sarwa duka lara pati dosah..
Sidha hning Ida hyang nataraja pujam..
Sidhi wisesa kertha diksitah..
Om rahayu om..

Siwaratri..
Malam renungan dosa yg hadir sekali dalam setahun..Dan malam melebur segala papa budi duka lara yg membelenggu kehidupan..Kehidupan yg akan selalu diiringi maya guna, sebagai bagian karma serta samsara..Dimana akan terlukis dalam Maya itu sendiri..Apakah itu sancita, pradabda, Kryamana Karmapala manusia itu sendiri..

Dasar utama adlah bahwa manusia selalu melaksanakan karma..Namum bahwa itu sebagai bagian dalam pelaksanaan dharma, maka itu mrupakan hal yg lain..Karena Dharma yg Agung disebutkan hnyalah satu2nya cara untuk meleburkan dosa itu sendiri..Dalam sarasamuscya disebutkan sebagai berikut:
Sloka 18.
“Dan keutamaan dharma itu sesungguhmya merupakan sumber datangnya kebahagiaan bagi yg melaksanakanNya; lgipula dharma itu merupakan perlindungan bagi orang yg berilmu; tegasNya hanya dharma yg dapat melebur dosa tri loka ini”..

Maka dapat dipahami dgn jelas bahwa melaksanakan dharma adalah yg melebur dosa tri loka ini..Dan tentu disadari bahwa kesadaran yg tepat adalah saat memahami diri sebagai diri yg papa dan lahir dalam dosa, yg perjalanan hidup adalah menuju kelepasan dan pembebasan dari lingkaran hidup ini..Kebahagiaan yg utama dpat dijalani dengan melksanakan dharma itu sendiri sbagai kebenaran..Dharma yg Agung bagai semesta itu sendiri yg juga sebagai tempat berpulang..

Pada sarasamuscaya 16 disebutkan :
“Seperti prilaku matahari yg terbit melenyapkan gelapnya dunia, demikianlah orang yg melaksanakan dharma, adalah memusnahkan segala macam dosa”..
Maka dharma juga yg bisa menerangi sekitar untuk bisa meleburkan dosa itu sendiri…

Konsep dasar peleburan dosa dapat dipahami pada sudut pandang karma dan pahala itu sendiri..Manusia lahir karena keseimbangan satwik rajas tamas dalam MAya (sesuai wrspatti tattwa) dan sesuai dgn prosentase detail dari ketiga itu..satwik akan membentuk manusia yg.berbudhi, rajas akan ada di manusia yg aktif dan kuat, serta tamas akan masuk banyak pada manusia yg malas dan pasif..Prosentase yg hanya Hyang Wenang saja yg memiliki data2 validNya..

Maka ketika papa budhi penuh dosa turun ke dunia sbagai manusia, proses peleburan dosa itu sendiri dilaksanakan dlam bentuk pelaksanaan dharma yg dikonsep dalam bentuk Empat marga yg ada..Sampai akhrinya usai dan menuju loka2 lainNya.. Manusia tentu masih memiliki Maya2 itu sendiri yg membelenggu mereka.. Dalam.hal ini prilaku yg mngarah ke sattwika guna (dgn keaktifan rajasika) akan menuju pada karma karma baik lain..

Karma sendiri yg dinikmati adalah bagian penikmatan dosa dan pahala manusia tersebut..Dimana penikmatan karma itu(yg bisa lintas samsara) akan dibarengi dgn pembentukan karma2 lain..Sehingga ketika manusia telah “TersadarKan” bahwa mlksanakan dharma adlah bagian dari mencipta karma baik, maka dengan sendirinya ia memiliki kekuatan cukup untuk menerima karma2 buruk yg lalu, serta hidup dgn balutan dharma untuk menerangi dan menuju kebebasan dri Maya serta kebahagiaan dlam cahaya “kebersatuan”..

Kesimpulan yg dapat dipetik adalah manusia dasarnya adalah lahir dgn kombinasi keseimbangan satwik rajas tamas yg papa..Dalam mlksanakan keseharian, maka akan menikmati karma2 yg ada dan dgn Dharma yang Agung akan mampu menciptakan kebaikan ke depan dan kuat pada penikmatan karma itu sendiri..Menguatkan diri agar bisa melebur dosa2 yg ada dgn menikmatiNya..Ketika bahwa hnya dharma yg mampu melebur dosa adlah didapatNya kekuatan akan menerima dan menghabiskan karma(dosa lebur), serta mencipta pahala.baik bukan pahala.buruk (dosa) ke depannya..Tentunya Sivaratri adalah tepat dikatakan sbagai malam perenungan dosa yg juga salah satu bagian peleburan dosa itu sendiri (yang terjadi setiap hari kehidupan manusia)..
Sloka 15 sbagai penutup..
“Usaha tekun pada kerja mencari karma, artha, dan moksa kadang tidak berhasil ;akan tetapi usaha tekun pada pelaksanaan dharma, tak tersangsikan lagi pasti brrhasil walaupun dalam.angan angan saja”
Maka perenungan dosa adlah sebuah manacika dharma untuk mnuju kesadaran akan pembebasan jiwa..

Siwaratri..
Januari 2016
Salam Guswar..
_/\_ rahayu..

image

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Januari 2016 in agama, budaya

 

Tag: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: