RSS

Buddhi Dharma….

Tentang ego dan budhi.. Kduanya bagian badan halus, suksma sarira, tetapi dgn definisi berbeda..

Ego itu adlah mmbntuk sifati manusia yg tak adaptif akan suatu perbedaan, sedang budhi adlah yg membuat mampu hidup dlam keanekaragaman..

Ego sangat resisten akan perubahan, krna ktika keadaan berubah sprti inginnya, ia tetap tidak puas..namun budhi mengerti bahwa perbedaan adalah keindahan..

Ego brusaha mnyempurnakan keadaan krna mrasa dirinya sempurna, tetapi budhi mmbrikan wajah yg smpurna dalam perbedaan..

Ego mencintai konflik, sedang budhi mnyebarkan cinta pada sbuah konflik..

Ego pnghancuran, buddhi mngayomi semesta..
Ego adlh cermin nafs amarrah rajas tamasik simbol adharma dlam bahasa agama,..
Namun budhi adlah sbuah agama..

Agama buddhi..


MANUSIA YANG BERMARTABAT, MANUSIA YANG BERKASIH, MANUSIA YANG TEGAS DAN BERANI

Manusia yang lahir dalam kehidupan ini, adalah manusia yang telah merahga dan memberikan suatu kemenangan akan Budhi Dharma itu sendiri dalam hati yang menimbulkan rahsa Sahadja dalam dirinya. Rahsa yang menghargai dan menilai “diri” sebagai abdi Dharma yang memiliki budhhi yang bermartabat serta penuh cinta kasih, sekaligus tegas dan berani.

Pada suatu awal yang menjadikan diri penuh makna, adalah bagaimana menjadi manusia yang bersujud dahulu kepada kekuasaan Bapa, dan kepasrahan terhadap Bundha. Baik itu yang bersifat realita (Imanensi) atau yang transendsial ke Angkasa dan ke Pertiwi. Maka setelah terinsafkan, terlaksanakan, dan tersatyakan, akhrinya suatu keberpahaman akan rahahsya Buddhi dharma akan mengumpul dan menyebar kepada relung-relung Jihwani dan rahaga, tersucikan sperti Suksma itu sndiri. Maka Jihwani, yang terkondisikan seimbang sebagai penghubung antara SUksma dan seimbang, tersiarkan pada Rahaga sebagai wilayah untuk menjawab tantangan, godaan, dan keberagaman dunia itu.

Setelah terbentuknya suatu Budhi dharma telah terucapkan, terlaksanakan,dan pula terpikirkan sedemikan rupa, maka terjanjikan bagi mereka oleh Sang Bapa dan Sang Bundha, bahwa manusia budi itu, akan menuju pada suatu manusia yang :

  1. Manusia yang Bermartabat : Manusia yang memiliki nilai diri tinggi, nilai manfaat, dan nilai laksana yang membawa ia pada keutamaan manusia buddhi, yang bisa merampungkan ujian semesta dan mampu mengadakan kewibawaan bagi dirinya sendiri. Tentu sajas dengan restu Bapa dan restu Bundha.
  2. Manusia yang berkasih.: Manusia yang memberikan segala kemampuannya untuk membantu dan memberikan kenyamanan dan kenikmatan serta perlindungan kepada mereka-mereka yang membutuhkan, sesuai dengan Buddhi Dharma itu sendiri. Membantu melayani semesta sebagai suatu tempat yang patut untuk ditinggali sedemikan rupa, dan dengan kasihnya memberikan segala cara yang sesuai budhinya dengan kejujuran hati untuk mereka yang membutuhkan.
  3. Manusia yang tegas dan Berani..Maksudnya adalah manusia yang memiliki ketegasan dan keberanian untuk membela KeBudhi-Dharmaan yang mereka dasarkan dan pahami. Tegas untuk berkata tidak dan Berani untuk melawan kedurjhanaan, kejahatan, serta penjajahan atas kebenaran Budhi Dharma itu sendiri. Karena hal ini lah yang mampu membawa mereka sebagai manusia yang bermartabat dan mampu mengubah pandangan dan wilayah dunia yang tersyiarkan kejahatan dan tindakan asusila serta anti kemanusiaan. Keberanian itu didasari oleh Kekuatan Budhi Dharma itu sendiri serta dengan kekuatan sujud pada Bapa dan Bundha .

Maka itu adalah sesuatu yang terjanjikan pada setiap relung-relung penguasa semesta dan pemilik kasih atau pula peleburan kejahatan dari mereka yang tergolongkan manusia rendahan dan mengabdi kepada keasu silaan

Salam rahga, jihwani, Suksma, Santausa, Sahadja Bahwana

gwar 31 okt 2012..

————————————————————————————————————

TUHAN…..BAGAIMANA MENDEFINISIKAN-NYA BERDASARKAN KELUHURAN BUDDHI…

Tuhan..titik…Tiada yang lainnya..Mengapa ada yang lainnya? jika Tuhan adalah dalam suatu definisi sebagai mana definisi yang telah lama ada dari jaman ke jaman..dari masa ke masa…dari suatu dekade ke dekade lainnya…

Tuhan adalah semesta…maka Pastilah tiada yang tidak bisa disusupi oleh Tuhan itu sendiri…Tuhan semesta maka tuhan berhadapan dan disandingkan sebagaimana IA ingin memperlihatkan diriNya sendiri kepada Dia sendiri…

Tuhan adalah mutlak..maka tiada satu pun yang tidak terlihat oleh Tuhan itu “sendiri”…Karena Ia adalah maha besar sebesar-besarNya dan tiada pun yang mampu Ia tidak kecewakan atau bahkan Ia kecewakan…Dan hal itu membentuk balasan atas perbuatan-perbuatan semesta (penghuni alam) yang hanya IA yang mampu ia ciptakan “sendiri” karena Ia adalah pemegang kunci hukuman karma yang berbentuk:

1.Takdir

2.Nasib

3.Hidup serta Kematian

Melepaskan dan meng”insyaf”kan diri serta meng”Kusyuk”kan diri akan sujud ke pada Nya adalah hal yang harus, wajib, mutlak dilaksanakan sedemikian rupa melalui ritual-ritual yang diulang-ulang pengucapan rapalan tentang mantra,sloka,ayat yang menceritakan kesucian IA..baik yang telah ada, maupun yang sedang ada, atau yang nanti akan ada…

Jadi IA Tuhan, yang memwahanakan semesta ke dalam dirinya berdasar atas kaweruh budhindriya dan karmendrya sebagai pengekangan atas musuh Tuhan dalam bentuk manusia di dunia ini. Musuh itu adlah :

1.Nafsu untuk berpikir tentang kejahatan.

2.Hasrat untuk mengatakan tentang kebobrokan.

3.Godaan untuk menyatakan perbuatan tentang Keiblisan.

Tuhan memanglah ada dimana-mana. Maka dalam kehidupan ini manusia yang dibekali pikiran, rasa, dan suksma jiwa..diharapkan mampu mengeluarkan batiniah yang berbudi luhur sebagai cerminan hasil tapa, semadi, dan pembelajaran ruhani agar memiliki kebermafaatan di baik alam ini, masa depan, dan kembali menuju masa yang telah usai..

Keuntungan dan anugerah jiwa KE-Tuhanan yang dimiliki oleh suatu jihwani yang sempurna pada kaweruh budi pada suksma manusia itu sendiri. Akan nantinya menjadi suatu nilai, harga, serta kualitas yang akan dinilai oleh Sang Tuhan itu sendiri..Siapa Sang Tuhan???

maka kembalilah mengeruhkan diri dalam NISTA,RAHAGA, dan KEdukhaan…sehingga karma menjadi semakin bersih, suci dan takbir teriakannya mampu memberikan dampak atau spirit (nyawa,suksma) budi ke seluruh angkasa raya dan semesta dari yang terkecil sampai yang terbesar..

RAHAGA yang SAHADJA adalah pada saat setitik buah karma baik buruk itu mampu diijinkan untuk menjadi lembaga atau biji yang siap berkembang…

Inti nya adalah bersihkan diri, rahaga jiwa dan suksma yang tidak terliputi rasa Sombong, Iri, dan Dengki, ,,akibat dari ke”hitam”an rahaga itu sendiri yang seharusnya ber-Sahadja….

Sebagaimana kesucian itu datang dan hadir pada intuisi mahluk binatang dan mengusahakan agar terbersihkan raga sebagai penyupatan diri ke hadapan Khalik (Tuhan)…

Setelah segala wibhuti (pencerahan) itu hadir dalam rahaga yang terahsia pada tujuh lapisan hati, maka siapkanlah menerima pedang-pedang pembawa petaka bagi mereka yang tiada bisa lagi tertolong oleh perubahan jaman yang menuju jaman keemasan..

salam rahga sahadja…

gwar….

——————————————————————————————

SEBUAH KESETIAAN

BAGAIMANA KEDUDUKAN MANUSIA DI HADAPAN SEMESTA INI…(BUDDHI DHARMA)

Manusia sebagai mahluk yang memiliki kehendak serta wilayah kelahiran dan kesempatan untuk hidup adalah mahluk yang memiliki beberapa tujuan dan bentuk nyata dari kehendak, kelakuan, serta sabda yang lisan serta sastra…

Manusia yang lahir dalam suatu kesucian watak dan rahaga sahadja dan keinsyafan..memiliki apa-apa yang disebut manusia bermartabat, manusia yang suci, manusia yang berharga dan bermanfaat bagi setiap mahluk dan bahkan semesta…Bermartabat artinya adalah manusia mencintai siapa dirinya bahwa ia adalah suatu titisan dari rahaga cinta dan suksma cinta dari persatuan yang harmoni dan melembaga dari ayah dan ibu….Maka kewajiban sebagai manusia yang bermartabat adalah mencintai, melindungi, dan menyujudkan diri secara bersahadja dan penuh rasa kasih kepada yang di sebut Ayahanda dan Bunda..

Selama itu tidak diberikan ruang pertama kali, maka seluruh kenikmatan yang Tuhan berikan akan sirna, musnah, lenyap..Dan Tuhan dengan sabdaNya berkata bahwa” Siapa pun yang lebih dahulu menyembah Aku, tanpa melewati sembah sujud kepada siapa yang melahirkanmu, maka seberapa besar dan hebat sujud atau sembah itu, maka akan sia-sia belaka.”

Dan maka suatu ritual-ritual bagi setiap manusia adalah sekehendaknya disesuaikan dengan mereka yang berayahanda dan berbunda..Suatu kekuatan akan datang kepada mereka yang taat kepada kekuatan dan ketegasan ayah dan kelembutan yang tegar akan ada pada mereka yang menuhankan Ibunda terlebih dahulu..Dalam rahasia kawruh maka suatu hormatan jihwani dalam kesujatian akan muncul secara mutlak dan spontan saat kesujudan ini dilakukan…

Maka manusia diharapkan akan menjadi suatu yang bermartabat dan bernilai kemanfaatan saat Ia melakukan kewajiban sebagai seorang putra atau putri yang berbudi yang lahir dari kekuatan persatuan kesucian mani dan kesucian telur.Sebagai kesatuan peleburan linggha dan yohania…

Dari penuhanan secara imanensial serta transendensial yang membentuk sujud Ayah Bunda (dirupakan)…maka Tuhan akan memberikan suatu pencerahan yang luar biasa ke depannya dan kekuatan hidup selalu akan menjelma…

Tuhan pun menilai kedudukan manusia dari tingkat kebersyukuran dan ketaatan menyujudkan diri dari syahuda ini. Maka sebagai akhri kata…

Manusia akan menjadi manusia seutuhnya untuk menyujudkan budi kawerhnya kepada Dua Tuhan kita dalam bentuk suatu Linggha dan Yohania

salam rahaga sahadja

Gwar..

——————————————————————————————————-

… BUDDHI TATTWA…

Atman atau sebagai Nur dan Khudus adalah sebagai tempat terdalam dan tersembunyi dilapisi beberapa lapisan, yaitu budhhitattwa, ahangkara tattwa… Buddhitattwa adalah bagian yang berada sebagai hasil dari tri guna..buddhi itu dibagi menjadi empat dengan pahalanya:
1.Dharma buddi adalah perbuatan mulya, tapa, yadnya, dana punia, yoga, meninggalkan keluarga hidup dari sedekah. Pahala dari dharma buddhi adalah ketika dharma lahir dari budhi maka orang mencapai surga dan bersenang-senang disana, IA menjadi dewa dan mendapatkan kekuatan lainnya.
2. Jnana Buddhi adalah pengindraan langsung, menarik kesimpulan, ajaran-ajaran agama dari orang yg telah mempelajarinya. Pahala dari Jnana budhi adalah melalui pengetahuan yang benar orang akan mencapai empat kekuatan dan mencapai moksah.
3. Vairagya Buddhi adalah ketidak terikatan terhadap kesenangan, baik yang dilihat, didengar pada badan yang sehat. Pahala dari Vairagya buddhi adalah mereka akan mencapai prakertiloka (dunia material) dan mengalami kesenangan seperti orang tidur dan setelah lama akan lahir sebagai dewayoni.
4. Aiswarya Buddhi adalah keseimbangan dalam kesenangan bhoga (makanan) kesenangan kecil, upabhoga (kesenangan sandang), paribhoga (memiliki istri) dengan asiwarya orang menikmati kesenangan tanpa gangguan. Dengan anima dan kekuatan lain orang lahir menjadi dewa sebagai pahala aiswarya….

Maka ketika telah menyadari, akan keindahan Semesta hyang Ilahiah Ananta Dharmaika…Dan ketika itu keterlepasan MAYA terhidupi oleh entitas TER-tinggi di manapun jihwa itu terlaksanakan…Mahya atau Dzat atau Kehizaban….

adalah bagaimana AKU () dan KITA serta MEREKA…hyang cepat atau singkat..menuju ke keterlepasan…Dan apakah “itu” akan menagihkan “ini”??

Apakah “ITU”??

APAKAH “INI”??

DZAT itu…dan MAHYA itu …serta RUHSYA….

adalah kesatuan tanpa batasan..seperti engkau melihat matahari, tetapi tiada bisa menjangkauNYA…

dan itu terdiri dari sattwam, rajasikam, tamasikam…itu jeratMereka…dan KUKELUARKAN sesuai adab, ehtis, parthiwi, Serta ESA..hyang tunggal…

dan INI adalah…bagi mereka hyang sabar…

bahwa KITA adalah dunia, dan dunia MILIK KITA…

salam buddhi dharma loka sasmita ..

bhayangkaraNIA…

gwar…24 mar 2014..

————————————————————————————————–
UNIVERSALITAS SANG BUDDHI…

Buddhi adalah sebuah kaweruh, artinya sebuah sifat keluhuran dari suatu perjalanan kehidupan dan merupakan sumber dari filsafati apa pun itu.. Buddhi bahkan dikatakan sebagai agama, atau pula dikatakan sebagai permatanya di setiap agama itu sendiri, tanpa meninggalkan agama itu..

Buddhi terletak di berbagai agama itu sebagai pencapain yang mencerahkan, bahkan tanpa itu -agama sebagai induk moralitas serta filsfatnya akan hnya menjadi sebuah agama yg mengandalkan ritualitas tanpa arti dan hanya sebagai pelarian tanpa pegangan..

Buddhi adalah buddha yg tercerahkan sedemikian juga buddha yg turun gunung ikut mencerahkan semua mahluk, atau sebagai bagian suksma sarira dari dharma hindu yang sanatana.. Buddhi berada di maya dunia yg memihak memilih jalan sattwika yang moksah dan disertai rajasikam mahya.. buddhi adalah sebagai nafs illah yg tanpa nafs amarrah dan nafs lawanmah..buddhi adalah sebuah cinta kasih anak tuhan dari bapa, dan buddhi adalah jalan yg tanpa memiliki apa, tanpa mengharapkan apa kcuali hnya mnceritakan pencerahan, tanpa mengikat pada pahala apa pun…

Buddhi dihiasi keberkatan para dewata, buddhi diberikan kehidayahan asma illah, buddhi dicintai para malaikat, dan buddhi sbagai jalan nafs raudiah serta memiliki wahyu citta nabi ataupun sebagai jalan akhir trisula wedhantis….buddhi adalah yg mencintai imam al mahdi, buddhi yg menunggu sorga isa al masih, buddhi juga sbagai jawaban kalki atau pula buddha maitreya..

Buddhi tiada punya ilmu, buddhi tiada punya kekuatan,..tetapi buddhi memiliki pencerahan..dmana ilmu menuju kebenaran tertinggi kekuatan menuju kepada kekuasaan yg benar dan baik serta adil.. itu adalah pencerahan yg menuju dunia yg diharapkan oleh para agamis, para spiritualits, para idealis, para supra, para filsfati, serta ujung dari seluruh pencerahan itu…

Buddhi di hindu adalah atma widya yg menyingkirkan ahamkara, menuangkan citta brahman dari atman, menuju manah yg dharma serta buddhi yg wiweka..

Buddhi pada nafs illah adalah nafs mutmainah nafs raudiah nafs mardiah…dan tidak membuat berpindah, tapi membuat lebih mantap dan menjadi keselamatan semesta dunia baqa fhana bagi selluruhnya tanpa kecuali..

Buddhi adalah buddha yg lahir yg menjadi maitreya yg turun mencerahkan semua, yang dipandang sebagai akhir perjalanan sbagai kstria yg pinihandita, rahja rathtu yg adil, serta imam al mahdi yg dipercayai mereka yg taat tnpa mengusik keimanan mereka, sebagai kalky avatar yg mrnunjukkkan pralaya kali yuga menuju satya yuga…

Maka siapa yg tidak bersuka cita??
Maka mereka yg selain yg bersuka cita, maka mereka berpilih untuk mengubah ia….
Tidak ada yg tetap selain illah atma paratman semesta…dan mereka yg tau ia bersebrsngan tapi tetap dalam keahamkaraan kegoan ke nafs amarrah, maka mereka akan menuju yg tidak mereka harapkan,,,

Bukankah yg tidak berharap adalah sebuah pertaubatan, sebuah penyucian, sebuah pencerahan?

Salam gwr..
=============================
Buddhi..tidak Merasa Bahagia atau menderita…

Seseorang yg memahami ttg kesadaran buddhi itu seperti merasa tersesat..
Namun yakin akhirnya adalah hal kebaikan dan benar…
Tidak takut akan bahwa jalan itu berliku, tetapi takut ketika tidak berjalan…
Tak pernah merasa ragu akan ujianNYa, karena beribu pilihan adalah hanya pembelajaran..kecuali ktika tidak memilih…

Tidak pernah tahu akan arti kesulitan, tapi ketika mendapat kesenangan adalah sebagai beban…
Tidak pernah menginginkan kesengsaraan namun di setiap sengsara ia mrasa terhindar dari maut..
Mengucap salam pada maut, tetapi tidak ada maut di kehidupan di sini dan nanti…
Tersenyum pada kesusahan dan kesusahan akan menunduk membawa bahagianya…

Berbuddhi takut salah, tapi benar selalu mengiringinya..
Bersusila mengambil seluruh kebaikan, tetapi karma baik terlebih dahulu telah datang..
Beretika pada semesta, dan semesta yg mengangguk di pengertiannya..
Berdamai dengan negativitas, dan ia mengetahui negatif diiringi positif..

Bersua dengan tuhan dalam semesta, mendamaikan cinta dengan duka,
Meleraikan hitam dan putih,
Menyatukan hujan dan kering..
Sebagai ilahi..

Salam guswar mar 2015
=========================

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: